1,720,990 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Toleransi beragama dalam Al qur'an: Analisis Deskriptif pada Tafsir Fath al-Qadir karya Imam As-Syaukani
Toleransi merupakan sebuah persoalan yang belum selesai dari waktu ke waktu, apalagi di Indonesia yang sangat beragam agama dan keyakinannya. Perlakuan Intoleransi selalu terjadi terhadap kaum minoritas, adapun isu toleransi yang belum selesai dari zaman dulu adalah terkait penodaan agama, pendirian rumah ibadah, dan penyiaran agama. Masalah harus menjadi kajian yang selalu disuarakan oleh siapapun, terutama oleh para cendikiawan dan pemuka agama sehinga terciptanya suatu konsep toleransi yang bisa dijadikan acuan oleh masyarakat banyak. Walaupun kajian tentang toleransi sudah banyak yang dibahas akan tetapi dari waktu kewaktu selalu ada perubahan, maka dengan itu setiap kajianpun harus terus dikembangkan terutama dalam pembahasan toleransi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait toleransi bergama yang terdapat didalam alquran dengan merujuk kepada ayat-ayat yang berkaitan dengan toleransi serta diperjelas dengan penafsiran salah seorang mufasir yang moderat dan menjadi bahan referensi banyak Ulama pada zaman dahulu dan sekarang. Sehinga bisa menjadi acuan semua masyarakat untuk menciptakan rasa perdamaian, karena salah satu tujuan manusia adalah hidup damai dan tentram tanpa ada paksaan baik lahir maupun batin.
Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif deskriptif. Metode kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilakn penemuan-penemuan yang tidak bisa dicapai menggunakan prosedur-prosedur statistik. Secara umum metode kualitatif biasanya digunakan untuk meneliti kehidupan suatu masyarakat, sejarah,tingkah laku, aktivitas sosial dan lain-lainnya. Sedang deskriptif merupakan sebuah metode untuk menjelaskan sistematis fakta, atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Adapun teori yang dipakai adalah teori toleransi yang diungkapkan oleh Umar Hasyim yakni toleransi adalah pemberian kebebasan kepada sesama manusia atau kepada warga masyarakat untuk menjalankan keyakinannya atau aturan hidupnya dalam menentukan nasibnya masing-masing, selama didalam menjalankan dan menentukan sikapnya tidak melanggar dan tidak bertentangan dengan syarat-syarat atas terciptanya ketertiban dan perdamaian.
Hasil yang dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah konsep toleransi yang terdapat dalam alquran, bagaimana alquran memandang sikap toleransi terhadap orang yang berlainan agama dan juga bagaimana penafsiran salah seorang mufasir moderat dalam memandang ayat-ayat toleransi beragama dan manfaat dari sikap toleransi. Adapun pandangan alquran terhadap orang non muslim yaitu memberikan keleluasan untuk memeluk agama yang diyaninya, dan beribadah sesuai dengan anjuran agamanya masing-masing. Alquran menghendaki perdamaian diseluruh penjuru dunia karena semuanya merupan atas kehendak sangpencipta
Partisipasi masyarakat dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan dihubungkan dengan pasal 22 Undang-Undang nomor 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
Lahirnya UU Cipta Kerja mendapat kritik dari berbagai pihak karena kecenderungannya terhadap kepentingan pengusaha dan mengabaikan hak-hak masyarakat khususnya ditinjau dari aspek pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. UU Cipta Kerja telah menghapus izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan serta pemangkasan hak-hak masyarakat khsusunya dalam proses penyusunan Amdal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik hukum UU Cipta Kerja terhadap kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dan menganalisis konsekuensi perubahan partisipasi masyarakat dalam penyusunan Amdal dihubungkan dengan Pasal 22 UU Cipta Kerja.
Penelitian ini menggunakan Teori Negara Kesejahteraan sebagai Grand theory, Teori Partisipasi Masyarakat (Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Undang-Undang dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan) sebagai Middle theory dan Teori Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup yang meliput Teori Pembangunan Berkelanjutan dan teori Analisis Mengenai Dampak Lingkungan sebagai Applied theory. Teori dalam penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Amdal pasca lahirnya UU No. 6 Tahun 2023.
Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode Library Research. Penelitian ini menggunakan tiga jenis bahan sumber hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data diperoleh melalui studi kepustakaan (dokumen) yang berasal dari bahan penelitian yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam proses penerbitan Amdal pasca UU Cipta Kerja. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Politik hukum UU Cipta Kerja mengarah pada penyederhanaan izin berusaha dan mendorong kemudahan investor dalam memperoleh persetujuan lingkungan yang mengubah lima kebijakan penyusunan Amdal yang meliputi: 1) kemudahan izin berusaha melalui persetujuan lingkungan; 2) pelonggaran tanggung jawab mutlak (strict liability) pemrakarsa dalam menyusun Amdal, 3) pembatasan prinsip transparansi informasi dalam penerbitan persetujuan lingkungan, 4) penghapusan gugatan administratif terhadap persetujuan lingkungan; dan 5) penghapusan sanksi pidana terhadap penyusun UU Cipta kerja mereduksi pertisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Amdal. Saat ini hanya masyarakat yang terdampak langsung yang dapat berpartisipasi dalam proses penyusunan Amdal
Rancang bangun prototipe mobile robot Automatic Guided Vehicle (AGV) menggunakan sensor garis berbasis fuzzy logic control
Sistem kendali berkembang cukup pesat, khususnya pada bidang robotika salah satu contohnya yaitu robot pengangkut barang otomatis yang digunakan dalam bidang industri. Saat ini kebanyakan sistem robot pengangkut barang masih menggunakan kontrol manusia. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah sistem prototipe mobile robot Automatic Guided Vehicle (AGV) menggunakan sensor garis berbasis fuzzy logic control. Salah satu tantangan dalam pengembangan sistem robot pengangkut barang adalah bagaimana robot dapat berjalan dengan stabil saat mengangkut barang. Penelitian ini memaparkan perancangan sistem robot pengangkut barang berbasis sensor garis dan kendali logika fuzzy dengan input yang digunakan yaitu sensor cahaya dan sensor berat, sedangkan outputnya yaitu PWM motor kanan dan PWM motor kiri, untuk pengujian load cell ditambahkan dengan beban yang bervariasi dari 100 gram sampai 1000 gram dengan error yang didap- atkan 0,0%. Berdasarkan hasil simulasi dengan menggunakan studi kasus diketahui beban yang dibawa sebesar 100 gram dan cahaya nya 0 dihasilkan output kecepatan motor kanan dan kecepatan motor kiri 60,0 PWM, pada perhitungan manual didap- atkan outputnya yaitu 40,0 PWM dan pada implementasi alat didapatkan 60,0 PWM dengan keadaan motor lurus. Sehingga robot tersebut bisa digunakan dalam bidang industri dalam skala kecil ataupun skala besar
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Analisis pengaruh pemasaran relasional terhadap terhadap retensi pelanggan pada jasa perbankan : studi kasus pada bank Muamalat Cabang Depok
- …
