1,720,998 research outputs found

    Studi Visualisasi Karakter Komik Karung Mutiara Al Ghazali

    No full text
    ABSTRAK Baidlowi, Prasatriono, Ahmada.2008.Studi Visualisasi Karakter Komik Karung Mutiara Al Ghazali. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs.Pujiyanto.M.Sn,(II) Drs. Muhadjir. Kata Kunci: visualisasi, karakter komik Jitet Koestana adalah kartunis nasional yang tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai peraih penghargaan internasional terbanyak, yakni 36 buah. Saat ini angka itu telah bertambah menjadi 46. Salah satu karyanya yaitu buku komik Karung Mutiara Al Ghazali yang diterbitkan pada tahun 1997. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan komikus dalam visualisasi karakter komik tersebut. Visualisasi yang akan dibahas adalah visualisasi /penggambaran wajah, badan karakter komik serta ekspresi nya. Hasil dari penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat pecinta komik, universitas, dan peneliti selanjutnya. Rancangan Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode penelitian observasi. Kehadiran peneliti menggunakan teknik pengamatan penuh dalam bentuk studi dokumentasi dan pustaka. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan format observasi dengan sumber data berupa sampel dari Komik Karung Mutiara Al Ghazali yang berjudul Nafsu 1 sampai 5. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dari mulai menelaah data yang diperoleh dari hasil dokumentasi dan observasi, kemudian data tersebut diklasifikasikan dan dipaparkan secara deskriptif sebagai hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan yang menjadikan ciri khas komikus dalam visualisasi karakter komik Karung Mutiara Alghazali adalah visualisasi dari bentuk hidung karakter laki-laki yang mengalami eksagerasi divisualisasikan dengan ukuran yang sangat besar hingga terkesan mendominasi wajah. Alasan komikus menampilkan visualisasi karikatural pada karakter komik adalah untuk mencermeinkan humor pada fisik karakter komik.Visualisasi bentuk badan pada karakter laki-laki cenderung gemuk dan berpinggang lebar, berbeda dengan karakter perempuan yang terkesan ramping. Visualisasi Ekspresi pada karakter Komik Karung Mutiara Al Ghazali dapat diketahui dengan melihat gerakan-gerakan tubuh, gerakan wajah, dan gerakan mata. Seringkali perilaku-perilaku tersebut saling memperkuat dalam mengkomunikasikan makna yang sama. Adakalanya, perilaku-perilaku ini bertentangan satu sama lainnya.Visualisasi ekspresi juga diperkuat oleh visualisasi simbol-simbol ekspresi, seperti visualisasi air keringat yang terpencar di sekitar kepala dalam ekspresi terkejut, hembusan nafas ketika ekspresi kemuakan atau penghinaan dan air ludah yang terpencar ketika dalam ekspresi bahagia atau menginginkan sesuatu. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam misalnya mengenai semiotika visual komik atau tentang ikonisitas yang terjadi pada komik

    Studi Visualisasi Karakter Komik Karung Mutiara Al Ghazali.

    No full text
    Jitet  Koestana  adalah  kartunis  nasional  yang  tercatat  di  Museum  Rekor Indonesia  (Muri)  sebagai  peraih  penghargaan  internasional  terbanyak,  yakni  36  buah. Saat  ini angka  itu  telah bertambah menjadi 46. Salah  satu karyanya yaitu buku komik Karung Mutiara Al Ghazali yang diterbitkan pada tahun 1997. Berdasarkan hal tersebut penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kecenderungan  komikus  dalam  visualisasi karakter  komik  tersebut.  Visualisasi  yang  akan  dibahas  adalah  visualisasi /penggambaran wajah,  badan  karakter  komik  serta  ekspresi  nya. Hasil  dari  penelitian diharapkan  dapat  menjadi  referensi  bagi  masyarakat  pecinta  komik,  universitas,  dan peneliti selanjutnya.   Rancangan  Penelitian  ini  adalah  deskriptif  kualitatif  dengan metode  penelitian observasi.  Kehadiran  peneliti  menggunakan  teknik  pengamatan  penuh  dalam  bentuk studi dokumentasi dan pustaka.  Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan format  observasi  dengan  sumber  data  berupa  sampel  dari Komik Karung Mutiara Al Ghazali yang berjudul Nafsu 1  sampai 5. Dalam penelitian  ini analisis data dilakukan dari  mulai  menelaah  data  yang  diperoleh  dari  hasil  dokumentasi  dan  observasi, kemudian data  tersebut diklasifikasikan dan dipaparkan  secara deskriptif  sebagai hasil penelitian.    Hasil  penelitian  menunjukkan  yang  menjadikan  ciri  khas  komikus  dalam visualisasi  karakter  komik  Karung  Mutiara  Alghazali  adalah  visualisasi  dari  bentuk hidung  karakter  laki-laki  yang mengalami  eksagerasi  divisualisasikan  dengan  ukuran yang sangat besar hingga  terkesan mendominasi wajah. Alasan komikus menampilkan visualisasi  karikatural  pada  karakter  komik  adalah  untuk mencermeinkan  humor  pada fisik karakter komik.Visualisasi bentuk badan pada karakter laki-laki cenderung gemuk dan  berpinggang  lebar,  berbeda  dengan  karakter  perempuan  yang  terkesan  ramping. Visualisasi Ekspresi pada karakter Komik Karung Mutiara Al Ghazali dapat diketahui dengan melihat  gerakan-gerakan  tubuh,  gerakan wajah,  dan  gerakan mata.  Seringkali perilaku-perilaku  tersebut saling memperkuat dalam   mengkomunikasikan makna yang sama.  Adakalanya,  perilaku-perilaku  ini  bertentangan  satu  sama  lainnya.Visualisasi ekspresi  juga  diperkuat  oleh  visualisasi  simbol-simbol  ekspresi,  seperti  visualisasi  air keringat yang terpencar di sekitar kepala dalam ekspresi terkejut, hembusan nafas ketika ekspresi kemuakan atau penghinaan dan air ludah yang terpencar ketika dalam ekspresi bahagia atau menginginkan sesuatu.   Disarankan  agar  dilakukan  penelitian  lebih  lanjut  dan mendalam misalnya mengenai semiotika visual komik atau tentang ikonisitas yang terjadi pada komik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK MELALUI PELAJARAN AL ADAB DI SD ISLAM MUTIARA AL MADANI KOTA SUNGAI PENUH

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh SD Islam Mutiara Al  Madani Kota Sungai Penuh merupakan sekolah SD yang bernuansa Islami dan mempelajri seluruh mata pelajaran agama, salah satunya pembelajaran Al Adab. Namun banyak peserta didik yang perilakunya tidak baik seperti: berkata kata kotor, melawan kepada guru, bermain-main dalam shalat, membicarakan kesalahan guru, tidak menghormati guru ketika proses pembelajaran berlangsung dan kenakalan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan akhlak kepada Allah, kepada guru, kepada orang tua, kepada sesama muslim melalui pelajaran al adab di SD Islam Mutiara Al Madani Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitiannya adalah guru pendidikan agama, peserta didik, orangtua, kepala sekolah, wali kelas dan waka kurikulum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengujian data yang digunakan adalah teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah : 1) Pembinaan Akhlak kepada Allah di SD Islam Mutiara Al Madani Kota Sungai Penuh  dilakukan dengan cara membiasakan diri dekat kepada Allah yaitu (a) membiasakan shalat berjamaah (b) berzikir bersama (c) berdoa kepada Allah dan (d) tadarus Al Quran.(e) membaca asmaul husna 2) Pembinaan akhlak kepada guru dilakukan dengan cara: membiasakan peserta didik mengucapkan salam, membiasakan merendahkan suara, dan berbicara sopan serta  santun saat berbicara kepada guru. 3) Pembinaan akhlak kepada orang tua   dilakukan dengan cara membiasakan berdoa setelah shalat berbicara dengan lembut di hadapan mereka, menaati mereka selama tidak melanggar aturan Allah dan  meminta izin kepada mereka sebelum berpergian. 4) Pembinaan Akhlak kepada sesama di SD Islam Mutiara Al Madani Kota Sungai Penuh  dilakukan dengan cara membiasakan berbicara dengan sopan santun, tidak menyakiti hati orang lain, tidak berbicara kotor, mengadu domba, membanggakan diri dihadapan teman, mengumpat, mencaci, mencemooh dan sebagainya.Kata Kunci : Pembinaan, Akhlak Peserta Didik, Pembelajaran Al Adab

    Pembinaan akhlak peserta didik melalui pelajaran Al Adab di SD Islam Mutiara Al Madani Kota Sungai Penuh

    No full text
    The background of this research is SD Islam Mutiara Al Madani Kota Sungai Penuh is an elementary school with Islamic nuances and studies all religious subjects, one of which is learning Al Adab. However, many students have bad behavior such as: saying dirty words, fighting back to the teacher, playing in prayer, talking about teacher mistakes, disrespecting the teacher when the learning process takes place and other delinquencies. This study aims to describe moral development to Allah, to teachers, to parents, to fellow Muslims through the lessons of al adab at the Mutiara Al Madani Islamic Elementary School, Sungai Penuh City. This research uses qualitative methods with descriptive types. The research subjects were religious education teachers, students, parents, school principals, homeroom teachers and curriculums. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data testing technique used is the data triangulation technique. The results of this study are: 1) Moral development to Allah in Mutiara Al Madani Islamic Elementary School, Sungai Penuh City is carried out by familiarizing oneself with Allah, namely (a) getting used to congregational prayer (b) making dzikir together (c) praying to Allah and (d) tadarus Al Quran. (e) reading Asmaul Husna 2) Moral development for teachers is carried out by: getting students to say greetings, getting used to lowering their voice, and speaking politely and politely when speaking to the teacher. 3) Moral development for parents is done by getting used to praying after prayer, speaking softly in front of them, obeying them as long as they do not violate Allah's rules and asking permission from them before traveling. 4) Moral guidance to others at Mutiara Al Madani Islamic Elementary School, Sungai Penuh City is carried out by getting used to speaking politely, not hurting others, not talking dirty, playing one against one another, boasting in front of friends, cursing, scolding, ridiculing and so on

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore