6,100 research outputs found
Hubungan antara kepercayaan diri dengan pengambilan keputusan siswa SMAN 1 Sungguminasa dalam memilih program studi di perguruan tinggi.
ABSTRAK
Muthmainnah Nur Insani. 2014. Hubungan antara kepercayaan diri dengan pengambilan keputusan siswa SMAN 1 Sungguminasa dalam memilih program studi di perguruan tinggi. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Pembimbing (1) M. Ahkam, S.Psi., M.Si., (2) Muh. Nur Hidayat Nurdin, S.Psi., M.Si.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepercayaan diri dengan pengambilan keputusan siswa SMAN 1 sungguminasa dalam memilih program studi di perguruan tinggi.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Sungguminasa, yang berusia antara 15-17 tahun sebanyak 254 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling (random sampling). Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepercayaan diri dan skala pengambilan keputusan dalam memilih program studi.
Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik korelasi pearson-product moment melalui SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data, korelasi sebesar r = 0,315, dengan p = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara kepercayaan diri dengan pengambilan keputusan siswa SMAN 1 Sungguminasa dalam memilih program studi di perguruan tinggi.
Kata kunci: kepercayaan diri, pengambilan keputusan, pemilihan program stud
Religius Values in Novel Nafsul Muthmainnah by Anfika Noer
This study aims to describe religious values in the novel Nafsul Muthmainnah by Anfika Noer. The religious values analyzed include regulatory aspects (sharia), beliefs (creeds), and actions (morals). The approach used, namely the qualitative approach and the method used in this study is a descriptive analysis method. The use of this method is adjusted to the main purpose of the research, which is to describe and analyze religious values in a novel entitled Nafsul Muthmainnah by Anfika Noer. Descriptive method is a method used to describe or analyze a research result but not used to make broader conclusions. The purpose of this descriptive study is to make a description, description, or painting systematically, factually and accurately about the facts, traits, and relationships between phenomena investigated. The content analysis method is able to uncover the tendency of message content based on the context of the content of a text. The depth of content analysis will be more complete and detailed in understanding the contents of the text and able to associate with the context of reality that occurs. In this study, data information analysis was carried out through the stages of identifying all data, describing data, analyzing data, then interpreting existing data based on religious values in the novel. Conclusions from this study, namely that there are many religious values related to regulations (shari'a), beliefs (creeds), and actions (morals) in the Nafsul Muthmainnah novel by Anfika Noer's work. The religious values contained in this novel, namely aspects of sharia as many as 13 data findings, aspects of faith as many as 21 data findings, and moral aspects as many as 42 data findings. The most finding data is the moral aspect as many as 42 data findings and the least is the sharia aspect of 13 data findings
Dinamika Kepribadian Dalam Perspektif Psikologi Islam; Telaah Konsep Amarah, Lawwamah, dan Muthmainnah serta Korelasinya Dengan Iman, Islam, dan Ihsan
This article discusses the dynamics of personality from the perspective of Islamic psychology; study the concepts of anger, lawwamah, and muthmainnah, and their correlation with faith, Islam and Ihsan. With the aim of knowing the dynamics of personality in the perspective of Islamic psychology; study the concepts of anger, lawwamah, and muthmainnah, and their correlation with faith, Islam and Ihsan. This article uses qualitative research based on literature (library research) with a qualitative descriptive approach and technical descriptive analysis and content analysis. The results of this study indicate that personality is a unique arrangement of traits in a person that lasts a long time. In Islamic psychology, true humans consist of physical and spiritual elements, and are equipped and given the gift of reason, heart, and lust as provisions for living life. In the context of lust, human personality is contained in three passions, namely anger, lawwamah, and muthmainnah. The three of them must be able to be well optimized, anger must be able to be suppressed, lawwamah must be able to be cultivated and reach the degree of mutmainnah, so that they are able to become religious people (Islam), which is based on true and complete religious understanding and driven by a true belief (faith), so that the dedication carried out will result in useful behavior (Ihsan).Keywords: Personality, Anger, Lawwamah, Mutmainnah, Islam, Faith, Ihsan AbstrakArtikel ini membahas tentang dinamika kepribadian dalam perspektif psikologi Islam; telaah konsep amarah, lawwamah, dan muthmainnah, serta korelasinya dengan Iman, Islam dan Ihsan. Dengan tujuan untuk mengetahui dinamika kepribadian dalam perspektif psikologi Islam; telaah konsep amarah, lawwamah, dan muthmainnah, serta korelasinya dengan Iman, Islam dan Ihsan. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknis analisis deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kepribadian adalah susunan yang unik dari sifat-sifat seseorang yang berlangsung lama. Dalam psikologi Islam manusia sejati terdiri dari unsur jasmani dan rohani, serta dilengkapi dan diberi anugerah akal, kalbu, dan nafsu sebagai bekal menjalani kehidupan. Dalam konteks nafsu, kepribadian manusia terdapat dalam tiga nafsu, yaitu amarah, lawwamah, dan muthmainnah. Ketiganya harus mampu dioptimalkan dengan baik, amarah harus dapat diredam, lawwamah harus mampu dipupuk dan mencapai derajat mutmainnah, sehingga mampu menjadi orang beragama (Islam), yang didasarkan pada pemahaman keagamaan yang benar dan utuh dan didorong oleh sebuah keyakinan (Iman) yang benar, sehingga pengabdian yang dilakukan akan berbuah perilaku yang bermanfaat (Ihsan).Kata Kunci: Kepribadian, Amarah, Lawwamah, Muthmainnah, Islam, Iman, Ihsa
Stereotype in TV Series “Fresh Off The Boat (Season 1)
Muthmainnah. 2017. Stereotype in TV Series “Fresh Off The Boat (Season 1)” Thesis. English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teachers’ Training. Advisors: (I) Dr. Saifuddin Ahmad Husin, M.A. (II) Nur Alfa Rahmah, S.S, M.Pd
Keywords: Sociolinguistics, Stereotype, TV Series.
In communicating with others, we use language. But nowadays, many people do not think before talking. Mostly, they judge other people and say a little rough without knowing the truth. Living in society, people would find some different cultures. In this situation, they have a description toward the others whether it is positive or negative and it was called stereotype.
The problem statements of this research are: How are the positive and negative stereotype utterances in TV Series “Fresh Off The Boat (Season 1)” and what are the meaning of them. The researcher collects the data by watching the TV Series. After collecting the data, the researcher then analyzed, classified and explained them in sociolinguistics approach descriptive qualitatively.
The result of this research shows 8 positive stereotypes and 20 negative stereotypes. The result also shows that stereotypes in this research are classified into physical appearance aspect, goals aspect, abilities aspect, behavior aspect and gender aspect.
ABSTRAK
Muthmainnah. 2017. Stereotip dalam Seri TV "Fresh Off The Boat (Seri 1)" Skripsi. Departemen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Pelatihan Guru. Pembimbing: (I) Dr. Saifuddin Ahmad Husin, M.A. (II) Nur Alfa Rahmah, S.S, M.Pd
Kata kunci: Sosiolinguistik, Stereotip, Seri TV.
Dalam berkomunikasi dengan orang lain, kita menggunakan bahasa. Tapi saat ini, banyak orang tidak berpikir sebelum berbicara. Sebagian besar, mereka menilai orang lain dan mengatakan sedikit kasar tanpa mengetahui yang sebenarnya. Tinggal di masyarakat, orang akan menemukan beberapa budaya yang berbeda. Dalam situasi ini, mereka memiliki deskripsi terhadap yang lain apakah itu positif atau negatif dan itu disebut stereotip.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: Bagaimanakah stereotip positif dan negatif dalam Seri TV "Segar Perahu (Seri 1)" dan apa maknanya? Peneliti mengumpulkan data dengan menonton seri TV. Setelah mengumpulkan data, peneliti kemudian menganalisis dan mengklasifikasikan menggunakan teori tersebut dan menjelaskannya dalam pendekatan sosiolinguistik deskriptif secara kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan 8 stereotip positif dan 20 stereotip negatif. Hasilnya juga menunjukkan bahwa stereotip dalam penelitian ini tergolong aspek penampilan fisik, aspek tujuan, aspek kemampuan, aspek perilaku dan gender aspek
A Descriptive Analysis of Learning Motivation Taken From Laskar Pelangi Novel
This paper informs us some motifs that motivate someone learning something taken from Laskar Pelangi novel. There are four research problems proposed of Laskar Pelangi novel; what are the literary elements of Laskar Pelangi novel; what are the motivations in learning presented in the novel of Laskar Pelangi; what are the reasons of Andrea Hirata took the motivation of learning in Laskar Pelangi novel; what are the implications of Laskar Pelangi novel toward its readers. This research uses descriptive research in analyzing, collecting the data. After analyzing the novel Laskar Pelangi the writer draws some conclusions as follows: the novel uses some figurative language to express some expressions and describe something; its main character is Ikal. Laskar Pelangi tells us some motifs of learning. The motivations which are pointed out are to enrich knowledge, to reach dream, to win a competition, and so on. The reason Andrea Hirata took learning motivation as the theme of Laskar Pelangi novel are to break Melayunese stereotype, to motivate all learner to be motivated in learning, and so on. The implication of Laskar Pelangi story toward its reader are Laskar Pelangi story motivated reader to study abroad, Laskar Pelangi teaches reader to admire the life
Digitale Editionsformen. Zum Umgang mit der Überlieferung unter den Bedingungen des Medienwandels. Teil 1: Das typografische Erbe.[Preprint-Fassung]
Digitale Editionsformen müssen auf dem Methodenstand der gedruckten Editionen aufbauen. Hier sind der Lachmannsche Ansatz der Textrekonstruktion und die Verfahren der historisch-kritischen Ausgabe im Laufe der Zeit zwar dominant geworden, aber nicht alternativlos geblieben. Die Kritik an diesen Methoden ist so alt wie diese selbst, und viele andere Schulen haben sich neben ihnen etabliert. Die verschiedenen Ansätze lassen sich als Produkt ihrer Zeit und als Funktion bestimmter theoretischer Grundbegriffe und Grundannahmen beschreiben. Vor allem aber sind sie nicht nur historisch und theoretisch, sondern immer auch "technisch relativ", weil Typografie und Druckkultur unsere Theorien vom Text und unsere Methoden der Edition beeinflussen. Ein Verständnis dieser Abhängigkeit unserer scheinbar "natürlichen" Editionsvorstellungen von einer bestimmten Technik ist ein wichtiger Ausgangspunkt für die Entwicklung neuer Editionsformen
Konsep jiwa yang tenang dalam surat al-Fajr ayat 27-30 dan implementasinya dalam kesehatan mental :analisis bimbingan konseling Islam
Alqur’an menjelaskan bahwa ada beberapa tingkatan jiwa dalam diri manusia atau biasa dikenal dengan tingkatan nafsu yaitu nafsu amarah, nafsu lawwamah, dan nafsu muthmainnah. Adapaun nafsu ammarah dijelaskan dalam QS Yusuf ayat 53 yang berarti nafsu yang selalu mengajak kejelekan atau kemungkaran, sedangkan nafsu lawwamah diuraikan pada QS al-Qiyamah ayat 2 bahwa dia adalah nafsu yang selalu mengajak untuk menjaga eksistensinya sebagai manusia atau jiwa yang amat menyesali diri sendiri. Adapun nafsu muthmainnah terurai pada QS al-Fajr ayat 27, yang kebanyakan orang diartikan sebagai nafsu yang selalu mengajak kebaikan. Berangkat dari problema tersebut penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh mengenai makna jiwa yang muthmainnah dalam al-Qur’an surat al-fajr ayat27-30 dan implementasinya dalam kesehatan mental
Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yaitu penelitian yang menitiberatkan pada literature dengan cara menganalisis muatanisi dari literatur-literatur yang terkait dengan penelitian baik dari sumber primer maupun sekunder. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode deskriptif-analisis yakni menuturkan, menggambarkan, dan mengklasifikasi secara obyektif data yang dikaji sekaligus menginterpretasikan dan menganalisis.Sehingga dapat melahirkan suatu uraian yang utuh tentang konsep jiwa yang tenang dalam Surat al-Fajr ayat 27-30 (Analisis Bimbingan dan Konseling Islam). Peneliti membatasi konsep al-Qur’an tentang jiwa yang tenang saja yang terkandung dalam Surat al-Fajr ayat 27-30, kemudian mengemukakan arti kosa kata serta menjelaskan tentang hubungan ayat-ayat tersebut dengan ayat sebelum maupun sesudahnya sekaligus membahas tentang asbabun nuzul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Nafs al-muthmainnah (Jiwa yang tenang) adalah jiwa yang beriman, bertaqwa, dan yaqin serta selalu suci (bersih) dari dorongan hawa nafsu. Dengan empat dasar yaitu keimanan, ketaqwaan, keyakinan, dan kesucian akan mendapatkan jiwa yang tenang dan mengubah pola berfikir manusia dalam menghadapi kegagalan. Agar setiap individu mampu hidup dengan tenang maka individu perlu adanya bimbingan dan konseling Islam untuk membantu mencapai hidup yang tenang sehingga dapat membangun kesehatan mental agar bisa hidup secara seimbang dan tentra
Nik Nur Madihah: a rising literary star in the Malay world
In a globalized and fast-developing world, where the internet and social media play a vital role in our daily lives, people of all ages are increasingly sharing their views and opinions in writing. This is particularly true for young people, who are computer- and smartphone-savvy and often communicate through written means. As a result of this shift, new writers are emerging in Malaysia every day, much like stars on the horizon. Many of these budding writers are interested in creating novels that reflect the social climate of the country. In this article, I would like to highlight some of the interesting aspects of the life and achievements of a young Malaysian author named Nik Nur Madihah
- …
