1,720,984 research outputs found

    KEMELIMPAHAN GULMA GULMA PADI SAWAH (Oryza sativa L.) PADA KETINGGIAN DAN SISTEM TANAM YANG BERBEDA

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat dan sistem tanam terhadap kelimpahan gulma  padi sawah pergolongan di kabupaten Garut dengan menggunakan metode survai yang dilakukan pada dua ketinggian (T) yaitu t1 dataran rendah dan t2 dataran tinggi pada dua sistem tanam (S) yaitu; s1 sistem tanam  Sistem of Rice Intensification (S.R.I) dan s2 sistem tanam konvesional. masing- masing diulang 6 kali. data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan mengunakan ANOVA dan jika terjadi pengaruh nyata dilakukan uji lanjut LSD pada taraf 5%.  Hasil penelitian diketahui terjadi interaksi antara  ketinggian tempat dan sistem tanam terhadap kelimpahan gulma padi sawah, pada kelimpahan spesies gulma golongan berdaun lebar, spesies gulma golongan berdaun sempit, populasi gulma berdaun sempit. Kombinasi  dataran rendah dan sistem tanam konvensional (t1s2) nenunjukkan rata-rata spesies gulma tertingi, kombinasi dataran tinggi dan sistem tanam konvensional (t2s2) menunjukkan rata-rata golongan gulma  berdaun sempit tertinggi dan kombinasi dataran rendah dan sistem tanam S.R.I (t1s1) menunjukkan rata-rata populasi golongan gulma berdaun sempit tertinggi.    Kata Kunci : gulma, kelimpahan, ketinggian,  padi sawah,  sistem tanam

    Analisis Potensi dan Musim Penangkapan Ikan Tenggiri (Sco/llhero/llorl!s spp.) di Pangandaran Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

    No full text
    Analisis potensi dan musim penangkapan sumberdaya suatu jenis ikan di suatu kawasan perairan laut sangat penting untuk mengontrol dan memonitor tingkat eksploitasi dalam bentuk kegiatan perikanan tangkap yang dilakukan terhadap sumberdaya di perairan tersebut. Hal ini ditempuh sebagai tindakan preventif guna mencegah terjadinya kepunahan sumberdaya akibat tingkat eksploitasi berlebihan. Disamping itu, hal ini ditujukan pula untuk mendorong terciptanya kegiatan operasi penangkapan ikan dengan tingkat efektivitas dan keberhasilan yang tinggi tanpa merusak kelestarian sumberdaya dan memberikan keuntungan dari hasil tangkapan yang optimal. Bila dalam kegiatan operasi penangkapan ikan segalanya diserahkan kepada alam tanpa perencanaan manajemen dan target operasi yang jelas, maka keuntungan maupun tingkat keberhasilan usaha yang diperoleh lebih bersifat apa adanya. Hal ini tidak akan memberikan keuntungan dari tangkapan yang berfluktuatif dan tidak optimal dari se,,>1 ekonomis, akan tetapi juga dapat menganca:n kelestarian sumberdaya ikan yang dieksploitasi, tatkala tingkat eksploitasi sudah melebihi daya dukung sumberdayanya. Penelitian ini merupakan studi kasus mengenai aktifitas kegiatan usaha perikanan tangkap sumber daya ikan tenggiri. Penekanan analisis yang digunakan lebih bersifat deskriftif yaitu pendekatan model surplus produksi Schaeffer melalui metode pendugaan Schnute dan. analisis deret waktu metode rata-rata bergerak (moving average). Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu data sekunder sebagai data utama dan dat8. primer sebagai data pendukung. Data sekunder berupa data hasil tangkapan dar; upaya penangkapan ikan tenggiri selama kurun waktu 1994 -1999 yang diperoleh di Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari, Cabang Dinas Perikanan Kecamatan Pangandaran dan Dinas Perikanan Kabupaten Ciamis. Data primer didapat dari hasil wawancara la!lgsung dengan nelayan Pangandaran Hasil tangkapan ikan tenggiri di Pangkalan Pendaratan lkan Pangandaran dengan . alat tangkapgillnet sanga! oeiflilktuasisetiap tahunnya. Datastatistik: pr6duksiperikanan PPJ Pangandaran talmn 1994-1999 menunjukkan nilai rata-rata hasil tangkapan ikan tenggiri taltun 1994-1999 adalah 86824.5 kg per tahunnya. Hasil tangkapan tertinggi ikan tenggiri diperoleh pada tahun 1994 sebesar 148069.0 kg, sedangkan hasil tangkapan terkecil diperoleh pada tahun 1995 sebesar 44759.6 kg Data upaya penangkapan ini merupakan jumlah upaya penangkapan dari alat tangkap gil/net, rata-rata upaya penangkapan tenggiri di PPJ Pangandaran tahun 19941999 adalah sebanyak 6452 trip. Dpaya penangkapan tertinggi dicapai pada tahun 1997 sebanyak 8976 trip atau 39.12 % diatas rata-rata upaya penangkapan pertahun dan upaya penangkapan terendah dicapai pada tahun 1998 sebanyak 5024 trip atau 28.4 % dibawah rata-rata upaya penangkapan pertahun. Data hasil tangkapan ikan tenggiri yang didaratkan di PPJ Pangandaran tahun 1994- 1999, tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran yang dapat menjelaskan atau mencerminkan kelimpalulll sumberdaya ikan tersebut pada waktu itu, hal ini dikarenakan fluktuasi hasil tangkapan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti upaya penangkapan, musim dan cuaca. (eknologi ala( tangkap serta teknik penangkapan yang digunakan serta tingkat keberhasilan operasi penangkapan. Oleh karenanya salah satu pendekatan yang cukup tcpat digunakan untuk mcnduga kelimpahan sumbcrdaya ibn tersebut, adalah dengan pendckatan data hasil tangkapan per unit penangkapan atau calch per unil e.ffiJrl (CPUE). Nilai CPUE tahunan tenggiri di Pangandaran yang menggunakan alat tangkap gillnel rata-rata pertahun sebesar 118.22 kg/trip, tertinggi tahun 1994 sebesar 210.91 kg/trip atau sebesar 78.4 % diatas rata-rata CPUE tahunan. Sedangkan terendah diperoleh tahun 1995 sebesar 81.92 kg/trip atau sebesar 45.5 % dibawah rata-rata CPUE tahunan

    ISB�L DALAM PERSPEKTIF HADITS

    No full text
    Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas dan menyoroti masalah Isb�l yang sudah sejak lama menjadi pembicaraan bahkan perdebatan di kalangan masyarakat muslim, khususnya para Ulama. Terlebih akhir-akhir ini dengan semakin gencarnya dakwah yang dilakukan oleh mereka yang menamakan dirinya Salafy, masalah ini semakin ramai dibicarakan. Penulis menuntut kepastian hukum, mana di antara sekian banyak pendapat Ulama yang kuat? Untuk dijadikan pedoman dalam mengamalkan perintah-perintah Agama, dapat melaksanakan sunah dengan sempurna dan terhindar dari perbuatan bid�ah yang menyesatkan. Dalam masalah fiqih, kita sering dihadapkan kepada kenyataan pihak-pihak yang berbeda dalam memahami istinbat atau konklusi hukum, dalil-dalil yang digunakannya sama, tetapi karena tur�qul istinbat (metode pengambilan keputusan) berbeda, maka kesimpulan-nya pun berbeda pula, termasuk dalam masalah Isb�l. Dalam pembahasan Isb�l, yakni memanjangkan pakaian melebihi mata kaki, para Ulama menganalisa hadits-hadits yang sama untuk menetapkan hukum. Tetapi karena tur�qul istinbat yang berbada, maka kesimpulan hukum juga berbeda. Hadits-hadits tentang Isb�l ada yang mutlaq dan ada yang muqayyad. Dalam memahami hadits-hadits ini, para Ulama berbeda pendapat. Dalam skripsi ini penulis akan menjelaskan secara rinci, bagaimana masing-masing Ulama dalam memahami hadits-hadits yang dijadikan pegangan, Bagaimana tur�qul istinbat nya dan bagaimana kesimpulan akhirnya

    Keragaman Gulma, Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Pada Sistem Tanam dan Penyiangan yang Berbeda

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman gulma, pertumbuhan dan hasil padi sawah pada sistem tanam dan penyiangan yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan petak terpisah (RPT) pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan gulma penting pada masing masing sistem tanam dan waktu penyiangan umur 15, 30 dan 45 HST. Pada sistem organik adalah Sphenoclea zeylanica Gaertn dengan INP berturut-turut sebagai berikut ; (101,02%, 120,90% dan 63,73%); pada sistem tanam TOT dan sistem tanam konvensional gulma penting adalah Ludwigia hyssopifolia (G.Don) Exell dengan INP sistem tanam TOT (116,67%, 119,97% dan 108,85%); dan sistem tanam konvensional (116,67%, 136,54% dan 127,44%). Indeks keragaman (H’) semua sistem tanam dan umur penyiangan berkisar antara 0,39- 0,61 (rendah). Sistem tanam berinteraksi dengan penyiangan terhadap tinggi tanaman pada umur 40 dan 60 HST serta jumlah anakan produktif, sedangkan pada tinggi tanaman dan jumlah anakan umur 20 HST, jumlah anakan umur 40 HST dan hasil gabah per plot tidak terjadi interakasi. Pada umur 40 dan 60 HST kombinasi sistem tanam organik dan penyiangan satu kali (15 HST) berpengaruh terhadap rata-rata tanaman yang lebih tinggi, Sedangkan terhadap jumlah anakan produktif rata-rata tertinggi ditunjukkan pada kombinasi sistem tanam dengan penyiangan dua kali yaitu pada umur penyiangan 15 dan 30 HST

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore