1,721,066 research outputs found

    Pembentukan karakter sufisik pada pembelajaran di pondok pesantren Al-Musyahadah

    Get PDF
    Saat ini Negara Indonesia mengalami kemerosotan moral baik masyarakat yang berpendidikan maupun yang tidak berpendidikan, kondisi seperti inilah sangat mempirhatinkan karena fungsinya sebagai agen perubahan untuk masa depan bangsa. Dengan mengadakan kegiatan penyadaran bagi mereka melalui dunia pendidikan yaitu Pondok Pesantren sehingga salah satu langkah yang diambil adalah menanamkan karakter sufistik pada santri khususnya di pondok pesantren al-musyahadah Cibiru-Bandung. Karena dunia pendidikan merupakan kegiatan yang direncanakan untuk mengembangkan karakter yang baik dengan usaha ini dapat memproses pembentukan karakter anak bangsa. Tujuan penelitian ini adalah, untuk (1) mendeskripsikan profil Pondok Pesantren al-Musyahadah (2) mendeskripsikan pembelajaran di Pondok Pesantren al-Musyahadah; (3) mendeskripsikan pembentukan karakter sufistik di Pondok Pesantren al-Musyahadah. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. analisis data yang digunakan memilih data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Karakter merupakan watak, sifat, budi pekerti atau jiwa hal ini sangat penting bagi manuisa karena karakter menjadikan manusia berbeda dengan binatang. Sufistik/Tasawuf untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlak membangun lahir dan batin untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi sedangkan pembelajaran merupakan proses perolehan ilmu, pengetahuan, penguasaan kemahairan serta pembentukan karakter dan kepercayaan pada murid. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pondok Pesantren al-Musyahadah adalah lembaga pendidikan yang berlokasi di Manisi Cibiru Bandung yang didirikan oleh Ust. Hilmi Fuad, M.Ag pada tahun 2002 yang berjumlah kurang lebih 100 santri, materi yang diberikan berupa kitab kuning, amsilati, Languange Skill (B. Inggris, B. Arab), Tauhid, Logika Dasar dan lain-lain waktu pembelajaran di mulai pada pukul 03.00-21.30 WIB (diselingi waktu kuliah). Kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren al-Musyahadah dilaksanakan dengan menggunakan metode pembelajaran perpaduan tradisional dan modern khas Pondok Pesantren yakni wetonan/badongan, sorogan, musyawarah/batshul masail, hafalan, pasaran, dan demontrasi. Unit Kegiatan Pesantren (UKP) mawaris, hadroh, seni dan teater, olahraga, qira’at dan lain-lain. Sedangkan pembentukan karakter sufistik dibangun dari hasil pembelajaran dari kitab kuning al-hikam, minhajul abidin, sirr al-asroryang mampu menghasilkan karakter sufistik pada santri seperti pembentukan karakter cinta (mahabbah), kejujuran, keikhlasan, kesabaran, berserah diri, jihad dan yakin

    Zuhud dan Implementasinya pada Pondok Pesantren Al-Musyahadah

    Get PDF
    This research is motivated by the importance of zuhud attitude in everyday life, especially in the boarding school environment. This study aims to examine the inculcation of zuhud and its implementation in the Al-Musyahadah Islamic boarding school. This study uses a qualitative approach and uses descriptive analysis methods. Zuhud is emptying the heart of the world\u27s desire to always draw closer to Allah. Inculcating zuhud by growing understanding for students to accept all the provisions of Allah that comes to themselves. The implementation of zuhud can be distinguished from its characteristics, namely the nature and behavior of the zuhud person. This study concludes that at the Al-Musyahadah Islamic boarding school there is the inculcation of the attitude of zuhud as evidenced by the studies of books that discuss zuhud in the Al-Musyahadah Islamic boarding school such as Nashoihul Ibad, Sirr al-Asror, Al-Hikam and the implementation of zuhud from students of Al-Musyahadah Islamic boarding school can be seen from their daily lives such as having good morals in socializing and others. However, in practice there are still students who find it difficult to implement zuhud

    Moral construction strategy in pesantren Al-Musyahadah through sharing session programme

    Get PDF
    Islamic boarding schools are one of the educational institutions that are effective in conducting moral development because of the coaching factors and the supportive environment. Pesantren has an important role in the process of moral development in someone, especially students. The purpose of this study is to find out moral development in Al-Musyahadah Islamic Boarding School, especially in the field of Sharing Session which is a special strategy in fostering the morals of its students. This research uses qualitative research with a case study approach. Where this research focuses on boards, administrators and students who are directly involved in moral development. Data collection techniques in this study are using in-depth interview techniques, direct observation and surveys as well as documentation. To check the validity of this paper, data triangulation is carried out, namely inter-researcher triangulation, source triangulation and method triangulation. For data analysis, data reduction, data display and conclusion drawing were carried out which resulted in a study, namely about moral development at Al-Musyahadah Islamic Boarding School and also moral development strategies through Sharing Sessions at Al-Musyahadah Islamic Boarding School. The results of this study show that there are several types of moral development carried out at the Al-Musyahadah Islamic Boarding School, such as the Sharing Session, Meeting Night and discussion in addition, the most effective moral development strategy at the Al-Musyahadah Islamic Boarding School is the Sharing Session. Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang efektif dalam melakukan pengembangan moral karena faktor pembinaan dan lingkungan yang mendukung. Pesantren memiliki peran penting dalam proses perkembangan moral dalam diri seseorang, khususnya pelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan moral di Pondok Pesantren Al-Musyahadah, khususnya di bidang Sharing Session yang merupakan strategi khusus dalam membina akhlak para santrinya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dimana penelitian ini berfokus pada dewan, administrator dan mahasiswa yang terlibat langsung dalam pengembangan moral. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi langsung dan survei serta dokumentasi. Untuk memeriksa keabsahan makalah ini, dilakukan triangulasi data yaitu triangulasi antar peneliti, triangulasi sumber dan triangulasi metode. Untuk analisis data dilakukan reduksi data, tampilan data dan penarikan kesimpulan yang menghasilkan kajian yaitu tentang perkembangan moral di Pondok Pesantren Al-Musyahadah dan juga strategi pengembangan moral melalui Sharing Session di Pondok Pesantren Al-Musyahadah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa jenis perkembangan  moral yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Musyahadah, seperti Sharing Session, Meeting Night dan diskusi selain itu, strategi pengembangan moral yang paling efektif di Pondok Pesantren Al-Musyahadah adalah Sharing Session.Â

    Sistem Informasi Administrasi Di Pondok Pesantren Al-Musyahadah Berbasis Web

    No full text
    Operasional Pondok Pesantren Al-Musyahadah masih menggunakan pencatatan buku harian. Sehingga sering terjadi penumpukan dokumen yang nantinya sulit dalam pencarian data yang diperlukan yang menyebabkan butuh waktu yang lama untuk mendapatkan informasi yang diingikan. Sistem informasi merupakan salah satu faktor penunjang untuk pelayanan administrasi yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efesien. Maka dari itu diperlukanya pelayanan yang berbasis komputerisasi. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data pada penulisan ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif, dimana teknik pengumpulan data yaitu melakukan observasi, pengumpulan dokumen, dan melakukan wawancara pada sistem yang berjalan. Untuk metode perancangan dilakukan dengan menggunakan metode object oriented and design dan menggunakan Unified Modelling Language (UML). Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu dapat diperoleh dari kedua metode tersebut yaitu suatu sistem informasi berbentuk website yang berfungsi untuk mempermudah proses administrasi santri yang dapat tersimpan dengan baik dan tidak akan hilang pada Pondok Pasantren Al-Musyahadah

    Implementasi manajemen Pondok Pesantren pada program kewirausahaan santri : Studi deskriptif pada Pondok Pesantren Al-Musyahadah Rumah Cerdas Indonesia Cibiru Bandung

    Get PDF
    Pondok Pesantren merupakan suatu tempat implementasi yang tepat bagi pertumbuham kepribadian dan moralitas seorang anak didik atau santri, pesantren pula tidak hanya sebagai tempat untuk belajar ilmu akademik meliputi pengetahuan ilmu agama salah satunya, akan tetapi dimasa zaman modern saat ini pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam menciptakan para kader santri yang berkualitas dalam mengadapi segala aspek permasalahan di masyarakat, di antaranya santri harus mampu berkontribusi dimasyarakat dengan membantu aspek tatanan perekonomian. Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru adalah satu diantara banyaknya pesantren yang memiliki perhatihan di bidang ekonomi, khususnya pada program kewirausahaan santri. Di pesantren ini terdapat berbagai program yang melatih para santri agar bisa menjadi kader santri yang mandiri di dunia kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru pada program kewirausahaan santri, mengetahui hambatan dan solusi Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru dalam mengelola program kewirausahaan santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan memberikan penjelasan tentang implementasi manajemen pondok pesantren pada program kewirausahaan santri. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui dokumentasi, observasi secara langsung dan wawancara kepada pihak-pihak yang terlibat dalam program kewirausahaan santri Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan program kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru terdiri dari proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan. Hambatan Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru dalam mengelola program kewirausahaan santri diantaranya benturan waktu dan kegiatan santri, kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Adapun solusi Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru dalam mengatasi hambatan pengelolaan program kewirausahaan santri diantaranya pembuatan jadwal kerja, melakukan studi banding dan workshop, serta menyicil sarana dan prasarana untuk keberlangsungan kegiatan usaha. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pondok Pesantren Al-Musyahadah RCI Cibiru telah mengimplementasikan manajemen pondok pesantren dengan cukup baik berdasarkan standar pengelolaan suatu porgram

    Pengaruh Religiusitas Terhadap Moderasi Beragama Santri Pondok Pesantren Al-Musyahadah Rumah Cerdas Indonesia

    Get PDF
    Fenomena globalisasi menambah kompleksitas keberagaman dalam masyarakat, dan moderasi beragama dianggap penting dalam mengelola perbedaan keyakinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh antara religiusitas terhadap moderasi beragama pada santri di Pesantren Al-Musyahadah Rumah Cerdas Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel santri pondok pesantren Al-Musyahadah Rumah Cerdas Indonesia sebanyak 75 sampel. Berdasarkan hasil uji regresi didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.004 dan R square 0.108, hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Religiusitas terhadap perilaku Moderasi Beragama

    Peran pesantren dalam meningkatkan nilai-nilai spiritualitas keagamaan santri : Studi deskriptif di Pesantren Al Musyahadah Rci Kecamatan Cibiru, Kota Bandung

    Get PDF
    . Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan Islam yang salah satunya berperan dalam meningkatkan nilai-nilai spiritualitas keagamaan santri. Efektifitas peran pengelolaan yang dilakukan pesantren akan maksimal jika pesantren mampu melengkapi dirinya dengan tenaga terampil dan profesional untuk mengelola berbagai kegiatan yang melibatkan para santri. Diperlukan pula para pengajar seperti pengasuh, ustadz dan ustadzah terkait dengan peran pesantren, di samping mempunyai kepekaan sosial juga harus mempunyai wawasan yang luas tentang bagaimana meningkatkan nilai-nilai spiritualitas keagamaan santri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana peran pondok pesantren Al Musyahadah, Untuk mengetahui Program apa saja yang dikembangkan di Pondok Pesantren Al-Musyahadah, dan Untuk mengetahui dan memahami mengenai faktor-faktor pendukung dan penghambat santri dalam mengikuti program yang dikembangkan oleh pondok pesantren Al-Musyahadah Cibiru, Bandung Dalam Meningkatkan Nilai-nilai Spiritualitas Keagamaan Santri. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui pendekatan sosiologis. Selanjutnya berdasarkan pendekatan ini peneliti menetapkan metode penelitian deskriftif analisis yang berfungsi memahami suatu fenomena yang terjadi pada suatu subjek lalu dijelaskan pada hasil penelitian dan dianalisis untuk dapat jawaban. Untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan peneliti melakukan observasi, wawancara dan juga dokumentasi sebagai alat bantu untuk menemukan data-data terkait. Subjek dari wawancara yaitu pimpinan pondok pesantren, ustadz, ustadzah, dan juga para santri. Pada penelitian ini, penulis mengangkat pemahaman dari Teori Joachim Wach yang mana menurutnya pengalaman keagamaan itu terbagi menjadi tiga diantaranya : 1) pengalaman keagamaan dalam bentuk pemikiran, 2) pengalaman keagamaan dalam bentuk perbuatan, 3) pengalaman dalam bentuk persekutuan. Hasil penelitian menunjukan adanya peran pondok pesantren dalam meningkatkan nilai-nilai spiritualitas keagamaan santri tentunya sangat penting, oleh karenanya, pondok pesantren Al-Musyahadah memiliki program-program seperti kajian umum tentang ilmu tasawuf, wirid bersama, dan pengajian perkelas untuk mengupayakan tujuan tersebut. Seiring dengan berjalannya program tersebut, pondok pesantren ini juga memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat baik itu dari internal dan juga eksternal

    Peran Kiai dalam pendidikan akhlak santri di Pondok Pesantren : Studi deskriptif Pondok Pesantren Al-Musyahadah “Rumah Cerdas Indonesia” Manisi Kota Bandung

    Get PDF
    Penelitian ini di latar belakangi oleh peran kiai sebagai motivator dalam mendidik akhlak santri, membentuk perilaku yang husnuzan kepada Allah SWT, santun terhadap sesama, dan ikut serta dalam melestarikan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) Peran kiai sebagai koordinator dalam pendidikan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyahadah. (2) Peran kiai sebagai motivator dalam pendidikan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyahadah. (3) Peran kiai sebagai fasilitator dalam pendidikan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyahadah. (4) Realitas akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyahadah. (5) Faktor pendukung dan penghambat peran kiai dalam pendidikan akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Musyahadah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi Pustaka. Adapun yang menjadi narasumber adalah Kiai, Dewan Guru, dan santriawan/santriawati Pondok Pesantren Al-Musyahadah “Rumah Cerdas Indonesia” Manisi - Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran kiai dalam pendidikan akhlak santri di pondok pesantren. Dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Peran kiai sebagai manajer meliputi proses menyusun dan menjalankan program dengan dewan santri dan pengurus. Mengontrol kinerja pengurus dengan melakukan musyawarah antara kiai, dewan santri, dan pengurus. Dan mengontrol kegiatan santri melalui keikutsertaan kiai dalam kegiatan dan melakukan komunikasi dengan dewan santri atau pengurus. (2) Peran kiai sebagai motivator, memberikan stimulus menggunakan metode kajian kitab tasawuf, peneladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, dan pemberian hukuman, membentuk ekstrakulikuler pendukung minat dan bakat santri (UPMB), dan mengadakan perlombaan serta pelatihan. (3) Peran kiai sebagai fasilitator meliputi penghimpunan dana, penyediaan fasilitas sehari-hari dan fasilitas belajar mengajar (KBM). (4) Realitas akhlak santri berperilaku husnuzan kepada Allah SWT dilihat dari ibadah mahdhah maupun ghair mahdhah. Kesantunannya melalui penyikapan terhadap orang lain. Melestarikan lingkungan dengan memelihara apa yang ada di lingkungan pondok pesantren. (5) Faktor pendukung peran kiai terdiri dari kemauan kuat santri dalam memperdalam ilmu agama, fasilitas yang memadai,dan kerja sama antara dewan guru, wali asuh dan pengurus dalam memaksimalkan perangkat pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat peran kiai yaitu lemahnya kemauan santri untuk belajar dan perencanaan program yang kurang matang

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore