1,721,310 research outputs found
Músicos inmigrantes : los Colecchia en la historia musical de San Juan
Fil: Musri, Graciela.
Universidad Nacional de San Jua
Valor patrimonial proporcional, su aplicación actual en Argentina, la problemática de las eliminaciones, sus distorsiones en la información brindada y consecuencias de las mismas
Fil: Musri, Lilián. Universidad de Buenos Aires. Facultad de Ciencias Económicas. Buenos Aires, Argentina
Reconstrucción de la actividad musical en San Juan : (1944-1974)
Fil: Musri, Graciela.
Universidad Nacional de San Jua
Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren: Studi deskriptif di Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ Pusat Cianjur
Peran pondok pesantren tidak hanya sebatas lembaga yang fokus terhadap pendidikan keagamaan saja, namun kini pondok pesantren tampil sebagai lembaga yang mengambil bagian dari pemberdayaan masyarakat terutama dalam bidang
ekonomi.
Salah satunya pondok pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ dengan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui potensiyang dimilikinya yaitu agribisnis.
Tujuan dari penelitian ini diantaranya 1. Mengetahui Aspek Input Dari Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ 2. Mengetahui Proses Pelaksanaan Dari Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat diLingkungan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ 3.
Megetahui Aspek Output Dari Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Lingungan Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’
Landasan pemikiran yang digunakan adalah menurut Adisasmita (2006 : 35) yaitu mengenai pemberdayaan masyarakat yang berupaya memanfaatkan dan mengelola sumberdaya masyarakat pedesaan secara efektif dan efisien, baik dari, 1). Aspek input (sumber daya manusia, dana,peralatan/sarana, data rencana dan teknologi); 2). Aspek proses (pelaksanaan, monitoring, evaluasi/pengawasan); 3). Aspek output (pencapaian sasaran, efektivitas dan efisiensi).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan secara sistematis, faktual dan aktual mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren. Dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dokmentasi dan analisis data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pondok pesantren Al-Musri’ telah melakukan pemberdayaan ekonomi melalui agribisnis dengan melibatkan santri dan masyarakat, memberikan lahan untuk dikelola, serta bagi hasil yang dilakukan setelah panen dengan cara musaqah dan muzara’ah dan pemberdayaan ini sesuai dengan sasaran yang diinginkan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di lingkungan pondok pesantren
Peran kepemimminan K.H Ahmad faqih dalam membentuk akhlak terpuji santri: Studi deskriftip di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri Cianjur
Akhlak merupakan posisi yang paling utama dalam ajaran islam. Akhlak juga merupakan ajaran dalam pembinaan mental seseorang dalam mencapai hakikat kemanusiaan yang tinggi. Dalam hal ini merupakan masalah di Pondok pesantren Miftahul Huda Al Musri yaitu kurangnya pembentukan akhlak yang baik pada santri sehingga masih ada santri yang melanggar aturan pondok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan dalam mengelola pondok pesantren Miftahul Huda Al Musri, mengidentifikasi cara pengambilan keputusan dalam mengelola pondok pesantren Miftahul Huda Al Musri dan mengidentifikasi pengawasan pondok pesantren Miftahul Huda Al Musri dalam pengelolaan program peningkatan akhlak terpuji santri.
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengarahkan mempengaruhi dan mengawasi orang lain untuk melakukan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan. Pemimpin dan kepemimpinan seperti mata uang yang tidak dapat di pisahkan. Seorang pemimpin harus memliki jiwa kepemimpinan dan kepemimpinan yang dimiliki seorang pemimpin tidak secara instan, tetapi proses yang di bangun dari waktu ke waktu hingga mengkristal menjadi karakteristik.
Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Karena peneliti melihat sedikitnya literature dari kajian kedua variable yang peneliti dan penjabaran serta analisis yang dituangkan mampu menjadi bahan acuan dan evaluasi untuk di terapkan di Lembaga-lembaga dakwah lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan K.H Ahmad Faqih memiliki karakteristik yang menyesuaikan dengan masyarakat dan santri juga memiliki dampak yang nyata untuk kemaslahatan pondok pesantren, kemudian pengambilan keputusan yang dilakukan K.H Ahmad Faqih dengan musyawarah dan mufakat, bentuk keputusannya bersifat absolut untuk pondok pesantren selanjutnya Pengawasan pondok pesantren Al-Musri dalam meningkatkan akhlak terpuji santri melibatkan santri, guru, dan wali santri agar berjalan dengan optimal
KOORDINASI ANTARA MUSYAWARAH NAGARI (MUSRI) DENGAN BHABINKAMTIBMAS POLRES SAWAHLUNTO DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN DI KOTA SAWAHLUNTO
The coordination between the nagari deliberation (Musri) in Sawahlunto City and the Bhabinkamtibmas of the Sawahlunto Police in dealing with crime is through unification activities carried out by Bhabinkamtibmas on the activities of the elements in Musri. Coordination is carried out to create a sense of security for the entire community, especially to anticipate crimes such as theft that often occur in Sawahlunto City. This coordination can also encourage people to exchange ideas. The existence of coordination between the Nagari Deliberation and Bhabinkamtibmas in Sawahlunto City which is carried out in each village makes it easier to control criminal acts in each region, as well as in conducting socialization, by inviting village heads and the community to submit and request information and input from the village community in Sawahlunto City. Obstacles in Empowering Nagari Deliberation Cooperation (Musri) in Sawahlunto City with Bhabinkamtibmas Sawahlunto Police in Crime Prevention include the presence of a third party who interferes in a problem, affecting the problem solving process carried out by Bhabinkamtibmas. Lack of understanding of the community towards the laws and regulations that apply so that many people who stumble into problems want to win on their own without thinking about other parties. Some of the Bhabinkamtibmas officers did not fully understand the problem-solving techniques they faced
PERAN PONDOK PESANTREN MIFTAHULHUDA AL-MUSRI TERHADAP PERILAKU KEAGAMAAN MASYARAKAT
Pesantren harus berperan dalam perkembangan masyarakat sekitarnya. Hal itu karena pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan dan lembaga sosial kemasyarakatan. Peran ini cukup diperlihatkan oleh Pondok Pesantren Miftahulhuda al-Musri terhadap masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana peran tersebut dilakukan sebagai bahan masukan bagi lembaga serupa dalam berdakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Informan adalah kiai, para ustadz, santri, masyarakat Desa Kertajaya, dan tokoh masyarakat. Instrumen penelitian menggunakan observasi mendalam, interview mendalam, dan dokumentasi. Data divalidasi melalui kredibilitas data yang meliputi trianggulasi waktu, sumber dan tehnik. Kredilitas yang lain adalah ketekunan dan lamannya penelitian, peer debriving. Data juga divalidasi dengan transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmalibilitas. Analisis Data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, display data, reducing data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini adalah: (1) Perilaku keagamaan ditanamkan oleh Pondok Pesantren Miftahulhuda al-Musri terhadap masyarakat di Desa Kertajaya. (2) Strateginya dengan berinteraksi langsung dengan warga Desa Kertajaya. (3) Bentuknya berupa kegiatan dakwah keagamaan seperti pengajian dan bentuk kegiatan sosial. (4) Hambatan yang ada adalah terbenturnya hari kerja dan kurang maksimalnya dalam melakukan acara. (5) Upaya mengatasinya dengan melakukan pendekatan langsung terhadap masyarakat, mengganti jadwal kegiatan dengan hari libur seperti hari Minggu dan meningkatkan kualitas panitia dari pihak pondok dalam mengelola acara. Kata Kunci: Pesantren, Perilaku, Keagamaan.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN BERBASIS PESANTREN: (Kajian pada Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)
PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN BERBASIS PESANTREN
(Kajian pada Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Pelaksanaan Kafa'ah dalam perkawinan: Studi di Pondok Pesantren MIftahul Huda Al-Musri' Cianjur
Islam sangat menganjurkan adanya keserasian, kesepadanan dan kesebandingan antara calon suami dan calon istri agar tercipta keluarga atau rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Maka dengan itu, Fuqoha telah merumuskan konsep kafa’ah ke dalam beberapa kriteria, diantaranya; din (agama), nasab (keturunan), dinayah (akhlaq), hirfah (profesi), mal (kekayaan), ghair ‘aib (tidak cacat). Kriteria-kriteria tersebut merupakan unsur yang ideal untuk dilaksanakan, sebab bisa menjadi jaminan kebahagian hidup berumah tangga. Semua kriteria tersebut menjadi hak bagi calon pasangan untuk menentukannya. Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri’ Cianjur salah satu pesantren yang mempunyai program perkawinan untuk santrinya, kriteria tersebut tidak digunakan sebagai faktor utama penentu pasangan. Dalam menetukan pasangan ditentukan oleh Dewan Kyai Pesantren. Kemudian hanya satu kriteria yang menjadi penentu pasangan calon yaitu ilmu. Maka dengan itu terlihat adanya perbedaan pendapat mengenai konsep dan pelaksanaan kafa’ah yang telah dirumuskan oleh fuqoha dan dewan kyai di pesantren ini.
Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mengkaji konsep dan pelaksanaan kafa’ah dalam perkawinan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri’ Cianjur. Mengetahui faktor-faktor mengapa santri putra dan santri putri menerima pilihan jodoh dari dewan kyai. Selanjutnya dianalisis dari segi hukum Islam (fiqh) dan sosial budaya (tradisi). Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field reseach). Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri’ Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif-analitis, yaitu penelitian yang digunakan untuk mengungkapkan, menggambarkan dan menguraikan suatu masalah (kafa’ah) secara obyektif dari objek yang diteliti. Sumber data primer dalam penelitian ini didapatkan dari wawancara dengan dewan kyai, alumni dan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri’ diantaranya; KH. Saeful Uyun, Lc (Pimpinan Pondok Pesantren), dan Hj. Siti Maryam (Kaur Perkawinan dan Pemuqiman Pondok Pesantren). Sumber data sekuder didapatkan dari kitab, buku, jurnal dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini.
Hasil Penelitian menyebutkan bahwa dewan kyai sepakat dengan adanya konsep kafa’ah. Kriteria yang digunakan dalam menentukan calon pasangan antara santri putra dan putri ialah ilmu. Karena menurut dewan kyai dengan ilmu segala sesuatu pasti bisa tercapai, begitupun kebahagian dalam menjalani bahtera rumah tangga. Pelaksanaan kafa’ah di Pondok Pesantren ini bisa terlihat dengan adanya program perjodohan yang secara khusus ditangani oleh dewan kyai bagian perkawinan dan pemuqiman. Syarat santri bisa mengikuti program perjodohan ketika telah memasuki tingkat Mahad ‘Aly dan Dirosatul ‘Ulya. Faktor yang menyebabkan santri siap menerima pilihan pasangan dari dewan kyai ialah;a) mengganggap dewan kyai sebagai orang tuanya sendiri, b) mengharap keberkahan dan do’a dari dewan kyai dan c) besarnya sikap ta’dzim kepada dewan kyai. Dalam pandangan fiqh dan sosial budaya kriteria-kriteria yang dirumuskan terkait kafa’ah hampir sama. Maka sudah seharusnya konsep kafa’ah yang dirumuskan oleh fuqoha dilaksanakan, karena dalam merumuskan konsep kafa’ah tersebut pasti didasari atas pertimbangan kondisi sosial
How To Design A Competitive Tax Reporting Information System
Design and implementation of information system of tax reporting by companies will determine the quality and obedience of companies in reporting their tax obligation. The system and procedure are by themselves a system for measuring the rate of being penalized based on their finance report.The penalty could increase tax expense which in turns make total cost higher. Company with high total cost is less competitive than other. This paper will analyze the research result in the design and implementation of the information system in Company “X” tax reporting in Bandung. The methodology applied is descriptive evaluative, that is to examine the company current condition through observations, interviews, and documentations study. The result shows that company still makes some mistakes in reporting its tax from which it receives consequence of being given tax penalty. It is recommended that the company starts to improve its system and procedure of tax reporting in order that tax penalty be reduced to the minimum and also increase the quality of its tax reporting
Keywords : information systems, tax reporting, competitiveness
- …
