1,721,015 research outputs found
Speech Style Used in Coffee Morning MUSPIDA Banten Province
Setiap orang memiliki cara atau gaya yang berbeda dalam
mengkomunikasikan perasaan, emosi dan opini mereka, yang bisa terjadi secara
tertulis dan lisan. Demikian juga talk show, khususnya Coffee Morning
MUSPIDA Provinsi Banten yang memiliki berbagai pembicara yang memiliki
gaya bicara tersendiri. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis jenis gaya bicara yang digunakan pada Coffee Morning MUSPIDA
Provinsi Banten. Selain itu, untuk mengetahui faktor-faktor yang memicu
penggunaan gaya bicara di Coffee Morning MUSPIDA Provinsi Banten.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan analisa dokumen
sambil melakukan penelitian ini untuk menjawab permasalahan penelitian. Data
penelitian tersebut adalah ujaran yang dibuat oleh Ely Shahputra SH. MH.
Sebagai moderator dan Nata Irawan SH., MSi. Selaku pembicara di Coffee
Morning MUSPIDA Provinsi Banten.
Hasil penelitian ini, ada tiga gaya bicara yaitu gaya formal, gaya
konsultatif dan gaya kasual yang digunakan oleh moderator dan pembicara dalam
gaya Coffee Morning MUSPIDA Banten. Gaya baku tidak ditemukan dikarenakan
acara ini bukanlah upacara resmi. Gaya intim juga tidak ditemukan dikarenakan
moderator, pembicara, tamu undangan dan penonton tidak sedekat sahabat
maupun keluarga. Setelah itu, diketahui bahwa faktor-faktor yang memicu
penggunaan gaya formal, gaya konsultatif dan gaya kasual adalah umur penerima
dan latar belakang sosial penerima.
Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih dalam lagi
alasan mengapa menggunakan gaya bahasa tersebut dan alasan mengapa beberapa
faktor memicu penggunaan gaya bahasa tersebut
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI FLIP DI KOTA PALOPO
ABSTRAK
xxiii
Muspida Hapsah, 2024. “Pengaruh Perceived Usefulness, Perceived Ease Of Use,
dan Service Quality Terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi Flip di Kota
Palopo”. Skripsi Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Mursyid.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis apakah perceived
usefulness, perceived ease of use dan service quality mempengaruhi Kepuasan
Pengguna Aplikasi Flip di Kota Palopo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini menggunakan angket/kuesioner yang disebar secara online dengan populasi
seluruh pengguna flip di Kota Palopo. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling dengan menggunakan rumus malhotra yaitu sebanyak 80
responden. Metode Penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda
dengan bantuan IBM SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Perceived
usefulness (X1) dengan nilai thitung 2,077 > ttabel 1,991 dan tingkat signifikan 0,041
ttabel 1,991 dan
tingkat signifikan sebesar 0,000 ttabel
1,991 dan tingkat signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa ketiga variabel tersebut secara parsial berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pengguna aplikasi flip di Kota Palopo. (4) Perceived usefulness,
perceived ease of use, dan service quality secara simultan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pengguna aplikasi flip di Kota Palopo dengan nilai
Fhitung sebesar 24,098 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) sedangkan sisanya
dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Perceived Usefulness, Perceived Ease Of Use, Service Quality,
Kepuasan Penggun
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS KERJASAMA GURU BK DENGAN GURU BIDANG STUDI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA DI SMP KOTA BANDA ACEH
ABSTRAKRahmawati Muspida. 2017: Analisis Kerjasama Guru BK dengan Guru Bidang Studi dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Siswa di SMP Kota Banda Aceh. Skripsi. Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Drs.M. Husen, M.Pd, (2) Nurbaity, S.Pd.,M.Pd.Kata Kunci : Kerjasama Guru BK, Guru Bidang Studi, Kesulitan BelajarKerjasama guru bimbingan konseling (BK) dengan guru bidang studi sangat diperlukan demi berjalannya pelaksanaan bimbingan konseling. Segala bentuk kerjasama guru bimbingan konseling (BK) dengan guru bidang studi tentunya akan memberi manfaat bagi siswa. Alasan perlunya kerjasama guru bimbinga konseling (BK) dengan guru bidang studi di karenakan setiap komponen tersebut saling memiliki keterbatasan dalam membimbing dan memberikan pelayanan bimbingan konseling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerjasama yang dilakukan oleh guru BK dengan guru bidang studi dalam mengatasi kesulitan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian guru bimbingan konseling (BK) dan guru bidang studi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan Dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling (BK) dengan guru bidang studi melakukan kerjasama dalam tahap pengumpulan data siswa, mendiagnosis kesulitan belajar pada siswa, melakukan alihtangan kasus bagi siswa yang memerlukan bantuan, menyusun jadwal pertemuan dengan siswa, mengevaluasi serta meneliti setiap kemajuan dan perkembangan siswa. Kerjasama guru bimbingan konseling (BK) dengan guru bidang studi dalam mengatasi kesulitan belajar belum sepenuhnya optimal. Hal ini dapat dilihat bahwa guru bimbingan konseling(BK) dengan guru bidang studi tidak aktif melakukan komunikasi mengenai kondisi siswa yang mengalami kesulitan belajar, guru bidang studi tidak melibatkan guru bimbingan konseling (BK) dalam pengolahan data siswa yang terdeteksi mengalami kesulitan belajar karena guru bidang studi menganggap kegiatan tersebut dapat diatasi sendiri, selanjutnya pada tahap treatment kedunya berjalan di jalur masing-masing dimana guru bimbingan konseling memberikan secara teknis, sedangkan guru bidang studi memberikan perbaikan pada bagian Akademik. Dapat di lihat bahwa Kerjasama guru bimbingan konseling (BK) dengan guru bidang studi terjalin apabila dihadapkan dengan permasalahan siswa yang tidak teratasi oleh guru bimbingan konseling maupun guru bidang studi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
