1,720,964 research outputs found
HUBUNGAN PEMANFAATAN MEDIA ZOOM DAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI TERHADAP SEMANGAT MENGAJAR GURU SD DI KECAMATAN PALAKKA KABUPATEN BONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai ada atau tidak
Hubungan Pemanfaatan Media Zoom dan Metode Pembelajaran Demonstrasi
terhadap Semangat Mengajar Guru SD di Kecamatan Palakka Kabupaten Bone.
Penelitian ini adalah penelitian Ex Post-Facto yang sifatnya korelasional.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Media Zoom dan Metode Demonstrasi,
sedangkan variabel terikatnya adalah semangat mengajar guru SD. Data hasil
penelitian diperoleh dengan memberikan lembar instrumen berupa angket yang
dibagikan kepada masing-masing guru yang dijadikan sampel penelitian. Teknik
analisis data yaitu analisis kuantitatif, digunakan untuk mengetahui Hubungan
Pemanfaatan Media Zoom dan Metode Pembelajaran Demonstrasi terhadap
Semangat Mengajar Guru SD, menggunakan analisis regresi linier berganda. Hal
ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif Pemanfaatan Media
Zoom dan Metode Pembelajaran Demonstrasi terhadap Semangat Mengajar Guru
SD di Kecamatan Palakka Kabupaten Bone.
Kata Kunci: Media Zoom, Metode Demonstrasi, Mengajar Gur
HUBUNGAN MODEL PENSKORANTERHADAP ESTIMASI SKOR SESUNGGUHNYA BERDASARKAN TEORI RESPONS BUTIR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) karakteristik tes UN mata pelajaran matematika tingkat SLTP tahun 2007/2008, 2) karakteristik distribusi skor sesungguhnya hasil estimasi beberapa model penskoran, 3) hubungan antara skor kemampuan dan skor tampak dengan skor sesungguhnya, dan 4) implikasi penerapan model penskoran terhadap estimasi skor sesungguhnya. Data penelitian ini berupa respons siswa SMP/MTs terhadap tes Ujian Nasional (UN) mata pelajaran matematika tahun 2007/2008 di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tes UN mata pelajaran matematika tahun 2007/2008 tingkat SMP/MTs pada kategori sulit, memiliki rerata daya pembeda baik, tetapi rerata indeks pseudo-guessing kurang baik. Rerata skor sesungguhnya yang paling tinggi diperoleh pada model penskoran jumlah benar sesungguhnya, sedangkan rerata paling kecil terjadi pada model penskoran koreksi terhadap tebakan. Hubungan antara skor kemampuan () dengan skor sesungguhnya menunjukkan korelasi positif dengan nilai koefisien korelasi sangat tinggi. Rerata hasil estimasi skor sesungguhnya dari ketiga model penskoran menunjukkan perbedaan yang signifikan.Kata kunci: skor tampak, skor kemampuan, skor sesungguhnya, model penskora
Perbandingan Sistem Tanam Pindah (TAPIN) dan Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) terhadap Pendapatan Usahatani Padi (Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sistem Tanam Pindah (TAPIN) lebih menguntungkan dibanding Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA). Pendapatan rata-rata untuk petani Sistem Tanam Pindah (TAPIN) sebesar Rp.19.683.714 sedangkan untuk petani Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) sebesar Rp.15.648.000
Evaluasi Program Satuan Pendidikan Ramah Anak dengan Model CIPPO (Context, Input, Prosess, Product dan Outcome) pada SDIT Ar-Rahmah Makassar
Program Satuan Pendidikan Ramah Anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar-Rahmah Makassar secara keseluruhan
berada dalam kategori Baik. Program ini relevan dengan visi, misi, dan kebijakan pendidikan nasional, namun memerlukan pembaruan kebutuhan secara berkala. Sarana prasarana
memadai dan kompetensi guru cukup baik, tetapi pemeliharaan fasilitas, pelatihan staf non-akademik, dan diversifikasi sumber dana perlu ditingkatkan. Pelaksanaan program telah sesuai indikator meskipun terdapat inkonsistensi di beberapa kelas, dan supervisi pelaksanaan membutuhkan perbaikan. Program berhasil menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta membangun kerja sama positif antara guru, siswa, dan orang
tua. Dampak program terhadap motivasi belajar, kesejahteraan emosional, dan keterampilan sosial siswa signifikan, menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan karakter siswa. Meski telah mencapai hasil yang baik, penguatan aspek pemeliharaan, pelatihan SDM, dan keberlanjutan dana perlu menjadi perhatian untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan dampak
program. Penelitian ini merekomendasikan integrasi model evaluasi CIPPO dalam pendidikan inklusif, supervisi rutin, diversi ikasi dana, dan peningkatan fasilitas inklusif. Monitoring jangka panjang diperlukan untuk mengukur
dampak program. Keberhasilan di SDIT Ar-Rahmah dapat menjadi model adaptif bagi Satuan Pendidikan dan berkontribusi pada literatur pendidikan nasional dan global
HUBUNGAN MODEL PENSKORANTERHADAP ESTIMASI SKOR SESUNGGUHNYA BERDASARKAN TEORI RESPONS BUTIR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) karakteristik tes UN mata pelajaran matematika tingkat SLTP tahun 2007/2008, 2) karakteristik distribusi skor sesungguhnya hasil estimasi beberapa model penskoran, 3) hubungan antara skor kemampuan dan skor tampak dengan skor sesungguhnya, dan 4) implikasi penerapan model penskoran terhadap estimasi skor sesungguhnya. Data penelitian ini berupa respons siswa SMP/MTs terhadap tes Ujian Nasional (UN) mata pelajaran matematika tahun 2007/2008 di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tes UN mata pelajaran matematika tahun 2007/2008 tingkat SMP/MTs pada kategori sulit, memiliki rerata daya pembeda baik, tetapi rerata indeks pseudo-guessing kurang baik. Rerata skor sesungguhnya yang paling tinggi diperoleh pada model penskoran jumlah benar sesungguhnya, sedangkan rerata paling kecil terjadi pada model penskoran koreksi terhadap tebakan. Hubungan antara skor kemampuan () dengan skor sesungguhnya menunjukkan korelasi positif dengan nilai koefisien korelasi sangat tinggi. Rerata hasil estimasi skor sesungguhnya dari ketiga model penskoran menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Kata kunci: skor tampak, skor kemampuan, skor sesungguhnya, model penskora
Evaluasi Program Satuan Pendidikan Ramah Anak dengan Model CIPPO (Context, Input, Prosess, Product dan Outcome) pada SDIT Ar-Rahmah Makassar
Program Satuan Pendidikan Ramah Anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar-Rahmah Makassar secara keseluruhan
berada dalam kategori Baik. Program ini relevan dengan visi, misi, dan kebijakan pendidikan nasional, namun memerlukan pembaruan kebutuhan secara berkala. Sarana prasarana memadai dan kompetensi guru cukup baik, tetapi pemeliharaan fasilitas, pelatihan staf non-akademik, dan diversifikasi sumber dana perlu ditingkatkan. Pelaksanaan program telah sesuai indikator meskipun terdapat
inkonsistensi di beberapa kelas, dan supervisi pelaksanaan membutuhkan perbaikan. Program berhasil menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta membangun kerja sama positif antara guru, siswa, dan orang
tua. Dampak program terhadap motivasi belajar, kesejahteraan emosional, dan keterampilan sosial siswa signifikan, menunjukkan keberhasilan dalam pengembangan karakter siswa. Meski telah mencapai hasil yang baik, penguatan aspek pemeliharaan, pelatihan SDM, dan keberlanjutan dana perlu menjadi perhatian untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan dampak
program. Penelitian ini merekomendasikan integrasi model evaluasi CIPPO dalam pendidikan inklusif, supervisi rutin, diversi ikasi dana, dan peningkatan fasilitas inklusif. Monitoring jangka panjang diperlukan untuk mengukur
dampak program. Keberhasilan di SDIT Ar-Rahmah dapat menjadi model adaptif bagi Satuan Pendidikan dan berkontribusi pada literatur pendidikan nasional dan global
Laporan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tahun 2008: pendampingan implementasi SMPI di sekolah model dan sekolah imbas
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB telah melatih, membina, dan mendampingi 150 sekolah model dan 750 sekolah imbas dalam mengimplementasikan SPMI.
Implementasi SPMI oleh sekolah model dan sekolah imbas merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah satuan pendidikan atau program telah memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP). SNP merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Indonesia. Sekolah model dituntut mampu menerapkan seluruh siklus penjaminan mutu pendidikan secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan sehingga budaya mutu tumbuh dan berkembang secara mandiri pada sekolah tersebut. Sekolah model diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada satuan pendidikan lain yang akan menerapkan
penjaminan mutu pendidikan sehingga terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di Propinsi Nusa Tenggara Barat pada khususnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Implementation of Special Village Financial Assistance Policy to Realizing Village Self Reliance in Rapak Lambur Village
The village plays a central role in Indonesia's decentralized governance and serves as a strategic unit for achieving equitable and sustainable development. In this context, the Special Village Financial Assistance (BKKD/K) policy was introduced as a mechanism to enhance financial capacity, promote local autonomy, and stimulate grassroots development initiatives. This study explores the implementation of the BKKD/K policy in Rapak Lambur Village, Tenggarong District, Kutai Kartanegara Regency, with the objective of assessing its effectiveness in fostering village self-reliance. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and analysis of official documents. The research highlights that BKKD/K has contributed significantly to infrastructure improvements, economic empowerment programs, and increased village-generated income. However, the implementation process faces several persistent challenges, including limited financial management capacity among village officials, inadequate community participation in planning and monitoring, and weak accountability mechanisms. Findings suggest that while the BKKD/K policy has the potential to reduce dependency on central government transfers, its success depends largely on good governance practices such as transparency, accountability, and participatory decision-making. Moreover, enhancing the managerial skills of village apparatus and promoting civic engagement are critical to ensuring sustainable outcomes. The study underlines the importance of adaptive policy support and technical assistance to overcome institutional constraints and to align village development priorities with community needs. Ultimately, the implementation of BKKD/K in Rapak Lambur demonstrates both the promise and the limitations of fiscal decentralization at the village level, offering practical insights for policymakers and practitioners aiming to strengthen village autonomy and resilience across Indonesia
- …
