1,726,236 research outputs found
Problematika muslimah di era modern
Judul asli : Al-Mar'ah Al-Muslimah wa Qadhaya Al-Ashrxii, 262 p. : il.; 20 c
Rewriting Islam: Decolonialism, Justice, and Contemporary Muslimah Literature
Buku ini menghadirkan wacana kritis mengenai hubungan antara Islam, kolonialisme, dan representasi perempuan Muslimah dalam sastra kontemporer. Penulis mengurai bagaimana warisan kolonial telah membentuk cara pandang terhadap Islam dan perempuan, serta bagaimana dekolonialisasi pemikiran menjadi jalan menuju keadilan epistemik dan kulturalix + 179 hlm.; 23 c
BUSANA MUSLIMAH DAN DINAMIKANYA DI INDONESIA
Abstract: Muslimah fashion has become a tren and debate in Muslim society. Amid its growing popularity, some Muslims consider jilbab is the Muslimah fashion in accordance with Islamic sharia. Some other Muslims consider jilbab is only an Arab tradition and a cultural issue so that this group considers women not required to wear jilbab. The author focuses on the concept of Muslim fashion, the history of Muslimah dress, the pros and cons of Muslimah fashion and the phenomenon of Muslimah fashion in Indonesia. This research shows that Muslimah fashion in it varieties is a symbol of religiosity for its users. The use of Muslimah clothing is interpreted as one of the observances of Muslim women in practicing their religion, covering their “aurat.” Key Words: Muslimah Clothes, Headscarves, Prohibitions and Coercion in Muslimah ClothingAbstrak: Tren berbusana muslimah merupakan salah satu fenomena dalam masyarakat Muslim. Sebagian muslim menganggap berbusana muslimah harus sesuai syari’at Islam. Sebagian muslim yang lain menganggap persoalan busana muslimah hanyalah tradisi Arab dan merupakan persoalan budaya sehingga kelompok ini menggap wanita tidak wajib mengenakan busana muslimah. Atas dasar inilah penulis tertarik untuk meneliti tentang konsep busana muslimah, sejarah busana muslimah, pro-kontra busana muslimah dan Fenomena busana muslimah di Indonesia. Penelitian ini menunjukan bahwa busana muslimah merupakan simbol religiusitas bagi penggunanya. Penggunaan busana muslimah dimaknai sebagai salah satu ketaatan muslimah dalam menjalankan agamanya, menutup aurat. Kata Kunci: Busana Muslimah, jilbab, larangan dan paksaan berbusana muslima
Jati diri wanita muslimah
Pada kehidupan muslimah modern banyak dilumuri kontradiksi, di satu ada yang serba berlebihan, di sisi lain kekurangan. Gambaran yang kita tangkap adalah seorang wanita muslimah yang bertakwa, shalihah dan aktif menegakkan syi?ar-syi?ar Islam tetapi dia mengabaikan masalah kebersihan mulut dan badannya atau seorang muslimah yang rajin memperhatikan kesehatan dan kebersihan tetapi mereka meremehkan ibadahnya dan tidak aktif menegakkan syi?ar-syi?ar Islam. Kehidupan wanita muslimah hendaknya jangan sampai etrjadi yang demikian dan tidak terpengaruh oleh kehidupan materialisme karena wanita muslimah yang utuh seperti: wanita muslimah bersama Rabb-Nya, wanita muslimah bersama dirinya, wanita muslimah bersama orang tuanya, wanita muslimah bersama suaminya, wanita muslimah bersama tetangganya, wanita muslimah bersama kerabat dan sanak saudaranya, wanita muslimah bersama masyarakat yang semua ini akan memberikan nilai lebih dan derajat yang tinggi di mata masyarakat serta pahala yang besar di akhirat
KONSTRUKSI IDENTIAS MUSLIMAH BERCADAR
Penelitian ini dilakukan pada muslimah bercadar di wilayah kota Jember. Banyaknya muslimah bercadar di wilayah kota
Jember yang umumnya mendapat stigma negatif dari masyarakat, dimana masyarakat menganggap muslimah bercadar
sebagai kelompok ekstrim, ekslusif dan keras. Penggunaan cadar yang dilakukan muslimah bercadar sesuai dengan syariat
dan seharusnya masyarakat memahami mereka yang bercadar. Muslimah bercadar menjadi menarik untuk diteliti karena
cara mereka menjalankan perintah Allah yang berbeda dengan muslimah pada umumnya. Oleh sebab itu, penelitian ini
bertujuan untuk memahami bagaimana pandangan muslimah bercadar tentang jilbab yang mereka kenakan sehingga mereka
menggunakan jilbab yang mereka lengkapi dengan cadar. Serta untuk mengetahui bagaimana muslimah bercadar dalam
ruang sosialnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Hasil dari penelitian ini membahas tentang : pertama, pandangan muslimah tentang jilbab, fungsi sosial jilbab dan makna
jilbab bagi muslimah bercadar sehingga masyarakat dapat mengetahui konsep jilbab menurut muslimah bercadar. Hal ini
sangat penting dilakukan karena masih adanya stigma negatif masyarakat terhadap muslimah bercadar. Bagi muslimah
bercadar cadar yang dikenakannya dilakukan semata-mata hanya karena wujud ketaatan mereka terhadap perintah Allah dan
cadar dijadikan sebagai pelindung ekstra. Kedua, muslimah bercadar dalam ruang sosial melingkupi ruang sosial kelaurga
dan lingkungan masyarakat. Melalui interaksi yang dilakukan oleh muslimah bercadar dalam ruang sosialnya dan hal-hal
positif yang dilakukan menjadikan masyarakat memiliki pandangan positif terhadap muslimah bercadar. Sehingga tidak
semua masyarakat menganggap negatif muslimah bercadar
Muslimah Produktif: 50 Cara Menjadi Muslimah Produktif, Berprestasi, dan Kontributif
Muslimah itu unik. Termasuk dalam hal pengaturan waktu. Buku ini membantu kita untuk menjadi muslimah yang bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang teratur, mengedepankan yang prioritas, fokus dengan yang kita kerjakan, sehingga puncaknya kita dipertemukan dengan momentum kesuksesan kita. Apapun aktivitas kita, berusahalah menjadi pribadi yang produktif. Usia kita terbatas, waktu kita singkat, sementara tugas dan tanggung jawab dalam hidup masih berlimpah. Jangan pernah abai dalam hal waktu dan usia, karena terlalu banyak waktu kita yang mungkin sudah terbuang tanpa menghasilkan apa pun. Semoga buku ini bisa menjadi sahabat untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri muslimah. Karena sesungguhnya muslimah adalah bagian penting dari suatu masyarakat. Perannya sangat dibutuhkan. Kontribusinya sangat dinantikan, sehingga menjadi muslimah yang produktif bukan hanya kebutuhan pribadi muslimah tetapi sudah menjadi kebutuhan dari masyarakat
Representasi Muslimah dalam Film Sisterlillah
Representasi yang terdapat pada film memiliki makna, baik secara implisit maupun
eksplisit, dapat dianalisis melalui visual yang dianggap sebagai kebenaran atau fantasi, logika
umum, atau ilmu pengetahuan. Sehingga hal tersebut membuat penulis tertarik untuk
melakukan penelitian yang berjudul “Representasi Muslimah Dalam Film Sisterlillah”.
Dengan fokus permasalahan : Bagaimana representasi muslimah dalam film Sisterlillah.
Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana representasi muslimah dalam film
Sisterlillah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dan jenis
penelitian yang digunakan adalah kajian analisis semiotik dengan pendekatan model Roland
Barthes, serta menyertakan teori representasi karya Stuart Hall untuk mengetahui adanya
representasi muslimah yang terkandung dalam film Sisterlillah.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa muslimah yang direpresentasikan melalui
fim Sisterlillah pertama, muslimah yang aktif beraktivitas dalam berbagai kegiatan, misalnya
kompetisi memanah, kompetisi menulis, kompetisi dakwah, latihan memanah, dan berbagai
aktivitas lainnya yang mampu menunjang bakat mereka. Kedua, akhlak seorang muslimah
terhadap keluarga, orangtua, dan sesama manusia. Ketiga, muslimah dengan keteguhan iman.
Keempat, muslimah mandiri. Dan yang terakhir muslimah menutup aura
- …
