40 research outputs found
Islam di Inggris (Tinjauan Historis Dinamika Kehidupan Muslim)
The aim of this essay is to describe about the Dynamics of Muslim’s life in England within historical perspective. In general perspective, England is an area which is Muslim population no longer. Since 1860 Islam have entered in that area, additionally, based on the England Population Statistics, England is an area in western civilization whose massive Muslim peoples. It was caused by a multiculturalism policy made of England Government in 1961. The policy that is used to sustain the human resources for each immigrant has been changing for Muslims in England territory. Futhermore, Muslims can perform the Islamic regulation (sharia) among the non-Muslim people in the society. However, Muslim in England has to face the presence some of islamophobic organizations such as English Defence League (EDL), Afro-Carribean and others which always disturb Muslims life in England.
Pengenalan Simulasi Industri Untuk Penataan Lokasi Usaha di Kawasan Pengembangan Ekonomi Desa Panongan Kabupaten Tangerang
Pembangunan ekonomi desa merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Panongan, Kabupaten Tangerang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi berbasis komunitas, namun menghadapi tantangan dalam penataan lokasi usaha yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan simulasi industri sebagai alat bantu dalam perencanaan lokasi usaha yang strategis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup survei lapangan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi terhadap penerapan simulasi industri dalam perencanaan kawasan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini membantu mengidentifikasi lokasi strategis untuk sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata, serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penggunaan teknologi pemasaran digital. Kesimpulannya, penerapan simulasi industri dapat menjadi strategi efektif dalam pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan, dengan rekomendasi peningkatan infrastruktur dan akses permodalan sebagai faktor pendukung utam
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENERAPAN AGROFORESTRI UNTUK PELESTARIAN HUTAN RAKYAT DI DESA BENTENGE KECAMATAN MALLAWA (STUDI KASUS KTH BETARA BERSATU): PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENERAPAN AGROFORESTRI UNTUK PELESTARIAN HUTAN RAKYAT DI DESA BENTENGE KECAMATAN MALLAWA (STUDI KASUS KTH BETARA BERSATU)
ABSTRAK
Partisipasi merupakan keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat (KTH) dalam kegiatan pengelolaan hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan bentuk partisipasi pada kelompok tani hutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-September 2024, yang bertempat di wilayah Hutan Dusun Bentenge Desa Bentenge Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner, dengan melibatkan responden sejumlah 48 orang yang tergolong dalam kelompok tani hutan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan fakta-fakta atau kondisi yang ada sebelum, selama, dan setelah penelitian di lapangan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu ditemukan aktivitas masyarakat dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan adalah aktivitas pengelolaan kopi dan pengelolaan agroforestri. Adapun bentuk-bentuk partisipasi dalam pengelolaan hutan rakyat adalah perencanaan, pengelolaan dan evaluasi.
Kata Kunci: Hutan Rakyat, Partisipasi, Agroforestr
Perancangan Strategi Total Productive Maintenance Pada Industri Furniture Knock Down
Pertumbuhan penduduk di indonesia stiap tahunnya terus meningkat, peningkatan pertumbuham penduduk ini mengakibatkan meninkat pula kebutuhan akan perumahan dan perlegkaan rumah angga lainnya. Perlengkapan rumah seperti furniture dalam beberapa tahun ini menjadi barang yang sering di beli masyarakat, hal ini dapat dilihat dari data BPS tahun 2014 manunjukan bahwa barang furniture berada di urutan no1 untuk bahan bukan makanan yang sering dibeli konsumen. PT Indorack Multikreasi adalah perusahaan yang memproduksi Furniture dengan sistem Knock down yang dalam melakukan aktifitas produksinya masih sering terjadi kendala dalam efektiftias penggunaan mesin. Hal ini dapat dilihat dari nilai OEE tahun 2016 Nilai Availability yang diperoleh pada bulan Januari sampai dengan bulan Oktober 2016 rata-rata sebesar 64,80%, nilai Performance yang diperoleh rata-rata 68,90%, sedangkan Quality rata-rata 93,10%, sehingga nilai OEE yang diperoleh dari tiga faktor tersebut rata-rata adalah 41,20%. Hal ini masih jauh dari nilai standar JIPM yaitu sebesar 85% maka GAP dengan nilai standard dari JIPM adalah 43,80% Tingkat rendahnya nilai OEE pada PT Indorack Multi Kreasi dikarenakan belum di terapkan sistem TPM. Dengan diterapkannnya strategi Sistem TPM diharapkan PT indorack Multi kreasi dapat meningktkan nilai OEE dan pada akhirnya akan meningkatkan efektifitas mesin dan profit perusahaa
ANALISIS POSTUR TUBUH OPERATOR GUDANG SECARA ERGONOMI DENGAN METODE RULA & REBA DI DEPARTEMENT WAREHOUSE PT. MEGASETIA AGUNG KIMIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi postur tubuh seorang manajer gudang 10 staf. Musculoskeletal Disorders (MSDs) mungkin terjadi akibat pekerjaan gudang untuk operator gudang. Hal ini mungkin karena faktor yang berkaitan dengan postur kerja, seperti sering membungkuk saat menyetrika dan menandai pakaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis posisi kerja pekerja. Dalam investigasi ini, pengukuran diperoleh pada tubuh bagian atas dan bawah menggunakan prosedur RULA dan REBA.. Skornya adalah 7 dan REBA adalah 4, sesuai dengan hasil perhitungan RULA (Rapid Upper Limb Assessment) yang dilakukan oleh operator gudang saat memindahkan bahan baku. Postur tubuh bagian atas pekerja dihitung menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment), dan postur tubuh lengkap mereka dievaluasi menggunakan pendekatan REBA (Rapid Upper Limb Assessment). Sekilas tentang teknik RULA dan REBA yang digunakan oleh staf gudang PT. Megasetia Agung Kimia disajikan dalam publikasi penelitian ini
Halal Halal Literacy Profile of Class VIII Students Through Science Learning on The Subject of The Human Digestive System at SMP Edu Global School Bandung
Education is the process of changing someone from being unable to being able to, from not knowing to knowing. In the implementation of education there is a curriculum in order to realize educational goals. The current curriculum applies in accordance with the times, namely in the era of the 21st century. One of the curriculums in the 21st century is that students must be able to master literacy and global competition. Global competition, namely in the economic realm regarding halal. In relation to learning, the teacher must be able to integrate literacy skills with halal. Learning in schools integrates learning design with halal literacy. This study aims to determine the initial ability of halal literacy in students through science learning. The method in this study uses quantitative research methods by providing questions related to four aspects of halal literacy, namely the concept of halal and natural science, halal process, halal benefits, and attitudes. The subject of this research was class VIII students as many as 26 respondents. The results of this study show that the average percentage of halal concept aspects and IPA is 37.5%, the average percentage of halal process aspects is 45.2%, the average percentage of halal benefit aspects is 60.6%, and the average percentage of attitude aspects 39.4%. The average percentage of students' halal literacy ability is 55,05%. The results of this study can be used as a basis for research related to increasing students' halal literacy
Tinjauan Ekonomi Ternak Sapi Potong di Jawa Timur
EnglishEast Java Province is one of potential regions in the country for beef cow development. This is facilitated with sufficient feed from agricultural by-products, the farmers’ habits in raising beef cows for additional income, and cows as working animals in farm land. The province produces significant beef cows not only sufficient for satisfying regional demand but also for supply of the outside regions. The beef cow farms develop well in the province due to integration of livestock and farm business. This paper assesses performances of livestock farms and agribusiness consisting of livestock business, marketing channel, and the constraints encountered. IndonesianSecara nasional wilayah Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu wilayah pengembangan ternak sapi potong yang sangat potensial. Hal ini ditunjang ketersediaan pakan dari limbah pertanian yang mencukupi, kebiasaan masyarakat yang menjadikan ternak sapi potong sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga maupun sebagai ternak kerja di pertanian. Wilayah ini mampu berswasembada daging sapi, bahkan mampu mensuplai kebutuhan daging ke luar daerah. Kegiatan usaha ternak yang diupayakan pada pemanfaatan limbah pertanian menunjukkan bahwa antara usaha ternak dan usaha tani merupakan suatu sistem usaha yang berkembang diwilayah ini. Kajian ini bertujuan melakukan tinjauan kinerja usaha ternak dan kinerja agribisnis dalam arti luas. Aspek kajian meliputi usaha ternak secara keseluruhan, distribusi mata rantai dan mekanisme pemasaran, serta menelaah kendala dan hambatan yang dihadapi. Bahan kajian berasal dari review hasil-hasil penelitian peternakan sapi potong di Jawa Timur
Telaahan aspek produksi dan pemasaran kedelai di Jawa Timur
IndonesianDewasa ini sedang diupayakan reorientasi program pembangunan pertanian dari peningkatan produksi kepada upaya peningkatan pendapatan petani. Upaya ini diantaranya ditempuh melalui pengembangan program diversifikasi pertanian, dimana komoditas kedelai mendapat prioritas utama diantara komoditi palawija. Berkenaan dengan hal tersebut dilakukan kajian sistem komoditas kedelai yang meliputi aspek produksi dan pemasaran di daerah sentra produksi utama di Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampai pada tahapan ini usahatani kedelai masih membutuhkan proteksi untuk memantapkan adopsi teknologi, memperluas partisipasi pengusahaannya, dan meningkatkan daya saing kedelai terhadap komoditi alternatif. Kendala pengembangan aspek produksi yang dihadapi petani diantaranya adalah rendahnya persepsi dan tingkat adopsi beberapa komponen teknologi seperti benih berlabel, sistem tanam larikan, penggunaan pupuk secara lengkap dan berimbang (khususnya KCl), dan penyiangan tanaman secara lebih baik. Untuk mengatasi masalah ini perlu lebih diperluas pola kerjasama petani dan swasta disamping program intensifikasi kedelai. Secara umum aspek pemasaran kedelai berjalan cukup baik, yang ditunjukkan oleh pangsa harga yang diterima petani cukup besar (80-95 persen) dan tidak terdapat fluktuasi harga bulanan yang tajam baik di tingkat produsen maupun konsumen. Permasalahan yang dihadapi dalam aspek pemasaran adalah rendahnya kualitas kedelai di tingkat konsumen, karena pedagang memanipulasi kualitas dengan melakukan pencampuran, untuk memenuhi permintaan pedagang besar propinsi dan Jakarta. Pemerintah diperkirakan dapat berperanan dalam menetapkan harga jual dan beli pedagang besar menurut kualitas dikaitkan dengan penyaluran kedelai impor
Impact of ERP Implementation on Company Bottled Water to Performance Company
Abstract
This study evaluates the impact of implementing an Enterprise Resource Planning (ERP) system on the performance of CV Tirta Sasmita, a bottled drinking water producer. It addresses the challenge of fragmented business processes, hindering effectiveness and efficiency, along with suboptimal utilization of data resources. Qualitative methods, including interviews, observations, and document analysis, were employed. The study applied the ADDIE approach to tailor ERP systems to the company's needs and processes.The study yielded three significant findings. Firstly, researchers successfully developed a customized ERP system aligned with the company's requirements. Secondly, there was a tangible enhancement in CV Tirta Sasmita's financial performance, notably reflected in an increased total turnover asset ratio. Thirdly, employee performance exhibited improvements in work quantity, quality, punctuality, effectiveness, and independence.This research offers valuable insights for similar businesses or those considering ERP system implementation, highlighting its potential to enhance operational efficiency and performance.
Keywords:Information System, AMDK, ERP, Company Performance, Total Turn Over Asset Rati
Penerapan Tarif Impor dan Implikasi Ekonominya dalam Perdagangan Beras di Indonesia
<p><strong>English<br /></strong>Since December 1, 1998 the government has taken discrete measures of abolishing fertilizer subsidy and liberalized rice and fertilizers trade. To compensate the rice producing farmers the government decided to increase the hulled dry rice floor price from Rp. 1,000.- to Rp. 1,400.- - Rp. 1,500.- per kg. To implement effectively the new floor price mentioned above the government of Indonesia has one choice only which is in accordance with GATT/WTO rules, i.e. to impose an import tariff. Results of the analyses indicate that the ad valorem tariff applicable as high as 40 percent is effective for the whole year or 30 percent if it is applied in January to June period only. The application of this rice import tariff is good for one or two years only in line with the restructured rice agribusiness system.</p><p> </p><p><strong>Indonesian<br /></strong>Sejak tanggal 1 Desember 1998, pemerintah telah mengambil kebijakan berupa penghapusan subsidi pupuk dan membebaskan perdagangan serta tataniaga pupuk dan beras. Sebagai kompensasi kepada petani produsen padi, pemerintah juga mengamankan harga dasar yang baru tersebut, pemerintah Indonesia hanya memiliki satu pilihan yang sesuai dengan kesepakatan GATT/WTO yaitu menerapkan tarif impor beras. Hasil analisis menunjukkan bahwa tarif ad valorem yang dapat dikenakan adalah 40 persen bila diberlakukan sepanjang tahun, atau 30 persen bila hanya berlaku selama masa panen raya padi yang berlangsung antara bulan Januari sampai Juni. Penerapan tarif impor beras ini sebaiknya hanya ditempuh selama satu sampai dua tahun, seiring dengan penataan kembali sistem agribisnis beras yang berlangsung sekarang.</p></jats:p
