13 research outputs found

    Dakwah Virtual keagamaan: Studi Etnografi pada program "Sekolah 7 Perempuan"

    Get PDF
    INDONESIA: Seiring dengan perkembangan zaman, kegiatan dakwah tidak hanya dapat dilakukan dalam satu majelis khusus dan disampaikan secara manual atau bertatap muka. Namun, kini dapat dilakukan di manapun dan kapanpun, meski tanpa bertatap muka secara langsung. Misalnya dengan keberadaan internet yang merupakan produk kemajuan zaman, maka dakwah dapat dilakukan secara mudah dan meluas. Internet dapat dipergunakan sebagai salah satu alternatif cara berdakwah yang strategis dan dimungkinkan terciptanya komunikasi yang lebih baik antar umat yang semakin menglobal ini. Sebagian orang muslim mengakui manakala dakwah dilakukan melalui media virtual atau yang dikenal dengan dunia maya, daya jangkau penyiaran Islam akan lebih efektif. Penyiaran dakwah melalui media nantinya akan menjadi titik tolak untuk menemukan bentuk ideal suatu sarana dakwah yang lebih tepat untuk dikembangkan di masa kini dan masa depan. Keberadaan internet yang sangat tinggi nilai kegunaannya ini, tentu akan memiliki nilai tersendiri mana kala dimanfaatkan dalam kegiatan dakwah dengan staretgi manajemen yang lebih mampu menjangkau mad’u (penerima dakwah) yang lebih luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan memahami lebih dalam mengenai bentuk dakwah sekolah 7 perempuan melalui media daring online zoom, metode atau cara dakwah sekolah 7 perempuan melalui media daring online zoom, dan motif sekolah 7 perempuan menggunakan virtual dalam berdakwah di media zoom. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode studi etnografi virtual dengan pendekatan kualitatif. Metode tersebut digunakan oleh penulis untuk menguraikan secara lengkap dan faktual mengenai fenomena atau kenyataan sosial dengan cara mendeskripsikan yang berkenaan dengan apa yang terkandung dalam objek penelitian ini, yaitu dakwah virtual keagamaan khususnya pada media zoom.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa bentuk dakwah komunikasi sekolah 7 perempuan ada, yaitu komunikasi menggunakan bahasa dan komunikasi dengan tidak menggunakan bahasa (melalui tulisan dalam bentuk gambar). Sementara metode atau cara sekolah 7 perempuan ada 7 tahapan yaitu pertama membuat akun sosial media, membuat link untuk pendaftaran peserta, menyediakan grup whatsapp, membuat jadwal kelas online, menginformasikan secara intens informasi kegiatan, membuat link zoom kelas dan menyediakan link youtube. Kemudian motif sekolah 7 perempuan menggunakan virtual yaitu dakwah melalui virtual sangat efektif, mudah dijangkau, dakwah bisa menyebar ke wilayah yang lebih luas dan menjadi perantara luasnya ilmu hingga kemanapun. ENGLISH: As time goes by, da'wah activities cannot only be carried out in a special assembly and delivered manually or face to face. But now it can be done anywhere and anytime, even without meeting face to face. For example, with the existence of the internet, which is a product of modern progress, da'wah can be carried out easily and widely.The internet can be used as an alternative strategic way of preaching and it is possible to create better communication between people who are increasingly global. Some Muslims admit that when da'wah is carried out through virtual media or what is known as cyberspace, the reach of Islamic broadcasting will be more effective. Broadcasting da'wah through the media will later become a starting point for finding the ideal form of a more appropriate means of da'wah to be developed in the present and future. The existence of the internet, which has very high utility value, will certainly have its own value when used in da'wah activities with a management strategy that is more capable of reaching a wider audience (recipients of da'wah). The purpose of this research is to describe and understand more deeply the form of da'wah at 7 women's schools through the online media online zoom, the methods or methods of preaching at 7 women's schools through online media online zoom, and the motives for 7 women's schools using virtual in preaching in zoom media. This research is research conducted using a virtual ethnographic study method with a qualitative approach. This method is used by the author to explain completely and factually about social phenomena or realities by describing what is contained in the object of this research, namely virtual religious preaching, especially on zoom media. Data collection techniques are carried out using observation, interviews and documentation. Based on the research results, it can be revealed that there are forms of 7 female school communication da'wah, namely communication using language and communication without using language (through writing in the form of pictures). Meanwhile, the 7 women's school method has 7 stages, namely first, creating a social media account, creating a link for participant registration, providing a WhatsApp group, creating an online class schedule, providing intense information about activities, creating a class Zoom link and providing a YouTube link. Then the motive for the 7 women's schools to use virtual is that da'wah through virtual is very effective, easy to reach, da'wah can spread to a wider area and become a medium for expanding knowledge to everywhere. ARABIC; ملخص البحث مسلماتي - الدعوة الدينية الافتراضية (دراسة وصفية لبرنامج "مدرسة البنات السبع") مع مرور الوقت، لا يمكن تنفيذ أنشطة الدعوة إلا في تجمع خاص ويتم تقديمها يدويًا أو وجهًا لوجه. ولكن الآن يمكن القيام بذلك في أي مكان وفي أي وقت، حتى دون الالتقاء وجهاً لوجه. على سبيل المثال، مع وجود الإنترنت، وهو نتاج التقدم الحديث، أصبح من الممكن تنفيذ الدعوة بسهولة وعلى نطاق واسع. يمكن استخدام الإنترنت كوسيلة استراتيجية بديلة للوعظ ومن الممكن إنشاء تواصل أفضل بين الأشخاص الذين يتزايد عددهم عالميًا. ويعترف بعض المسلمين أنه عندما تتم الدعوة عبر وسائل الإعلام الافتراضية أو ما يعرف بالفضاء الإلكتروني، فإن وصول البث الإسلامي سيكون أكثر فعالية. وسوف يصبح بث الدعوة عبر وسائل الإعلام فيما بعد نقطة انطلاق لإيجاد الشكل الأمثل لوسائل الدعوة الأكثر ملاءمة لتطويرها في الحاضر والمستقبل. من المؤكد أن وجود الإنترنت، الذي له قيمة نفعية عالية جدًا، سيكون له قيمته الخاصة عند استخدامه في أنشطة الدعوة مع استراتيجية إدارية أكثر قدرة على الوصول إلى جمهور أوسع (متلقي الدعوة). يهدف هذا البحث إلى وصف وشرح ومعرفة وفهم أعمق لشكل الدعوة في 7 مدارس نسائية من خلال وسائل الإعلام الإلكترونية online Zoom، وأساليب أو أساليب الدعوة في 7 مدارس نسائية من خلال وسائل الإعلام الإلكترونية online Zoom، و دوافع استخدام 7 مدارس نسائية الافتراضية في الوعظ عبر وسائل الزوم. هذا البحث هو بحث تم إجراؤه باستخدام طريقة الدراسة الإثنوغرافية الافتراضية ذات النهج النوعي. يستخدم المؤلف هذه الطريقة لشرح الظواهر أو الحقائق الاجتماعية بشكل كامل وواقعي من خلال وصف ما يتضمنه موضوع هذا البحث، وهو الوعظ الديني الافتراضي، وخاصة على وسائل الإعلام التكبيرية. ويتم تنفيذ تقنيات جمع البيانات باستخدام الملاحظة والمقابلات توثيق. وبناء على نتائج البحث يمكن الكشف عن أن هناك 7 أشكال لدعوة الاتصال المدرسي لدى الإناث وهي التواصل باللغة والتواصل بدون استخدام اللغة (من خلال الكتابة على شكل صور). أما طريقة مدرسة البنات السبع فتتكون من 7 مراحل، وهي الأولى، إنشاء حساب على وسائل التواصل الاجتماعي، إنشاء رابط لتسجيل المشاركين، توفير مجموعة واتساب، إنشاء جدول حصص عبر الإنترنت، توفير معلومات مكثفة حول الأنشطة، إنشاء رابط Zoom للفصل و توفير رابط يوتيوب. ثم إن الدافع وراء استخدام المدارس النسائية السبعة الافتراضي هو أن الدعوة عبر الإنترنت فعالة للغاية، وسهلة الوصول، ويمكن أن تنتشر الدعوة إلى مساحة أوسع وتصبح وسيلة لتوسيع المعرفة إلى كل مكان

    Komunikasi Kelompok Belajar

    Get PDF
    This article discusses study group communication in terms of how effective communication is built in study groups and finds out what factors affect learning achievement and the advantages and disadvantages of study groups by analyzing the process. The research method is qualitative, namely the collection of data using analysis and description of the existing reality by analyzing and collecting literature such as books and journals, then re-examined and concluded in articles. In communicating effectively with study groups, it is necessary to have basic guidelines used so that the group process can run well and in an orderly manner, and to build a guideline for each member to work together. The basic guidelines used are to be an attentive listener and an active contributor, don’t belittle others, promise to be respectful in completing tasks and sharing responsibilities. The goal is that group learning can run well. Keywords: communication 1; study group 2; Study

    Penerapan Model Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ipa di Kelas V Min Merduati Banda Aceh

    Get PDF
    Learning model is needed to achieve an active learning process (student center), in fact not all teachers use the model of learning and utilization of instructional media. So students generally in the class often feel saturated in the learning process. For example, sleeping in class, playing games when teachers explain the material, disturbing friends who learn and make a commotion when teachers teach. Therefore researchers use the learning model of student facilitator and explaining with the formulation of the problem is how the teacher activity, student activities and improving student learning outcomes by using the model of student facilitator and explaining on science learning in class V of MIN Merduati Banda Aceh. This study aims to determine the activities of teachers, student activities and student learning outcomes through the application of models student facilitator and explaining. This research is a Classroom Action Research with the subject of student research in class V of MIN Merduati Banda Aceh which amounted to 37 students. This research takes two cycles of each cycle including planning, action, observation and reflection. The data were obtained through observation and test observation sheet instrument and in if using the average formula and percentage. Based on the results of research for two cycles showed the results of learning in the first cycle with the acquisition value of 56.75% while in the second cycle increased 78.37%. Student activity in cycle I with average value 3,2 (good) experience improvement in cycle II with average value 3,68 (very good). Teacher activity in cycle I with an average score of 3.47 (good) has increased in cycle II with an average value of 3.82 (very good). Thus it can be concluded that the application of model student facilitator and explaining on material changes in the properties of objects can improve student learning outcomes in class V of MIN Merduati Banda Aceh

    Hubungan Persepsi Tentang Pemberian Reward dan Punishment dengan Hasil Belajar Siswa SD Se Kecamatan Rappocini

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini berlandaskan kepada pemberian reward dan pemberian punishment yang menjadi motivasi eksternal dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran persepsi siswa terhadap pemberian reward (2) memperoleh gambaran persepsi siswa terhadap pemberian punishment (3) memperoleh gambaran hasil belajar siswa (4) memperoleh hubungan persepsi siswa terhadap pemberian reward dengan Hasil Belajar Siswa (5) memperoleh hubungan persepsi siswa terhadap pemberian punishment dengan Hasil Belajar Siswa (6) memperoleh hubungan persepsi siswa terhadap pemberian reward dan punishment secara bersama dengan hasil belajar siswa dalam Pembelajaran IPS Siswa SD Se Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian penelitian Ex Post Facto. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil belajar siswa dan variabel bebasnya adalah pemberian reward dan pemberian punishment. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SD Se Kecamatan Rappocini Kota Makassar dengan sampel berjumlah 167 orang siswa kelas V yang diambil dari secara random. Untuk mengetahui hasil penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen angket untuk mengukur persepsi siswa terhadap pemberian reward dan punishment serta dokumentasi. Tingkat persepsi siswa terhadap pemberian reward dalam Pembelajaran IPS Siswa SD Se-Kecamatan Rappocini Kota Makassar berada pada kategori tinggi sedangkan punishment berada pada kategori tinggi sedangkan Indikator keberhasilan hasil belajar siswa berada pada kategori cukup. Terdapat hubungan sangat rendah positif dan searah antara pemberian reward dengan hasil belajar siswa dan terdapat hubungan sangat rendah negatif antara pemberian punishment dengan hasil belajar siswa. Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Pemberian Reward dan Punishment dengan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Siswa SD Se Kecamatan Rappocini Kota Makassar didapatkan memiliki hubungan yang rendah dengan kontribusi 4,2%

    Perbaikan Proses Bisnis Layanan pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Blitar dengan Teknik ESIA

    Get PDF
    Peningkatan harus selalu dilakukan oleh organisasi agar mampu menghasilkan layanan yang lebih baik seiring dengan bertambahnya waktu. Salah satu perbaikan yang dilakukan organisasi adalah dengan kegiatan peningkatan proses bisnis. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kota Blitar merupakan bidang yang berwewenang untuk mengelola kebutuhan administrasi pendidik dan tenaga kependidikan yang berada di wilayah Kota Blitar. Masalah pada proses bisnis di Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yaitu adanya suatu aktivitas yang dilaksanakan berulang-ulang dan tidak adanya kepastian waktu penyelesaian proses bisnis. Ekspektasi dari Bidang PTK terhadap proses bisnis yaitu dapat berjalan lebih efisien dengan bantuan teknologi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menghasilkan model proses bisnis saat ini yang terdapat pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kota Blitar; (2) menghasilkan model proses bisnis usulan yang terdapat pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kota Blitar dengan menggunakan teknik ESIA; (3) menghasilkan perbandingan hasil rekomendasi perbaikan proses bisnis saat ini dengan proses bisnis usulan pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kota Blitar untuk mengetahui seberapa besar dampak dari peningkatan proses bisnis. Penelitian dimulai dengan studi kepustakaan. Kemudian pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Setelah terkumpul, dilakukan pemodelan proses bisnis saat ini, analisis proses bisnis saat ini, memodelkan proses bisnis usulan, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian didapatkan (1) pemodelan delapan proses bisnis pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yaitu proses bisnis penyusunan dan pelaksanaan program, proses bisnis perencanaan kebutuhan Tenaga Pendidik, proses bisnis mutasi Tenaga Pendidik, proses bisnis pengajuan pembuatan Kartu Istri atau Kartu Suami, Kartu Pegawai, dan Kartu TASPEN, proses bisnis Pengajuan Penilaian Angka Kredit, proses bisnis pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, proses bisnis pengajuan cuti, dan proses bisnis pengajuan pensiun; (2) model proses bisnis usulan dari penerapan teknik ESIA; (3) hasil perbandingan yang menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dari proses bisnis
    corecore