122 research outputs found
ANALISIS TERHADAP SYARAT NEGARAWAN SEBAGI HAKIM KONSTITUSI YANG BERLANDASKAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
ABSTRAK
Musliadi, 2020. “Analisis Terhadap Syarat Negarawan Sebagai Hakim Konstitusi yang
Berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945”. Skripsi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah
Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh H. Muammar
Arafad Yusmad dan Nirwana Halide.
Skripsi ini membahas tentang Analisis Terhadap Syarat Negarawan Sebagai Hakim
Konstitusi yang berlandaska Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Penelitian ini bertujuan: untuk Mengetahui Makna Negarawan sebagai Syarat
Hakim Konstitusi dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945; untuk Mengetahui Karakteristik Mahkamah Konstitusi yang harus dipenuhi
sebagai Konsesi Karakteristik Hakim Konstitusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian
Hukum Kualitatif Normatif yang bersifat deskriptif analistik. Dengan mendeskripsikan
pokok permasalahan penelitian dan menganalisa menggunakan hukum sebagai sebuah
bangunan sistem norma. Sistem norma yang dimaksud adalah mengenai asas-asas,
norma, kaidah dari peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, perjanjian serta
doktrin (ajaran). Data diperoleh melalui literasi kepustakaan dengan mengumpulkan
referensi-referensi yang terkait dengan tema penelitian ini. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa: Syarat Negarawan bagi seorang hakim konstitusi yaitu dapat
dilihat dari Konsep negarawan telah ada bersamaan dengan berkembangnya pemikiran
tentang kenegaraan. Salah satu karya Plato adalah The Statesman atau Politikos. Di
dalam karya tersebut terdapat dialog antara Socrates dan Theodorus yang bermaksud
menyajikan pemikiran bahwa untuk memerintah diperlukan kemampuan khusus
(gnosis) yang hanya dimiliki oleh negarawan, yaitu kemampuan mengatur dengan adil
dan baik serta mengutamakan kepentingan warga negara. Serta adapun Konsep
karakteristik Mahkamah Konstitusi sebagai the guardian of the constitution, Court of
justice maupun Judex Factie tidak benar-benar memiliki landasan yuridis yang dimuat
dalam peraturan perundang-undangan. Istilah tersebut merupakan pandangan ilmiah
para sarjana hukum yang mengemukakan dalam rangka membuat determinasi bagi
berdirinya Mahkamah Konstitusi di Indonesia.
Kata Kunci : Negarawan, Hakim Konstitusi, UUD 1945
PENGGUNAAN KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MURID TUNAGRAHITA RINGAN KELAS DASAR III SLB C YPPLB 2 SUDIANG MAKASSAR
Musliadi Asrullah. 2017. Penggunaan Kartu Domino untuk meningkatkan hasil
belajar matematika pada murid Tunagrahita Ringan Kelas Dasar III SLB C YPPLB 2
Sudiang Makassar. Skripsi. Dibimbing Oleh Drs. H. Syamsuddin M.Si, dan Drs.
Andi Budiman, M.Kes.,Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Makassar.
Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada peningkatan hasil belajar
matematika pada murid tunagrahita ringan kelas dasar III di SLB C YPPLB 2
Sudiang Makassar dengan melalui penggunaan media kartu domino?. Tujuan yang
diharapkan tercapai dari penelitian ini sebagai berikut : untuk mengetahui
peningkatan hasil belajar matematika pada murid tunagrahita ringan kelas dasar III di
SLB C YPPLB 2 Sudiang Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
deskriptif kuantitatif dengan melakukan tes awal dan tes akhir. Adapun subjek dalam
penelitian ini adalah murid tunagrahita ringan kelas dasar III SLB CYPPLB 2
Sudiang Makassar yang berjumlah tiga orang yaitu satu murid perempuan dan dua
murid tunagrahita ringan laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan
teknik tes, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar matematika
murid tunagrahita ringan dimana sebelum penggunaan kartu domino menunjukkan
kategori belum meningkat, 2) hasil belajar matematika murid tunagrahita ringan kelas
dasar III SLB C YPPLB 2 Sudiang Makassar setelah penggunaan kartu domino
menunjukka kategori belum meningkat, 3) terdapat peningkatan hasil belajar
matematika pada murid tunagrahita ringan kelas dasar III SLB C YPPLB 2 Sudiang
Makassar dari kategori belum meningkat menjadi kategori meningkat. Berarti dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kartu domino dapat
meningkatkan hasil belajar matematika murid tunagrahita ringan kelas dasar III SLB
C YPPLB 2 Sudiang Makassar
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PEGADAIAN SYARIAH CABANG LUWU
ABSTRAK
Eva Natasah Musliadi, 2023, “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Preferensi Masyarakat Terhadap Pegadaian Syariah Cabang Luwu”. Skripsi
Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Hendra Safri, S.E.,
M.M.
Skripsi ini membahas tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi
masyarakat terhadap Pegadaian Syariah Cabang Luwu. Penelitian ini bertujuan
untuk melihat apasaja faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam hal ini
nasabah dalam memilih atau menggunakan Pegadaian Syariah. Dalam penelitian
ini jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 60 orang responden dengan
teknik pengumpulan data menggunakan metode kuisioner/angket. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif. Untuk menganalisis data pada penelitian ini
penulis menggunakan alat untuk mengolah data menggunakan aplikasi IBM SPSS
Statistic 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima faktor yang
mempengaruhi preferensi masyarakat pada Pegadaian Syariah secara parsial.
Dimana menunjukkan Faktor Syariah berpengaruh secara signifikan terhadap
preferensi masyarakat ditunjukkan dengan nilai sig 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung
5,158 > nilai t tabel 2,002. Faktor Fasilitas ditunjukkan dengan nilai sig 0,004 <
0,05 dan nilai t hitung 2,969 > nilai t tabel 2,002. Faktor Sosial ditunjukkan dengan
nilai sig 0,001 nilai t tabel 2,002. Faktor Produk
ditunjukkan dengan nilai sig 0,000 nilai t tabel
2,002. Faktor Lokasi berpengaruh secara signifikan terhadap preferensi masyarakat
ditunjukkan dengan nilai sig 0,001 nilai t tabel
2,002. Penelitian ini juga dibuktikan secara simultan dengan nilai sig sebesar 0,000
nilai F tabel 3.16. Ini menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh faktor syariah, fasilitas, sosial, produk, dan lokasi terhadap preferensi
masyarakat secara signifikan.
Kata Kunci : Preferensi Masyarakat, Pegadaian Syariah, Faktor-fakto
EPISTEMOLOGI KEILMUAN DALAM ISLAM: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN M. AMIN ABDULLAH
This article tries to answer the fundamental questions regarding epistemological problems in philosophical science discourses; the role and the influence of epistemological science in Islam and the offering constructional models of Islamic epistemological science of Amin Abdullah thinking context. Amin Abdullah is the founder of integrative-inter-connective Islamic epistemology. This integrative-inter-connective can be understood as an attempt to build a bridge knowledge of various disciplines which previously experienced a gap (normative and historical), whether religious, social, humanities, and of natural science
Strategi Komunikasi Strategi Komunikasi Pada Pelayanan Kesehatan Masyarakat Umum (Studi Kasus Rumah Sakit Sultan DG. Radja Bulukumba)
KORELASI KEDISIPLINAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN IPS DI SMP NEGERI 1 MARIORIAWA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Marioriawa, (2) prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Negeri 1 Marioriawa, (3) pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Marioriawa.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan statistik kuantitatif deskriptif. Variabel penelitian ini terdiri dari korelasi kedisiplinan (variabel X) dan prestasi belajar (variabelY). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Marioriawa, yang terdiri dari 3 (tiga) kelas dan berjumlah 443 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Proposional Random Sampling, diambil 10% dari populasi dan didapatkan 43 siswa. Teknik pengumpulan data variabel bebas yaitu korelasi kedisiplinan menggunakan teknik angket, sedangkan data variabel terikat prestasi belajar menggunakan dokumentasi nilai rapor. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis infersensial.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) korelasi kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Marioriawa dalam kategori “cukup tinggi”, (2) Gambaran prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Marioriawa tergolong dalam kategori “baik”, (3) Serta ada pengaruh yang signifikan antara kedisiplinan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Marioriawa
DEVELOPING COMMUNICATIVE COMPETENCE IN LANGUAGE TEACHING
Learning a language needs to advocate any kinds of language teaching areas which focuse on how language is developed. One way to do this is to find out a suitable teaching methodology in facilitating the learners to learn the language. As such, this article stresses a subtancial point of methodology to achieve the goal of developing learner’s communicative competence. It refers to process-based methodology since it shares as a common starting point a focus on creating classroom processes that is believed to best facilitate language learning. This metodology is Communicative Language Teaching regarded as developing from a focus on classroom processes and engaging learners in communicative practice. In the area of communicative competence developed, it includes the aspects of language knowledge such as knowing how to use the language for different purposes, how to maintain the language use strategies, how to set the language in formal or informal situation and how to use different types of texts
Analisis Kesulitan Dalam Memahami Konsep Bilangan Rill Pada Mata Kuliah Analisis Rill 1 Mahasiswa Jurusan Pendidikan Angkatan 2014 UIN Alauddin Makassar
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan prinsip syariah dalam hal ini syariah compliance pada Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Makassar terkait penyusunan laporan keuangan. Prinsip-prinsip syariah tersebut diantaranya prinsip ukhuwah, adl, tawazun, universalisme dan maslahah. Label syariah pada Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Makassar mewajibkan bank untuk menerapkan prinsip syariah/nilai-nilai Islam dalam segala aspek pengelolaannya termasuk transaksi-transaksi yang terjadi pada pembiayaan bank dan kegiatan sosial yang mempengaruhi penyusunan laporan keuangan bank.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan paradigma interpretatif dan menggunakan pendekatan hermeneutika-fenomenologi. Dimana pendekatan ini menggunakan tiga tahap analisis Paul Ricoeur yaitu malalui level semantik, level refleksi dan level eksistensial untuk memahami makna yang terkandung dari bahasa yang tertuang dalam teks wawancara, sehingga dapat terlihat apakah Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Makassar benar-benar menerapkan atau masih menyalahi prinsip-prinsip syariah tersebut. Menurut teori kepatuhan bahwa bank yang berbasis syariah wajib menerapkan/patuh terhadap prinsip-prinsip syariah, yang tujuan sejalan dengan konsep maslahah yaitu untuk mencapai kebaikan bersama atau untuk memperoleh manfaat bersama.Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan keseluruhan prinsip- prinsip syariah tersebut akan mewujudkan laporan keuangan dengan penyajian laba yang tidak hanya memihak pada bank saja atau sifatnya material tetapi juga memiliki nilai spritual, selain itu zakat-oriented menyeimbangkan karakter egoistik dan alturistik, karakter materialistik dan spiritualistik dan karakter kualitatif dan kuantitatif pada laporan keuangan dan penelitian ini juga menunjukkan bahwa time value of money, historical cost, accrual basic dan substance over form tidak sesuai dengan prinsip syariah/nilai-nilai Islam.Implikasi penelitian ini adalah perlunya bank syariah khususnya Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Makassar menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaannya guna mewujudkan nilai-nilai Islam dalam proses akuntansi khususnya penyusunan laporan keuangan
Pengamalan akhlak santri di lingkungan pesantren Darul Istiqomah Hutapadang Pijorkoling Kota Padangsidimpuan
Adapun latar belakang masalah sehingga penulis mengangkat judul” Pengamalan Akhlak Santri di Lingkungan Pesantren Darul Istiqomah Hutapadang Pijorkoling Kota Padangsidimpuan”. Lembaga pesantren adalah merupakan suatu lembaga pendidikan keagamaan yang di dalamnya terdapat santri-santri yang memiliki akhlak yang baik, karena sudah dibina oleh orang yang berkompeten dalam bidang agama, namun akhir-akhir ini peneliti melihat santri yang berada di suatu lembaga pesantren justru kurangnya adab atau kelakuannya tidak mencerminkan akhlak yang baik. Inilah yang peneliti lihat di pesantren Darul Istiqomah dimana anak-anak santri sangat jauh dengan akhlak mahmudah yang sesuai dengan tujuan utama pesantren itu sendiri. Peneliti lihat masih banyak lagi santri-santri yang sering meninggalkan shalat, keluar masuk asrama tidak bersalam bahkan mencaci antar sesama menjadi sesuatu hal yang biasa, kurang menghormati yang lebih tua.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengamalan akhlak santri di pondok pesantren Darul Istiqomah? Apakah factor-faktor yang mempengaruhi pengamalan akhlak santri di pondok pesantren Darul Istiqomah? Dan apa saja upaya pesantren dalam meningkatkan pengamalan akhlak santri di pesantren Darul Istiqomah?. Dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengamalan akhlak santri di pondok pesantren Darul Istiqomah Hutapadang Pijorkoling Kota Padangsidimpuan. Untuk mengetahui apa-apa saja faktor yang mempengaruhi pengamalan akhlak santri. Dan untuk mengetahui lebih jauh apa saja upaya pesantren dalam meningkatkan pengamalan akhlak santri.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif artinya mendeskripsikan dan menganalisa fenomena yang terjadi di lapangan. Sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi.
Hasil penelitian dalam skripsi ini antara lain: (1) pengamalan akhlak santri masih kurang baik hal ini terlihat para santri masih terbiasa untuk meninggalkan shalat, menunda-nunda waktu shalat, masih mau mencaci sesama temannya dan masih tidak ada rasa malu ketika melakukan kesalahan. (2) adapun Faktor faktor yang mempengaruhi pengamalan akhlak santri tergolong pada dua bagian yaitu faktor eksternal santri: pergaulan santri, lingkungan yang kurang kondusip, dan faktor tingkat ekonomi santri. Faktor internal santri yaitu: bawaan dari dalam diri santri dan adanya sifat malas santri. (3) upaya pesantren dalam meningkatkan pengamalan akhlak santri, antara lain dengan memberi peringatan dan contoh teladan yang baik, memberikan hukuman bagi santri yang melanggar aturan pesantren dan juga melibatkan kelas enam Aliyah dalam mengawasi santri-santri lain
Nikah Online Di Masa Pandemi Covid-19 Di KUA Kecamatan Medan Amplas (Analisis Fiqh Hanafi dan Asy-Syafi’i)
Penelitian ini berjudul: Nikah Online Di Masa Pandemi Covid-19 Di
KUA Kecamatan Medan Amplas (Analisis Fiqh Hanafi dan Asy-Syafi’i).
Penelitian ini merupakan penelitian sosiologi normatif yang bersifat komparatif.
penelitian tentang nikah online yang terjadi di KUA Kec. Medan Amplas, Kota
Medan, Sumatera Utara, yang dilangsungkan oleh pasangan Andri Pratama dan
Siti Chairani, yang pada saat itu calon mempelai pria berdomisili di Penang,
Malaysia, dan tidak dapat hadir di kota Medan karena memiliki keterbatasan
mobilitas untuk kembali ke Indonesia, dikarenakan protokol yang harus
dijalankan saat kembali ke Indonesia maupun kembali ke Malaysia yang tidak
memungkinkan untuk dilakukan. Dan calon mempelai wanita berdomisili di
Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Proses akad dilaksanakan secara online
dengan ijab diucapkan oleh wali, kabul diucapkan oleh calon mempelai laki-laki.
Persoalan pernikahan seperti yang dijelaskan dalam kitab-kitab fikih tampaknya
bukan dilihat dari jenis atau model sarana yang digunakan. Tetapi lebih
menekankan pada dapat tidaknya syarat-syarat pernikahan dipenuhi. Jika seluruh
syarat pernikahan dapat dipenuhi oleh kedua calon mempelai, bagaimana cara dan
prosesi yang dijalankan, pernikahan dianggap sah. Dan keduanya telah terikat
dalam jalinan suami-isteri. Tetapi, jika satu syarat saja tidak terpenuhi meskipun
prosesi pernikahan itu diadakan dalam satu majelis, pernikahan itu dinyatakan
batal. Jika dilihat pemaknaan “Ittiihad al-majlis” pada kitab Hanafiyah ialah:
Makna menghadirkan dua orang mua„qidain ijab kabul pada satu majlis
bermaksud dengan lafaz. Lafanya yang disatukan, tidak boleh ada senggang
waktu. Bahkan hanya sekedar berdiri dari tempat duduk saja, bisa berpaling dari
majelis. Ada pemisah terlalu lama juga akan berpaling dari “Ittihad al-majlis”.
Sedangkan mazhab Syafi'i berpendapat bahwa bersatu majelis disyaratkan, bukan
saja untuk menjamin kesinambungan antara ijab dan kabul, tetapi sangat erat
hubungannya dengan tugas dua orang saksi yang menurut pendapat ini, harus
dapat melihat dengan mata kepalanya bahwa ijab dan kabul itu benar-benar
diucapkan oleh kedua belah pihak yang berakad. Pendapat inilah yang dipegang
(mu'tamad) di kalangan Syafi'iyyah
- …
