20 research outputs found
METODE KRITIK MATAN MUSHTHAFA AS-SIBA'I DALAM KITAB AS-SUNNAH WA MAKANATUHA FI AT-TASYRI‘ AL-ISLAMI
Abstrak: manhaj dalam kritik matan bertujuan untuk memelihara hadis dari segala bentuk upaya yang melemahkannya dari sisi matan. Namun sayangnya, golongan orientalis memanfaatkan kritik ini menjadi hal yang negatif. A¥mad ²m³n adalah salah seorang yang melakukan kritik tersebut dengan menimbulkan kontroversial karena terkontaminasi dari pemikiran kalangan orientalis. Sosok sarjana muslim lainnya menanggapi apa yang dilakukan Ahmad Amin (w. 1954 M) dengan tulisan ilmiyahnya berjudul as-Sunnah wa Makanatuha fi at-Tasyri‘ al-Islami, ia adalah Mushthafa as-Siba‘i (w. 1964 M). Bagaimana metode dan kritikannya terhadap Ahmad Amin akan menjadi perbincangan dalam tulisan ini. Kata Kunci: hadis, matan, Mustafa as-Siba’
Decolonizing Javanese-Islamic Identity in the Discourses of Contemporary Indonesian Islamic Studies
This article discusses the phenomenon of decolonization of Islamic studies as a continuation of postcolonial critical projects that are widespread in various areas of study. In particular, this paper wants to answer two main questions: (1) the background and foundations of decolonization of Islamic studies and (2) its struggle in Indonesian Islamic discourse by focusing on the issue of Javanese-Islamic identity. By analyzing relevant data, this paper concludes that decolonization was motivated by scientists’ anxiety over the impact of colonialism in the academic-scientific area, which formed an oppressive cultural construction. Decolonization seeks to go beyond the postcolonial project, which, at a certain point, is still shadowed by the ideas of Western figures. The epistemological basis of decolonization is a critical approach in the study of religion in general, and it also involves political factors of knowledge in one of its dimensions. In Javanese-Islamic identity, decolonization emphasizes the close intertwining between Javaneseness and Islam, which tend to be separated in colonial studies
Jembatan untuk Pendidikan Kontekstual: Refleksi Kritis dari Lapangan
Salah satu kritik mendasar terhadap dunia pendidikan saat ini adalah kenyataan bahwa pendidikan, yakni sistem persekolahan, dipandang masih belum mampu menjawab tantangan zaman. Lulusan sekolah masih banyak gagap menghadapi kenyataan hidup di masyarakat saat mereka terjun dan bergelut langsung dalam kehidupan sehari-hari.Salah satu pertanda yang dapat dikemukakan terkait dengan problem krisis sosial-ekologis yang dihadapi umat manusia saat ini. Dalam pandangan sejumlah pihak, sekolah dipandang belum cukup mampu untuk menanamkan kepekaan ekologis atau melek ekologis (ecological literacy) terhadap para siswa di sekolah sehingga siswa gagal memberi tanggapan kritis atas krisis sosial-ekologis yang dihadapi umat manusia.Di sisi yang lain, kesenjangan praktik pendidikan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman juga terasa kurang terjembatani oleh dunia akademis, yakni pendidikan tinggi yang mengelola jurusan keguruan dan ilmu pendidikan. Buku berjudul Mendidik Pemenang Bukan Pecundang yang ditulis oleh dua orang praktisi pendidikan ini kiranya dapat menjadi jembatan untuk menghidupkan kembali pendidikan kritis dan pendidikan kontekstual. Pendidikan kritis dan pendidikan kontekstual yang dimaksudkan di sini adalah model pendidikan yang mampu menanamkan kepekaan kepada para peserta didiknya atas situasi masyarakat yang bergerak cepat dan praktik pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman di masa mendatang
Sekolah dalam himpitan google dan bimbel: visi pendidikan, tantangan literasi, pendidikan lingkungan
Buku ini berusaha berbagi gagasan dan kepedulian tentang masalah kependidikan di tengah himpitan kecenderungan instan yang membuat kegiatan pendidikan justru bisa mengasingkan murid dari kenyataan. Ada tiga tema utama yang dibahas dalam buku ini. Bagian pertama mendiskusikan visi dan hal-hal mendasar dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Bagian kedua mengulas literasi dan tantangan era informasi. Bagian ketiga mengupas pendidikan lingkungan sebagai salah satu pintu masuk bagi pendidikan yang lebih kontekstual
Pemikiran Masdar Farid Mas’udi tentang Zakat (Pajak), Cita Keadilan, dan Negara: Menuju Konsep Hubungan Agama-Negara yang Transformatif
Artikel ini menjelaskan pemikiran Masdar Farid Mas’udi tentang hubungan zakat (pajak), keadilan, dan negara. Keadilan sosial merupakan salah satu misi penting dari kehadiran agama. Dalam Islam, zakat yang merupakan rukun Islam menjadi instrumen penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Namun, menurut Masdar Farid Mas’udi, zakat belum berhasil mewujudkan misi suci tersebut. Penelitian ini menelaah upaya Masdar untuk memberdayakan tujuan zakat demi cita keadilan sosial. Masdar mengusulkan penyatuan zakat dan pajak melalui instrumen negara. Penelitian ini mengungkapkan asumsi dan implikasi usulan tersebut. Di antaranya bahwa hal ini mengasumsikan integrasi agama dan negara untuk bisa mewujudkan cita idealis zakat. Padahal, hubungan agama dan negara yang transformatif tidak mesti berujung pada integrasi, karena integrasi bisa juga berujung pada legitimasi totalitarianisme negara
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA DOSIS AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA PEMBIBITAN UTAMA (MAIN NURSERY )
Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian air kelapa muda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada pembibitan utama (main nursery).Penelitian berbentuk percobaan lapangan yang dilaksanakan di laboratorium Kampus III universitas andalas Dharmasraya pada bulan Januari hingga bulan Mei 2018. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan enam ulangan. Perlakuan berupa pemberian air kelapa muda dengan variasi dosis 0 ml, 50 ml, 100 ml, 150 ml, dan 500 ml. variabel yang diamati antara lain adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang helaian daun, lebar daun serta diameter bonggol. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan statistik dengan uji F pada taraf 5% dan dilanjutkaan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%.Hasil percobaan menujukkan bahwa pemberian air kelapa muda tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang helaian daun, lebar daun dan diameter bonggol pada pembibitan utama kelapa sawit.
Kata kunci :air kelapa muda, dharmasraya, kelapa sawit, pertumbuhan, main nurser
Rekonstruksi Kerangka Etis untuk Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Sumenep: Perspektif Islam dan Kearifan Lokal
Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga masalah pokok yang mengemuka dalam pengembangan program pariwisata di Kabupaten Sumenep. Tiga masalah pokok itu adalah masalah desain dan fokus program pariwisata yang belum tertata secara baik (belum koheren dan berbasis data), partisipasi yang belum maksimal, dan belum mengemukanya pertimbangan keberpihakan pada kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada beberapa asas dan prinsip yang perlu digarisbawahi dan dikemukakan yang kiranya dapat menjadi kerangka etis bagi pengembangan program pariwisata di Kabupaten Sumenep. Setidaknya ada tiga asas dan prinsip, yakni asas keberlanjutan, asas manfaat, adil dan merata, dan asas partisipatif
Melacak Tradisi Al-A’mÄl Al-Yaumiyyah Masyayikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep
The existence of al-a'mÄl al-yaumiyyah is one of the main parts of pesantren education. It can be seen as a perfect representation of pesantren education: cultivating knowledge, moral discipline, and spiritual discernment. Historically, the al-a'mÄl al-yaumiyyah tradition cannot be separated from the network between kiai, both in the nusantara and with Islamic centers in various countries, especially in Arab countries. This paper aims to reveal two things; first, what al-a'mÄl al-yaumiyyah practiced by the masyayikh of Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, and second, does the al-a'mÄl al-yaumiyyah masyayikh Annuqayah have a sanad connection with Islamic boarding schools in the nusantara. Data was collected by interviewing kiai of Annuqayah and related subjects and collecting documents related to their al-a'mÄl al-yaumiyyah references. The data is seen in the paradigm of sanad theory outside of hadith scholarship, to trace the continuity of sanad al-a'mÄl al-yaumiyyah masyayikh Annuqayah. There are two conclusions found. First, al-a'mÄl al-yaumiyyah masyayikh Annuqayah refers to the book al-A'mÄl al-Yaumiyyah al-Mukammalah published by Pesantren Annuqayah Lubangsa which collects al-a'mÄl al-yaumiyyah of Kiai Muhammad Ilyas bin Muhammad Syarqawi. Second, sanad al-a'mÄl al-yaumiyyah masyayikh Annuqayah is not connected with pesantren in the nusantara, but with Habib Tohir bin Husein bin Tohir, a scholar from Hadramaut, Yemen
Rekonstruksi Kesadaran Keberagamaan: Perspektif Makrohistoris dan Mikrohistoris
Kelahiran setiap agama pada mulanya selalu berupaya untuk mewujudkan kedamaian bagi semesta. Agama lahir untuk meredam kekerasan, egoisme, dan nafsu rendah dan sifat-sifat kebinatangan. Namun demikian, dalam konteks agama Islam misalnya, visi agama untuk menyebarkan kedamaian dan kasih sayang bagi semesta itu kurang mendapatkan titik tekan dari umat pemeluknya. Ada semacam keterputusan epistemologis yang terjangkit dalam konstruksi kesadaran keberagamaan umat Islam. Keterputusan epistemologis ini terjadi tidak hanya dalam level pemaknaan segi-segi ajaran keberagamaan, tapi lebih jauh lagi sudah relatif cukup meresap dalam perilaku dan pola pikir kehidupan beragama sehari-hari, bahkan dalam bentuk yang sederhana. Tulisan ini hendak menelusuri titik epistemologis keterputusan visi Islam ini dengan melihat dari sisi makrohistoris dan mikrohistoris. Bagian pertama dilakukan dengan mencermati titik-titik sejarah krusial yang menjadi landasan berpikir umat Islam untuk mengejawantahkan ajaran agamanya. Bagian kedua berkaitan dengan dimensi subjektif keberagamaan, yakni berhubungan dengan “dunia kecil” yang membentuk subjektivitas seseorang. Misalnya, lingkungan sosial budaya, pendidikan, dan sebagainya. Dengan mencermati melalui dua perspektif epistemologis tersebut, tulisan ini menawarkan model pembacaan dimensi normatif dan historis untuk merawat visi Islam yang damai
