14 research outputs found

    TRANSFORMASI KABA KE NASKAH DRAMA STUDI KOMPARATIF KABA MINANGKABAU DAN NASKAH DRAMA MALIN KUNDANG KARYA WISRAN HADI

    No full text
    This research is entitled “The Transformation of Kaba into Drama Script : The Comparative Study of Kaba Minangkabau and The Drama Script of Malin Kundang by Wisran Hadi”. The aim of this research was to describe the transformation of text and the reception by Wisran Hadi toward the story of Malin Kundang. Based on that aim, this research used a comparative method, supported with the theory of literature’s reception. Comparing the two texts resulted in the finding of the transformation and the reception toward the story of Malin Kundang. The result of this research showed that the transformation happenned with the aspect of structure and contain of text. This transformation of the contain of text showed the reception by Wisran Hadi towards the story of Malin Kundang. Penelitian ini berjudul Transformasi Kaba ke Naskah Drama : Studi Komparatif Kaba Minangkabau dan Naskah Drama Malin Kundang karya Wisran Hadi. Tujuan penelitian ini untuk melihat transformasi dan resepsi Wisran Hadi terhadap cerita Malin Kundang. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode perbandingan dan didukung dengan teori resepsi sastra. Dari perbandingan kedua teks ditemukan adanya transformasi dan resepsi terhadap cerita Malin Kundang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi terjadi pada aspek struktur dan isi teks. Adanya transformasi isi teks menunjukkan adanya resepsi Wisran Hadi terhadap cerita Malin Kundan

    IDENTITAS LOKAL PADA KARYA E. WIDIANTORO UPAYA PENGUATAN PERAN BAHASA IBU

    No full text
    Penelitian ini berjudul Identitas Lokal pada Karya Sastra E.Widiantoro: Upaya Penguatan Peran Bahasa Ibu. Kajian ini berusaha memaparkan identitas lokal dalam sastra sebagai penguatan peran bahasa ibu. Kajian ini berangkat dari teori struktural sastra dari aspek kebahasaan dan budaya. Kajian ini didukung dengan pendekatan deskriptif analisis. Bahasa sebagai media utama sastra tidak hanya dimaknai sebagai media saja .Akan tetapi, bahasa dalam sastra juga harus dimaknai sebagai bentuk lain dari fungsi sastra sebagai penguat bahasa. Dalam ranah sastra pengarang Kalimantan Barat, E.Widiantoro dalam penciptaan karya sastra memanfaatkan kosa kata daerah sebagai penguat cerita . Hal ini tentu sangat penting artinya dalam rangka penguatan peran bahasa ibu di Kalimantan Barat. Penggunaan kosa kata sebagai judul karya sastra, judul antologi, serta pemakaian kosa kata dalam cerita sangat besar pengaruh dan manfaatnya dalam pelestarian, pembinaan, dan penguatan bahasa daerah yang ada di Kalimantan Barat. baik bahasa Dayak, dengan subrumpunnya maupun bahasa Melayu yang ada di Kalimantn Barat

    KONFLIK SOSIAL-EKONOMI DALAM NOVELBATAS ANTARA KEINGINAN DAN KENYATAAN KARYA AKMAL NASERY BASRAL

    No full text
    This research entitled ”Socio-Economic Conflict in Novel Batas Antara Keinginan dan Kenyataanby Akmal Nasery Basral”. The border regions of the country, such as Entikong in West Kalimantan, are important areas because there are cross-border boundary post which is the entrance of people from Indonesia and Malaysia. In addition, there are also dozens of paths that become the entrance to the country of Malaysia. Banayak conflicts that occur in national borders, such as social and economic conflicts. This is also the reason why research on this novel is interesting and important to do. This study aims to obtain a complete description of the social and economic conflicts of the novel. The theory used in this kajain is the theory of sociology of literature This research is a qualitative research with descriptive research method of analysis. Data analysis shows the social and economic conflicts of this novel. The social conflict in this novel is seen from the conflict between Otiq and the people in Ponti Tembawang. This social conflict is rooted in the business of smuggling labor abroad. Meanwhile, the economic conflict. Rooted in the control of trade on the border.

    CERPEN ““AGIK IDUP AGIK NGELABAN”” MENGGUGAH KEARIFAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN HUTAN KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Hutan Kalimantan merupakan satu di antara paru-paru dunia. Namun demikian, telah terjadi kerusakan hutan akibat deforestasi. Keadaan tersebut telah menggugah Dedy Ari Aspar untuk menulis  cerpen “Agik Idup Agik Ngelaban”. Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa penelitian terhadap cerpen ini menarik dan penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi utuh  mengenai kritik sosial pada  cerpen tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan  metode penelitian deskriptif analisis. Analisis data menunjukkan adanya kritik sosial pada cerpen ini. Kritik sosial dapat dilihat lewat dua aspek, yaitu lewat kehadiran tokoh dan lewat alur yang terangkai dalam cerita. Kritik sosial lewat tokoh cerita dapat dilihat dari perlawanan yang telah dilakukan tokoh Boni, Medang, Siyan, dan Lansi atas keserakahan yang dilakukan Tuai Rumah Panjang Sungai Besi. Selain itu, kritik sosial juga terlihat secara implisit dari sikap serakah dan tidak berpihaknya  Tuai Rumah Panjang Sungai Besi dan Aparat Bersenjata kepada rakyat sebagai pemilik hutan adat Danau Sentar.  Kritik sosial lewat alur cerita terlihat dari konflik yang dimunculkan pengarang dari awal cerita, konflik memuncak,  hingga konflik mereda

    Pusat (majalah sastra), edisi 14, tahun 2017

    No full text
    SASTRA DAN PERBATASAN Sastra boleh dikatakan pribadi paling berbatas dengan alam meski juga tiada batas, bahkan menyusup pada perbatasan pada perbatasan ragawi dengan ilahiah. Sejak zaman nenek moyang, bentuk-bentuk ritual (barangkali ketika istilah sastra belum ada atau belum dikenal dengan sebutan sastra, hubungan paling "privasi" antara manusia dengan tanah, leluhur, dan Sang Pencipta begitu tidak berjarak). Begitu tidak terbatas, hubungan tersebut begitu intim bagai tiada tergantikan dan tiada terbataskan. Saking tidak berbatas, segala sesuatu yang berurusan dengan kebutuhan pangan disajikan dengan berbagai bentuk upacara penghormatan berupa ritus-ritus penghormatan kepada tanah, leluhur, dan Sang Pencipta
    corecore