1,721,195 research outputs found
ANALISIS TINGKAT PERPUTARAN PIUTANG PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG PELAYANAN AIR PUTIH SAMARINDA TAHUN (2015-2016)
MUSDALIFA: Analisis Tingkat Perputaran Piutang Pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Pelayanan Air Putih Samarinda tahun 2015-2016, dibawah bimbingan bapak Robin Jonathan selaku pembimbing I dan ibu ida rachmawati selaku pembimbing II.Salah satu upaya pemerintah untuk menyehatkan perekonomian nasional adalah dengan cara penyaluran dana dalam bentuk kredit. Kredit tersebut dapat diberikan kepada masyarakat atau wirausahawan yang memerlukan. System penyaluran melalui lembaga keuangan, baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank maupun lembaga keuangan lainnya. Lembaga yang dapat menyalurkan dana tersebut bisa melalui lembaga keuangan, baik lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank ataupun lembaga keuangan lainnya. Lembaga keuangan merupakan lembaga yang yang menjadi perantara keuangan dan jasa ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang termasuk dalam lembaga keuangan yaitu PT Pegadaian Persero, satu satunya perusahaan gadai milik Negara (BUMN) dan posisinya sebagai lembaga keuangan non bank.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat perputaran piutang yang terjadi pada tahun 2015-2016. Penelitian ini mengambil data berupa laporan penjualan kredit pada tahun 2015-2016. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah perputaran piutang (Account Receivable Turnover). Hasil analisis dapat digambarkan bahwa perusahaan dalam menjalankan usahanya kurang efisien. Ini dapat dilihat dari perkembangan bahwaperputaran piutang cenderung menurun selama tahun 2015-2016. Hal ini disebabkan kemampuan perusahaan dalam mengelola piutangnya kurang baik dan selalu mengalami penurunan.Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan tidak mampu meningkatkan keuntungan secara optimal dari tahun ke tahun, ini menunjukkan bahwa perusahaan dalam mengelola piutang dan modal yang dimiliki kurang efesien
Efektivitas Penggunaan Al’ab Lugawiyyah terhadap Peningkatan Maharah al-Kalam di MAN 2 Watampone
Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan kalam siswa yang belajar tanpa menggunakan al’ab lugawiyyah dalam pembelajaran bahasa Arab, 2) mendeskripsikan kemampuan kalam siswa yang belajar dengan menggunakan al’ab lugawiyyah dalam pembelajaran bahasa Arab, dan 3) Untuk menguji efektivitas penggunaan al’ab lugawiyyah terhadap peningkatan maharah al- kalam peserta didik. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan multidisipliner, yaitu pendekatan linguistik, paedagogis, sosiologis dan psikologis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain non
equivalent control group, yaitu dengan pemberian pre test dan post test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen tidak secara acak.Data dikumpulkan dengan observasi (pengamatan) kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji hipotesis (t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa maharah al-kalam siswa kelas eksperimen meningkat dilihat dari hasil nilai rata-rata pre test dan post test. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat sebesar 12,58426 dengan rincian siswa yang tuntas ada 15 orang dari 23 siswa atau sebesar 65%. Adapun hasil penelitian yang didasarkan pada analisis statistik dengan uji-t menunjukkan bahwa nilai rata-rata
post test kelas eksperimen adalah 77, sedangkan nilai rata-rata post test kelas kontrol adalah 73. Dari hasil uji statistik tersebut menunjukkan bahwa kelas
eksperimen (yang menggunakan al’ab lugawiyyah dalam pembelajaran) lebih meningkat dibanding kelas kontrol (tanpa menggunakan al’ab lughawiyyah). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan al’ab lugawiyyah dalam pembelajaran efektif dalam meningkatkan maharah al-kala m siswa. Dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas dengan menciptakan desain pembelajaran yang tepat yang dapat mengarahkan peserta didik terampil dalam berbahasa sesuai dengan tujuan pembelajaran bahasa Arab yang telah ditetapkan
Strategi Pengasuh Dalam Melatih Kemandirian Penyandang Disabilitas Intelektual di Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberadaan anak penyandang disabilitas intelektual yang memerlukan strategi khusus untuk melatih kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penerapan strategi pengasuh dalam melatih kemandirian penyandang disabilitas.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan untuk melatih kemandirian penyandang disabilitas intelektual. Ada empat jenis area dalam pembentukan kemandirian. Yakni, bina diri, bina keterampilan, dan bina lingkungan dilakukan dengan empat strategi, yakni strategi peragaan, strategi pembiasaan, strategi pemberian latihan dan strategi penguatan. Interaksi yang terjadi secara langsung oleh pengasuh dalam setiap aktivitas sehari-hari seperti membersihkan tempat tidur, mandi, mencuci pakaian, makan, membersihkan tempat makan, melipat baju, dan berbusana. Serta keterampilan yang lain seperti membantik, melukis, bernyanyi, membuat gelang tangan, tote bag, dan bercocok tanam. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan potensi, kemampuan, bakat dan minat yang dimiliki masing-masing penyandang disabilitas intelektual. Agar mereka mampu mandiri untuk menolong dirinya sendiri serta berkarya sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Kata kunci: Strategi, penyandang disabilitas intelektual, kemandirian.
Abstract
This research is motivated by the existence of children with intellectual disabilities who need special strategies to practice independence. This study aims to describe the implementation of the caregiver strategy in training the independence of persons with disabilities.
This research is a qualitative descriptive research. The data was collected using unstructured interview techniques, observation, and documentation. The data that has been collected is then analyzed using the Miles and Huberman model.
The results showed that the strategy used to train the independence of people with intellectual disabilities. There are four types of areas in the formation of independence. Namely, self-development, skills development, and environmental development are carried out with four strategies, namely demonstration strategies, habituation strategies, training strategies and strengthening strategies. Interactions that occur directly by caregivers in daily activities such as cleaning the bed, bathing, washing clothes, eating, cleaning the dining area, folding clothes, and dressing. As well as other skills such as batik, painting, singing, making bracelets, tote bags, and farming. This is done in accordance with the potential, abilities, talents and interests of each person with intellectual disability. So that they are able to be independent to help themselves and work according to their potential.
Keywords: Strategy, people with intellectual disabilities, independence.
 
KONTRIBUSI PANTI ASUHAN MUSLIM DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK ASUH DI DESA JAMBANGAN SURABAYA
Pendidikan merupakan bagaian terpenting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhlik yang lain. Seorang yang baru lahir tiada yang dimilikinya kecuali potensi fitroh yang diamanatkan Allah kepadanya, selanjutnya orang tuanyalah yang bertanggung jawab mengantarkan mereka untuk mencapai tujuan hidupnya. Disamping itu karena pendidikan agama tidak hanya didasarkan atas hasil pemikiran manusia dalam menuju kemaslahatan umum, tetapi pendidikan agama pada akhirnya bermuara pada pembentukan manusia sesuai dengan kodratnya yang mencakup hubungan manusia dengan sang pencipta, dengan kata lain pendidikan agama tidak hanya memberi anak didik dengan segala macam ilmu yang belum mereka ketahui, tetapi juga mendidik akhlak dan jiwa mereka, menanamkan rasa keutamaan, membiasakan mereka untuk suatu kehidupan yang suci seluruhnya ikhlas dan jujur.
Pada pembahasan ini akan dibahas tentang 1). Apa saja kontribusi panti asuhan muslim dalam pendidikan agama islam bagi anak asuh? 2). Bagaimana pelaksanaan kontribusi panti asuhan muslim dalam pendidikan agama islam bagi anak asuh?
Sesuai dengan tugas dan fungsi panti asuhan muslim surabaya sebagai salah satu lembaga sosial yang bergerak dibidang sosial, pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka salah satu bentuk usaha untuk memenuhi tugas dan fungsinya adalah dengan diadakannya kegiatan pendidikan agama islam dalam bentuk kegiatan pembinaan yang beraneka ragam diantaranya adalah pembinaan yang beraneka ragam dalam rangka menyiapkan atau mencetak anak asuh menjadi seorang pemimpin yang berwawasan luas dan mampu berda'wah dalam masyarakat serta dapat menjadi suri tauladan bagi orang lain.
Pelaksanaan pendidikan agama islam di panti asuhan muslim surabaya cukup baik, semua ini berkat dukungan dan keikutsertaan pengurus, anak asuh, dan masyarakat yang dengan ikhlas meluangkan waktunya untuk membimbing dan menyediakan semua kebutuhan atau fasilitas baik fisik maupun non fisik demi terlaksananya pendidikan agama islam yang diselenggarakan oleh panti asuhan Surabaya
Bimbingan Orang Tua Terhadap Pasangan yang Menikah di Usia Dini di Desa Keretak Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
This research is motivated by the promiscuity of teenagers which results in frequent truancy, dropping out of school, getting pregnant out of wedlock. This results in marriage at an early age, even though physically and psychologically they are not ready so that parental guidance is needed for couples who marry at an early age. The purpose of this study was to find out the guidance for married couples who had been married at an early age in the village of Keretak Central Bangka, as well as to find out the factors that influence the guidance for the couple. This research is descriptive qualitative. Data was collected using unstructured interview techniques, observation, and documentation. The data that has been collected is then analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that guidance for couples who married at an early age turned out to be one solution for the development and increase in activities in the family. Likewise, couples who marry at an early age are able to maintain harmonious domestic relations
Penerapan Sistem Akuntansi Penggajian Pada Yayasan Pembangunan Indonesia (YASPI) di Kota Makassar.
ABSTRAK
MUSDALIFAH. 2015. Penerapan Sistem Akuntansi Penggajian Pada Yayasan
Pembangunan Indonesia (YASPI) di Kota Makassar. Tugas Akhir, Fakultas
Ekonomi, Universitas Negeri Makassar.
Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan sistem
akuntansi penggajian pada Yayasan Pembangunan Indonesia (YASPI) di Kota
Makassar yang efektif dan efisien. Sumber data yang digunakan adalah data
primer dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif
Yayasan ini bergerak dalam bidang yayasan pendidikan. Berdasarkan
hasil penelitian, sistem akuntansi penggajian pada Yayasan Pembangunan
Indonesia (YASPI) di Kota Makassar belum efektif dan efisien, hal ini bisa dilihat
tidak adanya fungsi keuangan yang berfungsi mengatur gaji pegawai dan dalam
pemberian gajinya masih terpusat pada Yayasan dan belum dikelola oleh masingmasing
Perguruan Tinggi serta belum sepenuhnya menggunakan sistem
komputerisasi.
Berdasarkan hasil penelitian penulis kemudian ingin menerapkan sistem
akuntansi penggajian yang memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP)
dengan memperbaiki fungsi yang terkait, prosedur dan dokumen-dokumen
penggajian agar mempermudah tujuan organisasi.
Kata Kunci : Sistem Akuntansi Penggajia
Hubungan kekerasan verbal orangtua dengan gangguan perilaku pada remaja di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar
ABSTRAK
Musdalifah, M. Ahkam, dan Asmulyani Asri. (2016). Hubungan kekerasan verbal orangtua dengan gangguan perilaku pada remaja di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar. Skripsi. Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.
Orangtua sebagai pendidik utama dan pertama bagi remaja, terutama dalam hal komunikasi seperti kekerasan verbal. Kekerasan verbal yang dilakukan orangtua dapat memberikan pengalaman pada masa remaja yang memengaruhi perkembangan di masa mendatang, sehingga bisa menyebabkan gangguan perilaku pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kekerasan verbal orangtua dengan gangguan perilaku pada remaja di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 70 remaja. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data uji korelasi spearman dengan menggunakan bantuan SPSS 21 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi antara kekerasan verbal dan gangguan perilaku sebesar 0,787 dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p<0,05). Nilai koefisien korelasi tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan kekerasan verbal orangtua dengan gangguan perilaku pada remaja di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kekerasan verbal yang dilakukan maka semakin tinggi gangguan perilaku yang terjadi pada remaja dan semakin rendah kekerasan verbal maka semakin rendah gangguan perilaku yang terjadi pada remaja.
Kata kunci: Kekerasan Verbal, Gangguan Perilaku, Remaj
Asuhan Keperawatan Pada Pny. M.D.Dengan Post Op Sectio Caesarea Di Ruang Flamboyan Rsud Prof. Dr. W.Z Yohannes Kupang
Latar belakang: Sectio caesarea adalah suatu persalinan buatan guna melahirka janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus dengan syarat lahir dalam keadaan utuh serta berat bayi diatas 500 gm.Tujuan: Untuk melaksanakan dan mendapatkan gambaran tentang asuhan keperawatan pada pasien sectio sesarea yang meliputi meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan.Metode: Penulis menggunakan metode studi kasus, adapun pasiennya adalah Ny. M.D, data ini diperoleh dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, observasi aktifitas, memperoleh catatan kesehatan dan laporan diagnostik. Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil nyeri pasien teratasi dengan skala nyeri 3, tidak timbul tanda-tanda infeksi, pasien dapat beraktifitas secara mandiri.Kesimpulan : Diagnosa yang muncul pada kasus Ny.M.D, pada pasien post op sectio caesarea adalah nyeri berhubungan dengan agens cedera fisik, hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri dan resiko infeksi berhubungan dengan prosedur invasif. Semua masalah keperawatan teratasi sebagia
Persepsi Mahasiswa Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam Terhadap Penyebaran Berita Hoaks Di Media Sosial
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Mahasiswa memiliki persepsi yang berbeda-beda, dimana sebagian mahasiswa menyadari bahwa akan pentingnya membaca, dan meneliti suatau informasi atau berita yang diterima sehingga bisa mengetahui tentang keaslian berita ataupun informasi, dan tidak mudah menyebarkan sesuatu yang belum diketahui kebenarannya, dan ada pula sebagian mahasiswa yang justru ikut terlibat dalam melakukan penyebaran Hoaks itu sendiri, yang dimana mereka melakukan hal itu hanya untuk mencoba-coba, dan hanya sekedar ikut-ikuta
- …
