1,720,980 research outputs found
Peer Review: Perilaku Pencegahan Penyakit Terhadap Kejadian Skabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru.
Peer review: Perbedaan Pengaruh Penyuluhan Metode Kelompok Sebaya (Peer Education) dengan Ceramah Tentang Pengetahuan Risiko Pernikahan Dini Pada Siswa SMPN di KecamatanCempaka Kota Banjarbaru.
plagiat checker: Correlation Between Perception of Smoke Dangers Message with Adolescent Smoking Behavior in Banjarbaru.
Peer review: Peer Educator Perokok Aktif Melalui Pemberdayaan KeluargadenganMetodePetugasPengawasPerokok (P3) Sebagai Agent of Changes.
Peer Review: Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Rawat Inap Cempaka.
Pendidikan kecakapan hidup: Studi kasus tentang upaya mewujudkan pendidikan kecakapan hidup di Panti Asuhan Sunan Kalijogo Kelurahan Tasikmadu kecamatan Lowokwaru kota Malang
ABSTRAK
Masa kecil seharusnya merupakan masa yang penuh kegembiraan dan keceriaan, dimana mereka dapat berkumpul dengan orang tua dan saudara- saudaranya. Masa dimana mereka memerlukan perhatian intensif baik untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan mentalnya.
Namun tidak semua anak terlahir dan dibesarkan dalam keluarga yang utuh dan bahagia. Tidak jarang karena kekurangmampuan orang tua atau karena kehilangan salah satu atau kedua orang tua, membuat sebagian anak tidak hanya kehilangan kasih sayang tetapi juga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. Selain itu tidak jarang anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, baik formal maupun non formal.
Panti Asuhan sebagai lembaga sosial yang berfungsi memberi pelayanan pengganti orang tua bagi anak asuhnya diharapkan mampu menggambar anak asuh menjadi manusia yang berkualitas, sehat jasmani serta rohani. Berangkat dari latar belakang tersebut penulis ingin membahasnya dalam skripsi dan mengambil judul Pendidikan Kecakapan Hidup (Studi Tentang Upaya Mewujudkan Pendidikan Kecakapan Hidup di Panti Asuhan Sunan Kalijogo Lowokwaru Malang).
Tujuan dilakukannya pendidikan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan di Panti Asuhan dan kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan dalam mewujudkan pendidikan kecakapan hidup (life skill education).
Penelitian yang penulis lakukan termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dan dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Selain itu, disini penulis sertakan tabel sebagai pelengkap data.
Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan bahwa pelaksanaan pendidikan di Panti Asuhan telah memenuhi aspek-aspek life skill baik itu general life skill maupun spesifik life skill. Namun masih memerlukan perbaikan demi mencapai hasil yang maksimal agar nantinya anak asuh dapat benar-benar hidup mandiri serta siap menghadapi berbagai tantangan yang ada
Pengetahuan dan Sikap Pemakaian Kontrasepsi pada Remaja Putri “Gaul” di Parkir Timur Senayan, Jakarta
Banyak remaja yang secara seksual aktif telah melakukan hubungan seks sebelum menikah dan berlsiko kehamilan dan penyakit menular seksual. Kesepakatan Kairo 1994, menyatakan bahwa remaja mempunyai kebebasan berpikir dan berhak membuat keputusan tentang kesehatan reproduksi. Itu berarti bahwa remaja berhak terlibat dalam program Keluarga Berencana (KB) dan mendapat pelayanan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap pada remaja putri “gaul” terhadap pemakaian kontrasepsi. Penelitian dengan desain cross sectional ini dilakukan pada remaja putri berumur 15 – 24 tahun yang belum menikah yang biasa nongkrong dan berkumpul pada malam Minggu, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan. Sampel diambil dengan Quota Sampling. Penelitian ini menemukan bahwa remaja putri “tersebut yang berpengetahuan baik (54,1%) dan bersikap positif terhadap pemakaian kontrasepsi (57,1%). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap terhadap pemakaian kontrasepsi. Remaja gaul tersebut memerlukan penyuluhan kesehatan reproduksi, pendidikan seksual dan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan terintegrasi. Remaja perlu diarahkan untuk berprilaku reproduksi sehat dan tidak bertentangan dengan norma, nilai dan kepercayaan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penelitian guna mencari metode perubahan prilaku reproduksi remaja.Kata kunci : Remaja putri, pengetahuan, sikap terhadap pemakaian kontrasepsiAbstractMany sexually active adolescents have been doing premarital sex. Based on the Cairo 1994 commitment, adolescents have freedom to think and have rights to make decision on reproductive health. Therefore, adolescents have rights to involve in the family planning and contraceptive services. The objective of this research is to identify knowledge and attitude on contraceptive use among “sociable” adolescent girls. This research uses cross sectional design with subjects of “sociable” adolescent girl age 15 to 24 years old who usually socialize in Parkir Timur Senayan, Southern Jakarta in Saturday night. Samples were taken by Quota Sampling. The result shows that “sociable” adolescence girl in Parkir Timur Senayan have good knowledge (54,1%) and good attitude of using contraceptive (57, 1%). The result also shows that there is no significant relationship between knowledge and attitude of using contraceptive. Therefore, we need to promote adolescent’s reproductive health, sexual education and programs on adolescent reproductive health service in a comprehensive and integrated ways to improve adolescent reproduction health situation and adhere to religious and cultural norms. There is a need to improve and to refine research methodology in the adolescent reproductive health area.Keywords : Adolescenct girl, knowledge, attitude contraceptive us
peer review: Correlation Between Perception of Smoke Dangers Message with Adolescent Smoking Behavior in Banjarbaru.
Peer review: Reinforcing Factors Of Students Smoking Behavior In PesantrenDarulHijrah Putra Martapura South Kalimantan.
Keikutsertaan Pria dalam Program Keluarga Berencana di Indonesia
Men already used contraception with withdrawal and condom which had known centuries ago. Since contraception for women was found, men family planning program was likely ignored. The involving of men in family planning in Indonesia is still lower than Bangladesh, Pakistan, and Nepal. The objective of this study is to analyze the credencial factor of men participation in family planning through mass media exposure and contact information. This study used Indonesia Demografic and Health Survey (IDHS) 2007 data used cross-sectional study and 6.013 married men aged 15 – 54 years old as participants. Sampling method used is two stage sampling. Data wasanalyzed by chi square and logistic regression. The research showed that men who were exposed mass media 2,12 times more involved in family planning than men who were not exposed mass media and men who were contact information in family planning through mass media 2,21 times moreparticipating in family planning than men who were not. The result showed that men have the highest possibility to participate in family planning if exposed by mass media and contacted to family planning information through mass media with biggest OR = 2,77
- …
