1,721,239 research outputs found
Modul #1 Memahami Urun Daya Dalam Praktik Desain
Merupakan karya tulis berupa modul, dengan judul Modul #1 Memahami Urun Daya Dalam Praktik Desain karya dari Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn
BELAJAR DARI AMATIR: Memahami Dimensi Teori Dari Fenomena Urun Daya Rancang Grafis
Merupakan karya ilmiah berupa karya tulis buku dengan judul BELAJAR DARI AMATIR: Memahami Dimensi Teori Dari Fenomena Urun Daya Rancang Grafis karya dari Taufik Murtono, S.Sn., M.Sn
Sri Murtono (1916-1986) pendidik dan teater Indonesia : Sebuah biografi
Sri murtono lahir di kendal, semarang Jawa tengah pada tanggal 23 september 1916 dari pasangan R. Broto Hadi Sudarno dengan Sri Kusmadinah. Sri Murtono sebagai pendidik pengabdiannya tidak terbatas di bidang seni teater tetapi diberbagai lembaga pendidikan seni. Sebagai seniman teater Indonesia karya-karya pertunjukannya tidak diragukan lagi. Demikian pula karya naskah dramanya telah menjadi bagian penting dalam khasanah sastra dan perunjukan di Indonesia. Semangat nasional dalam hasil karyanya tidak diragukan keberadaannya oleh masyarakat beliau selalu konsisten dengan sikap dan pendiriannya. Ia mendapat penghargaan di bidang seni pada tahun 1981 dari presiden Suharto. Dengan banyaknya prestasi dan besarnya pengabdiannya di bidang seni teater maka sudah sepantasnyalah ia ditulis dalam sebuah biografi
Perempuan Melawan Arogansi Kekuasaan Maskulin dalam beberapa Drama Karya Sri Murtono
Penelitian ini bertujuan untuk memahami drama-drama karya Sri Murtono, khususnya yang bertokohkan perempuan dan ditulis atau dipublikasikan pada tahun 1950-an sampai 1980. Mengkaji ketiga drama dari Sri Murtono, yaitu Lara Jonggrang, Puteri Andayaprana, dan Kidung Dwipantara
POSTER PAWWON VERSI “DAPUR BAGONG”
Merupakan karya seni rupa berupa karya seni poster dengan judul POSTER PAWWON VERSI “DAPUR BAGONG” karya dari Taufik Murtono, Bibit Waluya Wibawa dk
“Poster Pawwon Versi Dapur Petruk”
Merupakan karya seni rupa berupa karya seni poster dengan judul “Poster Pawwon Versi Dapur Petruk”” karya dari Taufik Murtono, Bibit Waluya Wibawa dkk
Memahami Naskah Drama Genderang Bharatayuda, Karya Sri Murtono
Naskah drama Genderang Bharatayuda karya Sri Murtono yang ditulis antara Januari 1947 sampai dengan September 1948 dan diterbitkan Balai Pustaka Jakarta tahun 1953 ternyata dalam sejarah drama Indonesia kurang dibicarakan. Untuk itu dalam pengkajian ini diusahakan dengan memahaminya mengguna kan teori struktural.Dari sini setidaknya diketahui bahwa sri Murtono adalah salah satu pengarang drama Indonesia yang juga seniman teater berjiwa nasionalisme. Artinya dari bebe rapa karya dramanya b'erkisah tentang pentingnya kesadaran berjuang,seperti naskah drama Gunung Berintik (1946), sum pah Dadjah(1949),Konvoi Penghabisan (1949) dan lain sebagianya.
Secara struktural naskah drama Genderang Bharatayuda bertemakan perjuangan mempertahankan martabat bangsa dan mem bangkitkan eemangat juang yang penuh sikap keperwiraan diper lukan pengorbanan jiwa, raga dan cinta. Yang mana ilham
griteranya berasal dari lakon besar Perang Bharatayuda dalam epos Mahabharata.
Alur atau plot Genderang Bharatayuda disusun secara konvensional dengan pola segitiga sama kaii seperti yang di kemukakan Hudson. Secara kualitas termasuk beralur dan secara kuantitatif beralur tunggal. Kemudian ditinjau dari bentuknya masuk alur maju atau progresive plot.
didalam penokohan naskah drama Genderang Brantayuda tergambarkan dengan jelas. Watak dari Widjaya dan Syita jika diamati dari segi perkembangan wataknya merupakan tokoh bulat atau round character, yaitu tokoh yang mem punyai per kembangan watak tidak terduga. Kemudian tokoh-tokoh Teruna, Kirana, Airawati, Ulupui, Madri, Wirakta, Jumna, Widura, Panca dan Perjurit-perjurit wataknya termasuk tokoh datar atau flat character, yaitu tokoh yang wataknya hanya diungkapkan dari satu sisi atau statis
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
