27 research outputs found

    PENGGUNAAN BUKU AJAR HIDROKARBON BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP): EFEKTIFKAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA?

    No full text
    AbstrakKewirausahaan merupakan syaraf pusat atau pengendali perekonomian suatu bangsa. Semangat yang terkandung dalam kewirausahaan atau yang lebih dikenal dengan istilah entrepreneurship pada hakikatnya adalah segala upaya untuk menciptakan kemakmuran bagi individu atau sekelompok orang dan sekaligus memberikan nilai positif bagi masyarakat luas. Mendukung hal tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi minat berwirausaha mahasiswa setelah diberikan materi kuliah hidrokarbon berbantuan buku ajar yang berorientasi chemoentrepreneurship (CEP). Subyek dalam penelitian ini yakni 22 orang mahasiswa Program Studi Tadris IPA IAIN Ambon Angkatan 2018 dan 2019. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni Action Research (PTK) dengan pertimbangan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya. Penggunaan buku ajar mata kuliah hidrokarbon berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) menghasilkan kesimpulan bahwa buku ajar tersebut dalam penggunaannya pada perkuliahan dapat meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa, dimana 81.8% (18 orang) mahasiswa mempunyai minat berwirausaha tergolong dalam kriteria sangat tinggi. Melalui penelitian ini, diharapkan menjadi acuan pengembangan buku ajar serupa di rumpun bidang ilmu sains dalam upaya menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa.Kata kunci: Buku Ajar, Hidrokarbon, Chemoentrepreneurshi

    Penerapan Model Pembelajaran Synectics: Mampukah Meningkatkan Prestasi Belajar Kimia Siswa?

    No full text
    AbstrakTeridentifikasi bahwa pelaksanaan pembelajaran kimia yang dilakukan di kelas X SMA Al-Fiqri Telaga Piru cenderung berpusat pada guru, mengindahkan interaksi dengan siswa dan kepercayaan diri siswa sangat rendah. Hal ini mengakibatkan prestasi belajar kimia siswa menjadi rendah. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian tindakan kelas ini yakni meningkatkan hasil belajar kimia siswa melalui penerapan model pembelajaran synectics dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa yang hasil belajar kimianya masih rendah. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus dan pengumpulan data melalui instrumen tes pokok bahasan hidrokarbon. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kuantitatif persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, pencapaian prestasi belajar 70% siswa tergolong kategori sangat baik, dan 30% dalam kategori baik. Merujuk hasil tersebut, diharapkan guru kimia agar lebih intensif menerapkan model pembelajaran synectics pada pokok bahasan pembelajaran kimia yang lainnya

    PENINGKATAN MINAT KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PENGGUNAAN BUKU AJAR MATA KULIAH HIDROKARBON BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP)

    No full text
    Kewirausahaan merupakan syaraf pusat atau pengendali perekonomian suatu bangsa. Semangat yang terkandung dalam kewirausahaan atau yang lebih dikenal dengan istilah entrepreneurship pada hakikatnya adalah segala upaya untuk menciptakan kemakmuran bagi individu atau sekelompok orang dan sekaligus memberikan nilai positif bagi masyarakat luas. Mendukung hal tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi minat berwirausaha mahasiswa setelah diberikan materi kuliah hidrokarbon berbantuan buku ajar yang berorientasi chemoentrepreneurship (CEP). Subyek dalam penelitian ini yakni 22 orang mahasiswa Program Studi Tadris IPA IAIN Ambon Angkatan 2018 dan 2019. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni Action Research (PTK) dengan pertimbangan sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya. Penggunaan buku ajar mata kuliah hidrokarbon berorientasi chemoentrepreneurship (CEP) menghasilkan kesimpulan bahwa buku ajar tersebut dalam penggunaannya pada perkuliahan dapat meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa, dimana 81.8% (18 orang) mahasiswa mempunyai minat berwirausaha tergolong dalam kriteria sangat tinggi. Melalui penelitian ini, diharapkan menjadi acuan pengembangan buku ajar serupa di rumpun bidang ilmu sains dalam upaya menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa. Kata Kunci: Buku Ajar, Hidrokarbon, Chemoentrepreneurshi

    PRAKTEK BAGI HASIL TABUNGAN HAJI DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus Bank Muamalat Cabang Enggal, Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Mudharabah merupakan pola kerja sama ekonomi yang menjadi unggulan bank syariah, sehingga banyak masyakarat mengidentifikasi bank syariah sebagai “bank bagi hasil”. Penulis tertarik menelaah lebih lanjut tentang bagi hasil pembiayaan Mudharabah pada bank syariah khususnya Bank Muamalat. Pada penelitian ini penulis menentukan rumusan masalah adalah bagaiamana praktek bagi hasil tabungan haji pada Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung dan bagaimana pandangan hukum islam tentang praktek bagi hasil tabungan haji pada bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara sehingga dapat memberikan gambaran keadaan yang terjadi secara nyata untuk kemudian ditarik kesimpulan yang dapat dijadikan dasar untuk memberikan saran untuk menguji hipotesis yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek bagi hasil tabungan haji di Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung. Akad yang digunakan adalah akad Mudharabah yaitu perjanjian bagi hasil antara pemilik modal (shahibul maal) dengan pengusaha memiliki keahlian atau pengalaman dalam pengelolaan sebuah proyek. Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung, telah menerapkan sistem bagi hasil deposito Mudharabah yang sesuai dengan prinsi-prinsip syariat Islam. Hal ini tercemin dari kejelasan akad yang mengatur pengelolaan dana nasabah. Bank telah menetapkan syarat dan ketentuan yang ketat, memastikan bahwa setiap usaha yang dijalankan dengan mengunakan dana nasabah tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam. Pelaksanaan praktek bagi hasil pada tabungan haji di Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung, mengadopsi sistem profit Sharing. Dalam sistem ini, keuntungan yang di peroleh dari Shahibul Maal (pengelolaan dana) nasabah akan dibagi antara nasabah dan bank berdasarkan proporsi yang telah disepakati di awal dan dihitung berdasarkan laba bersih yang diperoleh setelah dikurangi seluruh biaya operasional. ABSTRACT Mudharabah is a cooperative economic model that is a hallmark of sharia bank, leading many in society to identify Islamic banks as “profit-sharing banks.” The author is interested in further examining the profit-sharing aspect of Mudharabah financing at Islamic banks, particularly Bank Muamalat. In this research, the author formulates the problem statement: how does the practice of profit-sharing for hajj savings work at Bank Muamalat Enggal Bandar Lampung Branch, and how is the Islamic legal perspective on this practice. The methodology used in this study is qualitative, with data collection conducted through tests and interviews to provide a realistic depiction of the situation, enabling conclusions to be drawn that can serve as a basis for recommendations to test existing hypotheses. This research aims to understand the profit-sharing practices for hajj savings at Bank Muamalat Cabang Enggal Bandar Lampung. The contract employed is the Mudharabah agreement, which is a profitsharing agreement between capital owners (shahibul maal) and entrepreneurs who possess expertise or experience in managing a project. Bank Muamalat Enggal Bandar Lampung Branch has implemented a profit-sharing system for Mudharabah deposits that aligns with Islamic principles. This is reflected in the clarity of the contract governing the management of customer funds. The bank has established strict terms and conditions, ensuring that every venture undertaken with customer funds does not contradict Islamic law. The implementation of profit-sharing practices for hajj savings at Bank Muamalat Enggal Bandar Lampung Branch adopts a profit-sharing system where profits generated from customer fund management are divided between customers and the bank based on a pre-agreed proportion, calculated from net profits after deducting all operational costs

    Pentingya Mitigasi Bencana Alam Longsor Lahan: Studi Persepsi Mahasiswa

    No full text
    Kota Ambon sebagai pusat bisnis dan pemerintahan di wilayah Provinsi Maluku memiliki karakteristik kondisi geografis yang tergolong daerah rawan bencana alam longsorlahan. Tercatat bahwa bencana alam longsorlahan termasuk ke dalam bencana alam tahunan yang kerap terjadi di Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Ambon terhadap mitigasi bencana longsorlahan dalam upaya meminimalisir korban jiwa. Penelitian survei ini menggunakan metode deskriptif kualitatif persentase dalam pengolahan data. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 82 mahasiswa aktif Program Studi PGMI IAIN Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1) 63,41% mahasiswa memiliki pengetahuan mitigasi bencana longsorlahan dalam kategori sangat baik; 2) 35,36% mahasiswa dalam kategori baik, dan 3) 1,21% mahasiswa dalam kategori cukup. Berdasarkan uraian tersebut, perlu diadakan sosialisasi dalam bentuk workshop, demonstrasi maupun simulasi lebih lanjut kepada segenap civitas akademika IAIN Ambon mengenai mitigasi bencana alam longsorlahan, sehingga diharapkan dapat meminimalisir adanya korban jiwa ketika bencana alam tersebut terjadi

    Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Co-Op Co-Op

    No full text
    Biology learning carried out at SMPN 1 Air Buaya is indicated to be less effective because it is still teacher centered learning. This is indicated by the low motivation and student learning outcomes. One of the student-centered cooperative learning models is the co-op co-op type of learning model. This classroom action research aims to improve the motivation and learning outcomes of class VIII students through the application of the co-op co-op learning model on the respiratory system material in humans. This research is carried out in 2 cycles, where each cycle goes through the stages of planning, implementing, observing, and reflecting. The results showed that the co-op co-op learning model was able to improve student learning outcomes, namely as many as 89.4% of students and the average achievement of student motivation was 82.7%. Referring to the results of the study, classroom teachers should be more intensive in applying the co-op co-op learning model to other biology learning subjects. Keywords: co-op co-op, biology learning, motivation, learning outcome

    Scientific Writing Training for IAIN Ambon Students

    No full text
    Abstract. This community service activity (PkM) specifically aims to, 1) provide understanding to students about tips and tricks for writing scientific papers, 2) improve students' skills in writing scientific papers, and (3) improve the quality of student scientific papers. The training participants were 30 IAIN Ambon students consisting of students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK) and the Faculty of Sharia and Islamic Economics (FSEI). The materials presented during the training included 1) Basic Concepts of Writing Scientific Writing, 2) Anatomy of Scientific Writing, 3) Use of Language in Scientific Writing, and 4) Tips and Tricks to Overcome Plagiarism. The methods used during the training were lectures, demonstrations, interactive discussions and coaching clinics. The results of this PkM activity are, 1) students gain basic knowledge about the preparation of scientific works such as articles, proposals and theses, 2) students are able to compose scientific papers in accordance with systematics and writing criteria, and 3) students are able to write scientific papers that quality.Keywords: systematics of scientific writing, paraphrasing, plagiarism, language formulatio

    Capacity Teacher’s Strengthening in Writing and Publishing Scientific Research Articles

    No full text
    Abstract. The implementation of this Community Service (PkM) activity aims to improve the ability of teachers to write scientific research articles. Furthermore, the articles are expected to be published in scientific journals. Through this PkM activity, teachers are expected to be able to, 1) have basic knowledge of the steps for compiling scientific articles on research results properly and correctly; 2) search for scientific journals in order to publish scientific articles; and 3) knowing how to publish scientific articles in several scientific journals at the IAIN Ambon Journal House. The training participants were 20 teachers at Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ansor Ambon City with various educational backgrounds. The materials presented during the training were 1) tips and tricks for compiling scientific research articles, 2) strategies for selecting nationally accredited scientific journals that are in accordance with scientific articles, and 3) the stages of submitting scientific articles to scientific journals. This PkM activity is carried out through lectures, demonstrations, and interactive discussions. The results of the training obtained are 1) the teacher gains basic knowledge about the preparation of scientific research articles, 2) the teacher is able to find and adjust the target of the intended scientific journal according to the focus and scope of the article that has been made, and 3) the teacher is able to carry out the article submission stages on scientific journals at the IAIN Ambon Journal House. Referring to the results of this PkM activity, the school should be more intensive in carrying out training activities, so that teachers will increase their capacity in writing and publishing scientific articles. Keywords. writing and publishing, scientific research articles, teacher, open journal system (OJS

    Pembelajaran Sains Untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini

    No full text
    ABSTRAKKerusakan lingkungan terjadi akibat rendahnya karakter peduli lingkungan, seperti perilaku membuang sampah sembarangan, membakar sampah, merubah lahan hijau menjadi kawasan permukiman, dan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kesadaran masyarakat di Kota Ambon dalam menjaga lingkungan masih sangat rendah. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini yakni meningkatkan karakter peduli lingkungan anak usia dini, melalui pembelajaran sains dengan metode demonstrasi dan praktik langsung. Subjek penelitian yakni 20 anak kelompok B di RA Al Hikmah Kota Ambon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada peningkatan karakter peduli lingkungan anak usia dini tersebut. Secara rinci, Siklus I sebanyak 10 anak (50%) telah mencapai karakter peduli lingkungan dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Selanjutnya pada Siklus II sebesar 17 anak (85%) berhasil mencapai kategori BSB. Saran yang diberikan merujuk pada hasil penelitian tersebut yakni guru dan sekolah agar lebih intensif melaksanakan pembelajaran sains dalam upaya meningkatkan karakter peduli lingkungan anak.Kata kunci: pembelajaran sains; demonstrasi; praktik langsung; anak usia dini; peduli lingkunganABSTRACTEnvironmental damage occurs due to low human awareness of the environment. Behaviors such as littering, burning garbage, turning green land into housing, and increasing the volume of vehicles, indicate that public awareness in Ambon City in protecting the environment is still very low. This Classroom Action Research aims to improve the environmental care character of early childhood through science learning with demonstration methods and hands-on activity. The research subjects were 20 children in group B at RA Al Hikmah, Ambon City. The results of data analysis show that there is an increase in the character of caring for the environment at this early age. In detail, that 1st Cycle as many as 10 children (50%) have reached the category of BSB for environmental care character. Furthermore, in 2nd Cycle, 17 children (85%) managed to reach BSB category. The advice given refers to the results of the study was teachers and schools to be more intensive in carrying out science learning to improve the character of caring for the environment.Keywords: science learning; demonstration; hands-on activity; early childhood; environmental car

    VARIASI ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM TUTURAN MASYARAKAT MULTILINGUAL DI KABUPATEN PANGKEP (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

    No full text
    Abstract This study aims to describe variations in code-switching and code-mixing in Indonesian (BI), Makassar (BM), and Bugis (BB) languages and the social factors that cause them. This qualitative research uses data in the form of speeches from multilingual communities in the Pangkajene market, Pangkep Regency. Data were collected through observation and listening methods with recording and recording techniques. Based on the research results, it was found that code-switching variations were (1) BI basic code, resulting in variations of BI to BM and BI to BB code-switching; (2) BB base code, giving rise to variations of BB code-switching to BI; and (3) BM base code, giving rise to variations of BM code-switching to BI. Furthermore, code-mixing variations were found with the BI, BB, and BM basic codes. Factors that cause code-switching are changes in the purpose of the conversation and participants, the presence of a third person, and other purposes as well as adjustments to the language code. While the factors causing code-mixing are the lack of fluency in the language, the use of popular terms, and the aim of establishing familiarity in buying and selling activities.Keywords: code switching, code mixing, multilingual society Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi alih kode dan campur kode bahasa Indonesia (BI), bahasa Makassar (BM), dan bahasa Bugis (BB) serta faktor-faktor sosial penyebabnya. Penelitian kualitatif ini menggunakan data berupa tuturan masyarakat multilingual di pasar Pangkajene Kabupaten Pangkep. Data dikumpulkan melalui metode observasi dan simak dengan teknik rekam dan pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan variasi alih kode yaitu (1) Kode dasar  BI, memunculkan variasi alih kode BI ke BM dan BI ke BB; (2) kode dasar BB, memunculkan variasi alih kode BB ke BI; dan (3) kode dasar BM, memunculkan variasi alih kode BM ke BI. Selanjutnya, ditemukan variasi campur kode dengan kode dasar BI, BB, dan BM. Faktor yang menyebabkan alih kode yaitu perubahan tujuan pembicaraan dan partisipan, adanya orang ketiga dan maksud lain serta penyesuaian kode bahasa. Sedangkan faktor penyebab campur kode yaitu kurangnya fasih berbahasa, adanya penggunaan istilah popular dan tujuan menjalin keakraban dalam aktivitas jual-beli..Kata kunci: Alih Kode, Campur kode, Masyarakat Multilingua
    corecore