1,722,197 research outputs found
Business cycle transmission between the USA and Indonesia: A vector error correction model
There are several mechanisms that can account for short-run business cycle transmission. International trade is probably the major vehicle, and it forms a direct channel through which income and price shocks may be transmitted. Capital flows provide a second mechanism which is most likely to be responsible for the transmission of interest rate, monetary and exchange rate shocks. The study attempted to focus on the income shocks transmitted between a developed country and a developing country such as the USA and Indonesia. The transmission of industrial production, prices and interest rate shocks between the two countries have been examined along with an objective to test this proposition focusing on Indonesia. The study also considered the USA-Indonesia proposition by estimating a vector error correction model. The findings of the study show that there is no co-integration between U.S. and Indonesian industrial production. Therefore it does not appear that the USA drives Indonesian business cycle fluctuations and vice versa.Business cycle; co-integration; error correction model, business transmission
pola asuh anak dalam membentuk kemandirian di pondok pesantren hasan munadi ponorogo
ABSTRAK
Marjuki , 2023. Pola Asuh Anak Dalam Membentuk Kemandirian Di Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. SKRIPSI. Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing Dr. Ayok Ariyanto, M.Pd.I. dan Lilis Sumaryanti, M.Pd.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1)Pola asuh anak dalam membentuk kemandirian anak di Pondok Pesantren Hasan Munadi. 2) Hasil Pola Asuh anak dalam membentuk kemandirian di Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. 3) hambatan dan dukungan Pola Asuh Anak dalam memebentuk kemandirian di Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo.
Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pola asuh anak dalam membentuk kemandirian anak di Pondok Pesantren Hasan Munadi bahwa kepengasuhan atau ustadz dan ustdzah memberikan keteladanan, tanggung jawab, pembiasaan, pembimbingan,serta memberikan tata tertib. 2).Dukungan dan hambatan dari pola asuh yang diterapkan berasal dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, anak, dan juga masyarakat sekitar pesantren.
.
Kata Kunci : Pola Asuh,Kemandiria
METODE PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN DI SMP IT AL-MUNADI KECAMATAN MEDAN MARELAN
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui pembelajaran Tahfidzul Qur’an kelas VII di SMP IT AL-MUNADI Kecamatan Medan Marelan; 2) untuk mengetahui metode pembelajaran Tahfidzul Qur’an kelas VII di SMP IT AL-MUNADI Kecamatan Medan Marelan; 3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an yang di capai oleh siswa kelas VII SMP IT AL-MUNADI Kecamatan Medan Marelan. Metode penelitin ini menggunakan kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal bertujuan untuk menjadikan siswa siswi menjadi generasi sesuai dengan ajaran Islam bener dari ajaran Al-Quran dan Hadits untuk selanjutnya. Metode pembelajaran Tahfidzul Qur’an yang digunakan di SMP IT AL-MUNADI yaitu metode tahsin, lajnah, penekanan atau keharusan, mengulang-ulang ayat, ayat per ayat, halaqah berkala, kitaba
Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an Oleh Guru Tunanetra Masa Pandemi COVID-19 di MAN 1 Surakarta
ABSTRACTThe purpose of this study was to determine 1) the implementation of learning tahfidz Al-Qur'an by blind teachers during the Covid-19 pandemic in class X IPS 6 MAN 1 Surakarta in the academic year 2019/2020, 2) blind teachers' efforts in creating a conducive atmosphere during the implementation of learning tahfidz Al-Qur'an during the Covid-19 pandemic in class X IPS 6, 3) The reason some class X IPS 6 students are less responsive to blind teachers during the implementation of learning tahfidz Al-Qur'an during the Covid-pandemic 19. This research is a field research (field research) using a qualitative descriptive method. This research was conducted in May-June 2020. The subjects in this study were the Al-Qur'an tahfidz teachers (blind) and students of class X IPS 6. While the informants were the head of the madrasah, the vice principal of the curriculum, the tahfidz coordinator, and the X IPS class guardian. 6. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews, and documentation. In testing the validity of the data, the source and method triangulation techniques were used. Data were analyzed using an interactive analysis model.The results showed that first, the implementation of learning tahfidz Al-Qur'an by blind teachers during the Covid-19 pandemic in class X IPS 6 students was online through the WhatsApp group, using both voice message, text message and call features. Second, the blind teachers' efforts in creating a conducive atmosphere during the implementation of Al-Qur'an tahfidz learning in class X IPS 6 students are blind teachers giving punishment or giving rewards. Third, the reason for some of the actions of students of class X IPS 6 is less responsive to blind teachers in implementing tahfidz Al-Qur'an learning is that blind teachers are less assertive and a lack of parental supervision while lessons are conducted online. Keyword: Learning, Tahfidz Al-Qur'an, Blind Teacher ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an oleh guru tunanetra di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas X IPS 6 MAN 1 surakarta tahun pelajaran 2019/2020, 2) usaha guru tunanetra dalam mewujudkan suasana yang kondusif selama pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas X IPS 6, 3) Alasan beberapa siswa kelas X IPS 6 kurang responsif terhadap guru tunanetra selama pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah guru tahfidz Al-Qur’an (tunanetra) dan siswa kelas X IPS 6. Sedangkan informan adalah kepala madrasah, waka bagian kurikulum, koordinator tahfidz, dan wali kelas X IPS 6. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Data dianalisis dengan model analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an oleh guru tunanetra di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas X IPS 6 adalah secara daring melalui group WhatsApp, baik menggunakan fitur pesan suara, pesan teks, dan panggilan. Kedua, usaha guru tunanetra dalam mewujudkan suasana yang kondusif selama pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada siswa kelas X IPS 6 adalah guru tunanetra memberikan punishment atau hukuman dan memberikan reward. Ketiga, Alasan beberapa tindakan siswa kelas X IPS 6 kurang responsif terhadap guru tunanetra dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an adalah guru tunanetra kurang tegas dan kurangnya pengawasan orangtua selama pembelajaran dilaksanakan secara daring
Manajemen wisata religi pada makam Syekh Hasan Munadi di desa Nyatnyono kecamatan Ungaran Barat kabupaten Semarang
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan manajemen. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan diperoleh dari pengelola Makam Syekh Hasan Munadi dan kepustakaan yang terkait dengan judul skripsi ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, manajemen wisata religi untuk pengembangan dakwah di Makam Syekh Hasan Munadi sudah dijalankan berdasarkan fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan. Pengelolaan pada Makam Syekh Hasan Munadi dilakukan oleh pihak ahli waris, yang bertugas sebagai juru kunci sekarang adalah KH. Murtadho Khasabu. Demi keberhasilan pelaksanaan manajemen wisata religi, pihak pengelola Makam Syekh Hasan Munadi memanfaatkan sumber daya manusia maupun non manusia. Sumber daya manusia di sini adalah pihak pengelola, pekerja dan peziarah, sedangkan sumber daya non manusia adalah keadaan alam sekitar dan alat-alat atau benda yang digunakan untuk mendukung proses manajemen, seperti karpet, sound system, komputer dan lain-lain.
Dalam pelaksanaan manajemen dakwah pada Makam Syekh Hasan Munadi terdapat faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Faktor pendukungnya antara lain: banyaknya peziarah yang datang, tempatnya yang bersih serta tidak dipungut biaya apapun. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: papan petunjuk arah kurang jelas, belum dinaungi oleh yayasan, bangunan makam yang sempit, kurangnya publikasi, kurangnya kendaraan umum serta kurangnya kerja sama antara pihak pengelola dengan pemerintah desa. Untuk mengatasi hambatan yang ada sebaiknya pihak pengelola selalu melakukan perbaikan infrastruktur pada area makam dan pihak pengelola harus berkerja sama dengan pihak pemerintah desa. Kesimpulannya adalah dalam wisata religi Makam Syekh Hasan Munadi pihak pengelola sudah menjalankan fungsi-fungsi manajemen walaupun belum maksimal
- …
