1,721,061 research outputs found
Desain Prategang Pada Balok Jembatan Dengan Metode Pracetak Segmental Komposit (Studi Kasus Pada Jembatan Sonde I di Ngawi Jawa Timur)
Kemampuan utama dari beton prategang adalah dalam hal menahan beban luar (lentur dan geser) yang relatif besar. Untuk jembatan dengan bentang yang relatif panjang digunakan sistem segmental. Tujuan studi ini untuk menentukan dimensi gelagar induk dengan memakai balok segmental.Analisa desain balok memakai prategang penuh (full prestressing). Perhitungan statika dengan sistem mekanika balok sederhana. Panjang balok segmental direncanakan 6 meter dengan panjang bentang 36 meter, total panjang jembatan 108 meter, lebar total jembatan 7 meter dipakai untuk lalu lintas dua jalur, jumlah gelagar induk 4 buah dengan jarak antar gelagar 1,83 meter. Mutu beton untuk plat 25 MPa sedangkan untuk balok 50 MPa. Kehilangan gaya prategang yang dianalisa adalah akibat gesekan kabel dengan duct, slip angker (draw-in) pada waktu penarikan, susut, rangkak dan deformasi elastisitas pada beton, serta relaksasi pada baja prategang.Dari hasil desain diperoleh dimensi balok prategang bentuk penampang I tidak simetris dengan lebar sayap bagian atas 80 cm, tebal badan 20 cm, lebar sayap bagian bawah 70 cm, tinggi total 170 cm, digunakan tulangan konvensional dengan diameter 16 mm. Tendon yang digunakan dari sistem Freyssinet dengan jumlah tendon 3 buah, tiap tendon terdiri dari 19 strand dengan Po = 9405 kN dan Peff = 7524 kN. Lintasan tendon berbentuk parabola. Untuk balok diafragma jumlah balok 9 buah, tinggi 80 cm, tebal 20 cm, panjang 163 cm, jumlah tendon 1 buah dengan lintasan tendon lurus. Digunakan tulangan konvesional dengan diameter 16 mm. Kehilangan gaya prategang secara keseluruhan sebesar 17,54 %, panjang daerah end block 30 cm, dipakai tulangan diameter 22 mm dan type angkur 19K13
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Penyusunan Jurnal Harian Pada Siswa Kelas IV UPT SPF SD Inpres Perumnas II Kota Makassar
Mulianti 2023, Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui
Penyusunan Jurnal Harian Pada Siswa Kelas IV UPT SPF SD Inpres Perumnas
II Kota Makassar. Skripsi. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh
Muhammad Faisal dan Syamsuryani Eka Putri Atjo).
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahui
peningkatan keterampilan menulis karangan narasi melalui penyusunan jurnal
harian pada siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Perumnas II Kota Makassar.
Fokus penelitian ini yaitu keterampilan menulis karangan narasi melalui
penyusunan jurnal harian. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas
IV UPT SPF SD Inpres Perumnas II Makassar. Data hasil penelitian diperoleh
dengan menggunakan tes menulis karangan narasi.Teknik analisis data yaitu
dengan menerapkan indikator keberhasilan pada hasil tes. Berdasarkan Hasil pada
penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menulis karangan narasi melalui
penyusunan jurnal harian pada siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Perumnas II
Kota Makassar mengalami peningkatan. Hasil tes menulis karangan narasi siswa
pada siklus I menujukkan ada 13 siswa yang tuntas dengan memperoleh nilai >71,
sedangkan siswa yang memperoleh nilai <71 atau belum tuntas ada 9 siswa
sehingga dengan hal tersebut maka hasil tes siklus I berada pada kategori baik.
Hasil dari siklus II menunjukkan ada 19 siswa yang sudah tuntas dengan
memperoleh nilai >71, sedangkan siswa yang belum tuntas karena memperoleh
nilai <71 ada 3 siswa. Sehingga dengan hal itu hasil tes siklus II berada pada
kategori baik dengan frekuensi lebih banyak dari hasil siklus I. Hasil tes siklus II
mengalami peningkatan dari hasil tes pada siklus I. Rata-rata nilai menulis
karangan narasi siswa pada siklus I adalah sebesar 68.14, sedangkan hasil rata-rata
nilai menulis karangan narasi siswa pada siklus II adalah 75.48
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN KREATIF TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I BANTIMURUNG
Anita Mulianti, 2012. Skripsi. Pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik permainan kreatif terhadap peningkatan keterampilan interpersonal siswa SMP Negeri I Bantimurung.Dibimbing oleh Dr. Sulaiman Samad, M.Si. dan Drs. Muh. Anas Malik, M.Si. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini menelaah Pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik permainan kreatif untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP Negeri I Bantimurung. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran pelaksanaan permainan kreatif dalam Bimbingan Kelompok pada siswa SMP Negeri I Bantimurung? (2)Bagaimana gambaran keterampilan interpersonal pada siswa SMP Negeri I Bantimurung? (3)Bagaimana pengaruh penggunaan permainan kreatif dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP Negeri I Bantimurung?. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Mengetahui gambaran pelaksanaan permianan kreatif dalam Bimbingan Kelompok pada siswa SMP Negeri I Bantimurung (2)Mengetahui gambaran keterampilan interpersonal pada siswa SMP Negeri I Bantimurung (3)Mengetahui pengaruh penggunaan permainan kreatif dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP Negeri I Bantimurung. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen Penelitian i ni menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif, jenis penelitian Pre-Experimental Design, dengan desain “ One-Group Pretest-Posttest Design” terhadap 33 subjek penelitian, yang merupakan siswa kelas 8 E SMP Negeri I Bantimurung pada tahun ajaran 2011/2012. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis persentase dan analisis statistik inferensial t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan permainan kreatif dalam bimbingan kelompok memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan keterampilan interpersonal siswa di SMP Negeri I Bantimurung (2) Keterampilan interpersonal siswa menunjukkan mengalami peningkatan atau berada pada kategori tinggi (3) Penggunaan perminan kreatif dalam bimbingan kelompok memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan interpersonal siswa di SMP Negeri I Bantimurung
KANDUNGAN NUTRISI SILASE JERAMI JAGUNG (Zea mays) DAN LEGUM INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) DENGAN KOMBINASI CAMPURAN YANG BERBEDA
MESTIA MULIANTI (2024) : KANDUNGAN NUTRISI SILASE JERAMI JAGUNG (Zea mays) DAN LEGUM INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) DENGAN KOMBINASI CAMPURAN YANG BERBEDA
Jerami jagung (JJ) adalah limbah pertanian yang dapat dijadikan pakan ternak,
Indigofera (Iz) adalah pakan yang memiliki protein tinggi dan dijadikan silase
dengan kombinasi campuran yang berbeda dengan ditambahkan bahan aditif
molases dan tepung jagung (TJ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kandungan nutrisi silase jerami jagung dan legum indigofera dengan kombinasi
campuran yang berbeda terhadap kandungan bahan kering (BK), protein kasar
(PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK), abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen
(BETN). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5
perlakuan dan 4 ulangan dengan rincian perlakuan P0 (100% JJ + 10% TJ + 5%
Molases) P1 (100% Iz + 10% TJ + 5% Molases) P2 (75% JJ + 25% Iz + 10% TJ +
5% Molases) P3 (50% JJ + 50% Iz + 10% TJ + 5% Molases) P4 (25% JJ + 75% Iz
+ 10% TJ + 5% Molases). Peubah yang diamati yaitu BK, PK, SK, LK, Abu dan
BETN. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi silase dengan kombinasi
jerami jagung dan indigofera berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap PK, SK,
LK, Abu, BETN dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap BK. Kesimpulan
penelitian ini adalah silase dengan perlakuan kombinasi jerami jagung dan
indigofera dapat meningkatkan kandungan nutrisi PK(10,89%-15,95%%), LK
(2,58%-3,02%), Abu (5,51%-6,72%) dan menurunkan SK (31,55%- 28,29%),
BETN (50,83%-46,99%) serta dapat mempertahankan kandungan BK (22,48%-
24,04%) perlakuan terbaik dari penelitian ini yaitu pada P2 dengan kombinasi 75%
JJ dan 25% Iz dengan kandungan PK (10,89%), SK (29,78%), dan BETN (50,83%).
Kata kunci: Jerami Jagung; Indigofera zollingeriana; silase; tepung jagung;
molases; kandungan nutris
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
