1,720,960 research outputs found
ANALISA UJI KELAYAKAN INVESTASI PENGADAAN GUDANG BARU PT. VIVA MULIA LESTARI
ANALISA UJI KELAYAKAN INVESTASI PENGADAAN GUDANG BARU PT. VIVA MULIA LESTARI - Kelayakan Investasi, Payback period,Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitabily inde
PENGARUH DISIPLIN, KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. SENTRA AGRI MULIA LESTARI SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara disiplin, kompensasi, dan motivasi terhadap kinerja karyawan. Responden penelitian ini terdiri dari 82 orang karyawan PT. Sentra Agri Mulia Lestari Semarang. Data penelitian ini didapat dari hasil penyebaran kuisioner yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Model persamaan tersebut diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS for windows versi 16. Berdasarkan analisis hipotesis diperoleh bahwa disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pada hasil penelitian ini disiplin adalah variabel yang memberikan pengaruh terbesar terhadap kinerja karyawan. Faktor pemicu disiplin bekerja di PT. Sentra Agri Mulia Lestari Semarang yaitu tindakan manajemen untuk mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai ketentuan. Dengan adanya disiplin yang tinggi dalam melakukan kinerja maka karyawan akan bekerja secara optimal dan akan meningkatkan hasil kinerja tersebut
ANALISIS FRAUD SERTA PENGENDALIANNYA UNTUK MENGURANGI RISIKO TERJADINYA KECURANGAN AKUNTANSI (STUDI KASUS PADA CV CAHAYA MULIA LESTARI SEMARANG)
Fraud merupakan tindakan kecurangan yang banyak terjadi di perusahaan yang masih
memiliki sistem pengendalian yang lemah, demikian pula dengan CV Cahaya Mulia Lestari
yang menjadi objek penelitian kali ini. CV Cahaya Mulia Lestari merupakan perusahaan
distributor yang menjual Castrol Lubricant atau Oli Castrol dan ban motor merek Michelin.
Kecurangan yang dilakukan karyawan kerap terjadi di perusahaan yakni adanya lapping,
melebih-lebihkan jumlah klaim, dan penggelapan dana perusahaan. Perusahaan perlu
mengetahui faktor yang menyebabkan karyawan melakukan kecurangan, maka dari itu
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya fraud dan untuk mengetahui
pengendalian yang tepat untuk mengurangi fraud yang terjadi pada CV Cahaya Mulia
Lestari. Penyebab terjadinya fraud dapat diketahui dengan melakukan analisis fraud triangle
yakni dengan menjabarkan kondisi karyawan sesuai dengan tiga faktor, yakni tekanan,
kesempatan, dan rasionalisasi. Sedangkan untuk mengetahui pengendalian yang tepat untuk
perusahaan, yakni dengan melakukan analisis kondisi riil perusahaan dan
membandingkannya dengan masing-masing komponen sistem pengendalian internal.
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa teknik pengumpulan data yakni dengan melakukan
observasi untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja di perusahaan, melakukan wawancara
dengan beberapa narasumber yang berkaitan, dan melakukan dokumentasi terhadap
sumber-sumber bukti yang ada
PENYESUAIAN DIRI DITINJAU DARI KELEKATAN ORANG TUA DAN KECERDASAN BUDAYA PADA MAHASISWA RANTAU TAHUN PERTAMA
ABSTRAK
Oleh:
Irma Mulia Lestari
Penyesuaian Diri merupakan proses yang terjadi secara terus
menerus yang dilakukan oleh seseorang dengan dirinya sendiri kepada
orang lain, serta lingkungannya untuk mengatasi konflik, kesulitan,
dan rasa frustasi sehingga tercipta suatu hubungan yang serasi antara
dirinya dan lingkungan. Salah satu faktor yang memberikan pengaruh
penyesuaian diri adalah kelekatan orang tua dan kecerdasan budaya.
Penelitian ini bertujuan guna menganalisis penyesuaian diri yang
ditinjau dari kelekatan orang tua dan kecerdasan budaya pada
mahasiswa rantau tahun pertama. Jenis penelitian yang dipilih adalah
penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data memanfaatkan tiga
jenis skala psikologi yakni penyesuaian diri, kelekatan orang tua dan
kecerdasan budaya yang berbentuk kuisioner disebar melalui media
google form.
Subjek pada penelitian yaitu 300 mahasiswa rentan usia 18-21
tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Validitas pada penelitian ini memanfaatkan validitas isi dan
reliabilitas memilih alpha croncach. Dalam penelitian ini
menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan program
software JASP versi 0.16.0.0. Hasil dalam penelitian ini diperoleh
nilai R = 0,826 dengan nilai F = 9,682 (<0,01) yang artinya terdapat
hubungan antara kelekatan orang tua dan kecerdasan budaya dengan
penyesuaian diri. Variabel kelekatan orang tua dan kecerdasan budaya
memberikan pengaruh sebesar 7.2% terhadap penyesuaian diri pada
mahasiswa rantau tahun pertama. Hasil penelitian menunjukkan nilai
koefisien korelasi (rx1-y) = 0,621 dan p <0,01, dapat diketahui bahwa
variabel kelekatan orang tua memiliki hubungan yang positif
signifikan dengan penyesuaian diri dan mendapatkan sumbangan
efektif sebesar 3,8%. Semakin tinggi kelekatan orang tua maka
semakin tinggi pula penyesuaian diri yang dialami seseorang. Selain
itu perolehan nilai (rx2-y) =-0,567 dan p < 0,01 menunjukkan bahwa
kecerdasan budaya dan penyesuaian diri memiliki hubungan positif
signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 6,1%. Semakin tinggi
kecerdasan budaya maka semakin tinggi penyesuaian diri pada
mahasiswa rantau tahun pertama.
Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Kelekatan Orang tua, Kecerdasan
Budaya, Mahasiswa Rantau. ABSTRACT
Author :
Irma Mulia Lestari
Self adjustment is a continuous process carried out by a
person with himself towards other people, as well as hiss environment
to overcome conflicts, difficulties and frustration so as to create a
harmonious relationship between himself and the environment. One of
the factors that influences adjustment is parental attachment and
cultural intelligence in first year overseas students. The type of
research chosen is quantitative research. The data collection method
utilizes three types of psychological scales, namely self adjustment,
parental attachment and cultural intelligence in the form of a
questionnaire distributed via Google Form media.
The subjects in the research were 300 vulnerable students
aged 18-21 years. Sampling usd purposive sampling technique.
Validity in this research utilizes content validits and reliability and
selecting Cronch’s alpha. In this research, multiple regression
analysis techniques were used with JASP software program version
0.16.0.0. The results in this study obtained a value of F= 9.682
(<0.01), which means there is a relationhip between parental
attachment and cultural intelligence and self adjustment. The
variables of parental attachment and cultural intelligence have an
influence of 7,2% on the adjustment of first year overseas student. The
results of the research show that the correlation coefficient (rx1-
y)=0.621 and p,0.01, it can be seen that the parental attachment
variable has a significant positive relationship with self adjustment
and gets an effective contribution of 3.8%. The higher the parental
attachment the higher the personal adjustment a person experience. In
addition, the obtained value (rx2-y)= 0,567 and p<0.01 shows that
cultural intelligence and adjustment have a significant positive
relationship with an effective contribution of 6.1 %. The higher the
adjustment of first year overseas students.
Keywords: Self Adjustment, Parental Attachment, Cultural
Intelligence, Overseas Students
PENGARUH FAKTOR – FAKTOR ORIENTASI STRATEGI TERINTEGRASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP HUBUNGAN JANGKA PANJANG Studi Kasus pada Outlet Consumer Goods CV. Cahaya Mulia Lestari Semarang
The purpose of this research is to test the influences of outlet business
relationship quality, company policy flexibility, salesman personalisation
characteristic, social relationship, and outlet salesman relationship quality toward
strategic integration to increase long range relationship. Using these variables, the
usage of these variables are able to solve the arising problem within CV. Cahaya
Mulia Lestari.
The samples size of this research is 125 outlets of CV. Cahaya Mulia Lestari.
Using the Structural Equation Modeling (SEM). The results show that the outlet
business relationship quality, company policy flexibility, salesman personalisation
characteristic, social relationship, and outlet salesman relationship quality have
positive and significant influences on a strategic integration to increase long range
relationship.
The effect of outlet business relationship quality toward strategic integration
are 0,28, the effect of company policy flexibility toward strategic integration are 0,26,
the effect of salesman personalisation characteristic toward strategic integration are
0,18, the effect of social relationship toward strategic integration are 0,21, the effect
of outlet salesman relationship quality toward strategic integration are 0,24, the
effect of strategic integration toward long range relationship are 0,43.
Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh kualitas hubungan bisnis
dengan outlet, fleksibilitas kebijakan perusahaan, karakteristik personalisasi tenaga
penjual, hubungan sosial, dan kualitas hubungan tenaga penjual dengan outlet
terhadap orientasi strategi terintegrasi dalam meningkatkan hubungan jangka panjang.
Sampel penelitian ini adalah outlet CV. Cahaya Mulia Lestari, sejumlah 125
outlet. Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak
AMOS, digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa
kualitas hubungan bisnis dengan outlet, fleksibilitas kebijakan perusahaan,
karakteristik personalisasi tenaga penjual, hubungan sosial, dan kualitas hubungan
tenaga penjual dengan outlet berpengaruh signifikan positif terhadap orientasi strategi
terintegrasi dan orientasi strategi terintegrasi berpengaruh signifikan positif terhadap
hubungan jangka panjang.
Temuan empiris tersebut mengindikasikan bahwa kualitas hubungan bisnis
dengan outlet berpengaruh signifikan terhadap orientasi strategi terintegrasi dengan
koefisien korelasi sebesar 0,28, fleksibilitas kebijakan perusahaan berpengaruh
signifikan terhadap orientasi strategi terintegrasi dengan koefisien korelasi sebesar
0,26, karakteristik personalisasi tenaga penjual berpengaruh signifikan terhadap
orientasi strategi terintegrasi dengan koefisien korelasi sebesar 0,18, hubungan sosial
berpengaruh signifikan terhadap orientasi strategi terintegrasi dengan koefisien
korelasi sebesar 0,21, kualitas hubungan tenaga penjual dengan outlet berpengaruh
signifikan terhadap orientasi strategi terintegrasi dengan koefisien korelasi sebesar
0,24, dan orientasi strategi terintegrasi berpengaruh signifikan terhadap hubungan
jangka panjang dengan koefisien korelasi sebesar 0,43
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN KINERJA SELLING-IN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PEMASARAN (Studi Kasus pada CV. Cahaya Mulia Lestari Semarang)
Penelitian ini menganalisis pengaruh selling-in sebagai langkah strategik
dalam membangun kinerja pemasaran. Perumusan masalah penelitian berangkat dari
diidentifikasi masalah pada CV. Cahaya Mulia Lestari Semarang yang menunjukkan
terjadinya adanya kencenderungan kinerja pemasaran CV. Cahaya Mulia Lestari
belum optimal karena realisasi penjualan dibawah target penjualan dan relatif
berfluktuasi. Oleh karenanya permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana membangun kinerja selling-in, sehingga kinerja pemasaran dapat tercapai
sesuai harapan?. Selanjutnya variabel dan indikator penelitian juga didasarkan pada
penelitian terdahulu. Sebuah model telah dikembangkan dan lima hipotesis telah
dirumuskan untuk menjawab masalah penelitian ini.
Teknik pengambilan sampel mengunakan quota sampling. Responden dari
penelitian ini berjumlah 114 responden, dimana responden adalah 114 sampel para
pemilik atau penanggungjawab outlet yang menjual produk-produk dari PT Perfetti
Van Melle Indonesia. Alat analisa data yang digunakan adalah Structural Equation
Modelling (SEM) pada program AMOS.
Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan model dan hasil penelitian
dapat diterima dengan baik. Dan selanjutnya hasil penelitian ini membuktikan
kemampuan tenaga penjualan memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap
kinerja selling-in. Strategi pelayanan outlet memiliki pengaruh positif secara
signifikan terhadap kinerja selling-in. Hubungan dengan outlet memiliki pengaruh
positif secara signifikan terhadap kinerja selling-in. Dukungan prinsipal memiliki
pengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja selling-in. Dan kinerja Selling-in
berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja pemasaran. Implikasi
manajerial dan agenda penelitian juga dibahas pada penelitian ini.
This research analyzes factors influencing the selling-in and its strategic in
order to build that marketing performance. The research problems come from field
problem identified from data about the condition of CV. Cahaya Mulia Lestari
Semarang relates to sales target and its realization of product CV. Cahaya Mulia
Lestari Semarang can not realized. Therefore, the formula of problem in this research
is how to increase selling-in in order that marketing performance rich target.
Hereinafter, variable and indicator of this research indicator are also relied on former
researches. A model has been developed and five hypotheses have been formulated to
answer the problem of this research.
Techniques of sampling applied is quota sampling method. The responders in
this research are 114 responders, and all responder are the outlet of PT Perfetti Van
Melle Indonesia. Tool of data analysis’s used is Structural Equation Modeling (SEM)
using computer program of AMOS.
The result of data analysis shows that the model developed and the research
result can be accepted. Hereinafter, the result proves that there is positive influence
of salesmanship skills to selling-in performance. The influence of service strategy has
a positive influence toward selling-in performance. The influence of relationship to
selling-in performance has a positive. The influence of principal support to selling-in
performance has a positive. The influence of selling-in performance to marketing
performance has a positive. Management implication for four constructs and the
future research implication of the finding on discussed
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
