14 research outputs found

    Iʿdād Mawād Taʿlīmīyah Tatakayyaf maʿa al-Jāʾiḥah: Wijhāt Naẓr min Muḥāḍirī al-Lughah al-ʿArabīyah fī Iḥdá al-Jāmiʿāt al-Islāmīyah al-Ḥukūmīyah bi-Indonesia

    No full text
    The Covid-19 epidemic has altered the entire educational system. Teachers must provide instruction and learning materials remotely using electronic learning mediums. This study aims to explore Arabic lecturers' perception of pandemic-sensitive learning material development using semi-structured online interviews with five Arabic language instructors at an Islamic University in Central Java, followed by email interviews. The findings showed two primary strategies for developing pandemic-adaptive materials, including harnessing one's creativity and resources and student collaboration. Additionally, the lecturers reported problems in developing teaching materials due to limited time and learning resources

    تعليم مهارة القراءة من خلال الإسكان الجامعي لطلبة الجامعة الإسلامية الحكومية بورووكرتو في المعاهد الإسلامية التعاونية: دراسة الحالة

    No full text
    مستخلص البحث يستهدف هذا البحث الوصف عن (1) برامج تعليم مهارة القراءة في المعاهد الإسلامية التعاونية، (2) واستراتيجيات تعليم مهارة القراءة في المعاهد الإسلامية التعاونية، (3) والبيئة الداعمة في تعليم مهارة القراءة في المعاهد الإسلامية التعاونية. أما المدخل في هذا البحث هو المدخل الكيفي بالمنهج الوصفي بدراسة الحالة. واستخدم الباحث لجمع هذه البيانات المقابلة والملاحظة والتوثيق والسجلات المكتوبة. وقام الباحث بتحليل البيانات على مذهب ميليس وهوبيرمين وهو جمع البيانات وعرض البيانات وتصنيف البيانات والخلاصة. ونتائج هذا البحث هي أن البرامج التي كانت في المعاهد الإسلامية التعاونية هي:1) برامج تعليم المدرسة الدينية و 2) برامج تعليم القرأن وحفظه و3) وبرامج تعليم كتب التراث و 4) برامج التعليم الداعمة مثل قراءة يس والتهليل والبرزنجي. (2) واستراتيجيات تعليم مهارة القراءة في المعاهد الإسلامية التعاونية هي1- القواعد والترجمة، و2- الاستنباطية و3- التعلم التعاوني، و4- الحفظ، و5- المشاورة و6- بحث المسائل 7- التعلم بالمجموعة. (3) وأما البيئة التي تدعم تعليم مهارة القراءة نوعان وهما البيئة الإنسانية وغير الإنسانية. والاستنتاج النظري لهذا البحث هو أن تعليم اللغات من خلال الإسكان الجامعي والبيئة الداعمة تسهل طلبة الجامعة في إتقان المهارات اللغوية لأن الإسكان الجامعي يجعل التعليم مكثفا أكثر. ABSTRACT The objective of this research is to discribe 1) teaching of reading skill programs at Partner Islamic Boarding Schools, 2) teaching of reading skill strategies at Partner Islamic Boarding Schools, and 3) supporting environment in teaching reading skills at Partner Islamic Boarding Schools. This research uses a qualitative approach by a case study method. The technicues of data collection are interview, observation and documentation. The technicues of analisys are reduction data, displaying data, and drawing conclusion. As for the subtantive findings of this research at Partner Islamic Boarding Schools are: (1) Madrasah Diniyyah learning program, (2) Al-Qur'an and memorization learning program (3) Heritage books ( Kutub at Thurats) learning program, (4) The support of learning programs such as Yaa Siin reading, Tahlil and Al Barzanji. (2) Reading skills learning strategies used in Islamic boarding schools are 1- Qawa'id wa Tarjamah, 2- al Istinbathiyah, 3- at Ta'allum at Ta'aawunii, 4- al Hifdh, 5- al Musyawarah, 6- Bahtsu al Masaail, and 7- Study groups. (3) Environments that support teaching reading skill there are two environments that the human and non human environment. The formal finding of this research is that teaching languages through boarding school and environments that support makes it easier for students to master language skills, because with boarding school makes learning more intensive. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) Program-program dalam pembelajaran keterampilan membaca di Pondok Pesantren Mitra, (2) Strategi-strategi pembelajaran keterampilan membaca di Pondok Pesantren Mitra, dan (3) Lingkungan yang mendukung pembelajaran keterampilan membaca di Pondok Pesantren mitra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun pemerolehan data dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisa dengan menggunakan teori Miles dan Huberman, yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun temuan subtantif penelitian yang ada di Pondok Pesantren mitra adalah (1) Program pembelajaran keterampilan membaca di Pondok Pesantren Mitra ada tiga macam program pembelajaran yaitu : 1) Program pembelajaran Madrasah Diniyyah, 2) Program pembelajaran al-Qur’an dan hafalannya, 3) Program pembelajaran Kitab Turats, dan 4) Program pembelajaran pendukung, seperti pembacaan Yaa Siin, Tahlil dan Al Barzanji. (2) Adapun Strategi-strategi pembelajaran keterampilan membaca yang digunakan di Pondok Pesantren Mitra adalah 1) Qawa’id dan Tarjamah, 2) Al Istinbathiyah 3) At Ta’allum at Ta’aawunii, 4) al Hifdh, 5) Al Musyawarah, 6) Bahtsu al Masaail, 7) Belajar kelompok (3) Adapun lingkungan yang mendukung pengajaran keterampilan membaca ada dua yaitu lingkungan insani dan non insani. Temuan formal penelitian ini adalah bahwa pengajaran bahasa melalui pesantrenisasi dan lingkungan yang mendukung, menjadikan mahasiswa mudah menguasai keterampilan bahasa dan menjadikan pembelajaran lebih intensif

    ANALISIS DESAIN PESAN DAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM BUKU AJAR DURUUS AL MUFRADAAT WA AL MUHAADATSAAT AL ‘ARABIYAH

    No full text
    STAIN Purwokerto has target of Arabic learning on campus, the students can talk and communicate with fluent Arabic and actively correct . This target would be difficult to achieve if not supported by the mastery of vocabulary and conversation. Therefore , the book "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al ' Arabiyah" to design messages and material that is in it is one way that this goal can be realized. Design messages and materials in Arabic learning has an important role, because the design of the message and Arabic learning materials has great significance in the achievement of goals that need to be carefully. Message ( message ) is a pattern of sign / symbol , either in the form of words and images, which are intended to change the behavior of cognitive (thinking) , affective (attitude) and psychomotor (acting) a person or group . While the draft (design) is a process of analysis and synthesis that begins with a communication problem and ends with a plan operational solutions.   STAIN Purwokerto memiliki target belajar bahasa Arab di kampus, siswa dapat berbicara dan berkomunikasi dengan fasih bahasa Arab dan aktif yang benar . Target ini akan sulit dicapai jika tidak didukung oleh penguasaan kosakata dan percakapan. Oleh karena itu, buku "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al ' Arabiyah " untuk merancang pesan dan materi yang ada di dalamnya adalah salah satu cara bahwa tujuan ini dapat direalisasikan. Pesan desain dan bahan dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting, karena desain pesan dan materi pembelajaran bahasa Arab memiliki arti besar dalam pencapaian tujuan yang harus hati-hati. Pesan ( message ) adalah pola tanda / simbol, baik dalam bentuk kata-kata dan gambar, yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku kognitif (berpikir) , afektif (sikap) dan psikomotor (acting) seseorang atau kelompok . Sedangkan rancangan (design) adalah proses analisis dan sintesis yang diawali dengan masalah komunikasi dan berakhir dengan solusi operasional rencana

    ANALISIS DESAIN PESAN DAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM BUKU AJAR DURUUS AL MUFRADAAT WA AL MUHAADATSAAT AL ‘ARABIYAH

    No full text
    STAIN Purwokerto has target of Arabic learning on campus, thestudents can talk and communicate with fluent Arabic and actively correct . This target would be difficult to achieve if not supported by the mastery of vocabulary and conversation. Therefore , the book "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al ' Arabiyah" to design messages and material that is in it is one way that this goal can be realized. Design messages and materials in Arabic learning has an important role, because the design of the message and Arabic learning materials has great significance in the achievement of goals that need to be carefully. Message ( message ) is a pattern of sign / symbol , either in the form of words and images, which are intended to change the behavior of cognitive (thinking) , affective (attitude) and psychomotor (acting) a person or group . While the draft (design) is a process of analysis and synthesis that begins with a communication problem and ends with a plan operational solutions. STAIN Purwokerto memiliki target belajar bahasa Arab di kampus, siswa dapat berbicara dan berkomunikasi dengan fasih bahasa Arab dan aktif yang benar . Target ini akan sulit dicapai jika tidak didukung oleh penguasaan kosakata dan percakapan. Oleh karena itu, buku "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al ' Arabiyah " untuk merancang pesan dan materi yang ada di dalamnya adalah salah satu cara bahwa tujuan ini dapat direalisasikan. Pesan desain dan bahan dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting, karena desain pesan dan materi pembelajaran bahasa Arab memiliki arti besar dalam pencapaian tujuan yang harus hati-hati. Pesan ( message ) adalah pola tanda / simbol, baik dalam bentuk kata-kata dan gambar, yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku kognitif (berpikir) , afektif (sikap) dan psikomotor (acting) seseorang atau kelompok . Sedangkan rancangan (design) adalah proses analisis dan sintesis yang diawali dengan masalah komunikasi dan berakhir dengan solusi operasional rencana.</jats:p

    METODE TAMYIZ (Sebuah Formulasi Teori Nahwu Shorof Quantum)

    No full text
    To be able to read and write and translate the Arabic writing, then the required mastery of nahwu shorof adequate. constraints faced by students during this time is the difficulty of formulating theories and nahwu shorof shorof yellow book with an easy way of learning. These constraints are: must learn to read the book and nahwu shorof; must learn to translate the book; must learn to understand the theory of the book; must learn to apply the theory of the book is on the yellow book, even on a particular book should memorize nadhom. Tamyiz method is innovation and new breakthroughs in quantum nahwu shorof learning. With the basic assumption that a small child can, a small ever can. Submission of material is so fun from easy to difficult, so students do not feel pressured, even students without the burden of memorizing and translating the Qur'anic verses with ease. And Tamyiz this method is really a method that is able to deliver the students and those studying this method can quickly translate the Qur'an.   Untuk dapat membaca dan menulis serta menterjemahkan tulisan yang berbahasa Arab, maka dibutuhkan penguasaan ilmu nahwu shorof yang memadai. kendala yang dihadapi santri selama ini adalah sulitnya memformulasikan teori nahwu dan shorof dengan cara pembelajaran yang mudah. Kendala tersebut adalah : harus belajar membaca kitab nahwu dan shorof; harus belajar menerjemahkan kitab tersebut; harus belajar memahami teori kitab tersebut; harus belajar mengaplikasikan teori kitab tersebut pada kitab kuning, bahkan pada kitab tertentu harus menghafal nadhom. Metode Tamyiz merupakan inovasi dan terobosan baru dalam pembelajaran nahwu shorof quantum. Dengan asumsi dasar bahwa anak kecil saja bisa, yang pernah kecil pasti bisa. Penyampaian materi begitu menyenangkan dari yang mudah ke yang sulit, sehingga santri tidak merasa tertekan, bahkan santri tanpa beban menghafal dan menterjemahkan ayat-ayat Qur‟an dengan mudah. Dan metode Tamyiz ini benar-benar sebuah metode yang mampu mengantarkan para santri dan mereka yang belajar metode ini dapat menterjemahkan Qur‟an dengan cepat

    HAKEKAT PENDIDIK DALAM PANDANGAN ISLAM

    No full text
    Basically, Islamic education is a continuous, sustainable, and everlasting process of human life. Duties and functions of education are targeted at learners who continue to grow and evolve dynamically, starting from the womb until the end of life. Educational success cannot be separated from the educators, who are essentially the people having the responsibility to educate, guide, direct and lead their learners to get of success both in this world and in the hereafter. Therefore, qualified educators and professionals should have specific criteria and requirements that must be met in order to achieve the purpose of life, and also the properties that adorn his personal duty and responsibility as educators in the view of Islam. A good educator is a person who pays attention to the duties and responsibilities to the students, based on faith and piety to God, and also able to develop the potentials of either the inner or outer (physical, psychological, and spiritual).   Pada hakikatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara kontinyu dan berkesinambungan dalam kehidupan manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis, mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya dan keberhasilan pendidikan tidak lepas dari aspek pendidik. Pendidik pada hakekatnya adalah orang yang telah mendapatkan amanat dan mempunyai tanggung jawab dunia akherat dalam mendidik, membimbing, mengarahkan dan mengantarkan peserta didik ke gerbang kesuksesan baik di dunia maupun di akherat. Oleh karena itu untuk menjadi pendidik yang berkualitas dan profesional harus memiliki kriteria dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam rangka pencapaian tujuan hidup dan juga sifat-sifat yang menghiasi pribadinya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik dalam pandangan Islam. Pendidik yang baik adalah pendidik yang memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya terhadap peserta didik, yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan juga mampu mengembangkan potensi yang ada baik lahir maupun batin (jasmani, psikis, maupun rohani)

    HAKEKAT PENDIDIK DALAM PANDANGAN ISLAM

    No full text
    Basically, Islamic education is a continuous, sustainable, and everlasting process of human life. Duties and functions of education are targeted at learners who continue to grow and evolve dynamically, starting from the womb until the end of life. Educational success cannot be separated from the educators, who are essentially the people having the responsibility to educate, guide, direct and lead their learners to get of success both in this world and in the hereafter. Therefore, qualified educators and professionals should have specific criteria and requirements that must be met in order to achieve the purpose of life, and also the properties that adorn his personal duty and responsibility as educators in the view of Islam. A good educator is a person who pays attention to the duties and responsibilities to the students, based on faith and piety to God, and also able to develop the potentials of either the inner or outer (physical, psychological, and spiritual). Pada hakikatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara kontinyu dan berkesinambungan dalam kehidupan manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis, mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya dan keberhasilan pendidikan tidak lepas dari aspek pendidik. Pendidik pada hakekatnya adalah orang yang telah mendapatkan amanat dan mempunyai tanggung jawab dunia akherat dalam mendidik, membimbing, mengarahkan dan mengantarkan peserta didik ke gerbang kesuksesan baik di dunia maupun di akherat. Oleh karena itu untuk menjadi pendidik yang berkualitas dan profesional harus memiliki kriteria dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam rangka pencapaian tujuan hidup dan juga sifat-sifat yang menghiasi pribadinya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pendidik dalam pandangan Islam. Pendidik yang baik adalah pendidik yang memperhatikan tugas dan tanggung jawabnya terhadap peserta didik, yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan juga mampu mengembangkan potensi yang ada baik lahir maupun batin (jasmani, psikis, maupun rohani).</jats:p

    Analisis Desain Pesan Dan Materi Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Buku Ajar Duruus Al Mufradaat Wa Al Muhaadatsaat Al ‘Arabiyah

    No full text
    STAIN Purwokerto has target of Arabic learning on campus, thestudents can talk and communicate with fluent Arabic and actively correct . This target would be difficult to achieve if not supported by the mastery of vocabulary and conversation. Therefore , the book "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al ' Arabiyah" to design messages and material that is in it is one way that this goal can be realized. Design messages and materials in Arabic learning has an important role, because the design of the message and Arabic learning materials has great significance in the achievement of goals that need to be carefully. Message ( message ) is a pattern of sign / symbol , either in the form of words and images, which are intended to change the behavior of cognitive (thinking) , affective (attitude) and psychomotor (acting) a person or group . While the draft (design) is a process of analysis and synthesis that begins with a communication problem and ends with a plan operational solutions. STAIN Purwokerto memiliki target belajar bahasa Arab di kampus, siswa dapat berbicara dan berkomunikasi dengan fasih bahasa Arab dan aktif yang benar . Target ini akan sulit dicapai jika tidak didukung oleh penguasaan kosakata dan percakapan. Oleh karena itu, buku "Duruus al Mufradaat wa al Muhaadatsaat al ' Arabiyah " untuk merancang pesan dan materi yang ada di dalamnya adalah salah satu cara bahwa tujuan ini dapat direalisasikan. Pesan desain dan bahan dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki peran penting, karena desain pesan dan materi pembelajaran bahasa Arab memiliki arti besar dalam pencapaian tujuan yang harus hati-hati. Pesan ( message ) adalah pola tanda / simbol, baik dalam bentuk kata-kata dan gambar, yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku kognitif (berpikir) , afektif (sikap) dan psikomotor (acting) seseorang atau kelompok . Sedangkan rancangan (design) adalah proses analisis dan sintesis yang diawali dengan masalah komunikasi dan berakhir dengan solusi operasional rencana

    METODE TAMYIZ (Sebuah Formulasi Teori Nahwu Shorof Quantum)

    No full text
    To be able to read and write and translate the Arabic writing, then the required mastery of nahwu shorof adequate. constraints faced by students during this time is the difficulty of formulating theories and nahwu shorof shorof yellow book with an easy way of learning. These constraints are: must learn to read the book and nahwu shorof; must learn to translate the book; must learn to understand the theory of the book; must learn to apply thetheory of the book is on the yellow book, even on a particular book should memorize nadhom. Tamyiz method is innovation and new breakthroughs in quantum nahwu shorof learning. With the basic assumption that a small child can, a small ever can. Submission of material is so fun from easy to difficult, so students do not feel pressured, even students without the burden of memorizing and translating the Qur'anic verses with ease. And Tamyiz this method is really a method that is able to deliver the students and those studying this method can quickly translate the Qur'an. Untuk dapat membaca dan menulis serta menterjemahkan tulisan yang berbahasa Arab, maka dibutuhkan penguasaan ilmu nahwu shorof yang memadai. kendala yang dihadapi santri selama ini adalah sulitnya memformulasikan teori nahwu dan shorof dengan cara pembelajaran yang mudah. Kendala tersebut adalah : harus belajar membaca kitab nahwu dan shorof; harus belajar menerjemahkan kitab tersebut; harus belajar memahami teori kitab tersebut; harus belajar mengaplikasikan teori kitab tersebut pada kitab kuning, bahkan pada kitab tertentu harus menghafal nadhom. Metode Tamyiz merupakan inovasi dan terobosan baru dalam pembelajaran nahwu shorof quantum. Dengan asumsi dasar bahwa anak kecil saja bisa, yang pernah kecil pasti bisa. Penyampaian materi begitu menyenangkan dari yang mudah ke yang sulit, sehingga santri tidak merasa tertekan, bahkan santri tanpa beban menghafal dan menterjemahkan ayat-ayat Qur‟an dengan mudah. Dan metode Tamyiz ini benar-benar sebuah metode yang mampu mengantarkan para santri dan mereka yang belajar metode ini dapat menterjemahkan Qur‟an dengan cepat.</jats:p

    Penerapan Metode Taltahmur (Talaqqi, Tahsin, dan Murojaah) Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswa di MTs Raudlatul Huda Adipala, Cilacap

    No full text
    Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam dan juga menjadi pedoman hidup umat islam dalam menjalani kehidupan. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Hukum menghafal Al-Qur’an yaitu fardhu kifayah yang artinya semua umat muslim wajib melaksanakan, namun jika sudah ada seseorang yang melakukannya, maka gugur kewajiban umat muslim lainnya. Salah satu metode yang digunakan untuk menghafal Al-Qur’an di MTs Raudlatul Huda Adipala adalah metode taltalmur (talaqi, tahsin, dan murojaah). Tujuan dari metode taltahmur (talaqqi, tahsin, murojaah) yang diterapkan pada kelas tahfidz adalah untuk membantu siswa dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an. Penerapan metode taltahmur membantu siswa dalam menghafal Al-Qur’an dengan target satu tahun satu juz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode taltahmur dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa di MTs Raudlautul Huda Adipala. Penelitian ini mengambil data langsung dari apangan dengan menggunakan metode deskriptif&nbsp; kualitatif. Tahapan dalam penerapan metode taltahmur di MTs Raudlatul Huda Adipala yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Kata kunci: Metode menghafal Al-Qur’an, Metode Taltahmu
    corecore