645 research outputs found
Implementation of Islamic Education Mentoring Programs at SMA Mujahidin Pontianak
This article aims to investigate implementation of Islamic Education Mentoring program in SMA Mujahidin Pontianak. The research method used was qualitative-descriptive. The results of program implementation are: First, the implementation of the Islamic Religious Education mentoring program in SMA Mujahidin Pontianak was carried out through three stages, namely planning, implementation and evaluation. Second, several factors supporting the implementation of Islamic Religious Education mentoring programs include the active role of the Principal, educators and education personnel as well as the involvement of Rohis and the inhibiting factors are the lack of time to organize activities, limited resources, and the large amount of financial expenditure from the plan. This budget deficit causes the mentoring program run not optimally as it should be like the implementation of rihlah (religious tourism). The last probem was an unavailability PAI mentoring module for participants
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI TK MUJAHIDIN PONTIANAK
AbstrakThis study aims to analyze the influence of parenting style on the social and emotional development of children aged 5-6 years in Mujahidin Kindergarten Pontianak. This study used quantitative methods, with the form of interrelationship studies. The number of samples used was 20 children, namely those aged 5-6 years and 20 parents. The research location was conducted in Kindergarten Mujahidin Pontianak. The data technique uses indirect communication techniques. The data validity uses Product Moment Correlation. The reliability of the data used the Alpha Croncbach technique. Analysis using simple linear regression and t test. The results of this study indicate that there is an influential influence between parenting styles on the social and emotional development of children aged 5-6 years in Mujahidin Kindergarten,Pontianak with a regression coefficient value of 0.369 with the t test which shows that t is greater than the table (3,834 > 2,101) which means that Ho is rejected and Ha is accepted. Thus, the parenting style of parents has an influence on the social and emotional development of children aged 5-6 years in Mujahidin Kindergarten Pontianak.Keywords: Parenting Style, Social and Emotional Developmen
Toleransi Beragama Siswa di Madrasah Aliyah Al Mujahidin Musi Rawas
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat toleransi beragama siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui angket yang disebarkan melalui Google Formulir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat toleransi beragama siswa MA Al Mujahidin berada pada kategori “toleran” yaitu dengan skor 78,18% dari aspek saling menerima, saling menghormati, dan saling menghargai. Sementara itu, masih ada sebagian kecil siswa yang berada pada sikap “kurang toleran”, yaitu 21,81%. Meskipun angka ini kecil, namun perlu menjadi perhatian pihak madrasah untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama dan meminimalisir terjadinya intoleransi di masyarakat
PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK MUJAHIDIN PONTIANAK
AbstractThis research purposed to know how well sex education being told to the kids around 4-5 years old students of Mujahidin 1 Kindergarten, Pontianak. This research applying qualitative approach, with the descriptive method. The subjects in this research are the group of A1, A2, and A3, with the total students of 48 kids consists of 30 boy students and 18 girl students. The technique in data collecting is direct observation, direct communication, and documentary study. The stage in analyzing the data are, search the data, arrange it, classify the important one and finally drawing conclusion in order to make the data developed and evaluated. Conclusions: sex education in children aged 4-5 years in Mujahidin 1 Kindergarten Pontianak, can be categorized well, this is because the material delivered by the teacher in sex learning is adjusted to the theory proposed by nurul chomaria and the material delivered is also in accordance with the level of understanding children aged 4-5 know, besides that the teacher also uses a variety of ways and media, the method used by the teacher is adjusted to the level of achievement of children aged 4-5 years, the media used are also diverse.Keywords : Kids around 4-5 years old, Sex Educatio
Artikel ADM Muhamad Rido
Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL SENTRA BALOK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MUJAHIDIN 1
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung, serta kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran model sentra balok pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Mujahidin 1 Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah 2 guru sentra balok dan anak kelompok B3. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran model sentra balok cenderung mengacu kepada Permendiknas No 58 Tahun 2009 dan sudah diterapkan dengan baik. Dalam penerapan pembelajaran model sentra balok guru sudah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran model sentra dan anak-anak pun sudah membangun bangunnnya dari balok sesuai dengan tahap perkembangan anak dalam bermain balok. Adapun faktor pendukung kegiatan pembelajaran di sentra balok dapat berjalan dengan lancar dikarenakan media balok dan aksesoris pendukungnya banyak. Selain itu juga kendala yang dihadapi oleh guru yaitu pendeknya konsentrasi anak dalam menerima pelajaran dan aksesoris orang-orangan yang jumlahnya sedikit. Kata kunci: Penerapan Pembelajaran, Sentra Balok, Anak Usia 5-6 Tahun. Abstract: This study aimed to describe the planning, implementation, evaluation, contributing factors, and the constraints faced by teachers in implementing the learning model of the central beam in children aged 5-6 years in kindergarten Mujahidin 1 Pontianak. This study used a descriptive method with qualitative approach. The sample was 2 teacher and child center beam B3 group. From the results indicate that the application of learning peneitian center beam models tend to refer to the Ministerial Regulation No. 58 of 2009 and has been implemented well. In the application of models of learning centers already implementing learning teacher beam in accordance with the model measures of learning centers and children were already building bangunnnya of the beam according to the developmental stage of the child in playing blocks. The factors supporting the learning activities in the center of the beam can be run smoothly due to the media supporting beams and lots of accessories. In addition, the constraints faced by the teacher in the child's concentration in short lessons and accessories receive the puppets are few in number. Keywords:. Application of Learning, Block Center, Children Aged 5-6 Years
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMADAM KEBAKARAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH: Studi Kasus di Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Latar belakang dari penelitian ini adalah semakin tingginya potensi terjadinya kebakaran di Kabupaten Lombok Tengah, baik kebakaran pada pemukiman penduduk ataupun kebakaran hutan sehingga dibutuhkan kapasitas aparatur pemadam kebakaran yang memadai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran upaya apa saja yang telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur pemadam kebakaran di Kabupaten Lombok Tengah, serta faktor apa yang mempengaruhi menjadi penghambat dan pendukung peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa secara deskriptif, dan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian memberikan gambaran bahwa upaya-upaya untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemadam kebakaran berupa pendidikan serta pelatihan telah dilaksanakan, namun belum optimal. Kegiatan belum bisa menyentuh seluruh aparatur dan belum bisa melaksanakan jenis kegiatan peningkatan kapasitas lainnya. Hal tersebut disebabkan oleh struktur organisasi pemadam kebakaran masih menjadi bagian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan anggaran yang minim untuk kegiatan peningkatan kapasitas pemadam kebakaran. Faktor yang mendukung adalah komitmen dan peran pemimpin organisasi yang baik terhadap peningkatan kapasitas, serta telah adanya peraturan yang mengatur khusus tentang pemadam kebakaran tentang struktur organisasi, jabatan fungsional, serta pendidikan dan pelatihan bagi aparatur pemadam kebakaran. Saran dan rekomendasi dari penulis adalah bahwa pemerintah daerah agar segera merealisasikan peraturan-peraturan berkaitan urusan kebakaran tersebut karena akan berdampak pada terwujudnya peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran di Kabupaten Lombok Tengah
Implementasi Edukasi Internet Sehat Berbasis Perkembangan IPTEK bagi Pelajar MA NWDI Mujahidin Pringgasela
Technological progress has undeniably made it easier for students to access information and complete their daily tasks. However, it has also introduced a set of emerging challenges, including the rapid spread of online gambling, misinformation, and a noticeable decline in digital manners among young users. Responding to these concerns, the Internet Sehat socialization program was initiated at MA NWDI Mujahidin Pringgasela. The program aimed to strengthen students’ understanding of safe, polite, and responsible internet use while emphasizing the serious legal consequences associated with online gambling. An educative–informative model was adopted because it aligns well with the characteristics of the students, the needs of the partner institution, and the nature of the material presented. This model integrates educational explanation with clear, direct, and contextually relevant information. Given that senior high school students are at a cognitive stage where they benefit most from concrete examples, real-life cases, and two-way interaction, this approach helps ensure that the material is easy to understand.. The results of the activity were highly encouraging. The satisfaction level among the 50 participating students reached 87.8%, with most responses falling into the “very satisfied” and “satisfied” categories. Observations during the session further indicated increased enthusiasm and improved comprehension regarding the dangers of online gambling and the importance of practicing safer and more ethical online behavior. Equally important, the program helped strengthen cooperation between the school, the university team, the police, and the village administration, reinforcing their shared commitment to protecting students from various digital threats.Kemajuan teknologi memang memudahkan pelajar, tapi di sisi lain juga membawa masalah baru seperti maraknya judi online, berita bohong, dan kurangnya sopan santun di dunia maya. Berangkat dari masalah ini, maka dilakukan inisiasi kegiatan sosialisasi Internet Sehat di MA NWDI Mujahidin Pringgasela. Tujuannya sederhana yaitu untuk memberi pemahaman pada siswa tentang cara menggunakan internet yang aman, sopan, dan memberi pemahaman bahwa judi online memiliki risiko hukum yang berat. Model edukatif-informatif dipilih pada kegiatan sosialisasi Internet Sehat karena dianggap paling sesuai dengan karakteristik peserta, kebutuhan mitra, serta jenis materi yang disampaikan. Model ini menggabungkan unsur pendidikan dan penyampaian informasi yang jelas, langsung, dan relevan (informatif). Pelajar MA sebagai sasaran kegiatan berada pada tahap perkembangan kognitif yang membutuhkan penjelasan konkret, contoh nyata, dan interaksi dua arah agar materi mudah dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan 50 orang peserta terhadap kegiatan sosialisasi ini sangat tinggi yaitu 87.8%, dengan dominasi respon pada kategori sangat puas dan puas. Observasi selama kegiatan juga menunjukkan peningkatan antusiasme dan kemampuan siswa dalam memahami bahaya judi online serta praktik penggunaan internet yang lebih aman dan etis. Tak kalah penting, kegiatan ini sukses merekatkan hubungan kerja sama antara sekolah, kampus, kepolisian, dan desa untuk bersama-sama menjaga pelajar dari ancaman digital
Reconditioning and Repair of Electrical Installation at Mushola Al Mujahidin – Pengasinan Depok: Rekondisi Perbaikan Instalasi Listrik di Mushola Al Mujahidin – Pengasinan Depok
Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world. In Islam, religious activities are carried out in places of worship called mosques or prayer rooms (mushola), and these activities require supporting facilities—one of which is the use of electrical energy. A good electrical installation is regulated in the 2020 Indonesian Electrical Installation Standards (PUIL 2020) to ensure safety, reliability, and environmental friendliness.The Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) activity conducted by the Electrical Engineering Department of Pamulang University involved reconditioning and repairing the electrical installation at Mushola Al Mujahidin in Pengasinan, Depok. The aim was to improve the safety and comfort of the local residents in using electricity and electrical equipment. This activity also included an educational outreach program.The repairs covered replacing electrical cables, installing proper electrical protection (MCB), repairing lights, water pumps, and audio equipment, as well as conducting socialization sessions on basic electrical knowledge and installation, safety in using and installing electrical systems, and careers in the electrical field
FINANCIAL SUSTAINABILITY PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Perbankan syariah merupakan industri yang mempunyai peran penting
dalam pembangunan dan sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu negara
sehingga bank syariah harus selalu meningkatkan kinerjanya. Peningkatan kinerja
ini akan membuat bank syariah mengalami pertumbuhan dan terus berkembang.
Untuk mengukur tingkat pertumbuhan bank dalam jangka panjang dan kinerja
keuangannya dapat menggunakan Financial Sustainability. Financial
Sustainability juga dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan dini suatu
bank, apabila suatu bank memiliki kondisi persentase pembiayaan bermasalah
yang tinggi, dan tidak dapat mengelola dananya untuk pembiayaan maka bank
tersebut memiliki Financial Sustainability rendah, selain itu profitabilitas yang
dimiliki juga rendah sehingga dapat berdampak buruk pada kinerja keuangan
suatu bank.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keberlanjutan usaha sehingga mampu digunakan manajemen
sebagai tolak ukur serta pengambilan langkah strategis dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Financial Sustainability perbankan syariah di
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian
eksplanatory research dengan menggunakan data sekunder yang telah diolah,
dengan data panel dari tahun 2015-2019 pada Bank Syariah yang ada di
Indonesia. Data sekunder dikaji dengan menggunakan hipotesis dengan tahap Uji
Chow, Uji Hausmann, Uji Lagrange Multiplier (Uji LM), Uji Asumsi Klasik, Uji
t, dan Uji F.
Berdasarkan hasil uji regresi data panel, diketahui bahwa variabel variabel
yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Sustainability pada
perbankan syariah yaitu Ukuran Bank (Bank Size), dan Return On Asset (ROA).
Variabel-variabel yang mempunyai pengaruh negatif dan signifikan adalah Non
Performing Financing (NPF), Return On Equity (ROE), Financing Growth Rate
(FGR), dan Net Operating Margin (NOM). Dan variabel yang tidak berpengaruh
terhadap Financial Sustainability pada perbankan syariah di Indonesia adalah
Gross Domestic Product (GDP) Growth. Variabel secara bersama-sama
menunjukkan bahwa 52.59% Financial Sustainability dipengaruhi oleh Ukuran
Bank (Bank Size), ROA, NPF, ROE, FGR, NOM dan GDP Growth. Sedangkan
47,41% Financial Sustainability dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar
penelitian ini
- …
