1,720,970 research outputs found
IMPLEMENTASI FUZZY INFRENCE SYSTEM METODE MAMDANI MOM ( MEAN OF MAXIMUM METHOD ) UNTUK KLASIFIKASI KELOMPOK BELAJAR SISWA BARU ( STUDI KASUS : MTs N 2 LAMONGAN )
Setiap tahun ajaran baru MTs N 2 Lamongan mengadakan penerimaan siswa baru. Kegiatan ini menimbulkan masalah dalam mengelompokkan kelompok belajar siswa yang sesuai dengan kemampuan mereka. Keputusan dalam mengelompokkan kelompok belajar harus segera ditangani. Salah satu dengan aplikasi logika fuzzy yaitu sistem inferensi fuzzy mamdani.
Sistem inferensi fuzzy mamdani membutuhkan empat tahapan untuk memperoleh suatu output, yaitu pembentukan himpunan fuzzy, pembentukan relasi, aplikasi fungsi implikasi dan inferensi aturan serta defuzifikasi. Tulisan ini membangun sistem inferensi fuzzy mamdani dalam menentukan kelompok belajar siswa baru di MTs N 2 Lamongan. Variabel inputnya adalah nilai Bahasa Indonesia, nilai matematika, nilai IPA, dan nilai tes. Variabel outputnya adalah kelas rendah, kelas sedang, dan kelas tinggi.
Dari percobaan yang dilakukan terhadap data siswa kelas VII tahun ajaran 2015/2016 yang telah diproses pada sistem inferensi fuzzy setelah data-data nilai siswa dimasukkan. hasilnya dapat memberikan sebuah klasifikasi kelompok belajar siswa baru yang sesuai dengan kempampuan siswa
JAVANESE ABANGAN WORLD VIEW AND PRACTICES IN IMOGIRI CEMETERY YOGYAKARTA
Penelitian ini fokus pada isu bagaimana “pandangan hidup†dan juga praktek Jawa abangan di makam Imogiri. Terdapat 3 isu utama yang didiskusikan, yaitu (1) konteks istilah abangan untuk masyarakat Jawa saat ini, (2) para abdidalem, peziarah dan pengunjung yang dikategorikan sebagai praktisi abangan, dan (3) “pandangan hidup†Jawa abangan dalam memahami praktek ritual mereka di makam Imogiri. Penelitian ini menggunakan metode etnography dalam pengumpulan data di lapangan. Sedangkan proses analisisnya menggunakan teori Clifford Geertz (1976), Andrew Beatty (2004), Robert Hefner (1987) M. C. Recklefs (2007), Koentjaraningrat (1985), Neils Mulder (1983) Robert Wessing (2006), dan Irving Hallowell (1960). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif interpretatif, penelitian ini menyimpulkan 3 hal: (1) Saat ini, istilah abangan oleh Geertz dan Ricklefs sudah tidak relevan. Berdasarkan fenomena para peziarah dan pengunjung makam Imogiri bahwa banyak santri, priyayi dan non-muslim juga mempraktekkan ritual dan upacara abangan. Fenomena ini menolak definisi Geertz yang mengklaim bahwa abangan hanyalah kelompok petani dan masyarakat Jawa desa (Geertz, 1960:4-5), point ini pun sekaligus membantah pernyataan Ricklefs yang menyatakan bahwa abangan adalah kelompok Muslim yang tidak menerapkan ajaran-ajaran Islam (Ricklefs, 2007:84). Ditambah lagi, pengelompokan antara santri, abangan dan priyayi saat ini bersifat lebih relatif. (2) Beberapa ritual dan upacara di makam Imogiri sebagian besar berhubungan dengan semua kategori yang masuk dalam istilah abangan yang sampai saat ini masih eksis. (3) “Pandangan hidup†Jawa abangan dalam praktek ritual dan upacara di makam Imogiri merupakan bentuk usaha untuk melestarikan dan mempertahankan hubungan antara manusia dan bukan manusia
The Critical Analysis of Competence Development of Head of State Madrasah
The existence and contribution of Madrasas to Education In Indonesia there is no doubt, Madrasas are one of the concerns of Muslims for the importance of developing quality human resources through Islamic-based education. That the conditions of learning and management in Madrasahs still need monitoring, guidance and assistance in implementing national education standards. This needs to be done because people still doubt the quality of their learning. Madrasah principals must continue to improve their competence in order to carry out their duties and functions both academically and managerially in madrasas through regular and continuous professional development activities. In this research method using descriptive qualitative research methods, the purpose of this study is to determine the extent to which school principals in the Madrasah environment of the Jakarta area office with critical analysis because there are still many assumptions about the community that madrasas are often considered. Educational institutions whose quality is below other public schools. Therefore, madrasas still cannot be used as the main choice in learning
Penerapan marketing syari’ah dalam meningkatkan minat nasabah menggunakan produk Saja’ah di BMT (Baitul Māl wat Tamwīl) Mitra Hasanah Semarang
Permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah :(1)Bagaimana penerapan marketing syari’ah dalam meningkatkan minat nasabah. (2) Bagaimana strategi marketing syari’ah yang efektif dan efisien dalam meningkatkan minat nasabah menggunakan produk sajaah yang ada di BMT Mitra Hasanah Semarang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Cara penerapan marketing syari’ah yang tepat dalam meningkatkan minat nasabah menggunakan produk saja’ah yang ada di BMT Mitra Hasanah. (2) Strategi yang tepat untuk menarik minat nasabah secara umum menggunakan produk saja’ah yang ada di BMT Mitra Hasanah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan analisis deskriptis, yaitu mendeskripsikan data-data yang peneliti kumpulkan baik dari hasil wawancara, observasi maupun dokumentasi, selama mengadakan penelitian di BMT Mitra Hasanah Semarang tentang Analisis Penerapan Marketing Syari’ah Dalam Meningkatkan Minat Nasabah Menggunakan Produk Saja’ah Di Bmt (Baitul Mal Wat Tamwil) Mitra Hasanah.
Hasil penelitian menunjukkan pertama, bahwa penerapan marketing syari’ah sangat mempengaruhi meningkatnya minat nasabah menggunakan produk yang ada di BMT Mitra Hasanah dan di BMT maupun bank syari’ah yang lainnya. Kedua,bahwa penerapan marketing syari’ah tidak akan maksimal tanpa adanya stategi khusus yang ada di BMT tersebut, dan strategi yang digunakan harus syar’iah tidak boleh keluar dari prinsip-prinsip dasar marketing syari’ah
Tinjauan Fenomenologi terhadap Pernikahan Lintas Iman di Dusun Kalibago Desa Kalipang Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri
Abstract
This research tries to describe a phenomenon of interreligious marriage in Kalibago-Kalipang village-Grogol district-Kediri regency. using phenomenology method this project is conducted. This papers is arraged Basend on observation and interview more or less 7 days among several Muslim, Chatolic and Hindus people in there. Finally, the conclution of this research is finding the interesting phenomenon that the harmony relation among some religions while interreligion marriage happen in there. Interreligious marriage does note become a problem and source of conflict. In fact, peope of Kalibago can built an harmony culture on the plurality of religion.
Key Words: Interreligious marriage, harmony, culture and tolerance
MEMAHAMI TRADISI SPIRITUALITAS PESANTREN (SEBUAH ANALISIS SOSIO-HISTORIS TERHADAP SPIRITUALITAS PESANTREN
This project involves discovering how the spiritually tradition is exist in the pesantren in Indonesia. The goal of this research proves the phenomenon that pesantren and spirituality tradition are strongly linked and connected between each other. Several spiritualities in pesantren are; thoriqoh, tirakat, ijazahan, and others. This article is arranged based on library research and comparing several references by some books, articles and jurnals. Furthermore this research also takes some of experiences of some people who ever study, live, and experience the pesantren tradition in Indonesia (especially in Java). In conclusion, this acticle tries to explore
the argumentation historically and socially that Pesantren and spiritualism have strong correlation from the beginning of Islamic spreading in Indonesia.
Key word: Pesantren, spiritualism, tarika
UNDERSTANDING THE WORLDVIEW OF ABANGAN PRACTICE: AN ASCETIC CASE IN PETILASAN EYANG SRIGATI AND BRAWIJAYA V AND TAPA KUNGKUM FROM BUMI PERTAPAAN ALAS KETONGGO, NGAWI, EAST JAVA
This project attempts to discover how the worldview of ascetic practice among the Abangans in “Bumi Pertapaan alas Ketonggo-Ngawi-East Javaâ€. This research wants to prove that the worldview of some ascetics maintains that all of their practices in Ketonggo have strong correlation to several spirits, a kind of syncreticism and mysterious realm. The data in this research is collected through participant observation around 5 mounts in two sacral places of Ketonggo forest (Petilasan Brawijaya and Eyang Srigati and Tapa Kungkum in Tempur River). The fi rst phase of the project involves interviewing around 10 pilgrimages who practice the ritual, some native people and central fi gure of Ketonggo forest. This paper concludes that of the ascetic practices both in Petilasan Brawijaya V and Kungkum in Tempur River has strong understanding and correlation to some sacred powers and spirits in the Ketonggo forest.
Keywords: Abangan, Ascetic, Kungkum, and Alas Ketongg
Upaya peningkakan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswi kelas XI di SMA An-Nur Bululawang Malang
ABSTRAK
Pada umumnya sekolah di Indonesia adalah sekolah yang bercampur putra dan putri. Sekolah yang bercampur putra dan putri dapat mengurangi keefektifan siswa dalam proses belajar, yang menyebabkan tidak tercapainya prestasi belajar yang maksimal. Karena gaya belajar perempuan dan laki-laki berbeda dan hal-hal lain yang mendukung proses belajar yang berbeda pula, seperti struktur otak, daya tangkap, dan daya ingat. Dengan sistem sekolah satu jenis kelamin, hal tersebut dapat dijembatani karena di sekolah yang khusus putra/putri guru dapat menerapakan metode mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa. Berbagai penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa sistem sekolah sekolah yang khusus putra/putri mampu meningkatkan prestasi belajar dalam keterampilan berbahasa, matematika dan sains. Sementara itu pengkajian mengenai upaya yang dapat dilakukan oleh para guru di sekolah yang khusus putra/putri untuk mengoptimalisasikan kemampuan siswa dalam mencapai prestasi yang lebih baik dengan memanfaatkan potensi yang ada belum pernah diteliti
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana prestasi belajar PAI siswa kelas XI SMA An Nur Bululawang, 2) Bagaimana upaya yang dapat dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam di SMA An Nur Bululawang dalam peningkatan prestasi belajar
PAI.
Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan yang digunakan antara lain kuesioner, interview, dokumentasi, dan observasi. Kemudian data-data yang diperoleh dianalisa dengan jalan “mendiskripsikan data melalui penalaran logis yang mencerminkan kondisi obyek penelitian”. Data yang berasal dari kuesioner
dianalisa menggunakan rumus:
P F x 100 %
N
Data observasi, dokumentasi dan interview direkap dan dipadukan sehingga akan menjadi informasi yang mencerminkan kondisi obyek penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)Hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswi kelas XI SMA An Nur Bululawang termasuk dalam kategori baik, dimana 51% siswi memperoleh nilai 8 dalam raport mereka. Akan tetapi masih ditemukan nilai yang berada dibawah standart kelulusan minimum (SKM) yaitu sebanyak 20% siswi dengan nilai 6 dan 1% dengan nilai 5. Hasil belajar yang tertuang dalam raport tersebut merupakan gabungan penilaian dari segi kognitif, afektif dan psikomotor yang diraih siswi setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar selama satu semester. (2) Upaya yang telah dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMA An Nur Bululawang antara lain melalui pengkombinasian dan pemvariasian metode pembelajaran yaitu metode ceramah, diskusi dan kerja kelompok, tanyajawab, praktek, dan field-trip (outbound). Akan tetapi metode ceramah yang paling sering digunakan sehingga para siswi cenderung merasa bosan. Selain itu para guru telah dapat mempergunakan media pembelajaran secara tepat guna sesuai dengan materi yang sedang disampaikan dan metode yang digunakan. Dengan demikian suasana belajar dikelas menjadi lebih kondusif dimana para siswi memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti kegiatan belajar
تعليم علم العروض باستخدام كتاب "تسهيل الطلاب" قد صنفه أبو محمد ناصحين
يهدف البحث لمعرفة فعالية تعليم علم العروض باستخدام كتاب"تسهيل الطلاب" في قسم الأوّل بالمدرسة الثانوية تشويق الطّلاب سلفيّة قدس، ولمعرفة الزوائد والنقائص على ذلك الكتاب، ولمعرفة العوائق في تعليم علم العروض باستخدام ذلك الكتاب في تلك المدرسة.ونوعهذا البحث هو نوع دراسة ميدانية، والمدخل المستعمل فيه هو المدخل النوعيّ، وصفته من أنواع البحوث الوصفية. وأما جمع البيانات هي بطريقة الملاحظة والمقابلة والوثيقة. وتحليلها بتنقيص البيانات وتقديمها ثم الاستنتاج. وأما تحليل اختبار صدقها هو بتطويل المراقبة، وترقية المثابرة، وأسلوب التثليث، واستخدام المصادر والمراجع، وبيان العضو.ونتيجة البحث تدلّ على أنّ عملية تعليم علم العروض باستخدام كتاب"تسهيل الطلاب" في قسم الأوّل بالمدرسة الثانوية تشويق الطّلاب سلفيّة قدس كانت فعّالا، وذلك لأنه قد استخدم المعلّم الطريقة التقليديّة في عملية تعليمه. وفي ذلك الكتاب زوائد ونقائص، ومن الزوائد هي أن كتابته باللغة الجاوية ومملوء برمز. وأما نقائصها أنه لم يكتب بالجاوية كليّا ولم يحتوي على جميع أراء العلماء مع اختلافها. وأما العوائق التي تواجه المعلم عند تعليم علم العروض في تلك المدرسة هي عجزفهم علم النحو والصرف واللغة مع أنها هي الأساس في فهم علم العروض لدى الطلاب وعدم استكمال بعض الطلاب على حفظ الاصطلاحات الموجودة في علم العروض كالزحف والوزن وعدم كفاية الحصة لبسط علم العروض.كلمة المفتاح :تعليم, علم العروض, كتاب"تسهيل الطلاب
UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD MUHAMMADIYAH BANTUL MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO
This study aims to determine the use of The Power of Two model in mathematics learning can improve student learning outcomes in grade VI SD Muhammadiyah Bantul. This research is a qualitative descriptive classroom action research (PTK) which is strengthened by a quantitative approach, while the object of research is to improve learning outcomes in mathematics learning using The Power of Two model. This research was conducted in two cycles and went through four stages which include: (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation and (4) Reflection. Data is obtained through observation, interviews, tests, doing questions and documentation. Data analysis was carried out using the results of cycle I and cycle II learning tests, the approach in cycle I showed that all learning activities were not well enough to be carried out by students even though they experienced an increase in cycle I compared to pre-cycle and still at less predicate, because the average percentage was still below 75%. Cycle II has shown satisfactory results both from student learning activities have been in the predicate of sufficient, good and very good, while student learning outcomes have reached an average of 86% with a classical percentage of 90%, meaning that corrective actions for the learning process have been sufficient and reached the criteria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model The Power Of Twopada pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VI SD Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bersifat deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan objek penelitian adalah meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model The Power Of Two. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan melalui empat tahapan yang mencakup: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi dan (4) Refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, tes mengerjakan soal dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan hasil tes belajar siklus I dan Siklus II, pendekatan pada siklus I menunjukkan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran belum cukup baik dilaksanakan oleh siswa meskipun mengalami peningkatan pada siklus I dibandingkan pra siklus dan masih pada predikat kurang, karena rata-rata persentase masih dibawah 75%. Siklus II telah menunjukkan hasil yang memuaskan baik dari aktivitas belajar siswa telah berada pada predikat cukup, baik dan sangat baik, sedangkan hasil belajar siswa telah mencapai rata-rata sebesar 86% dengan persentase secara klasikal sebesar 90% artinya tindakan perbaikan untuk proses pembelajaran telah mencukupi dan mencapai kriteria
- …
