104 research outputs found
ANALISIS KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI ASPEK NILAI KARAKTER BANGSA
National education is still experiencing difficulties in producing quality graduates, skilled, and creative that can serve as a driving source in various fields of development. And outputs the result of education is often a burden on the government to meet their needs for social services, employment, subsidies, and the like. They pass and emerge as new citizens who are not able to offer a solution, but rather a source of trouble and anxiety community. One source of problems in education is still weak education that can cultivate the essential values of humanity. Where today there has been a separation between "intellectual education" with "educational value". This dichotomy shows the smallness of the mind, because the moral value is not different from the intellectual dimension, but is the foundation for intellectual growth. It is necessary for the implementation of a curriculum that is based on the improvement of the competence-based character education aside from it in the process of implementation should be in accordance with how to implement character education. In this case the assessed curriculum is the curriculum in 2013.
Keywords: character education, curriculum 2013, educational value
ULIKAN SOSIOLOGI SASTRA DINA NOVEL-NOVEL SUNDA KARYA TATANG SUMARSONO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya usaha penelitian karya-karya sastra Sunda,
terutama karya dari para sastrawan Sunda yang mumpuni, baik secara kualitas maupun
kuantitas. Selain untuk menggali nilai-nilai sastra, juga mengetahui riwayat hidup dan
kepengarangannya yang mempengaruhi karyanya, di antaranya adalah novel-novel
Sunda karya Tatang Sumarsono. Peneltian ini bertujuan menemukan dan
mendeskripsikan aspek-aspek, adalah untuk mendeskripsikan (1) aspek sosiologi
pengarang novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian,
Galuring Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma; (2) aspek sosiologi karya sastra
novel Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring
Gending, Kakarén Révolusi, dan Mandédurma; dan (3) aspek sosiologi sastra novel
Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending,
Kakarén Révolusi, dan Mandédurma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mencari dan mendeskripsikan data-data
dengan mengaitkan antara sosiologi sastra dengan teks sastra secara teliti. Teknik yang
digunakan adalah teknik studi pustaka dan teknik hermeneutika. Untuk analisis data
digunakan studi dokumentasi (documentary study) dan wawancara (interview). Hasil
penelitian ini menmukan bahwa dalam aspek sosiologi pengarang yang mempengaruhi
karyanya adalah status sosial, ideologi politik, profesi, dan hobi. Dalam aspek sosiologi
karya sastra yang mempengaruhi adalah kritik sosial kepada masyarakat yang tidak
menghargai nilai tradisi, melanggar aturan, merusak alam, mengabaikan nilai
keagamaan (religiusitas), dan pemimpin yang melanggar aturan. Dalam aspek sosiologi
sastra, apresiasi masyarakat sastra terhadap lima novel Sunda tersebut sangat baik serta
memberi pengaruh sosial kepada masyarakat. Melalui penelitian ini maka anggapan
bahwa sastra merupakan cerminan dari kehidupan sosial masarakat, terbukti benar
adanya.
Kata kunci: novel Sunda, Tatang Sumarsono, sosiologi sastra
A STUDY IN THE SOCIOLOGY OF LITERATURE
IN SUNDANESE NOVELS BY TATANG SUMARSONO
Ari Andriansyah, 2021
ULIKAN SOSIOLOGI SASTRA
DINA NOVEL-NOVEL SUNDA KARYA TATANG SUMARSONO
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ARI ANDRIANSYAH
ABSTRACT
6
This study was motivated by the need to study Sundanese literary works, especially the
work of qualified Sundanese writers, both in quality and quantity. In addition to
exploring literary values, also know the life history and authorship that influenced his
work, among them were Sundanese novels by Tatang Sumarsono. The purpose of this
study were to describe (1) the sociological aspects of the author in Demung Janggala,
Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén Révolusi,
and Mandédurma novels; (2) the sociological aspects of the literary works in Demung
Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending, Kakarén
Révolusi, and Mandédurma novels; and (3) the sociological aspects of literature in
Demung Janggala, Kolébat Kuwung-kuwungan Kinasih Katumbirian, Galuring Gending,
Kakarén Révolusi, and Mandédurma novels. The method used in this study was a
descriptive method which aimed to find and describe the data by associating between the
sociology of literature and literary texts carefully. While the techniques used were
literature review, hermeneutics, data analysis, documentary, and interview techniques.
The results of this study showed that in the sociological aspects of the author that
influenced his works were social status, political ideology, profession, and hobbies. In the
sociological aspects of literary works that influenced his works were social critiques for
people which often violated the rules, undermined nature, ignored religious values
(religiosity), and leaders who broke the rules. While in the sociological aspects of
literature, the appreciation of the literary community towards the five Sundanese novels
was very good and it gave social influences for people. Through this study, the
assumption that literature was a reflection of the social life, proved true.
Keywords: Sundanese novel, Tatang Sumarsono, sociology of literatur
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI BERBASIS NILAI SPORTIVITAS BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SUMEDANG
The research is fore grounded by writer’s concern on the quality of sportivity spirit in Indonesia which is regarded to be very low. This is resulted from some factors, one of which is the failure of model implementation of physics instruction from elementary level to university level.
One of the problems arises in education especially physical education teaching and learning in elementary school is the low quality of physical instruction in terms of process and result. In terms of process, it is found that teacher’s instruction toward the students develops less sportivity values; mean while in terms of result, student’s mastery on basic motor ability is still poor.
Physic’s instructional learning in elementary level tends to formulate basic motor ability yet ignore the formulation of sportivity values which is also a part of the goal. The research is aimed at developing physical instructional model with sportivity value based system for students in elementary school as one alternative of effective and meaningful instruction. Some effects of this research were also considered to be beneficial in terms that it also revealed the weaknesses and strengths of physical teaching and learning models that have been applied by physics teachers of elementary schools in Sumedang District throughout years.
The research applies R&D approach with pre-survey analysis on 6th graders resulted in the systemic model of learning started from planning, implementing, and evaluating the result. In the planning phase, there are pre activity, main activity and close activity; in implementing / executing phase, sportivity values are inserted in every step. Evaluating phase included the process and result of the teaching and learning.
The result shows that this model gives positive impact on students’ scores and significant influence on students’ mastery toward the subject. Having gained the results, it is recommended to physical education teachers, principal, Education Board and Education Institutions that the result is significantly distributed and discussed through Elementary School Teachers Training continuously and periodically
Implementasi Konsep Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara di Sekolah Dasar pada Era Digital
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap dunia pendidikan yang menyebabkan merosotnya karakter generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah memahami konsep pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dan implementasinya di sekolah dasar pada era digital. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan kajian sumber literatur yaitu jurnal, buku, artikel ilmiah dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian. Pendidikan karakter merupakan usaha sistematis yang berkaitan dengan membangun kebudayaan dengan memberikan pengajaran dalam tumbuh kembangnya jiwa, raga anak dalam kodratnya sehingga lingkungan dapat membantu memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan lahir bathin anak menuju ke arah adab kemanusiaan dalam kesempurnaan hidup. Sekolah dasar merupakan tempat kedua bagi siswa dalam pendidikan karakter. Era digital adalah masa atau zaman dimana semua orang telah melek teknologi serta semuanya serba terkoneksi. Implementasi pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara di sekolah dasar pada era digital yaitu melalui Teori Trikon, Teori Kepemimpinan, dan Sistem Among
Urgensi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Abad 21
Meningkatkan eksistensi dan mutu sumber daya manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembangunan pendidikan yang lebih baik di abad ke-21 merupakan peran penting dari pendidikan. Menanggapi perkembangan dan tuntutan zaman, guru harus dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan inovatif dalam pembelajaran, memahami perkembangan psikologis siswa, mengembangkan kemampuannya, berkomunikasi dengan siswa dan berwawasan luas. Selain itu, guru harus dapat mengembangkan pemahaman, sikap profesional, dan kompetensi lainnya untuk memecahkan berbagai problematika pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan pentingnya kompetensi pedagogik guru di abad ke-21. Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan kapasitas pendidikan guru membutuhkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya semua aspek pedagogi. Guru perlu menjadi guru yang profesional sekaligus sebagai sumber belajar, namun guru profesional adalah dinamisator, Fasilitator, dan katalisator yang mewujudkan siswa menjadi kreatif. Guru banyak sekali mengahadapi berbagai tantangan kehidupan abad ke-21. Oleh karena itu, guru perlu meningkatkan keterampilan dan kompetensi pedagogiknya serta dituntut menguasai dan terbuka akan kemajuan teknologi demi menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dalam dinamika kehidupan global saat ini
Urgensi Pendidikan Karakter: Tantangan Moralitas dalam Dinamika Kehidupan di Era Revolusi Industri 4.0
Era Revolusi Industri memberikan Perubahan besar dalam dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi demi mencapai pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah tantangan moral seperti cyberbullying, plagiarisme, pentingnya keamanan dan keselamatan dalm menggunakan teknologi dan lain sebagainya. Untuk itu, guru diharapkan untuk dapat memahami bagaimana cara menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja tantangan moral di era Revolusi Industri 4.0 dan bagaimana cara menghadapinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan yang bersumber dari karya tulis ilmiah atau bahan-bahan pustaka sebagai objek dari penelitian ini. Berdasarkan kajian beberapa literatur dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan karakter perlu ditetapkan untuk mencegah pengeruh negatif yang dihasilkan dari teknologi di era revolusi 4.0. Pendidikan karakter merupakan pengembangan, pembentukan, dan penanaman akhlak mulia dalam diri seseorang. Guru/pendidik memiliki peran yang penting dalam penerapan pendidikan karakter kepada siswa. Tentunya harus mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk memberikan pemahaman mengenai pendidikan karakter yang efektif kepada siswa. empat strategi yang dapat dilakukan pada pelaksanaan pendidikan karakter yaitu pembelajaran (teaching), penguatan (reinforcing), keteladanan (modeling), serta pembiasaan (habituating) dalam keberhasilan pelasanaan pendididkan katakter harus adanya kerjasama semua pihak yaitu orang tua,guru, masyarakat, pemerintah, media massa
Peran Pedagogik Futuristik Dalam Mendukung Kurikulum Baru
Pendidikan terus mengalami perkembangan secara dinamis dan ketat terkait dengan aspek filosofis maupun praksisnya, sehingga pendidikan akan terus mengalami penafsiran dan dekontruksi ulang, sesuai dengan kebutuhan dan nilai fundamental yang diperlukan dewasa ini. Artikel ini bertujuan untuk mencoba menelisik berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, dengan nilai filosofis yang dimiliki pedagogik futursitik yang di dalamnya termuat aspek-aspek yang urgensinya tidak bertolak belakang dengan kebutuhan yang harus dimiliki peserta didik di masa depan. Selain itu, kurikulum yang digagas kemendkbud terkait dengan kurikulum merdeka, memiliki nuansa kebebasan terhadap peserta didik dan guru, bagi guru sebagai pemberi materi pembelajaran ataupun bagi peserta didik sebagai penerima pembelajaran. Permasalahan yang terjadi pendidikan dewasa ini, banyak terjadi peserta didik yang masuk dalam jerat ruang pendidikan disoreintasi, sehingga sedikit banyak ditemui peserta didik yang tidak mempunyai dan mengoptimalkan apa yang menjadi keunggulan dan bakat yang dimilikinya, pendidikan yang tidak mengoptimalkan dan mengembangkan aspek fundamental yang dimiliki peserta didik tidak akan mampu membuat peserta didik survive dimasa depan, dengan problematika yang semakin rumit. Oleh sebab itu, kehadiran pedagogik futuristik dapat direalisasikan dalam iklim pendidikan dan tidak menjadi konsep yang bersifat menara gading untuk mendukung kurikulum merdek
Pedagogik Digital Sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Abad 21
Memasuki abad ke-21 perkembangan teknologi informasi semakin cepat, hanya dalam hitungan detik informasi dapat diterima dengan mudah. Perkembangan dunia Pendidikan pun semakin maju, seorang guru harus dapat mengikuti sesuai dengan tuntutan zaman. Guru bukan hanya sekedar memberikan materi pelajaran secara konvensional, namun seorang guru harus dapat menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran. Seorang guru harus kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran terutama menggunakan teknologi. Namun, kenyataannya, guru di Indonesia belum sepenuhnya dapat memanfaatkan teknologi. Masih banyak guru yang ternyata belum siap dengan kedatangan teknologi tersebut. Padahal saat ini, semua aspek sudah menggunakan digitalisasi. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru pada abad ke-21 dengan penguasaan pedagogik digital. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu berupa kajian literatur, dengan mencari berbagai sumber kemudian menganalisanya. Hasil dari penelitian ini bahwa ternyata seorang guru harus memiliki kompetensi pedagogik digital agar guru tersebut dapat meningkatkan kompetensinya sesuai dengan pembelajaran abad 21. Diharapkan nantinya seorang guru dapat bersaing di tengah derasnya era digitalisasi
Mengembangkan Motivasi Belajar Siswa melalui Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi: Sebuah Kajian Pembelajaran dalam Perspektif Pedagogik-Filosofis
Kemajuan teknologi yang semakin pesat diiringi perkembangan dunia yang semakin maju menuntut insan manusia mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi dan salah satunya mempengaruhi dunia pendidikan. Belajar tidak hanya diperoleh dalam satu waktu melainkan melalui berbagai cara dengan mengoptimalkan segala pancaindera yang dimiliki setiap manusia itu. Tujuan penelitian ini sebagai cara untuk mempersiapkan peserta didik yang dapat belajar dalam segala situasi sehingga perlu dilatih sejak dini bagaimana memanfaatkan segala keadaan menjadi bahan belajar yang dapat meningkatkan keterampilan mereka dan akan berguna di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber rujukan berupa buku dan artikel ilmiah nasional maupun internasional yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa salah satu cara untuk menjaga konsistensi semangat belajar peserta didik dengan ragam karakteristik setiap peserta didik yang berbeda dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan semangat belajar peserta didik karena mereka disuguhi kegiatan pembelajaran yang tidak monoton dan menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sehingga melalui strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan berdampak lebih baik terhadap keterampilan yang akan mereka miliki dan akan berguna bagi mereka di masa yang akan datang
Urgensi Pendidikan Kebudayaan untuk Karakter Siswa
Keberhasilan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kemampuan warga negara, untuk meningkatkan sumber daya manusia sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan masyarakat menentukan lembaga pendidikan yang bermutu. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam kebudayaan yang dapat membentuk karakter siswa. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian ini adalah seorang pendidik dapat mengajarkan dan mencontohkan sikap dan perilaku baik kepada siswa sejak dini, memiliki nilai budaya, karakter bangsa, perilaku religius budaya yang ditujukan kepada siswa agar dapat mengembangkan kebiasaan siswa tentang perilaku terpuji sehingga terbentuk karakter yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pendidikan karakter merupakan hal yang penting bagi pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter merupakan dasar pembentukan kepribadian bangsa yang berkualitas tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, persatuan, gotong royong, saling mendukung, menghargai orang, dan menghormati orang yang lebih tua
- …
