167 research outputs found
Politik hukum perjanjian international/ Harjono; (penyunt. Muhammad Zakki)
viii, 228 hal.; 21 cm
Language, Ritual, And Social Legitimacy In Islamic Wedding Ceremonies: A Critical Pragmatic Analysis
This study examines Islamic wedding ceremonies through a critical pragmatic analysis perspective, highlighting the function of language in constructing religious and social legitimacy. Wedding ceremonies are understood not merely as a series of symbols and ceremonial processions, but as a performative communication space where language plays a central role in shaping collective consciousness. The research data were obtained from Islamic wedding ceremony texts sourced from Islamic jurisprudence books, written documents, and recordings of field practice in Indonesian Muslim communities. Using the framework of speech act theory (Austin, 1962; Searle, 1995) and critical discourse analysis (Fairclough, 2013), this study examines how language functions not only as a medium for conveying normative messages but also as a performative instrument that internalizes spiritual, moral, and social values into Muslim household life. The results show that Islamic wedding discourse is dominated by three main speech act patterns. First, representative, which confirms the legitimacy of faith, the shahada, and theological norms as the spiritual foundation of marriage. Second, directives, which serve as moral instructions and household guidelines, include calls to piety, advice on maintaining family harmony, and prohibitions against behavior that damages the bonds of marriage. Third, expressives, which strengthen spiritual solidarity through prayer, expressions of gratitude, and collective hopes for the bride and groom. The synergy of these three patterns demonstrates that language in wedding rituals plays a dual role: as a religious bond and as a social control mechanism that strengthens the family institution. Academically, this research broadens the horizon of religious pragmatics by presenting new insights into the role of language in constructing social legitimacy, particularly in the rarely researched context of Islamic marriage. Practical implications: the quality of delivery of wedding texts needs to be improved so that the religious and moral messages they contain do not stop at the level of ritual formality, but are truly internalized in contemporary Muslim family life
Hybrid MPPT algorithm for mismatch photovoltaic panel application / Muhammad Iqbal Mohd Zakki
Photovoltaic (PV) systems require an active optimization system known as maximum power point tracking (MPPT) system. However, due to non-linearity of the I-V characteristic of solar cell, the tracking of the true maximum power point (MPP) can be very challenging. On the other hand, the presence of a non-ideal operating condition such as partial shading causes the P-V characteristic of the PV modules to have multiple peaks. The presence of multi peak tends to increase the chance of the conventional MPPT algorithms to inaccurately optimize the system to the local peak PV power, in despite of the global peak. Moreover, the implementation of different type of PV module on a PV panel causes the PV system to have very severe mismatched I-V and P-V characteristic that can cause imbalance distribution of voltage, current, and power. On the other hand, the implementation of conventional direct MPPT technique causes oscillation in MPP tracking due to the perturbative nature of the algorithms. Otherwise, the soft-computation MPPT methods by evolutionary algorithms such as Particle Swarm Optimization (PSO) algorithm require longer tracking time to prevent the false MPP tracking convergence. A distributed architecture of MPPT (DMPPT) system is proposed to solve the module mismatched, and partial shading issues. As for the MPPT technique, a novel hybrid MPPT algorithm is proposed to reduce the tracking time and oscillation, while increase the MPP tracking efficiency. Closed-loop PID control system is implemented to optimize the control speed, and accuracy of the MPPT system, along with PSO-based auto-tuning algorithm dedicated for the PID controller to provide adaptability with diverse hardware setup. MATLAB/Simulink is used to develop, test, optimize, and verify the proposed hybrid MPPT algorithm, and PSO-PID tuning method, before embedded in the MPPT system for the hardware implementation as a research product. Arduino platform is applied in hardware of the proposed MPPT system with Bluetooth connectivity. Comparative experimental study between the proposed hybrid MPPT algorithm, and PSO-MPPT algorithm shows that the proposed novel hybrid MPPT algorithm provides higher tracking performance in terms of speed of 600ms, and tracking efficiency of 99.4% in respect to the actual P-V curve, against 170s of tracking speed and 96.46% of efficiency of PSO-MPPT algorithm. From the comparative hardware test of MPPT architecture with mismatched PV module arrangement, the DMPPT are able to produce output with efficiency of 81.4%, while for CMPPT is 69.3%
PENGARUH HARGA, PROMOSI DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MIE GACOAN CABANG TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Harga, Promosi dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Zakki Irsyada, NIM. 126405202188, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dosen Pembimbing Rizal Furqan Ramadhan, S.Kom., M.T.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena ketertarikan masyarakat untuk mengkonsumsi olahan mie yang dimanfaatkan oleh PT Pesta Pora Abadi dengan mendirikan brand Mie Gacoan yang memiliki produk olahan mie dengan cita rasa pedas. Seiring dengan berjalannya waktu, muncul beberapa brand baru dengan menjual produk yang sejenis. Dari hal ini peneliti akan menguji pengaruh dari harga, promosi, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung.
Tujuan dari penelitian ini untuk: untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung, untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung, untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung, dan untuk mengetahui pengaruh harga, promosi, dan kualitas produk berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang diimplementasikan melalui Google Form dengan jumlah sampel 120. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji hipotesis (Uji t dan uji f), serta uji koefisien determinasi sehingga menghasilkan persamaan regresi: Y = -3,766 + 2,558 X1 + 11,514X2 + 2,750X3 + e
Dari penelitian ini didapati hasil bahwa: harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung, promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung, kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung, dan harga, promosi, dan kualitas produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Pembelian Mie Gacoan Cabang Tulungagung.
Kata Kunci: Harga, Promosi, Kualitas Produk, Keputusan Pembelia
FENOMENA PENTAS DANGDUT DI UPACARA PERKAWINAN (Studi Kasus di Desa Durenan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek)
ABSTRAK
Muhammad Zakki Taufik Azhar, NIM. 12102173106. “Fenomena Pentas
Dangdut di Upacara Perkawinan (Studi Kasus di Desa Durenan
Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek)”. Jurusan Hukum
Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN SATU
Tulungagung. Pembimbing: Ladin, S.H.I, M.H.
Kata kunci: Pentas Dangdut, perijinan dan ketertiban desa, PERDA Kab.
Trenggalek, persepsi ulama
Beberapa ulama menganggap iringan dan hiburan musik terutama
dangdut pada pelaksanaan upacara perkawinan boleh atau mubah karena tidak
menyalahi aturan dalam proses akad nikah. Namun sebagian ada yang kurang
setuju karena pelaksanaan upacara perkawinan yang diiringan dengan musical
atau hiburan musik mengandung kemaksiatan. Pelaksanaan upacara perkawinan
di Desa Durenan berupa ritual doa-doa kepada leluhur dan kepada sang pencipta
alam Allah SWT. Dalam pelaksanaan upacara perkawinan diiringi dengan musical
atau instrumental musik bahkan orkesan Orkes atau pentas dangdut.
Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pentas dangdut di
upacara perkawinan Desa Durenan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek,
2) Untuk mengetahui pelaksanaan pentas dangdut di upacara perkawinan Desa
Durenan Kecamatan Durenan ditinjau dari Peraturan Daerah Kabupaten
Trenggalek Nomor 3 Tahun 2019. 3) Untuk mengetahui persepsi ulama Durenan
terhadap pelaksanaan pentas dangdut di upacara perkawinan Desa Durenan
Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan
kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview
(wawancara), dan dokumentasi. Sedangkan analisis data melalui tahap reduksi
data, tahap penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Pelaksanaan pentas dangdut di
upacara perkawinan: a) Pelaksanaan dengan menentukan tanggal pernikahan, b)
Pentas dangdut hanya sekedar hiburan untuk tamu undangan dan para rewangan,
dan c) Fungsi dan tujuan pentas dangdut untuk memeriahkan perkawinan agar
terlihat glamor, menghibur para hadirin, para rewangan, dan menambah
undangan. 2) Pelaksanaan pentas dangdut di upacara perkawinan Desa Durenan
Kecamatan Durenan ditinjau dari Peraturan Daerah Kabupaten Trenggalek Nomor
3 Tahun 2019: a) Penertiban pada pandemi covid 19 ini diwajibkan mematuhi
protokol kesehatan, b) Membatasi undangan dengan kapasitas 50 undangan,
dilaksanakan sampai pada jam 12.00 WIB, dan maksimal penghibur hanya 6
personil, c) PERDA Kabupaten Trenggalek mengatur tentang ketertiban umum,
ketentraman, dan perlindungan masyarakat nomor 3 tahun 2019, d) pemberian
sanksi bagi yang melanggar peraturan. 3) Persepsi ulama Durenan terhadap
pelaksanaan pentas dangdut di upacara perkawinan Desa Durenan Kecamatan
Durenan Kabupaten Trenggalek : a) Mudarat/kemaksiatan dalam pentas dangdut
di upacara perkawinan terkait pakaian, berjoget di atas panggung dan tidak layak
dilihat oleh anak-anak di bawah umur, b) Mashlahah/manfaat dalam pentas
dangdut di upacara perkawinan adalah sebagai ajang bersilaturahmi antar kerabatmaupun tetangga dan menjadi hiburan masyarakat, c) Kyai atau ulama
menanggapinya halal dilaksanakan asalkan sesuai dengan syariat, dengan hanya
sebatas untuk menghibur para tamu undangan dan berpakaian sopan, c)
Walimatur ursy adalah upacara sakral dan merupakan Sunnah nabi Muhammad
SAW. dan diharapkan tidak mencampur adukkan dengan kemaksiatan
Konsep komunikasi menurut Muhammad Abduh: Studi Trem Qaulun dalam surat al-Baqarah dan al-Nisa pada pada tafsir al-Manar
Keberadaan Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi pedoman bagi umat manusia yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril. Jika dilihat dari sudut pandang komunikasi seperti yang dijelaskan oleh Harold Lasswel dan ilmuwan komunikasi lainnya. Harold Lasswell menekankan bahwa cara terbaik untuk menjelaskan aktivitas komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan Who, Says What, In Channel, To Who, With What Effect, maka proses turunnya wahyu (Al-Qur'an) merupakan proses komunikasi karena mengandung unsur-unsur komunikasi yaitu adanya pesan, media, dan efek/infact.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep komunikasi menurut Muhammad Abduh dengan terma qoulan yang terdapat dalam surat al-baqarah dan surat An-nisa pada tafsir al manar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskiriptif dengan metode pengambilan data menggunakan pendekatan isi (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir Maudui. Penelitian ini menemukan bahwa trem kata Qaulan dalam durah al-baqarah dan al-Nisa memiliki beragam makna dan pesan, yang kedua konsep komunikasi menurut Muhammad abduh adalah bahwa komunikasi perlunya menggunakan bahasa at-taridh atau sesuai kepatutan dan sesuai dengan relaitas yanga ada,. Berdasarkan penelitian ini maka untuk menghilangkan terjadinya kesalah fahaman dalam berkomunikasi setidaknya memiliki konsep komunikasi sesuai dengan yang disampaikan oleh Muhammad Abduh
Implementation of particle swarm optimization for tuning of PID controller in Arduino Nano for solar MPPT system / Muhammad Iqbal Mohd Zakki, Mohd Najib Mohd Hussain and Nawawi Seroji
This paper presents the implementation particle swarm optimization (PSO) embedded in Arduino Nano for proportional-integral-derivative controller (PID) tuning as a validation for real-time hardware application on the photovoltaic maximum power point tracking (MPPT) system. The Arduino is interfaced to the MATLAB/Simulink via serial communication device to provide duplex communication for PID tuning. The performance of PID tuning using PSO in Arduino was compared with the performance of MATLAB PID tuner toolbox based on simulation result via Simulink. The embedded PSO-PID provides better performance of 10 times higher compared to MATLAB PID tuner
KONSEP PENDIDIKAN SYED MUHAMMAD NAUQIB AL-ATTAS
Education has become a human need that allows us to develop better from time to time. Many figures are from various civilizations including Islam and the West. Syed Muhammad Nauqib Al-Attas is one of the contemporary Islamic figures who focuses more on education, especially Islamic education. In general, views regarding the goals of education are divided into 2 types, both of which are at different levels. The first view is with a societal orientation, namely that education is an effort to form a society that has good attitudes, good attitudes here are good for government in the form of democracy, kingdom, or oligarchy. This research attempts to find Al-Attas’ Islamic education. This article is library research. Through his books, it is found that Al-Attas’s concept pf education is ta’dib. Ta\u27dib is the process of instilling adab in humans (students). Through proper Islamic education, Al-Attas aims to produce a man of adab, who is able to benefit an individual, society, and the state. For seeking Allah’s pleasure, the curriculum created by Al-Attas is divided into two, namely science fardhu of \u27ain and science of fardhu kifayah, through these two sciences a man is expected to fulfill their needs as living beings. Without neglecting the importance of the knowledge of Islam as his worldview in learning science, a man requires a teacher to guide him. Teachers whose equipped with the right knowledge and adab properly can most possibly be a good example to their students
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK DI SMK ISLAM 1 DURENAN
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina
Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Peserta Didik Di SMK Islam 1 Durenan” ini ditulis
oleh Muhammad Zakki Zulfikar Pendidikan Agama Islam (PAI), NIM. 12201183340 Tahun
2022 dibimbing oleh Dr. H. Zaini Fasya, M.pd.I
Kata Kunci: Peran Guru , Pembinaan Karakter, Disiplin dan Tanggung Jawab
Skripsi ini dilatar belakangi oleh bagaimana peran guru pendidikan agama Islam dalam
membina karakter Disiplin dan Tanggung Jawab peserta didik SMK Islam 1 Durenan. Seorang
pendidik memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan begitu pula dalam
pendidikan Islam. Seorang pendidik diharapkan mampu menanamkan kedisiplinan dan
tanggungjawab pada diri peserta didik dan tidak hanya mengerjakan materi saja akan tetapi
implementasi juga perlu dilakukan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian kedisiplinan dan
tanggung jawab tidak hanya sekedar teori namun, akan tercermin pada perilaku siswa sehariharinya.
Guru berperan penting dalam perkembangan karakter siswa. Oleh karena itu, peran
guru dalam membina karakter Disiplin dan tanggung jawab ini sangat penting untuk
meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan agar tercapai output yang berkualitas, karena
dunia pendidikan saat ini hanya membina kecerdasan intelektualnya, wawasan dan
keterampilan semata, tanpa diimbangi dengan karakter yang terpuji.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimanana peran guru pendidikan agama Islam dalam
membina karakter disiplin peserta didik di SMK Islam 1 Durenan? 2) Bagaimana peran guru
pendidikan agama Islam dalam membina karakt tanggung jawab peserta didik SMK Islam 1
Durenan? 3)Apa faktor pendukung dan penghambat dalam membina karakter disiplin dan
tanggung jawab di SMK Islam 1 Durenan?.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi
penelitian terletak di SMK Islam 1 Durenan. Data yang peneliti dapatkan dari Guru Pendidikan
Agama Islam dan siswa. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan
dokumentasi. Paparan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara menggunakan
Triangulasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: berdasarkan paparan data dan hasil penelitian
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Peran guru pendidikan agama Islam dalam membina
karakter Disiplin peserta didik SMK Islam 1 Durenan yaitu :a. Pemberlakuan peraturan kepala
sekolah yang megharuskan peserta didik semua jurusan untuk membaca alqur’an, tahlil dihari
jum’at dan mendirikan ibadah shalat dhuha di musholla milik sekolah sebelum kegiatan belajar
mengajar di laksanakan.b.Perintah untuk melaksanakan shalat dhuha. Perintah ini dilakukan
dengan memberikan himbauan secara lisan kepada peserta didik yang dilakukan oleh waka
kesiswaan dan sekaligus guru yang sudah mendapatkan tugas untuk mendampingi dan
mengawasi jalannya ibadah agar segera ke musholla beberapa saat sebelum ibadah shalat
dhuha di laksanakan.c.Buku catatan keagamaan yang dipegang setiap peserta didik. Buku ini
kemudian akan diperiksa oleh wali kelas.d.Pemberian hukuman/sanksi bagi yang tidak
melaksanakan shalat.e.Melalui pendampingan dan pengawasan serta absensi yang dilakukan
oleh guru pendidikan agama Islam dan guru yang mengajar di jam pertama.f.Pembiasaan yaitu
dengan membiasakan peserta didik untuk membaca alqur.an, tahlih di hari jum’at dan
melaksanakan shalat dhuha setiap hari.g.Keteladanan, dimana para guru juga ikut melaksanakan shalat dhuha di sekolah sehingga tidak hanya peserta didik saja yang diwajibkan
shalat dhuha.h.Tata tertib dimana peserta didik dilarang datang terlambat dan harus mematuhi
perintah guru yaitu dengan mengikuti shalat dhuha sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan
oleh kepala sekolah.2) Peran guru pendidikan agama Islam dalam membina karakter peserta
didik melalui penanaman nilai tanggung jawab di SMK 1 Durenan adalah guru berperan
sebagai teladan, pembimbing dan pendidik. Dalam kegiatan keagamaan yang dapat
menanamkan nilai tanggung jawab pada peserta didik ini melalui membaca Al-Qur’an sebelum
mata pelajaran dimulai, adanya sholat duha berjamaah dan adanya program ekstrakulikuler
pramuka dan lain-lain.3) Faktor Pendukung dan Penghambat dalam membina Karakter
Disiplin dan Tanggung jawab Adapaun faktor pendukung dan penghambat dari dalam
membina karakter ini datang dari guru, orang tua, teman sebaya, dan lingkungan pergaulan
anak di dalam masyarakat. Semua faktor tersebut akan menjadi pendukung jika memberi
pengaruh dan arahan positif bagi anak sesuai dengan tugasnya masing masing. Sebagai contoh,
guru yang bisa menjadi tauladan dalam kedisiplinan dan tanggung jawab bagi murid-muridnya.
Sebaliknya jika keempat faktor tersebut memberi pengaruh yang negatif seperti jika anak
bergaul dalam lingkungan yang berakhlak buruk, maka akan menjadikan anak yang tidak
disiplin, susah diatur dan tidak bertanggung jawab
- …
