19 research outputs found
Peran Filsafat Dalam Membentuk Pemikiran Kritis-Filosofis Umat Islam
Discussions about philosophy are dialectical. Until now there is still a long debate, especially regarding the construction of philosophy and the elements of philosophy. Especially, if look the existence of philosophy in the Islamic world. The role and implications of ancient Greek philosophy as a thought that intrinsically contains critical-philosophical values contribute to Islamic civilisation. The open, critical, and dialectical style of thought from ancient Greece gave birth to Muslim philosophers such as al-Kindi, al-Farabi, al-Razi, to al-Ghazali and Ibn Rushd. Despite the views that reject philosophy, it turns out that philosophy also has a great influence on Muslims. Departing from that, this research seeks to examine the role of philosophy, especially philosophy from ancient Greek civilisation, in the formation of critical-philosophical thinking of Muslims in the early period. The method used in this research is library research. In the process of analysis, this research produces the conclusion that philosophy has a considerable role in Islamic civilisation, especially in shaping the critical-philosophical thinking of Muslims. Some indications that can be known are, making philosophical values as a way to answer the problem of Islamic theology, being a factor in the formulation of the methodology for interpreting authoritative sources (al-Qur'an and Hadith), to strengthen the epistemological basis of Sufism studies
Karakter, Seting dan Plot Membentuk Tema Absurd Dalam Novel Lelaki Tua Dan Laut
This research attempts to approach Ernest Hemingway’s novel The Old Man and The Sea with the view that the idea of existentialism is "absurd." The novel exposes the struggle of an old fisherman named Santiago in Cuba, facing his losses in life. Santiago went fishing for 84 days, but he did not catch any fish; every effort that he made in the sea was futile. The Old Man and The Sea is a subject that is supported by other sources, such as a book, journal, and article. In this research, the author tries to analyze the intrinsic elements such as character, plot, and setting that construct the absurd theme in the novel. The writer found that Ernest Hemingway painted Santiago’s character as an individualist who also wants to flaunt society. The setting is in the fisherman's village and the sea, and the plot contains exposition, complication, climax, and resolution. These elements interact to form the absurd theme of life's meaninglessnessPenelitian ini besubjek pada novel karya Ernest Hemingway berjudul The Old Man and The Sea dengan pendekatan existensialism "absurd". novel tersebut menceritakan tentang perjuangan seorang lelaki tua bernama Santiago di Kuba yang menghadapi kekalahan kekalahan dalam hidupnya. Santiago pergi untuk mecari ikan selama 84 hari dan tidak mendapatkan hasil apapun, semua usahanya sia sia. penelitian ini didukung oleh sumber sumber lai seperti buku, jurnal dan artikel. Dalam penelitian ini penulis menganalisa unsur-unsur intrinsik seperti tokoh, latar dan alur yang membentuk tema absrud. Penulis menemukan bahwa Ernest Hemingway menggambarkan penokohan Santiago sebagai seorang yang individualis tetapi juga ingin unjuk gigi pada masyarakat. Berlatar pada desa nelayan dan laut, dan alurnya mengandung ekposisi, komplikasi, klimaks dan resolusi. Elemen elemen ini saling berhubungan dan membentuk tema absurd tenang ketakbermaknaan hidup
ANALISIS PROSES PRODUKSI DAN KUALITAS BAHAN BAKU IKAN BEKU DI PT. ANUGRAH LAUT INDONESIA, TUBAN - JAWA TIMUR
"PT. Anugrah Laut Indonesia menerapkan proses produksi ikan tenggiri beku
yang ketat mulai dari perencanaan bahan baku hingga distribusi. Bahan baku
diperoleh dari pemasok di berbagai wilayah dan diangkut menggunakan truk
berpendingin untuk menjaga kualitas. Setelah tiba, bahan baku melewati inspeksi
kualitas, sortasi, dan proses fillet yang melibatkan cutting, defrosting, dan trimming
sebelum dibekukan dengan teknologi IQF, di-glazing, dan dikemas dengan plastik
vakum. Produk disimpan di cold storage pada suhu -25°C.
Tantangan utama dalam produksi adalah fluktuasi kualitas bahan baku dan
kerusakan alat, namun perusahaan mengatasinya dengan pelatihan karyawan dan
diversifikasi pemasok. Pengemasan mengikuti standar nasional dan internasional,
termasuk penggunaan barcode untuk pelacakan dan pengaturan cold storage secara
efisien.
Sanitasi dan hygiene dijaga melalui pemeriksaan rutin air, es, dan fasilitas
produksi. Limbah padat dan cair dikelola dengan baik, sementara kebersihan dan
kesehatan karyawan diawasi secara ketat. Distribusi dilakukan dengan truk
kontainer dan pesawat untuk menjaga kualitas hingga sampai ke negara tujuan.
Tantangan tenaga kerja sanitasi sedang diatasi dengan rencana penambahan
karyawan dan pelatihan khusus.
Analisis Proses Produksi Dan Kualitas Bahan Baku Ikan Beku di PT. Anugrah Laut Indonesia, Tuban - Jawa Timur
PT. Anugrah Laut Indonesia menerapkan proses produksi ikan tenggiri beku yang ketat mulai dari perencanaan bahan baku hingga distribusi. Bahan baku diperoleh dari pemasok di berbagai wilayah dan diangkut menggunakan truk berpendingin untuk menjaga kualitas. Setelah tiba, bahan baku melewati inspeksi kualitas, sortasi, dan proses fillet yang melibatkan cutting, defrosting, dan trimming sebelum dibekukan dengan teknologi IQF, di-glazing, dan dikemas dengan plastik vakum. Produk disimpan di cold storage pada suhu -25°C. Tantangan utama dalam produksi adalah fluktuasi kualitas bahan baku dan kerusakan alat, namun perusahaan mengatasinya dengan pelatihan karyawan dan diversifikasi pemasok. Pengemasan mengikuti standar nasional dan internasional, termasuk penggunaan barcode untuk pelacakan dan pengaturan cold storage secara efisien. Sanitasi dan hygiene dijaga melalui pemeriksaan rutin air, es, dan fasilitas produksi. Limbah padat dan cair dikelola dengan baik, sementara kebersihan dan kesehatan karyawan diawasi secara ketat. Distribusi dilakukan dengan truk kontainer dan pesawat untuk menjaga kualitas hingga sampai ke negara tujuan. Tantangan tenaga kerja sanitasi sedang diatasi dengan rencana penambahan karyawan dan pelatihan khusus
PENANGANAN KARGO CLINKER PADA MV. KT 02 TANPA RESIDU KARGO SAAT BONGKAR MUAT MENGGUNAKAN CRANE
ABSTRAKSI
Albab, Muhammad Zula Ainul. (NIT.52155661N), 2020. “Penanganan Kargo
Clinker pada MV. KT 02 tanpa Residu Kargo saat Bongkar Muat
menggunkan Crane“. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Anugrah Nur
Prasetyo, M.Si. Pembimbing II: Andy Wahyu Hermanto, M.T.
Clinker merupakan muatan yang memiliki diameter 0-40 mm dan tergolong
muatan yang mudah rusak apabila terkena air. Maka dari itu, penanganan kargo
clinker harus sesuai dengan prosedur dan juga alat yang digunakan harus memenuhi
standar. Apabila dalam proses bongkar muat menghasilkan residu kargo yang
banyak maka hal tersebut akan merepotkan, membahayakan serta merugikan
banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab adanya residu
kargo serta melakukan cara untuk mengurangi adanya residu kargo clinker pada
saat proses bongkar muat.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan
datanya dengan cara studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Kemudian dianalisa dengan menggunakan fishbone analysis untuk menentukan
akar permasalahanya sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa penyebab
adanya residu kargo clinker adalah tidak terpenuhinya standar dalam proses
bongkar muat, pengabaian terhadap prosedur sebelum dan selama proses bongkar
muat, serta banyaknya kondisi peralatan yang tidak sesuai dan tidak layak
digunakan. Cara yang dapat digunakan yaitu menerapkan dan mematuhi prosedur,
melakukan cargo crane inspection, mengadakan safety meeting, menjalakan PMS
(Plan Maintenance System), mengadakan pembaharuan peralatan secara berkala,
pemilihan operator crane yang baik, menggunakan penutup tarpaulin, serta selalu
melakukan koordinasi antara crew kapal dengan petugas bongkar muat.
ABSTRACT
Albab, Muhammad Zula Ainul. (NIT.52155661N), 2020. “Clinker Cargo
Handling on MV. KT 02 without Cargo Residue During Cargo Operation
Using Crane“. Thesis. Diploma IV Program. Nautical Studies. Semarang
Merchant Marine Polytechnic. 1
Supervisor: Capt.Anugrah Nur Prasetyo,
M.Si. 2
st
nd
Supervisor: Andy Wahyu Hermanto, M.T.
Clinker is a cargo that has 0-40 mm diameter and classified as easily demaged
cargo if it is exposed to water. Therefore, the cargo handling clinker should
according the procedure as well as the equipment used must be in accordance with
standard. If in the discharging and loading process result a lot of cargo residue that
creates difficulties, hazardous also creates loss for lot of stakeholder. This research
has purpose to know the cause pf the cargo residue also do several mechanism to
lesser the existence of clinker cargo residue at discharging and loading process.
This research done by descriptive qualitative method. The data gathering
method is by literature study, observation, interview, and documentation. Then, it
is analyzed with fishbone analysis to determine the root of the problem, so the
correct solution could be found.
From the result of the research, it could be summarized that the cause of the
clinker cargo residue is the incomplete standard of discharging and loading process,
the ignorance during discharging and loading process, also a lot of equipment
conditions that not according the standard and not suitable to be used. The
mechanism that could be used is to apply and comply with the procedure,
performing cargo crane inspection, holding safety meeting, performing PMS (Plan
Maintenance System), holding equipment update periodically, choosing qualified
operator crane, using cover of tarpaulin, also always done the coordination between
the vessel crews with discharging and loading staffs
INSTALASI WASTE WATER TREATMENT PLANT (WWTP) UNTUK MENURUNKAN TOTAL SUSPENDED SOLID SESUAI BAKU MUTU PADA AIR SUMP YANG BERKADAR SILIKA TINGGI
Proses pengelolaan air limbah di industry pertambangan sangatlah penting karena dapat mempengaruhi kelancaran proses penambangan. Air limbah yang tidak dapat dikeluarkan dari area bukaan tambang secara optimal dapat menghambat bahkan menghentikan aktivitas penambangan. Namun, jika air limbah tersebut dikeluarkan tanpa proses pengelolaan yang baik maka dapat berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan juga melanggar aturan terkait nilai baku mutu air pada Pergub Sumsel No 8 Tahun 2012. Dampak dari pencemaran air adalah adanya sanksi administrasi hingga penyetopan produksi dari Pemerintah. Air limbah yang ada di Tambang PT Bara Anugrah Sejahtera memiliki karakteristik unik yaitu mengandung kadar silika yang tinggi. Hal ini menyebabkan partikel Total Suspended Solid (TSS) sulit untuk diendapkan secara normal. Hal ini terlihat pada kondisi air di big sump yang tetap konsisten kadar TSS di atas 5000 mg/liter walaupun terendap dalam periode yang cukup panjang. Berbagai jenis chemical telah dicoba untuk menurunkan kadar TSS namun belum ada yang dapat menurunkan TSS hingga baku mutu secara efektif dan efisien. PT Bara Anugrah Sejahtera melakukan inovasi dan berinvestasi dengan membangun fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) dalam mengelola air limbah agar dapat memenuhi baku mutu air secara efektif dan efisien. Mekanisme WWTP adalah memompa air limbah ke dalam labirin baffle untuk dicampurkan bersama chemical tertentu yang terdiri dari Koagulan dan Flokulan untuk mengikat antar partikel TSS menjadi bentuk gumpalan yang disebut Floc sehingga terpisah dari air secara stabil. Floc ini yang akan terendap pada saluran air terbuka sebelum settling pond yang kemudian akan dikuras menggunakan pompa lumpur ke mud pond terpisah agar siklus pengelolaan air tidak terhambat karena pendangkalan.Instalasi WWTP yang dikombinasikan dengan chemical tertentu yang terdiri dari Koagulan dan Flokulan terbukti dapat mengelola air limbah tambang berkadar silika tinggi di atas 780 mg/liter untuk memenuhi baku mutu air pada TSS <300 mg/liter tanpa mempengaruhi tingkat keasaman pada air.Â
Jambore Nasional Komunikasi (JNK) bersama UMN dan ASPIKOM wilayah Jabodetabek
TANGERANG – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi tuan rumah puncak Jambore Nasional Komunikasi (JNK) bersama Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) wilayah Jabodetabek, sekaligus menutup rangkaian kegiatan JNK yang telah berlangsung sejak Mei 2024 pada Rabu, 8 Januari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai program studi Ilmu Komunikasi dari seluruh Indonesia dan berhasil mengumpulkan lebih dari 350 karya dari 13 kategori lomba. Rizky Cendera Anugrah Bangun, M.Si., selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi UMN, mengapresiasi partisipasi aktif peserta dan peran penting dewan juri dalam kesuksesan acara ini. Ketua Acara ASPIKOM, Dr. Rini Sudarmanti, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah ekspresi karya komunikasi yang kreatif dan berharap JNK akan terus berlanjut di masa mendatang. Wakil Rektor Bidang Akademik UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menyoroti pentingnya kolaborasi dan topik berkelanjutan dalam komunikasi, serta menyambut baik adanya perlombaan untuk dosen sebagai bentuk penguatan jejaring keilmuan antar lembaga. Dalam ajang ini, UMN meraih lima penghargaan mahasiswa dan satu penghargaan dosen teladan: Tannayu Hangno (Juara 1 Fotografi), Christabell Grace Chalin (Juara 1 Audio Storytelling), Muhammad Nathan (Juara 2 Audio Storytelling), Dessy Chandra (Juara 3 Audio Storytelling), Ryo Anthonio (Juara 2 Public Speaking), dan Dr. Indiwan Seto Wahyu Wibowo, M.Si. (Kategori Dosen Teladan Pengabdian Masyarakat)
An Analysis of English Language Errors in Travel Brochures by students of SMKN 2 Maros
This study looks at how students at SMKN 2 Maros see English language mistakes in travel brochures. Using a simple research method, data were gathered through a questionnaire with 20 questions, answered by 52 students from classes X DKV, X ULP, and XI ULP. The results showed that most students (55%) often notice language mistakes in travel brochures, which affects how they understand and view the content.
Even though there are many mistakes, most students (61.54%) said they usually understand the meaning of the words in the brochures. This means that while mistakes are common, they do not completely stop students from understanding. However, these mistakes do affect how trustworthy and reliable the brochures seem to the readers.
The study suggests that fixing the English in travel brochures could make them work better and be more appealing. By reducing language mistakes, brochures can do a better job of attracting and informing potential travellers. This research shows how important it is to have correct and clear language in promotional materials, highlighting the need for good editing and proofreading when making travel brochures
Analisis Proses Produksi Dan Kualitas Bahan Baku Ikan Beku di PT. Anugrah Laut Indonesia, Tuban - Jawa Timur
tenggiri beku yang ketat mulai dari perencanaan bahan baku hingga distribusi. Bahan baku diperoleh dari pemasok di berbagai wilayah dan diangkut menggunakan truk berpendingin untuk menjaga kualitas. Setelah tiba, bahan baku melewati inspeksi kualitas, sortasi, dan proses fillet yang melibatkan cutting, defrosting, dan trimming sebelum dibekukan dengan teknologi IQF, di-glazing, dan dikemas dengan plastik vakum. Produk disimpan di cold storage pada suhu -25°C. Tantangan utama dalam produksi adalah fluktuasi kualitas bahan baku dan kerusakan alat, namun perusahaan mengatasinya dengan pelatihan karyawan dan diversifikasi pemasok. Pengemasan mengikuti standar nasional dan internasional, termasuk penggunaan barcode untuk pelacakan dan pengaturan cold storage secara efisien. Sanitasi dan hygiene dijaga melalui pemeriksaan rutin air, es, dan fasilitas produksi. Limbah padat dan cair dikelola dengan baik, sementara kebersihan dan kesehatan karyawan diawasi secara ketat. Distribusi dilakukan dengan truk kontainer dan pesawat untuk menjaga kualitas hingga sampai ke negara tujuan. Tantangan tenaga kerja sanitasi sedang diatasi dengan rencana penambahan karyawan dan pelatihan khusus
Perencanaan Perencanan Struktur Beton Bertulang Pada Gedung Sewa Perkantoran 7 Lantai Tahan Gempa Dengan Sistem Ganda Di Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Pontianak
The planning of rental office buildings in Pontianak City is an effort to minimize horizontal land use and prevent new issues, such as land crises. The structural planning carried out certainly needs to pay attention to several aspects, one of which is the influence of earthquakes. Essentially, earthquakes tend to impact structures at their joints; thus, reinforced concrete structures are designed using a moment-resisting frame system with a strong column-weak beam concept, combined with shear walls, referred to as a dual system. This design allows the structure to mitigate earthquake vibrations. The 7-story rental office building is located on Jl. Jendral Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Pontianak City, West Kalimantan Province. The earthquake load was planned to use the 2019 Indonesia Earthquake Map and the response spectrum method in accordance with SNI 1726-2019. Load calculations followed SNI 1727-2020, while the design of reinforced concrete structures for building construction complied with SNI 2847-2019. The analysis of the requirements and stability of the structure against the earthquake load by the spectrum response method has met the requirements and stability as an earthquake-resistant structure with a dual system. The maximum inter-level deviation that occurred was 8.411 mm for the x direction and 4.815 mm for the y direction.Perencanaan gedung sewa perkantoran di Kota Pontianak merupakan upaya meminimalisir pemakaian lahan horizontal agar tidak muncul masalah baru seperti krisis lahan. Perencanaan struktur yang dilakukan tentunya perlu memperhatikan beberapa aspek salah satunya adalah pengaruh gempa. Pada dasarnya gempa selalu menyerang struktur pada bagian join sehingga dirancang struktur beton bertulang dengan metode sistem rangka pemikul momen dengan konsep kolom kuat-balok lemah yang dikombinasikan dengan dinding geser atau disebut dengan sistem ganda, sehingga getaran gempa dapat diperkecil oleh struktur. Bangunan Gedung Perkantoran Sewa 7 Lantai ini berlokasi di JL. Jendral Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Perencanaan beban gempa menggunakan Peta Gempa Indonesia 2019 menggunakan metode respon spektrum sesuai SNI 1726-2019. Perhitungan pembebanan sesuai SNI 1727-2020, persyaratan struktur beton bertulang untuk bangunan gedung sesuai SNI 2847-2019. Hasil perhitungan struktur didapat ukuran 2 jenis pelat 12cm,15cm; 3 jenis balok 40cm / 65cm, 25cm / 45cm, 30cm / 50cm ; 1 jenis kolom, K1 50cm x 50cm; 1 jenis dinding geser 33cm; 11 jenis pondasi 300cm x 300cm x 100 cm – spun pile 16 D 25cm; 275cm x 275cm x 90cm – spun pile 16 D 25cm; 245cm x 245cm x 90cm – spun pile 9 D 25cm; 240cm x 240cm x 70cm – spun pile 9 D 25cm; 240cm x 160cm x 70cm – spun pile 12 – 80cm; 220cm x 220cm x 90cm – spun pile 9 D 25cm; 200cm x 200cm x 70cm – spun pile 9 D 25cm; 150cm x 150cm x 70cm – spun pile 4 D 25cm; 180cm x 100cm x 70cm – spun pile 2 D 30cm
