1,720,968 research outputs found
Mengatasi Miskonsepsi Pernikahan Sah: Upaya KUA Dalam Memberikan Pencerahan dan Edukasi (Studi Kasus di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon)
Muhammad Taufiq Hidayat. NIM:2008201005. “MENGATASI MISKONSEPSI PERNIKAHAN SAH: UPAYA KUA DALAM MEMBERIKAN PENCERAHAN DAN EDUKASI”, 2024.
Pernikahan yang sah menurut hukum positif sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Pasal 2 ayat (1) dan (2), bahwa pernikahan dikatakan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya, dan tiap-tiap pernikahan itu harus dicatat menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Pernikahan sah (tercatat), akan menjadi dokumen yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, pernikahan yang tidak sah maka kepentingan nya akan dipersulit. Pada fakta lapangan ternyata masih ada masyarakat bahkan P3N (Pembantu Pegawai Pencatat Nikah) yang mengalami miskonsepsi tentang pernikahan sah baik dari segi teknis maupun segi administrasi pencatatan perkawinan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah: 1) Apakah penyebab miskonsepsi pernikahan sah yang terjadi di masyarakat, 2) Apa dampaknya, dan 3) Bagaimana upaya KUA Kecamatan Pekalipan untuk mengatasi miskonsepsi tersebut.” Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian lapangan, bersifat kualitatif deskriptif, pengumpulan data dengan teknik snowball sampling dan triangulasi metode dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan 3 tahapan analisis data interactive model.
Hasil Penelitian ini menunjukkan: 3 miskonsepsi. Pertama, terkait administrasi pendaftaran nikah, terdapat kesalahan data pengantin, yang disebabkan kelalaian petugas KUA. Kedua, terkait batas usia menikah, ada masyarakat yang ingin menikahkan anaknya yang belum berusia 19 tahun, akan tetapi bersikeras dengan alasan salah satu berkas untuk mendaftar menikah adalah mempunyai KTP, ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat. Ketiga, terkait pengucapan talak dengan lafad kinayah pernikahan, ini juga disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat. Upaya KUA untuk mengatasinya dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), dan Konseling Konsultasi Pernikahan, dan Sosialisasi Melalui Majelis Taklim. Hal ini dilakukan oleh Penyuluh Agama KUA Kecamatan Pekalipan dalam rangka edukasi, dilakukan setiap minggu sebanyak 1 kali. Sosialisasi ini hampir sama dengan konsultasi, yang diakhir sesi materi ada sesi tanya jawab, dengan metode seperti ini selain memberi sosialisasi tentang pernikahan, Penyuluh Agama juga bisa mendengar keluhan dan curhatan masyarakat. Saran Penulis dalam kasus ini, 1) Kepada pihak KUA agar selalu teliti dalam memeriksa berkas calon pengantin, agar kesalahan data seperti ini bisa dihindari dan tidak terulang kembali. Sosialisasi tentang pernikahan sah juga harus terus dilakukan dan ditambah cakupan wilayahnya, tidak hanya kepada orang dewasa, tetapi bisa juga kepada anak-anak remaja dan pelajar/mahasiswa. 2) Kepada masyarakat yang masih kurang paham terkait pernikahan sah bisa langsung datang ke KUA untuk konseling dan konsultasi agar kehidupan rumah tangganya berjalan dengan aman dan damai.
Kata Kunci: Miskonsepsi, Pernikahan Sah, Peran KU
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
TIPU DAYA SYAITAN DAN CARA MENGATASINYA MENURUT AL-QUR'AN (TAFSIR TEMATIK)
Abstrak Tidak Tersedi
Sistem Pengawasan Internal Kas pada Koperasi Pegawai Negeri (KPRI) Serai Serumpun Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat
Dalam sektor perekonomian yang banyak menunjang pembangunan di negara
kita, banyak perusahaan yang bermunculan ,dimana perusahaan semakin besar
fungsinya dalam dunia usaha, baik itu industri, perdagangan, maupun jasa yang
merupakan sumber-sumber devisa yang tidak kecil artinya maka sudah sepantasnya
kita meninjaubagaimana perusahaan itu sendiri dalam melakukan kegiatan seharihari
dalam memenuhi permintaan masyarakat luas.
Teknologi yang semakin maju mempengaruhi perkembangan yang pada
setiap perusahaan, baik perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah.
Masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan juga semakin kompleks terutama
dalam penyajian laporan keuangan. Dalam fungsi manajemen, pengawasan
merupakan tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan.
Pengawasan dapat dibagi dalam dua hal, yaitu pengawasan langsung dan
pengawasan tidak langsung. Dalam pengawasan tidak langsung terbagi dua lagi,
yaitu accounting control dan administrasi control. Pengawasan intern adalah
mencakup rencana organisasi dan semua metode serta tindakan yang digunakan
untuk mengamankan harta kekayaan perusahaan, mengecek kecermatan dan
keandalan dari data akuntansinya serta mengatur aktivitas perusahaan dan
membuat rencana di masa yang akan datang. Karena ruang lingkup dari
pengawasan intern itu cukup luas maka dalam pembahasannya diperlukan adanya
batasan-batasan agar pembahasannya lebih terinci.56 HalamanKertas Karya Diplom
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
