140 research outputs found
A'wari al ma'arif : sebuah buku daras klasik tasawuf
Penulis buku, Syihabuddin Umar bin Muhammad Suhrawardi menyanggah tudingan terhadap kaum tasawuf yang disalahkan atas berbagai penyebab kemunduran kaum muslim di berbagai bidang pada periode waktu tertentu. Melalui buku ini, penulis mempersuasi pembaca untuk melihat tasawuf dari sisi simpatik dan apresiatif melalui penghadiran sumber-sumber otentik
Hukum Menshalatkan Jenazah Muslim Yang Bunuh Diri(Studi Kompratif Pendapat Imam Abu Yusuf Al-Hanafi Dan Pendapat Imam Syihabuddin Ar-Ramli Asy-Syafi'i)
Muhammad Cecha Habibie( 0202191016)“ Hukum Menshalatkan Jenazah Muslim yang
Bunuh diri( Riset Komparatif Komentar Imam Abu Yusuf Al- Hanafi serta Komentar Imam
Syihabuddin Ar- Ramli Asy- Syafi’ i)”. Program Riset Perbandingan Madzhab( PM) Fakultas
Syari’ ah serta Hukum. Universitas Islam Negara Sumatera Utara Tahun 2023 Meter/ 1445 H.
Salat jenazah( Arab:صالةالجنازة, Sholatu janazah) merupakan tipe shalat yang dicoba buat
jenazah muslim. Tiap muslim yang wafat baik pria ataupun wanita harus dishalatkan oleh
muslim yang masih hidup dengan status hukum fardu kifayah. Nabi Muhammad tidak sempat
ingin menyalatkan jenazah yang wafat masih mempunyai utang serta orang wafat sehabis
bunuh diri, namun harus disalatkan oleh umatnya ataupun warga universal. Skripsi ini
bertujuan mengenali status hukum menshalatkan jenazah muslim yang bunuh diri bagi
komentar Imam Abu Yusuf Al- Hanafi serta Komentar Imam Syihabuddin Ar- Ramli Asy�Syafi’ i. riset dalam kajian skripsi ini memakai tata cara riset Sosiologis Normatif yang
bertabiat komparatif( riset hukum normatif) ialah riset yang dicoba dengan memakai bahan
pustaka Library Research( kajian pustaka) ataupun informasi sekunder, tetapi bila dilihat dari
sudut wujud nya riset ini merupakan riset perspektif ialah riset yang dimaksudkan buat
memperoleh anjuran anjuran menimpa apa yang wajib dicoba buat menanggulangi
permasalahan permasalahan tertentu. Tujuan dari riset skripsi ini merupakan mengenali
pemikiran hukum menshalatkan jenazah muslim yang bunuh diri dalam perspektif Imam Abu
Yusuf Al- Hanafi serta Imam Syihabuddin Ar- Ramli Asy- Syafi’ i. Ada pula Komentar yang
relevan menimpa hukum menshalatkan jenazah muslim yang bunuh diri ialah: komentar Imam
Abu Yusuf Al- Hanafi sebab seseorang muslim yang melaksanakan aksi bunuh diri maksudnya
muslim tersebut sudah melaksanakan dosa besar sehingga menimbulkan muslim tersebut tidak
terdapat pintu taubat menurutnya sebagaimana hadist yang jadi landasan dia merupakan hadist
dari Jabir bin samurah yang mengatakan kalau kepada Nabi SAW dibawakan seseorang laki
laki yang wafat sebab bunuh diri hingga Nabi tidak menshalatkannya. Ada pula sehabis penulis
melaksanakan munaqosyah adillah terhadap dalil yang jadi landasan komentar Imam Abu
Yusuf ini, penulis mengalami kalau hadist dari jabir bin samurah ini mempunyai sanad- sanad
yang lebih kokoh daripada sanad- sanad hadist yang digunakan oleh Imam Syihabuddin Ar�Ramli Asy- Syafi’ i selaku dalil dari pendapatnya, sehingga bisa dimengerti muslim yang
bunuh diri tidak boleh dishalatkan oleh para Imam serta kalangan muslimin pada biasanya serta
kalaupun mau disholatkan hingga cuma disholatkan oleh keluarganya saja. disamping itu alibi
Rasulullah tidak menshalatkan Jenazah muslim yang bunuh diri di dini perintah nya merupakan
selaku peringatan supaya umat muslim tidak seenaknya melaksanakan aksi bunuh diri
Mandailing Scholar of the XX Century: Sufism Thought of Syeikh Syihabuddin Nasution Aek Libung (1892 -- 1967)
This article aims to describe the sufismtrought of SyihabuddinAekLibung (Nasution), born in South Tapanuli. He was one of the scholars (al-‘Alim al-‘Allamah) in Archipelago, pupil of Abdul Jabar al-KhalidiNaqsyabandi (Khalifah of Ibrahim al-Khalidi) and Muhammad Ali Ridha in Mecca. This article is based on the sources of his manuscript, Adab al-Muridin and Fath al-Qalb with a philological approach and social history. Syihabuddin said that the pillars of the religion are 4 types: iman, Islam, tauhid, and makrifah. It means that religion was not only iman, Islam (sharia, fiqh), dantauhid, but also makrifat (sufism, tarekat and suluk). The understanding and implementation makrifah, of course, must be preceded by the understanding and implementation of the iman, Islam and tauhid. This understanding is the understanding of the scholars who are rapprochement or reconciliation between shari’ah-oriented scholars and sufis who prefer the esoteric teachings. In the practice of sufism, Syihabuddin affiliated to the Naqsyabandiyah.
Keywords: Sufism; tarekat; suluk; social histor
MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (Studi Multisitus di SMP YIMI Gresik dan SMP Islamic Qon Gresik)
Abstrak
Syihabuddin, Muhammad Arif 2021, Manajemen Strategik Dalam Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Studi Multisitus di SMP YIMI Gresik dan SMP Islamic Qon Gresik). Disertasi, Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Promotor I: Prof. Dr. H. Mujamil Qomar, M. Ag., Promotor II: Prof. Dr. H. Prim Masrokan Mutohar, M. Pd.
Kata Kunci: Manajemen Strategik, Mutu, Mutu Lembaga Pendidikan Islam.
Lembaga pendidikan islam saat ini masih terus berupaya untuk meningkatkan mutu, Peningkatan mutu yang dilakukan tersebut berdasar dua faktor, yaitu standar mutu yang ditetapkan oleh pemerintah dan standar mutu yang diinginkan oleh masyarakat. Upaya peningkatan mutu tersebut dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menerapkan manajemen strategik yang didalamanyaa memuat tahapan formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi untuk meningkatkan mutu lembaga pendidikan.
Penelitian ini berupaya untuk menganalisis dan menemukan, 1). formulasi strategi peningkatan mutu lembaga Pendidikan Islam di SMP YIMI Gresik dan SMP Islamic Qon Gresik., 2). Implementasi strategi peningkatan mutu lembaga Pendidikan Islam di SMP YIMI Gresik dan SMP Islamic Qon Gresik 3). Evaluasi strategi peningkatan mutu lembaga Pendidikan Islam di SMP YIMI Gresik dan SMP Islamic Qon Gresik., 4) dan tindak lanjut dalam peningkatan mutu lembaga Pendidikan Islam di SMP YIMI Gresik dan SMP Islamic Qon Gresik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dengan rancangan multisitus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Myles Huberman, kondensasi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Data dianalisis dari data situs tunggal dan lintas situs. Uji keabsahan data melalui kridibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas.
Hasil penelitian ini menunukkan bahwa 1). Formulasi strategi dilakukan dengan membuat analisis SWOT terhadap lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Strategi yang diformulasikan mencakup strategi pengembangan sumber daya manusia, strategi pengembangan sarana dan prasarana, strategi pengembangan lingkungan, strategi pengembangan pengelolaan, strategi pengembangan kurikulum, strategi pengembangan kesiswaan, dan strategi pengembangan kompetensi lulusan. 2). Implementasi strategi dilaksanakan sebagaimana strategi yang telah diformulasikan. Pelaksanaan program-program yang merupakan strategi sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, kebijakan tersebut mencakup teknis pelaksanaan, aturan dan ketatapan-ketetapan. 3). Evaluasi strategi dilaksanakan dengan tahapan penentuaan program yang akan dievaluasi, merancang dan mendesain evaluasi, mengumpulkan data dan informasi, melakukan analisis, dan pelaporan hasil evaluasi, bentuk evaluasi yang dilaksanakan ada dua yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Dari segi waktu pelaksanaan evaluasi tersebut dilaksanakan mingguan, bulanan, semester, dan tahunan. 4). Tindak lanjut didasarkan pada hasil kegiatan evaluasi dan monitoring yang kemudian dibuat rencana tindak lanjut dan dilaksanakan tindak lanjut tersebut sehingga terwujud peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Temuan formal penelitian ini adalah menyempurnakan dan memberikan kebaruan pada teori yang dikemukakan oleh David bersaudara (Fred R. David dan Forest R. David) tentang tahapan manajemen strategik, a) formulasi strategi; b) implementasi strategi; c) evaluasi strategi. Karena pada tahapan tersebut belum dijelaskan bagaimana Langkah yang harus dilakukan dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan (continuous improvement). serta teori yang dikemukakan oleh David J. Hunger dan Thomas L. Wheen tentang analisis lingkungan untuk formulasi strategi.
Abstract
Syihabuddin, Muhammad Arif. 2021. Strategic Management of Quality Improvement in Islamic Educational Institutions (Multisite Study at YIMI Gresik Middle School and Islamic Qon Gresik Middle School). Dissertation of Postgraduate, Doctoral program in Islamic Education Management. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Promotor I: Prof. Dr. H. Mujamil Qomar, M. Ag., Promotor II: Prof. Dr. H. Prim Masrokan Mutohar, M. Pd.
Keywords: Strategic Management, Quality, Quality of Islamic Educational Institutions
Islamic educational institutions are currently still trying to improve the quality, the quality improvement carried out is based on two factors, namely the quality standards set by the government and the quality standards desired by the community. The efforts to improve the quality are carried out in various ways, one of them is by implementing strategic management which includes the stages of strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation to improve the quality of educational institutions.
This study strives to analyze and find: 1). Formulation of strategies to improve the quality of Islamic education institutions in YIMI Gresik Middle School and Islamic Qon Gresik Middle School., 2). Implementation of the strategy to improve the quality of Islamic education institutions in YIMI Gresik Middle School and Islamic Qon Gresik Middle School 3). Evaluation of the strategy to improve the quality of Islamic education institutions at YIMI Gresik Middle School and Islamic Middle School Qon Gresik., 4) and follow-up in improving the quality of Islamic education institutions at YIMI Gresik Junior High School and Islamic Middle School Qon Gresik.
This research uses a qualitative approach, the type of research is a case study with a multi-site design. Data collection techniques using in-depth interviews, participant observation and documentation. Data analysis using the Myles Huberman model, data condensation, data presentation, verification and conclusion drawing, data analysis is carried out from single site and multi site. est the validity of the data is done by going through the credibility, transferability, dependability and confirmability.
The results of this study indicate that 1). Strategy formulation is done by making a SWOT analysis of the internal and external environment. The strategies formulated include human resource development strategies, facilities and infrastructure development strategies, environmental development strategies, management development strategies, curriculum development strategies, student development strategies, and graduate competency development strategies. 2). The implementation of the strategy is carried out as the strategy that has been formulated. The implementation of programs which are strategies in accordance with established policies, these policies include technical implementation, rules and regulations. 3). Strategy evaluation is carried out with the stages of determining the program to be evaluated, designing and designing evaluations, collecting data and information, conducting analysis, and reporting evaluation results. There are two forms of evaluation, namely formative evaluation and summative evaluation. In terms of time, the evaluation is carried out weekly, monthly, semester, and yearly. 4). Follow-up is based on the results of evaluation and monitoring activities which are then made a follow-up plan and the follow-up is carried out so that sustainable quality improvement is realized.
The formal findings of this study are to strengthen and develop Fred R. David and Forest R. David's theory of Strategic Management regarding the stages of strategic management, a) strategy formulation; b) strategy implementation; c) strategy evaluation; and d) follow-up program. and David J. Hunger and Thomas L. Wheen's theory of environmental analysis for strategy formulation.
ملخص
شهاب الدين، محمد عارف 2021 ، الإدارة الاستراتيجية في تحسين جودة المؤسسات التربوية الإسلامية (دراسات متعددة المواقع في مدرسة YIMI المتوسطة كرسيك ومدرسة Qon المتوسطة الإسلامية كرسيك). أطروحة، برنامج الدكتوراه في إدارة التربية الإسلامية جامعة سيد علي رحمة الله الإسلامية تولونجاجونج، المشرف الأول: الأستاذ الدكتور مجمل قمر الماجستير، المشرف الثاني: الدكتور الحاج فرم مسركا مطهر الماجستير.
الكلمة الأساسية: الإدارة الاستراتيجية، الجودة، جودة المؤسسات التربوية الإسلامية.
كانت المؤسسات التربوية الإسلامية لاتزال تحاول في تحسين الجودة حاليًا، ويستند تحسين الجودة الذي يتم تنفيذه إلى عاملين، الأول:معايير الجودة التي وضعتها الحكومة والثاني: معايير الجودة التي يرغب فيها المجتمع. وتم تنفيذ جهود تحسين الجودة بطرق مختلفة، منها تنفيذ الإدارة الاستراتيجية التي تشمل على صياغة الاستراتيجية والتنفيذ والتقويم.
تسعى هذا البحث إلى التحليل والعثور على: 1). صياغة الاستراتيجية لتحسين جودة المؤسسات التربوية الإسلامية في مدرسة YIMI المتوسطة كرسيك ومدرسة Qon المتوسطة الإسلامية كرسيك 2). تنفيذ الاستراتيجة لتحسين جودة المؤسسات التربوية الإسلامية في مدرسة YIMI المتوسطة كرسيك ومدرسة Qon المتوسطة الإسلامية كرسيك 3). تقويم الاستراتيجية لتحسين جودة المؤسسات التربوية الإسلامية في مدرسة YIMI المتوسطة كرسيك ومدرسة Qon المتوسطة الإسلامية كرسيك، 4) المتابعة لتحسين جودة المؤسسات التربوية الإسلامية في مدرسة YIMI المتوسطة كرسيك ومدرسة Qon المتوسطة الإسلامية كرسيك.
استخدم الباحث المدخل الكيفي ونوعه دراسة الحالة بتصميم متعدد المواقع وكانت أساليب جمع البيانات هي المقابلة المتعمقة والملاحظة والوثائق. وتحليلها باستخدام نموذج مايلز هوبرمان يعني تكثيف البيانات وعرض البيانات والتحقق واستخلاص النتائج. وتم تحليل البيانات من موقع واحد وبيانات عبر الموقع. واختبار صحتها من خلال المصداقية وقابلية النقل والاعتمادية والتأكيد.
أما نتائج هذا البحث فهي 1). تمت صياغة الاستراتيجيات عن طريق إجراء تحليل SWOT للبيئة الداخلية والخارجية. وتشمل الاستراتيجيات التي تمت صياغتها على استراتيجية تنمية الموارد البشرية، واستراتيجية تطوير المرافق والبنية التحتية، واستراتيجية تنمية البيئية، واستراتيجية تطوير الإدارة، واستراتيجية تطوير المناهج الدراسية، واستراتيجية تطوير الطلاب، واستراتيجية تطوير كفاءات الخريجين. 2). تم تنفيذ الاستراتيجية بتنفيذ البرامج التي هي وفقا للسياسات المعمول بها، وتشمل هذه السياسات على التنفيذ الفني والقواعد واللوائح. 3). تم تقويم الاستراتيجية من خلال تحديد البرنامج المراد تقويمه، والتخطيط والتصميم، وجمع البيانات والتحليل والإبلاغ عن نتائج التقويم، وهناك نوعان من التقويم هما التقويم التكويني والتقييم التلخيصيي. ومن حيث الزمان فتم إجراء التقويم أسبوعيًا وشهريًا وفصليًا وسنويًا. 4). اعتمدت المتابعة على نتائج أنشطة التقويم والرصد والتي يتم بعد ذلك وضع الخطة المتابعة ثم التنفيذ الذي يكون فيه تحقيق تحسين الجودة المستدام.
وأما النتائج الرسمية لهذا البحث فهي تعزيز وتطوير نظرية الإدارة الاستراتيجية لفريد آر ديفيد(Fred R. David) وفورست آر ديفيد(Forest R. David) عن مراحل الإدارة الاستراتيجية. أ) صياغة الاستراتيجية ؛ ب) تنفيذ الاستراتيجية. ج) تقويم الاستراتيجية. د) برنامج المتابعة. والنظرية التي طرحها ديفيد هوكر (David J. Hunger) وطوماس ل. ون (Thomas L. Wheen) حول تحليل البيئة لصياغة الاستراتيجية
Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual (Analisis Pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail)
Artikel ini menjelaskan tentang pemahaman terhadap hadis tekstual dan kontekstual. Tokoh yang diteliti adalah Muhammad Syuhudi Ismail yaitu salah satu tokoh hadis di Indonesia dengan buku yang ditulis yaitu, Hadis Nabi Yang Tekstual dan Kontekstual. Dalam memahami sebuah hadis, Muhammad Syuhudi Ismail melakukannya dengan beberapa cara yaitu: Pertama, menganalisis teks. Kedua, Mengidentifikasikan konteks historis munculnya hadis. Ketiga, Kontekstualisasi hadis. Jenis penelitian ini adalah normative dengan melakukan pendekatan kepustakaan. Adapun sumber yang digunakan dalam penulisan ini adalah buku Hadis Yang Tekstual dan Kontekstual serta buku-buku lain atau jurnal yang berhubungan dengan penulisan. Adapun cara menganalisisnya yaitu dengan menggunakan metode content analysis atau metode analisis isi. Dalam artikel ini menjelaskan pemikiran dari Muhammad Syuhudi Ismail, pemikirannya dalam memahami hadis menunjukkan bentuk hermeneutik dijelaskan dengan adanya analisis teks-konteks. Dalam menganalisis konteks hadis, Syuhudi Ismail juga terpengaruh oleh pemikiran tokoh hadis sebelumnya, yaitu Imam Syihabuddin al-Qarafi dan Syah Waliyullah al-Dahlawi. Keterpengaruhan tersebut diperkuat dengan adanya penelitian berupa karya ilmiah dari Muhammad Syuhudi Ismail yang menganalisis pemikiran dua tokoh tersebut
PUASA SUNAT PADA HARI SABTUMENURUT PANDANGAN ABU ABDILLAH MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI’I DAN MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI
Skripsi ini berjudul: PUASA SUNAT PADA HARI SABTU MENURUT
PANDANGAN ABU ABDILLAH MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI’I
DAN MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI.
Adapun latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang
menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat tentang puasa sunah pada hari Sabtu itu,
Syaikh Nashiruddin Al-Alb ny rahimahull hu berpendapat bahwa puasa sunat pada
hari Sabtu hukumnya haram secara mutlak, sedangkan Imam Syafi’i rohimahullahu
berpendapat bahwa puasa sunat pada hari Sabtu hukumnya makruh. Kondisi ini
menimbulkan pertanyaan bagaimana pandangan Abu Abdillah Muhammad bin Idris
Asy-Syafi’i dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum puasa sunat pada
hari Sabtu dan bagaimana metode istinbath hukum yang digunakan Abu Abdillah
Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Sedangkan yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimana pandangan Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dan
Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum puasa sunat pada hari Sabtu dan
bagaimana metode istinbath hukum yang digunakan Abu Abdillah Muhammad bin
Idris Asy-Syafi’i dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan Abu Abdillah Muhammad bin Idris
Asy-Syafi’i dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani tentang hukum puasa sunah pada
hari Sabtu dan untuk mengetahui bagaimana metode istinbath hukum yang digunakan
Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dan Muhammad Nashiruddin Al- Albani. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah library
research. Sebagai data primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh
peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai data
asli atau data baru yang memiliki sifat up to date, Data ini bersumber dari kitab-kitab
karya kedua ulama tersebut, yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy- Syafi’i
Kitab Al-Umm, Mazhab Imam Asy-Syafi’i Fi al-Ibadat Wa Adillatihah , Al-Majmu’
Syarhul Muhadzab, Nashiruddin Albani Tamam al-Minnah Fi Ta’liq ‘Ala Fiqh
Sunnah, Irwa’ al-Ghalil, Tuntunan Fiqh Islam Syaikh Albani dan data sekunder yaitu
data yang mendukung dan memperkuat data primer, selanjutnya dilakukan proses
analisa dan interpretasi terhadap data-data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. Data ini bersumber dari lliteratur-literatur yang ada hubungannya dengan masalah
yang dibahas. Antara lain adalah Sunan Abu Daud, Sunan al-Tirmidzi, Sunan Ibnu
Majah, Musnad Ahmad bin Hanbal dan Sunan al-Dārimi, al-Qur‘an al-Karīm, kitab
Fiqh Islam Wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, Jarh wa Ta‘dil, karya Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyyah, Iqtidha’u Shirathil Mustaqim Mukhalafata ashhabil Jamil, karya
Imam al-Hafiz Syihabuddin Ahmad Ibn Ali Ibn Hajar al-Asqalāni dan lain-lain.
Setelah data terkumpul, maka penulis menganalisis data dengan metode analisis data
komparatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode induktif, deduktif, dan
komparatif.
Adapun hasil dari penelitian ini adalah Imam Abu Abdillah Muhammad bin
Idris Asy-Syafi’i menghukumi makruh berpuasa sunat pada hari Sabtu, jika ia tidak
mengkhususkannya dengan keyakinan bahwa ia memiliki keistimewaan. Akan tetapi
jika berpuasa sunat pada hari Sabtu itu karena mengistimewakan hari Sabtu maka ia
dihukumi haram. Pendapat ini muncul karena Imam Syafi’i mengkompromikan
antara kelompok hadits yang melarang dan yang membolehkan.Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani menghukumi haram secara mutlak berpuasa pada hari Sabtu.
Hadits At-Tirmidzi shahih dan hadits Juwairiyah, Ummu Salamah, Abu Hurairah
tidak kuat untuk digunakan sebagai pengkontradiksi hadits larangan. Karena tujuan
yang diperoleh dari ketiga hadits tersebut adalah kebolehan berpuasa hari Sabtu, jika
disertai puasa hari Jum’at dan kebolehan ini adalah sebagai penyerta, tidak berdiri
sendiri.
Kedua ulama tersebut sama-sama menggunakan metode bayani. Dikarenakan adanya dua kelompok hadits yang mukhtalif, yaitu: hadits yang
melarang berpuasa pada hari Sabtu dan hadits yang membolehkan berpuasa pada hari
Sabtu, Maka mereka berbeda cara pandang dalam menilai hadits tersebut. Imam
Syafi’i menggunakan al-jam’u wa at-taufiq dan Syaikh Albani menggunakan tarjih
bain al-Nushush
PEMENUHAN NAFKAH KELUARGA OLEH GENERASI SANDWICH DALAM PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Tebuwung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik)
Muhammad Irgi Fakhrizal Syihabuddin, NIM. 126102212169, Pemenuhan Nafkah Keluarga oleh Generasi Sandwich dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Tebuwung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik), skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, pembimbing: Dr. Hj. Nur Fadhilah, M. H.
Kata Kunci: Generasi sandwich, nafkah keluarga, hukum positif, hukum Islam.
Pemenuhan nafkah seharusnya menjadi tanggung jawab kedua pasangan suami istri. Namun, realitas menunjukkan bahwa generasi sandwich bertanggungjawab atas pemenuhan nafkah tidak hanya bagi keluarganya, tapi juga keluarga orang tua. Isu ini menarik untuk dikaji menggunakan perspektif hukum positif dan hukum Islam.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pemenuhan nafkah keluarga oleh generasi sandwich di Desa Tebuwung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik? 2) Bagaimana pemenuhan nafkah keluarga oleh generasi sandwich dalam perspektif Hukum Positif? 3) Bagaimana pemenuhan nafkah keluarga oleh generasi sandwich dalam perspektif Hukum Islam?
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemenuhan nafkah oleh generasi sandwich di Desa Tebuwung menunjukkan adanya beban ganda yang dipikul oleh individu usia produktif yang bertanggung jawab terhadap dua generasi sekaligus, yakni orang tua yang sudah lanjut usia dan anak-anak yang masih bergantung secara ekonomi. 2) Dalam perspektif hukum positif Indonesia, pemenuhan nafkah oleh generasi sandwich terhadap istri dan anak telah sesuai dengan ketentuan Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 80 ayat (4) KHI, yang mewajibkan suami memberikan kebutuhan hidup, tempat tinggal, pendidikan, dan perawatan terhadap keluarganya sesuai kemampuannya. Kewajiban menafkahi orang tua memperoleh legitimasi normatif dari Pasal 20 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Pasal 304 KUHP tentang penelantaran. Dengan demikian, pemenuhan nafkah terhadap orang tua lebih bersifat moral dan sosial daripada kewajiban hukum yang formal. Di sisi lain, hukum positif masih lemah dalam mengatur distribusi tanggung jawab antar anak dalam keluarga dan belum menyediakan perlindungan atau kebijakan afirmatif bagi generasi sandwich. Negara belum hadir secara konkret dalam bentuk bantuan sosial, insentif, atau skema perlindungan hukum terhadap beban nafkah multigenerasi yang mereka tanggung. 3) Dalam perspektif hukum Islam, pemenuhan nafkah oleh generasi sandwich terhadap istri dan anak merupakan kewajiban yang bersifat wajib ‘ain berdasarkan akad pernikahan dan diperkuat oleh dalil-dalil syar’i, seperti QS. At-Talaq ayat 7 dan hadis-hadis Nabi SAW. Para ulama juga sepakat bahwa anak yang mampu wajib memberikan nafkah kepada orang tua yang tidak mampu, berdasarkan prinsip qarabah dan ajaran birrul walidain (berbakti kepada orang tua)
Klasifikasi dan Analisis Jinas dalam Syair Maulid Syaroful Anam Karya Syekh Al Imam Syihabuddin Ahmad
Karya Syair Maulid Syaroful Anam oleh Syekh Syihabuddin Ahmad menampilkan keindahan bahasa yang luar biasa melalui permainan bunyi dan makna, khususnya dalam penggunaan teknik jinas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai jenis jinas dalam Syair Maulid Syaroful Anam. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini berhasil mengidentifikasi berbagai jenis jinas, termasuk jinas isytiqaq, lahiq, naqis, mudhari’, muharraf, mushahaf, dan mumatsilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jinas isytiqaq merupakan yang paling dominan dengan total 26 jinas, diikuti oleh jinas lahiq sebanyak 13 jinas, jinas muharraf sebanyak 6 jinas, jinas naqis dengan 3 jinas, jinas mudhari’ dan mumatsilah masing- masing sebanyak 2 jinas, serta jinas mushahaf sebanyak 1 jinas. Secara keseluruhan, terdapat 53 jinas yang memperkaya syair ini. Penggunaan jinas ini tidak hanya memperindah bahasa, tetapi juga menambah kedalaman makna religius dalam pujian kepada Nabi Muhammad. Temuan ini menunjukkan bagaiman keindahan bahasa dalam Maulid Syaroful Anam tidak hanya terletak pada isi pesan, tetapi juga pada harmoni bunyi yang tercipta melalui permainan kata. Analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam kajian balaghah, terutama dalam memahami peran retorika balaghah dalam menciptakan efek estetis yang mendalam.
Jinas, Syaroful Anam, Syair, Balagha
STILISTIKA SURAT NABI MUHAMMAD SAW KEPADA PARA RAJA; Kajian Ranah Fonologi
Pada artikel ini, penulis ingin membuktikan kekuatan gaya
bahasa Nabi Muhammad Saw melalui suratnya yang dikirimkan kepada
para raja, yang tidak hanya berada di Jazirah Arab, tetapi juga kepada
para raja yang berada di luar Jazirah Arab, menggunakan teori stilistika.
Dalam bukunya, Ilmu Uslub, Syihabuddin (2017, h. 81-82) menjelaskan
bahwa kajian stilistika mencakup lima ranah: Al-Mustawā al-S}autī
(ranah fonologi), Al-Mustawā al-S{arfi (ranah morfologi), Al-Mustawā
al-N}ahwī (ranah sintaksis), Al-Mustawā al-Dalālī (ranah semantik), dan
Al-Mustawā al-Tas}wīrī (ranah imagery). Melihat pemanfaatan bunyi yang digunakan oleh Nabi Muhammad
saw. dalam surat-suratnya kepada para raja, dapat dipastikan bahwa efek
yang ditimbulkan dari bunyi-bunyi tersebut membangkitkan daya persuasif
yang tinggi, mengingat dari sembilan raja yang dikirimi surat tersebut,
hampir semuanya mengerti bahasa Arab, karena memang berdarah
Arab, kecuali Kaisar Romawi, Raja Persi, dan Raja al-Muqawqis. Adapun
Raja Najasy, meskipun bukan dari bangsa Arab, dia pernah menetap di
jazirah Arab, tepatnya di wilayah Badr selama beberapa tahun, sehingga ia
memahami bahasa Arab (Khat}t}a>b, 1996, II: h. 45).
Dengan demikian, pemanfaatan bunyi bahasa yang digunakan oleh
Nabi Muhammad saw. dalam surat-suratnya tidak akan sia-sia, tetap akan
memunculkan daya persuasif bagi para pembaca surat tersebut
BUDAYA ORGANISASI LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM
This article discusses organizational culture with a focus on studies on the organizational culture of Islamic perspective. The writing of this article is motivated by the existence of factors that can influence the culture of Islamic Education organizations. In addition, the author also wants to conduct a study of cultural relations with Islam, as well as how the culture of Islamic perspective. The method used by the authors in this article is to search for various relevant literature. The results of the studies conducted were: 1. some figures defined organizational culture as more philosophical, but there were also more operational ones; 2. There are three processes and stages in forming organizational culture; 3. There is a relationship between culture and Islam, the relationship is proof that Islam is the basis, principle, controller and direction, besides that Islam is a source of value in the development of culture; 4. Organizational culture in Islamic Education institutions refers to the value of togetherness, basic assumptions, and artifacts adopted by Islamic Education institutions, whether boarding schools, madrassas or Islamic Higher Education institutions.
 
- …
