1,720,991 research outputs found

    PELAKSANAAN CASH ON DELIVERY DALAM JUAL BELI ONLINE DI FACEBOOK DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus di Grup Jual Beli Online Marketplace Kota Pekanbaru)

    Full text link
    ABSTRAK Muhammad Syarif Hidayatullah, (2021): Pelaksanaan Cash On Delivery Dalam Jual Beli Online di Facebook Ditinjau Menurut Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Grup Jual Beli Online Marketplace Kota Pekanbaru) Perkembangan teknologi, memaksa manusia selalu melakukan inovasi, termasuk dalam hal jual beli. Saat ini, seiring dengan menjamurnya penggunaan internet berimplikasi pada lahirnya model jual beli baru. Salah satu bentuk jual beli yang lahir akibat munculnya jaringan internet diantaranya adalah jual beli secara online melalui media sosial seperti Facebook dengan menggunakan sistem cash on delivery. Sistem Cash On Delivery sendiri adalah jual beli online melalui dunia maya dimana penjual dan pembeli bisa bertemu secara langsung apabila berada di suatu wilayah yang sama ataupun juga bisa melalui jasa kurir (antar). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan cash on delivery dalam jual beli online di grup Marketplace Kota Pekanbaru, dan tinjauan Ekonomi Islam terhadap pelaksanaan cash on delivery, serta kelebihan dan kekurangan jual beli online dengan menggunakan sistem cash on delivery. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota grup jual beli online Marketplace Kota Pekanbaru sebanyak 41.000 anggota. Dari populasi tersebut, diambil sampel sebanyak 50 orang, yang terdiri dari 20 orang penjual dan 30 orang pembeli. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi, serta dianalisa mengunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengenai pelaksanaan cash on delivery dalam jual beli online di Facebook ditinjau menurut perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di grup jual beli online Marketplace Kota Pekanbaru), sebagai berikut; Setiap anggota grup dapat melihat dan mengomentari postingan-postingan yang ada, dan memilih barang mana yang akan dibeli. Setelah calon pembeli mendapatkan barang yang cocok dan telah sesuai, selanjutnya langsung menghubungi penjual melalui chat atau pesan yang sudah tersedia di aplikasi Facebook. Kemudian pembeli dan penjual melakukan kesepakatan mengenai harga, kondisi barang, dan lokasi tempat melakukan transaksi cash on delivery. Pada saat melakukan transaksi cash on delivery, pembeli diberikan kesempatan untuk memeriksa kondisi barang, setelah itu pembeli menyerahkan sejumlah uang sesuai harga yang telah disepakati sebelumnya. Pelaksanaan cash on delivery dalam jual beli online di grup Marketplace Kota Pekanbaru telah memenuhi rukun dan syarat dalam akad jual beli. Olehkarena itu, pelaksanaan cash on delivery dalam jual beli online di grup Marketplace Kota Pekanbaru tersebut sah dan sesuai dengan perspektif Ekonomi ii Islam. Terdapat kekurangan dan kelebihan dengan menggunakan sistem cash on delivery dalam jual beli online di grup Marketplace Kota Pekanbaru, baik dari pihak penjual, dan juga pihak pembeli. Kata Kunci: Cash On Delivery, Jual Beli Online, Grup Marketplace Kota Pekanbar

    Manajemen Program Kampanye Komunitas Ganespa Dalam Penolakan Pembangunan Jalan Tol Cinere - Serpong Di Situ Sasak Pamulang

    Full text link
    Penebangan dan penggusuran lahan ruang terbuka hijau Situ Sasak Pamulang yang dilakukan oleh PT.Cinere Serpong Jaya dalam melakukan pembangunan jalan tol Cinere- Serpong. Permasalahan ini berfokus pada manajemen program kampanye penolakan pembangunan jalan tol Cinere-Serpong yang dilakukan oleh organisaisi kepemudaan Gugusan Alam Nalar Ekosistem Pemuda Pemudi (GANESPA) yang mulai berdiri pada Tanggal 15 Februari 2004 yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945, bekerja sama dengan komunitas pencinta lingkungan mahasiswa UIN Jakarta. Peneliti ingin memahami proses pengelolaan program kampanye serta tahap-tahap manajemen komunikasi yang dilakukan oleh komunitas Ganespa dalam melakukan penolakan pembangunan jalan tol Cinere-Serpong yang dilakukan di Situ Sasak Pamulang. Peneliti menggunakan model kampanye Ostegard untuk melihat cara juru kampanye mengemas pesan-pesan yang disebarluaskan kepada khalayak luas. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori informasi organisasi yaitu untuk melihat sejauhmana penyampaian pesan informasi yang dilakukan oleh komunitas Ganespa serta menjawab keperdulian dan termotivasinya pengurus maupun anggota organisasi komunitas Ganespa dalam menjalankan kegiatan kampanye tanpa adanya penyelewengan. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tringulasi sumber. Hasil penelitian ini memaparkan proses pengelolaan program kampanye penolakan pembangunan tol Cinere-Serpong serta proses tahap-tahap komunikasi sehingga mencapai target kampanye dengan dipenuhinya tuntutan komunitas Ganespa terhadap proyek pembangunan tol Cinere-Serpong terkait surat perizinan dari pemerintah pusat dan surat rekomedasi AMDAL dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), serta masuknya kedalam peraturan daerah RT/RW Tangerang Selatan, sesuai dengan harapan yang diinginkan kegiatan tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi. Adapun kontribusi dalam penelitian ini, memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem situ sebagai sumber daya alam dan juga aset daerah Kota Tangerang Selatan

    STRATEGI BISNIS KINTAMANI BAKERY AND COFFEE DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS

    Full text link
    Sebuah bisnis harus memiliki perencanaan sebagai landasan strategi untuk memastikan bisnisnya tetap bertumbuh dan bertahan. Maka, suatu bisnis memerlukan suatu model perencanaan bisnis. Penelitian ini memaparkan model bisnis yang digunakan oleh Kintamani Bakery and Coffee brand kuliner dengan konsep bakery café yang berada di Kota Bekasi. Pemaparan Business Model Canvas ini digunakan sebagai landasan strategi bisnis yang dijalankan dan mengevaluasinya menggunakan BMC evaluation tools. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi bisnis terkini yang dilakukan Kintamani Bakery and Coffee dalam menjalankan bisnisnya melalui tinjauan business model canvas. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 blok yang berwarna hijau yang berarti aman dan dapat dipertahankan yaitu value proposition dan key partnership dan terdapat 7 blok yang berwarna kuning yang berarti perlu evaluasi hasil evaluasi tersebut adalah menggarap segment market baru untuk mengoptimalkan peluang yang sangat tinggi, peningkatan pemanfaatan whatsapp business dalam meningkatkan channel penjualan, mengevaluasi customer journey untuk meningkatkan customer relationship, mengoptimalkan penjualan produk B to B untuk menambah revenue stream, mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk menunjang key activities, menambah sumber daya manusia yang berdasar dari eksternal bisnis keluarga, dan efisiensi dalam perancangan biaya dan merapihkan pencatatan keuangan secara lebih profesional. A business must have a plan as a strategic foundation to ensure its business continues to grow and survive. So, a business needs a business planning model. This study describes the business model used by Kintamani Bakery and Coffee a culinary brand with the concept of a bakery café located in Bekasi City. This Business Model Canvas presentation is used as the basis for the business strategy that is carried out and evaluates it using BMC evaluation tools. The purpose of this research is to find out the business strategy of Kintamani Bakery and Coffee in running its business through a review of the business model canvas. The research method used is descriptive. Data collection is done by conducting interviews. Based on the results of the study, there are 2 green blocks which means it is safe and can be maintained, namely the value proposition and key partnership and there are 7 yellow blocks which means that it is necessary to evaluate the results of the evaluation, namely working on new market segments to optimize very high opportunities, increasing the use of WhatsApp business in increasing sales channels, evaluating customer journals to improve customer relationships, optimizing sales of B to B products to increase revenue streams, optimizing the use of technology to support key activities, adding human resources based on external family businesses, and efficiency in cost planning and tidy up financial records in a more professional manner

    Pengaruh Variabel-Variabel Makro ekonomi terhadap Omzet penjualan di Toko Sakinah Paiton Probolinggo

    Full text link
    ABSTRAK Krisis ekonomi global atau variabel-variabel makro ekonomi telah terjebak pada sistem kapitalisme internasional sehingga sampai saat ini sepertinya tak ada persiapan jelas menghadapi krisis keuangan global yang berawal dari runtuhnya industri keuangan di Amerika Serikat. Krisis ekonomi global atau variabel-variabel makro ekonomi kini mulai dirasakan pengusaha tesktil dan produk tekstil (TPT). Ini terlihat dari ekspornya yang mulai melambat, yakni hanya tumbuh 5,6% dari 1,237 miliar dollar AS menjadi 1,312 miliar dollar AS pada semester pertama 2008. Hal ini menunjukkan bahwasanya melambatnya pertumbuhan ekspor komoditas ini semakin terasa terhadap pasar Amerika Serikat. Sepanjang semester pertama ini, secara nilai ekspor ke AS hanya naik tipis, yakni 0,75% dari periode yang sama dua tahun lalu. Dari nilainya 530,171 juta dollar AS di periode yang sama tahun 2007, dan hanya mencapai 534.169.438 dollar AS untuk 2008 (Puspita Handayani, 2008). Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan mempertimbangkan uji asumsi klasik, Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Autokorelasi, dan Uji Heteroskedastisitas. Dari hasil analisis secara simultan dengan level of significant 5% Variabel-variabel makro ekonomi mempengaruhi secara significant terhadap omzet penjualan. Secara simultan variabel-variabel makro ekonomi dalam penelitian ini mampu menjelaskan perubahan omzet penjualan sebesar 85,0%. Sedangkan, selebihnya sebesar 15,0% dari variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. Secara parsial variabel-variabel makro ekonomi, di antaranya : (1) Kurs Rupiah Terhadap US(X1)berpengaruhsecaratidaksignifikanterhadapPenjualan(Y)karenanilaiprobabilitnyalebihbesardari0,05,yaitu0,068.(2)HargaMinyak(X2)berpengaruhsecarasignifikankarenanilaiprobabilityalebihkecildari0,05,yaitu0,024.(3)HargaEmas(X3)berpengaruhsecaratidaksignifikanterhadapPenjualan(Y)karenanilaiprobabilitnyalebihbesardari0,05,yaitu0,235.ABSTRACTTheglobaleconomiccrisisormacroeconomicvariableshavebeentrappedwithincaughttheinternationalcapitalistsystem.CurrentlythereseemsnoobviouspreparationstofacetheglobalfinancialcrisisthatisoriginatedfromthecollapseofthefinancialindustryintheUnitedStates.Theglobalcrisisconditionhasalsoaffectedtextilebusinessmanandtextileproducts(TPT).Thisisevidentwhenlookingatslowingexportvalue.Whichgrewonly5.6ThisstudyusessecondarydatawhichwereperformedusingmultiplelinearregressionanalysisbyconsideringtheclassicalassumptiontestNormalitasTest,MultikolinearitasTest,AutokorelasiTest,andHeteroskedastisitasTest.Theresultshowsthatwithsimultaneousanalysisbysignificantlevelof5 (X1) berpengaruh secara tidak signifikan terhadap Penjualan (Y) karena nilai probabilitnya lebih besar dari 0,05, yaitu 0,068. (2) Harga Minyak (X2) berpengaruh secara signifikan karena nilai probabilitya lebih kecil dari 0,05, yaitu 0,024. (3) Harga Emas (X3) berpengaruh secara tidak signifikan terhadap Penjualan (Y) karena nilai probabilitnya lebih besar dari 0,05, yaitu 0,235. ABSTRACT The global economic crisis or macroeconomic variables have been trapped within caught the international capitalist system. Currently there seems no obvious preparations to face the global financial crisis that is originated from the collapse of the financial industry in the United States. The global crisis condition has also affected textile businessman and textile products (TPT). This is evident when looking at slowing export value. Which grew only 5.6% from 1.237 billion U.S. dollars to 1.312 billion U.S. dollars in the first half of 2008. This indicates that the slowing growth in commodity exports is increasingly happens on the U.S. market. Throughout the first half of term, the value of exports to the U.S. rose slightly 0.75% from the same period of two years ago. Specifically, the value of 530.171 million worth of U.S. dollars is for the period in 2007. And only the 534,169,438 U.S. dollars is for 2008 (Puspita Handayani, 2008). This study uses secondary data which were performed using multiple linear regression analysis by considering the classical assumption test Normalitas Test, Multikolinearitas Test, Autokorelasi Test, and Heteroskedastisitas Test. The result shows that with simultaneous analysis by significant level of 5%, the global crisis affects significantly to sales turnover. Global crisis in this study could explain the change of sales turnover of 85.0%. Meanwhile, the rest of 15.0% of the other variables are not examined in this study. Partially macroeconomic variables, including: (1) Exchange Rate of Rupiah against U.S. (X1) does not have significant influence on sales (Y) because its values are greater than 0.05, namely 0.068. (2) Oil Price (X2) significant effect because its probability values are smaller than 0.05, namely 0.024. (3) Gold Price (X3) does not have significant effect on sales (Y) because its probability values are greater than 0.05, namely 0.235

    Analisis Komparatif Komitmen Karyawan pada Tujuan Organisasi di Perusahaan Kecil, Menengah dan Besar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan

    No full text
    Highly committed employees give every effort to achieve organizational goals. They always exert their efforts to achieve that goal. In Indonesia, small businesses occupy an important position that makes it big attention from the government. Every organization does not care big or small should emphasize the element of commitment of employees to achieve the goals set. Researchers want to know the comparative level of commitment of employee goals to organizational goals in small, medium and large business workers. This research method using quantitative approach. The data were collected by using psychological measuring instrument. Data analysis was done by One Way Varian Analysis Technique. The results show that there is a difference in goal commitment among small, medium and large enterprise workers. Significant differences occur between middle and large business workers.</jats:p

    Introduction &amp; Method Systematic Literature Review - What influences the relationship between workplace bullying and work engagement among private sector employees

    No full text
    Workplace bullying, characterized by repeated harassment and negative impacts on job duties, significantly affects employees' physical and mental health, job satisfaction, and turnover intentions. This systematic literature review (SLR) aims to explore the mechanisms that influence the relationship between workplace bullying and work engagement among private sector employees. Following the PRISMA guidelines, empirical studies published between 2013 and 2024 were reviewed from databases such as Scopus, Medline, SAGE Journals, Emerald, and ScienceDirect. The search strategy employed Boolean operators to include terms related to workplace bullying and work engagement. Inclusion and exclusion criteria were established to ensure the relevance and quality of the studies reviewed. Data were extracted and synthesized to identify common themes and findings related to the mediating and moderating variables influencing the relationship between workplace bullying and work engagement. This review aims to provide a comprehensive understanding of the factors affecting this relationship to inform future research and practical interventions in the private sector

    Efek Pemberian Sinbiotik Dalam Pakan Terhadap Pertambahan Berat Badan, Konsumsi Dan Konversi Pakan Bebek Hibrida (Anas Domesticus)

    Full text link
    The aim of this study was to determine the effect of providing sinbiotik in toward feed consumption, body weight gain and feed conversion of hybrid duck. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 repetitions. The treatments were done for four weeks toward DOD as much as 20 ducks with providing feed and probiotic mixture using 0%, 2%, 4%, 6% concentration of daily feed. Data were analyzed using normality test, analysis of variance, furthermore to distinguish each of treatments were analyzed using Duncan's Multiple Range Test. The variables that measured include feed consumption, weight gain and feed conversion. The results showed that providing sinbiotik in feed cannot increasing feed consumption, body weight gain and feed conversion of hybrid duck. The conclusion of this study is that 4% concentration of sinbiotik can be added to improve hybrid duck feed efficiency

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    DINAMIKA GAYA KEPEMIMPINAN TOKOH POLITIK DI INDONESIA ( STUDI PADA IR.SOEKARNO )

    No full text
    Skripsi ini berjudul Dinamika Gaya Kepemimpinan Toko Politik Di Indonesia ( Studi Pada Ir. Soekarno). Bagaimana Gaya Kepemimpinan Ir. Soekarno Selama Memimpin Indonesia pada masa Awal kemerdekaan Sampai Orde Baru serta untuk mengetahui dampak dari gaya kepemimpinan politik soekarno terhadap Indonesia. Dinamika mengacu pada sesuatu yang mampu atau kuat yang terus bergerak dan berubah untuk beradaptasi dengan keadaan yang berubah. Pemahaman yang berbeda tentang dinamika ada dalam berbagai domain studi, salah satunya adalah konsep dinamika sosial. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dinamika, baik dinamika sosial maupun dinamika dalam ranah kajian lainnya, hanya dapat berkembang jika ada input eksternal atau internal. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data terdiri dari data sekunder yang diperoleh melalui bahan-bahan pustaka antara lain yaitu, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode dokumentasi, dengan cara mempelajari dokumen yang berkaitan dengan seluruh data yang diperlukan dalam penelitian sedangkan untuk menunjang informasi yang akan diteliti melalui kajian kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode kualitatif, yaitu menggambarkan atau menguraikan sejelas-jelasnya seluruh masalah secara sistematis, faktual dan akurat. Hasil penelitian Dinamika yang terjadi pada masa kepemimpinan soekarno : Pada masa awal kemerdekaan soekarno adalah pemimpin yang nasionalis di buktikan dengan dia sangat mencitai tanah air dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk kemerdekaan indonesia , kemudian gaya kepemimpinan soekarno menjadi demokratis karna pada masa revolusi kemerdekaan presiden soekarno sebagai kepal negara dan sultan syahrir sebagai perdana mentri/kepala pemerintahan. Hal ini terjadi karena adanya maklumat wakil presiden no X, dan maklumat pemerintahan bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini di tempuh agar republik Indoensia di anggap sebagai negara yang demokratis. Kemudian Soekarno menjadi otoriter di karena bung karno tidak membubarkan PKI walaupun rakyat pada saat itu begejolak menuntut pembubaran PKI, itu semua di lakukan karna menurut presiden soekarno bertentangan dengan NASAKOM ( Nasionalisme, Agama, Komunisme)
    corecore