1,720,982 research outputs found
TERAPI SEFT UNTUK MENGURANGI STRES PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA BLITAR DI TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Terapi SEFT Untuk Mengurangi Stres Pada Lansia
di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar di Tulungagung” ini ditulis oleh
Muhammad Syaiful Anwar, NIM. 1733143077, Dosen Pembimbing Hj. Uswah
Wardiana, M.Si.
Kata Kunci : Terapi SEFT, Mengurangi Stres, Lansia, di UPT Pelayanan Sosial
Tresna Werdha Blitar di Tulungagung
Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu fenomena yang ada di UPT
Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar di Tulungagung. Dengan rumusan masalah
dalam skripsi ini adalah (1) Adakah pengaruh Terapi SEFT Untuk Mengurangi
Stres Pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar di Tulungagung?
(2) Seberapa besar pengaruh Terapi SEFT Untuk Mengurangi Stres Pada Lansia di
UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar di Tulungagung? Adapun yang
menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi SEFT
Untuk Mengurangi Stres Pada Lansia UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar
di Tulungagung dan seberapa besar pengaruh pemberian terapi tersebut.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah Ha: Ada pengaruh Terapi SEFT untuk
mengurangi stres pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar di
Tulungagung. Sedangkan H0:Tidak ada pengaruh dari pemberian terapi SEFT
untuk mengurangi stres pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar
di Tulungagung
Penelitian ini, menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen yaitu
dengan teknik Purposive Sampling kelompok eksperimen dan kelompok kontrol uji
Pre-test dan Post-test menggunakan angket atau kuesioner. Dalam skripsi ini yang
menjadi variabel bebas adalah Terapi SEFT dan variabel terikat adalah stres.
Jumlah subyek dalam penelitian ini berjumlah 20 responden, 10 responden untuk
kelompok eksperimen, dan 10 responden untuk kelompok kontrol. Instrument
dalam penelitian ini adalah angket atau koensioner dengan skala pengukuran yaitu
Skala Likert.
Hasil penelitian ini hasil hitung uji beda nilai gain score kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji Mann Whitney
didapatkan nilai asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000 karena nilai asymp. Sig (2-
tailed) < 0,05 atau 0,000 < 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan
dalam uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan
pada pengisian kuesioner stres kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Dari pemaparan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 di tolak
dan Ha di terima, yang artinya, ada pengaruh dari Terapi SEFT Untuk Mengurangi
Stres Pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar di Tulungagung.
Hal ini juga memberikan arti bahwa setelah adanya terapi SEFT, stres dapat
dikurangi
Unsur Melakukan Perbuatan Tercela dalam Pemberhentian Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Perspektif Keadilan
The element of committing a disgraceful act in the dismissal of the leadership of the Corruption Eradication Commission presents its own problems in its application. The theory taken by the author to examine the focal point or focus of this discussion is the theory of justice. The research conducted by this team is descriptive, of course, by discussing the elements of committing a disgraceful act. The approach used is normative juridical, by using a law approach and through a legal hermeneutic approach. The problems include: first, there are no clear benchmarks or indicators related to what kind of actions are included in the element of committing a disgraceful act. Second, there is no guarantee that the position of the head of the Corruption Eradication Commission is free from unclear dismissals. Third, the dismissal of the leadership of the Corruption Eradication Commission can lead to a subjective assessment. The first solution, provides indicators that can provide clarity on the element of committing a disgraceful act. Second, eliminating the element of committing a disgraceful act. The third, combining the elements contained in point c and point d
DIALECTIC REGARDINGTHEMEANING OF ABORTUS PROVOCATEURON THE CRIMEOF RAPE VICTIMS
The legalization of abortion for rape victims introduces a nuanced discourse encompassing both its substance and application within prevailing ethical and legal frameworks. This research examines this issue from two divergent perspectives: the imperative of safeguarding the rights of rape victims and the ethical considerations surrounding the unborn children conceived through such acts. Employing a normative juridical approach, the author delves into the complexities of abortus provocatus, probing its implications from both angles. From the standpoint of the rape victim, abortus provocatus assumes a pivotal role in shielding them from the traumatic repercussions of the assault. It serves as a crucial mechanism for mitigating the enduring effects of the perpetrator's actions. Conversely, viewed through the lens of Human Rights (HAM), abortus provocatus implicates the fundamental right to life of the fetus, herein referred to as the unborn child. This juxtaposition underscores the intricate ethical dilemmas inherent in addressing the competing rights and interests at play. The author offers pragmatic solutions to potential challenges that may arise. Firstly, there is a pressing need for the harmonization and synchronization of existing regulations, particularly between laws governing healthcare and those upholding human rights. Secondly, legislators are urged to prioritize the paramount interests at stake in such circumstances. The author advocates for prioritizing the human rights of unborn children within the womb. In conclusion, the discourse surrounding the legalization of abortion for rape victims necessitates a nuanced consideration of competing rights and ethical imperatives. By navigating these complexities with a balanced approach, policymakers can strive towards a framework that upholds both the rights of victims and the ethical principles governing the sanctity of life
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGARUH MODERNISASI IPTEK TERHADAP PERILAKU PRODUSEN DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa seberapa besar pengaruh perkembangan IPTEK yang mendunia terhadap sikap atau perilaku produsen pasar nasional khususnya dibidang pemasaran online di Bukalapak pada era Revolusi Industri 4.0 ini. Dalam penelitian kualitatif ini pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan observasi saja. Kurangnya metode ini adalah dampak dari pandemik corona yang melanda hampir di seluruh Indonesia. Sehingga membuat terbatasnya dalam penggalian informasinya. Dikarenakkan dalam Observasi kali ini hanya bisa dilakukan secara Online
Sistem Kontrol Nutrisi Floating Hydroponic Bayam Hijau (Amaranthus Tricolor) Berbasis Internet Of Things (IOT)
Bayam hijau memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, namun budidaya secara konvensional menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan lahan dan kondisi tanah yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kendali nutrisi otomatis pada budidaya bayam hijau (Amaranthus tricolor) menggunakan metode hidroponik rakit apung berbasis Internet of Things (IoT). Metode hidroponik, khususnya rakit apung, menawarkan solusi melalui penggunaan air sebagai media tanam dan memungkinkan pengendalian lingkungan yang lebih baik. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor pH dan mikrokontroler yang terhubung dengan aplikasi smartphone untuk memantau dan mengontrol kondisi air dan unsur hara. Penerapan IoT memungkinkan pemantauan kondisi pertumbuhan bayam secara real-time, sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjaga kualitas air, suhu dan tingkat konsentrasi unsur hara secara optimal, memudahkan petani dalam proses budidaya, dan mengurangi risiko kegagalan tanaman akibat kurangnya pengawasan
Urgensi perlindungan hukum terhadap konsumen produk kosmetik palsu di Indonesia
he circulation of fake cosmetics makes the user or consumer become restless because of the many disadvantages on him. Businesses must also be held accountable for what is traded. What is the legal protection of counterfeit cosmetic consumers under the Consumer Protection Act? And, Second, How is accountability for the actions of businesses in selling low quality goods in accordance with the Civil Code?. The research method used is normative juridical by reviewing the legislation. The result is that users or consumers have a form of protection specifically stipulated in the Consumer Protection Act that even consumers can make civil lawsuits and report on the sale of counterfeit products. As well as businesses can be used as defendants for selling counterfeit goods without screening the goods traded. In conclusion, consumers and businesses have the same rights and obligations regarding consumer protection, so that consumers have the right to have protection against goods used in their position as consumers. Businesses can be sued by consumers for negligence in selling counterfeit goods
Pengawasan Pengelolaan Wilayah Pesisir Pasca Tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Kegiatan pertambangan yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berorientasi pada sumber daya alam yang bertumpu pada sektor tertentu yang secara ekologis merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan. Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah pesisir yang merupakan salah satu wilayah pencarian masyarakat Bangka Belitung, maka yang menjadi masalah kedepannya yakni pola pengawasan terkait pengelolaan wilayah pesisir pasca tambang tersebut. Rumusan Masalah, Pertama, Apakah pengawasan pengelolaan wilayah pesisir pasca tambang sudah sesuai dengan asas tanggungjawab negara?, dan Kedua, Bagaimanakah bentuk ideal pengawasan pasca tambang di wilayah pesisir?. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan (library research). Pengawasan yang dilakukan oleh negara bisa dilakukan dengan 3 (tiga) parameter kondisi, yakni kondisi lingkungan sebelum adanya pertambangan, kondisi lingkungan saat adanya pertambangan, dan kondisi lingkungan pasca pertambangan khususnya di wilayah pesisir. Kemudian adanya pengawasan terhadap kegiatan pertambangan khususnya di wilayah pesisir, memiliki beberapa aspek penting dalam pengawasannya, diantaranya pertama aspek tranpasaransi, kedua pencegahan dan pemulihan
PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DAN TANTANGAN KONTEMPORER
Kurikulum memainkan peran krusial dalam keberhasilan pendidikan agama Islam. Seiring perkembangan dan kemajuan zaman, diperlukan pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam untuk mengevaluasi pembelajarannya, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan dan tantangan masa kini. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Terdapat beberapa tahapan penting untuk diketahui dalam proses pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, sebab dalam Proses pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pendidik, peserta didik, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode library research guna memperoleh tulisan atau catatan yang berkaitan dengan proses pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, baik berupa buku, artikel dan lain-lain. Kemudian temuan tersebut dianalisis menggunakan deskriptif analitik yaitu dengan dibaca, dianalisis, diolah dan disimpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam melibatkan beberapa tahapan, termasuk perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Melalui proses ini, pengembangan kurikulum dapat menghasilkan kurikulum yang responsif, relevan, dan efektif dalam memenuhi kebutuhan serta tantangan kontemporer
- …
