363 research outputs found

    Teknik Komunikasi K.H. Syaifuddin Zuhri Dalam Dakwah Islamiyah

    No full text
    Dakwah berasal dari Bahasa Arab yang berarti seruan, ajakan, atau panggilan. Dakwah menjadi suatu keharusan bagi setiap individu muslim dan muslimah untuk mensyiarkan nilai – nilai ajaran agama Islam. Penelitian ini dilandasi pemikiran bahwa dakwah bisa dilakukan dengan berbagai macam teknik, diantaranya adalah teknik komunikasi informatif, persuasif, koersif dan manusiawi. Dakwah dengan menggunakan teknik tersebut bisa diterapkan diberbagai macam tempat, salah satu nya di Majlis Taklim Bani Ismail yang dipimpin oleh K.H. Syaifuddin Zuhri yang berlokasi di Jl. Banjar Indah Permai Raya, Komplek Kayu Kuku Ujung, Pemurus Dalam Banjarmasin Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik komunikasi dan respon jamaah terhadap materi yang disampaikan oleh K.H. Syaifuddin Zuhri dalam dakwah islamiyah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi langsung ke lapangan yang berada di Majlis Taklim Bani Ismail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik komunikasi K.H. Syaifuddin Zuhri yang berdakwah melalui Majlis Taklim Bani Ismail, yakni menggunakan Teknik Informatif dan Persuasif. Teknik Informatif pada Majlis Taklim K.H. Syaifuddin Zuhri banyak ilmu yang bermanfaat serta menyangkut kepada Akidah, Syariah, dan Akhlak. Teknik Persuasif yang dilakukan beliau bertujuan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku jamaah yang lebih menekan sisi psikologis jamaah. Respon jamaah terhadap materi yang disampaikan K.H. Syaifuddin Zuhri dalam dakwah islamiyah disambut dengan positif yang mana jamaah banyak memahami dan menangkap dengan baik materi yang disampaikan. Dengan menggunakan teknik komunikasi informatif dan persuasif yang diterapkan serta disampaikan terbukti efektif, maka jamaah merespon materi dengan antusias dan tidak mengantuk saat beliau menayampaikan isi pesan dakwah yang disampaikan seperti keadaan dilapangan

    HUBUNGAN PANJANG PUNTUNG DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KESEIMBANGAN BERJALAN DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA PASIEN PASCA AMPUTASI ANGGOTA GERAK BAWAH

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Syaifuddin. S541302070. 201. Hubungan Panjang Puntung Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Keseimbangan Berjalan dan Kepercayaan diri Pada Pasien Pasca Amputasi Anggota Gerak Bawah. TESIS. Pembimbing I : Prof. dr. Bhisma Murti, MPH, M.Sc, Ph.D, Pembimbing II: Dr. Ari Probandari, dr., MPH., Ph.D. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga. Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Amputasi dapat diartikan sebagai tindakan memisahkan bagian tubuh sebagian atau seluruh bagian ekstremitas. Amputasi pada alat gerak bawah mencapai 85-90% dari seluruh amputasi dan amputasi bawah lutut (transtibial amputation) merupakan jenis operasi amputasi yang paling sering dilakukan. Hilangnya anggota gerak bawah mengakibatkan terganggunya fungsi ekstremitas, dengan salah satunya adalah fungsi keseimbangan dan juga kepercayaan diri seseorang. Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian di Klinik Kuspito Jaten Karanganyar dengan sampel adalah pasien pasca amputasi anggota gerak bawah sebanyak 52 orang dengan teknik Comparative study of means. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linear. Hasil: ada hubungan positif yang secara statistik signifikan antara panjang stump(b1 = 0,49; CI 95%; 0,15 hingga 0,84; p = 0,006) dan IMT(b2 = 0,31; CI 95%; 0,09 hingga 0,53; p = 0,006) dengan keseimbangan berjalan, ada hubungan positif yang secara statistik signifikan antara panjang stump(b1 = 1,37; CI 95%; 0,41hingga 2,33; p = 0,006) dan IMT (b2 = -0,76; CI 95%; -1,37 hingga -0,16; p = 0,015)dengan kepercayaan diri. Kesimpulan: panjang puntung (stump) dan indeks massa tubuh (IMT) berhubungan dengan keseimbangan berjalan dan kepercayaan diri. Kata Kunci: panjang puntung (stump), IMT, keseimbangan berjalan, kepercayaan diri

    Makna Rashdu Al-Kiblat Persepsi Muhammad Ali Al-Shabuni, Wahbah Zuhaili, dan Syeh Nawawi Al-Bantani

    No full text
    Penelitian ini berlatarbelakang tentang adanya kemungkinan pergeseran dan ketidak sesuaian arah kiblat di beberapa daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan tentang rashdu al-kiblat. dengan metode komperatif, penelitian ini akan mendapatkan hasil yang lebih baik dengan berbagai macam pengetahuan tentang rashdu al-kiblat. sehingga penelitian ini menghasilkan pengetahuan yang berbobot tentang rashdu al-kiblat dan bermanfaat untuk kaum muslimin sebagai syarat sahnya shalat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan bersumber primer pada tiga karya ilmiah berupa tafsir Ayat Ahkam karya Muhammad Ali Al-Shabuni, tafsir Al-Munir karya Wahbah Al-Zuhaili, dan tafsir Marah Labid karya Syeh Nawawi Al-Bantani. Dengan menggunakan metode komparatif pada ketiga tafsir diatas, peneliti mendapatkan hasil yang jelas mengenai rashdu al-kiblat, hukum dan tatacara menghadap kiblat sesuai tuntunan yang benar. Hasil dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui arah kiblat sesuai dengan Tafsir Ayat Ahkam, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Marah Labid terkait di dalam surat A-Baqarah ayat 142 sampai dengan ayat 150 yang melahirkan hukum perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis yang berada di Palestina menuju Baitullah Ka’bah yang berada di Makkah Al- Mukarromah. Sehingga dengan pengetahuan rashdu al-kiblat yang benar, muslim di Indonesia tidak lagi sekedar menghadap ke barat, melainkan menghadap ke arah di mana terletak Baitullah Ka’bah

    PENJADWALAN PROYEK MENGGUNAKAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) DENGAN KENDALA KETERBATASAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN ALAT (Studi Kasus: Proyek Steam Boiler dan Central Boiler Oleh PT Swadaya Graha di Kota Kediri, Jawa Timur)

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui Achmad Syaifuddin Arif1), Ceria Farela Mada Tantrika2), Ihwan Hamdala3Terima kasihÂ
    corecore