1,721,009 research outputs found

    PERENCANAAN PIPA TRANSMISI DI KABUPATEN PRINGSEWU DENGAN SUMBER AIR BAKU DARI SUNGAI WAY SEPAGASAN, PLANNING OF TRANSMISSION PIPES IN PRINGSEWU DISTRICT WITH RAW WATER SOURCES FROM THE WAY SEPAGASAN RIVER

    No full text
    ABSTRAKKabupaten Pringsewu yang baru terbentuk dan wilayah yang terus berkembang membutuhkan sebuah infrasruktur yang memadai. Terdapat 5 Kecamatan yang masih belum terjangkau sarana air bersih perpipaan. Sehingga, diperlukan peningkatan infrastruktur wilayah dalam hal ini jaringan perpipaan air bersih. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah daerah merencanakan perluasan jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih perpipaan yang bersumber dari air sungai Way Sepagasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah kebutuhan air bersih di 5 Kecamatan dari tahun 2019 hingga tahun 2030, merencanakan detail desain intake, dan merencanakan jaringan pipa transmisi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey lapangan. Terdapat 2 jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data pengukuran debit air, data topografi (elevasi), data jalur tracking jaringan transmisi serta dokumentasi. Sedangkan, data sekunder meliputi data jumlah penduduk, data peta topografi sekitar lokasi, data kualitas air, dan data curah hujan. Data-data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisa dengan metode analisa destruktif. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, terdapat 5 Kecamatan yang akan dilayani yaitu Kecamatan Pagelaran Utara, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Banyumas, Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Adiluwih dengan total kebutuhan air dari tahun 2019 hingga tahun 2030 sebesar 90,79 liter per detik. Bangunan intake memiliki volume bak sebesar 120 m3, dengan dimensi panjang bak 12 meter, lebar bak 8 meter, dan kedalaman bak 1,25 meter. Jaringan pipa transmisi dapat di simulasikan dengan program Epanet 2.0 dengan tekanan di ujung pipa transmisi sebesar 16,22 meter dan memiliki kecapatan aliran sebesar 0,8 meter per detik.Kata kunci:  transmisi, epanet 2.0, way sepagasan ABSTRACTPlanning Of Transmission Pipes In Pringsewu District With Raw Water Sources From The Way Sepagasan River. The newly established Pringsewu Regency and the region which continues to develop need an adequate infrastructure. There are 5 Districts that are still not reached by water distribution system. Thus, it is necessary to improve regional infrastructure, in this case the water distribution system. Based on this, the local government plans to expand the clean water distribution system to meet the need for piped clean water sourced from the Way Sepagasan river water. The purpose of this study is to determine the amount of clean water demand in 5 Districts from 2019 to 2030, to plan detailed intake designs, and to plan transmission pipelines. The data collection process was carried out by conducting field surveys. There are 2 types of data collected, namely primary data and secondary data. Primary data includes water flow measurement data, topographic data (elevation), transmission line tracking data and documentation. Meanwhile, secondary data includes population data, topographic map data around the location, water quality data, and rainfall data. The data obtained will then be analyzed by destructive analysis methods. Based on the data analysis carried out, there are 5 Districts to be served, namely North Pagelaran District, Pagelaran District, Banyumas District, Sukoharjo District and Adiluwih District with total water needs from 2019 to 2030 of 90.79 liters per second. The intake building has a body volume of 120 m3, with dimensions of 12 meters long, 8 meters wide, and 1.25 meters deep. The transmission pipeline network can be simulated with the Epanet 2.0 program with a pressure at the end of the transmission pipe of 16.22 meters and a flow rate of 0.8 meters per second.Keywords: transmission, epanet 2.0, way sepagasa

    ANALISA PATAHNYA SHAFT GEAR POMPA MINYAK LUMAS PADA GENERATOR DI KM. CTP GOLDEN

    Get PDF
    INTISARI Pramono, Muhammad Sidiq Aji.2020. “Analisa Patahnya Shaft Gear Pompa Minyak Lumas Generator di KM. CTP GOLDEN”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Agus Hendro Waskito, M.M., M.Mar.E, Pembimbing II: Tony Santiko, S.ST., M.Mar.E Pompa minyak lumas merupakan pesawat bantu yang sangat penting dalam sistem pelumasan permesinan di atas kapal dan saat penulis melaksanakan praktek laut dan menemukan tidak lancarnya sistem pelumasan di generator karena patahnya shaft gear pompa. Akhirnya, penulis menyusun skripsi ini dengan rumusan masalah 1.) Apa penyebab patahnya shaft gear pompa minyak lumas generator? 2.) Apa dampak dari patahnya shaft gear pompa minyak lumas generator? 3.) Bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi patahnya shaft gear pompa minyak generator? Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode kualitatif, dangan metode analisis fishbone dan USG. Sumber data dari penelitian ini berasal dari hasil observasi, studi pustaka, dan wawancara selama penulis melaksanakan praktek laut. Hasil penelitian menunjukkan: Ada beberapa faktor penyebab patahnya shaft gear pompa minyak lumas generator, yaitu: Pelaksanaan jadawal perawatan yang tidak tepat waktu, kotornya minyak lumas pada generator, rengangnya cover pompa, kualitas komponen yang tidak sesuai standar. Saran penulis, untuk pengoperasian dan perawatan pompa minyak lumas generator harus berpatokan pada manual book, agar tercipta pengoperasian yang benar serta terhindar dari kejadian-kejadian yang dapat membahayakan kapal beserta isinya

    PENERAPAN STRATEGI COOPERATIVE TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP PENGUASAAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAS HUBBULWATHAN DURI

    Get PDF
    MUHAMMAD SIDIQ ALRABI (2021) :PENERAPAN STRATEGI COOPERATIVE TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP PENGUASAAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAS HUBBULWATHAN DURI Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan nilai-nilai moderasi beragama siswa melalui strategi pembelajaran Cooperative tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan Konvensional (Ceramah) pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang dilaksanakan di MAS Hubbulwathan Duri. Subjek penelitian yaitu 1 orang guru MAS Hubbulwathan serta 56 siswa dengan rincian 1 kelas XII IPA dan 1 kelas XII IPS. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik T-test (Independent Samples Test). Hasil penelitian diperoleh signifikan nilai thitung =0,460 berarti lebih kecil dari ttabel baik pada taraf signifikan 5% maupun taraf signfikan 1% (2,01 > 0,460 < ,68. Artinnya tidak terdapat perbedaan penguasaan nilai-nilai moderasi beragama pada mata pelajaran Akidah Akhlak antara pembelajaran menggunakan Student Teams Achievement Divisions (STAD) dengan Ceramah. Namun dilihat dari perbedaan mean Student Teams Achievement Divisions (STAD) = 74,43 mean Ceramah = 72,14 kedua variable menunjukkan nilai mean Student Teams Achievement Divisions (STAD) lebih tinggi dari pada nilai mean Ceramah. Kata Kunci: Strategi Cooperative Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD), Nilai-Nilai Moderasi Beragama

    PARADOKS ADVOKASI PENDIDIKAN: ANTARA PRESTISE AKADEMIK DAN GIMIK PEMASARAN

    Get PDF
    The main objective of this study is to conduct an in-depth analysis and identify how SMK Puspa Bangsa 2 balances the pressure to maintain academic prestige with the need for appealing (often gimmicky) marketing strategies in its efforts to attract and retain prospective students, as well as to evaluate the impact of this balance on the school's image and perceived educational quality. This study uses a descriptive qualitative approach with a single case study strategy at SMK Puspa Bangsa 2 to understand the paradox between academic prestige and marketing strategies. Data were collected through in-depth interviews with the principal, marketing team, teachers, students, and parents; participatory observation of promotional activities; and document analysis, such as brochures and academic reports. Data analysis was conducted using thematic techniques. Validity was ensured through triangulation and member checking, and research ethics were upheld through written consent and the protection of informants' identities. This approach enables a deep understanding of the impact of marketing on the school's image and quality. The results of this study indicate that a crisis of trust at SMK Puspa Bangsa 2 arises due to an imbalance between symbolic marketing strategies and the actual quality of education. Excessive visual promotion is not matched by academic transparency, resulting in disappointment and a decline in student loyalty. The community’s positive perception is more shaped by social media imagery than by actual quality. Therefore, the school needs to shift its communication strategy to be more honest and educational, and to empower the public to critically and rationally assess educational quality—not merely based on visual appearances.

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI YAYASAN PENDIDIKAN CENDANA RIAU DISTRIK DURI

    Get PDF
    MUHAMMAD SIDIQ ALRABI (2023) : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI YAYASAN PENDIDIKAN CENDANA RIAU DISTRIK DURI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Yayasan Pendidikan Cendana Riau Distrik Duri. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data memakai model Miles and Huberman. Adapun hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: 1) Latar belakang diadakannya pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka belajar untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang berbedabeda. Adapun kepala sekolah telah melakukan penghimbauan kepada seluruh guru untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka belajar. 2) Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan dengan aspek konten, proses, atau produk dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi oleh Guru Pendidikan Agama Islam di Cendana Riau Distrik Duri perlu di maksimalkan lagi. 3) Ada berbagai media pembelajaran untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi serta penilaian tugas mandiri dan kelompok dalam pembelajaran berdiferensiasi. 4) Guru Pendidikan Agama Islam Cendana Duri memiliki berbagai administrasi sedangkan hasil belajar siswa sudah memenuhi KKTP. 5) Faktor pendukung Sarana dan Prasarana, Keadaan Lingkungan Belajar sangat memadai dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. 6) Ada berbagai faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di Cendana Duri. 7) Dampak yang dirasakan dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di Cendana Duri baik dari sekolah, guru dan siswa memberikan dampak yang positif. 8) Ada berbagai solusi yang diberikan dalam permasalahan pembelajaran berdiferensiasi yang dialami oleh guru Agama Islam di Cendana Duri. 9) Supervisi akademik telah dilakukan oleh kepala sekolah. 10) Output dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi baik dari segi pemahaman siswa maupun sikap siswa sudah mengarah kearah perubahan yang lebih baik. Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka Belaja

    Peran Pusat Kesejahteraan Sosial Dalam Meningkatkan Layanan Bagi Keluarga Miskin Di Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Sidiq, NIM 1608305016 “Peran Pusat Kesejahteraan Sosial Dalam Meningkatkan Layanan Bagi Keluarga Miskin Di Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon” Banyaknya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin serta PMKS sehingga perlu diatasi dan ditekan untuk mengembangkan Desa Dawuan agar menjadi Desa yang Sejahtera Mandiri. Peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Dawuan telah didukung dengan keberadaan Puskesos untuk memfasilitasi pelayanan bagi masyarakat dalam perolehan hak dan bantuan program untuk meningkatkan kesejahteraan sosialnya seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainya. Hadirnya Puskesos diharapkan merubah pelayanan yang awalnya rumit, prosesnya lama, menjadi cepat dan mudah dengan sistem aplikasi secara online, dengan menerapkan Sistem Layanan Rujukan dan Terpadu. Melalui Puskesos ini pula masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Kecamatan maupun dinas terkait, cukup diurus di Kantor Desa. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pemberian layanan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan secara gratis dan praktis, transparan, mudah diakses,pelayanan yang cepat serta didukung dan diapresiasi oleh masyarakat. Sehingga siap melayani untuk masyarakat tanpa repot dengan urusan birokrasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah kordinator puskesos, kepala desa, tksk dan masyarakat penerima manfaat. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrument utama dalam melakukan penelitian dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah analisis data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Tringulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kehadiran Pusat Kesejahteraan Sosial atau Puskesos sangat membantu khususnya untuk memudahkan warga miskin dan rentan yang ada di wilayah tersebut mengidentifikasi kebutuhan mereka untuk dihubungkan dengan program dan layanan yang ada di Pemerintah desa sampai Pusat. Mereka juga bisa dengan cepat mengidentifikasi keluhan atas program dan layanan yang mereka terima dan memastikan bahwa keluhan – keluhan mereka tertangani dengan baik. 2) Kendala yang dikeluhkan oleh Pusat Kesejahteraan Sosial atau Puskesos adalah Sumberdaya Manusia (SDM), Keberadaan Puskesos yang masih di salah tafsirkan oleh masyarakat karena beranggapan bahwa Puskesos adalah lembaga yang memberikan program padahal Tupoksinya sebagai pengupdate data penerima manfaat. 3) Untuk upaya peningkatan, Puskesos akan terus memperbaiki Data penerima manfaat juga akan terus bersosialisasi agar masysrakat memahai wilayah kerja Puuskesos dan terus berkordinasi kepada stakeholder untuk duduk bersama menyamakan persepsi atas kendala yang dihadapi dan mencari soslusi bersama dengan tujuan yang sama Kata Kunci: Kesejahteraan Sosial, Pelayanan Sosial, Keluarga Miskin, Kebijakan Sosia

    PERAN PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN LAYANAN BAGI KELUARGA MISKIN DI DESA DAWUAN KEC. TENGAH TANI KAB. CIREBON

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Sidiq, NIM 1608305016 “Peran Pusat Kesejahteraan Sosial Dalam Meningkatkan Layanan Bagi Keluarga Miskin Di Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon” Banyaknya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin serta PMKS sehingga perlu diatasi dan ditekan untuk mengembangkan Desa Dawuan agar menjadi Desa yang Sejahtera Mandiri. Peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Dawuan telah didukung dengan keberadaan Puskesos untuk memfasilitasi pelayanan bagi masyarakat dalam perolehan hak dan bantuan program untuk meningkatkan kesejahteraan sosialnya seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainya. Hadirnya Puskesos diharapkan merubah pelayanan yang awalnya rumit, prosesnya lama, menjadi cepat dan mudah dengan sistem aplikasi secara online, dengan menerapkan Sistem Layanan Rujukan dan Terpadu. Melalui Puskesos ini pula masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Kecamatan maupun dinas terkait, cukup diurus di Kantor Desa. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pemberian layanan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan secara gratis dan praktis, transparan, mudah diakses,pelayanan yang cepat serta didukung dan diapresiasi oleh masyarakat. Sehingga siap melayani untuk masyarakat tanpa repot dengan urusan birokrasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah kordinator puskesos, kepala desa, tksk dan masyarakat penerima manfaat. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrument utama dalam melakukan penelitian dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah analisis data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Tringulasi dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kehadiran Pusat Kesejahteraan Sosial atau Puskesos sangat membantu khususnya untuk memudahkan warga miskin dan rentan yang ada di wilayah tersebut mengidentifikasi kebutuhan mereka untuk dihubungkan dengan program dan layanan yang ada di Pemerintah desa sampai Pusat. Mereka juga bisa dengan cepat mengidentifikasi keluhan atas program dan layanan yang mereka terima dan memastikan bahwa keluhan – keluhan mereka tertangani dengan baik. 2) Kendala yang dikeluhkan oleh Pusat Kesejahteraan Sosial atau Puskesos adalah Sumberdaya Manusia (SDM), Keberadaan Puskesos yang masih di salah tafsirkan oleh masyarakat karena beranggapan bahwa Puskesos adalah lembaga yang memberikan program padahal Tupoksinya sebagai pengupdate data penerima manfaat. 3) Untuk upaya peningkatan, Puskesos akan terus memperbaiki Data penerima manfaat juga akan terus bersosialisasi agar masysrakat memahai wilayah kerja Puuskesos dan terus berkordinasi kepada stakeholder untuk duduk bersama menyamakan persepsi atas kendala yang dihadapi dan mencari soslusi bersama dengan tujuan yang sama Kata Kunci: Kesejahteraan Sosial, Pelayanan Sosial, Keluarga Miskin, Kebijakan Sosia

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore