43 research outputs found
PENGANTAR KE FILSAFAT HIKMAH (`IRFÂN) ALLAMAH SAYYID MUHAMMAD HUSAIN THABTHABÂI
Allamah Muhammad Husain al-Thabthabani succeeded in initiating the revival of philosophical thought in Iran and Qum after almost dimming after the death of Mulla Sadra. Although there are not many things that are truly new from his thoughts on Mulla Sadra Philosophy, it can be said that in his hands a number of Mulla Shadra's ideas which are considered complicated can be described quite well so that they are easy to understand. His thoughts on philosophy were at least contained in two of his very famous works, namely Bidâyatu al-Hikmah and Nihâyatu al-Hikmah which at the same time strengthened his position as the leading Philosophy after Mulla Sadra. That is why it is deemed necessary to discuss the thoughts of Allamah Muhammad Husayn al-Thabthabi's Philosophy.Keywords: `irfân, Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabthabâi
Implementasi Pemberian Cerita Islami dalam Upaya Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Anak di TK-IT Khairul Imam Kecamatan Medan Johor
The development of religion since the beginning of the encouragement and stimulation of trees requires air and fertilizer. Children's interests and aspirations need to be developed in a better and commendable direction through education. After knowing the importance of religious education for children, especially in producing Islamic children, one of the things we feel is that educators can play a role and function in carrying out their teacher duties. Giving Islamic stories and good advice is the right step for children's morals and instilling religious values in children, where at this age children must be stimulated by reason and build stories that educate so that they model the behavior of figures who good and hostile or hate bad behavior. This study describes the moral values that are instilled in children are to form humans who have awareness in carrying out religious orders. The teacher explains what is good and should be imitated and what is not good and should not be imitated in everyday life
Implementasi Program Parenting Terhadap Pola Asuh pada Anak Usia Dini di PAUD Mekar Desa Penggalangan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Perencanaan dan Pelaksanaan Program Parenting di PAUD Mekar Desa Penggalangan. 2) Implikasi kegiatan parenting di PAUD Mekar Desa Penggalangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Dukungan orang tua dalam perencanaan kegiatan parenting cukup memadai, terlihat sebagian besar orang tua mendukung secara aktif. Dan jadwal yang dibuat oleh pengelola sudah terencana dari awal kegiatan sampai pada tahap pelaksanaan kegiatan. 2) Implikasi program parenting bagi orangtua sangatlah berpengaruh terhadap pengetahuan orangtua misalnya menambah pengetahuan mengenai bagaimana sistem pembelajaran PAUD, bagaimana pola asuh yang baik dalam mendidik anak, pemahaman tentang bahaya gadget, dan orangtua semakin paham bahwa di lembaga PAUD anak-anak tidak di wajibkan calistung seperti persepsi orangtua sebelumnya serta meningkatkan kesadaran orangtua tentang pentingnya kegiatan parenting disekolah. 3) Bagi Anak Usia Dini di PAUD Mekar Desa Penggalangan mengalami peningkatan baik itu dalam Aspek Nilai Agama dan Moral, Sosial Emosional, Kognitif, Seni, Fisik Motorik, maupun Bahasa sesuai dengan tahap perkembangannya 4) Bagi Sekolah kegiatan parenting ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan perencanaan dan pelaksanaannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan mengenai peran kegiatan parenting dalam pola asuh orangtua di PAUD MEKAR ini, menunjukkan bahwa telah tercapainya tujuan dari kegiatan ini. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil sebelum dan sesudah diadakannya kegiatan parenting. Peserta kegiatan parenting sudah tahu cara mengatur pola asuh dan merawat serta mendidik anaknya
Analisis Yuridis Pembatalan Perkawinan Karena Pergantian Agama dan Akibat Hukumnya ditinjau dari Hukum Islam
A Human being is the most perfect creature of Allah the Almighty among the other creatures, but he cannot live by himself without the help of other people (Zoon Politicon). A human being is created by Allah the Almighty in order to serve and be plous to Him, and one of them is by marriage. On of the interesting things in Marriage law is about marriage cancellation. Based on article 22 of Marriage Law, it is said that if marriage does not meet marriage requirements, it can be cancelled. It is possible for a marriage, which is religiously valid but does not follow the rules and laws, according to Article 22 of Marriage Law, to be cancelled.133 HalamanTesis Magiste
Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Nomor 4/JN/2022/MS.Lsm Tentang Kebenaran Materiil Dalam Perkara Pemerkosaan Dan Pelecehan Seksual
Penegakan hukum jinayat di Aceh bertujuan mewujudkan keadilan substantif melalui pencapaian kebenaran materiil dalam setiap putusan. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan problematika kualifikasi hukum yang berpotensi mengaburkan perlindungan terhadap korban, khususnya kelompok rentan. Penelitian ini berangkat dari persoalan adanya dugaan ketidaksesuaian antara fakta hukum yang terungkap di persidangan dengan kualifikasi jarimah dalam Putusan Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe Nomor 4/JN/2022/MS.Lsm. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) apakah pertimbangan hakim telah mencerminkan kebenaran materiil; dan (2) apakah penentuan kualifikasi jarimah telah sesuai dengan unsur-unsur pemerkosaan sebagaimana diatur dalam Qanun Jinayat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara fakta persidangan, pertimbangan hukum hakim, dan penerapan norma hukum jinayat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), disertai analisis konseptual terhadap doktrin kebenaran materiil dalam hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim membatasi unsur pemaksaan pada kekerasan fisik semata dan tidak mempertimbangkan secara memadai eksploitasi kerentanan korban penyandang disabilitas intelektual sebagai bentuk pemaksaan nonfisik. Akibatnya, perbuatan yang secara substansial memenuhi unsur jarimah pemerkosaan justru dikualifikasikan sebagai pelecehan seksual. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat diskursus akademik mengenai pentingnya pendekatan substantif dalam pembuktian jarimah pemerkosaan, khususnya terhadap korban rentan, serta mendorong konsistensi penerapan prinsip kebenaran materiil guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak korban dalam penegakan hukum jinayat di Aceh.
Kata Kunci: Kebenaran Material; Pemerkosaan; Pelecehan Seksual; Qanun Jinayat; Jarīmah Ta'zīr
Understanding the Hadith on Perfume: An Effort to Prevent Sexual Harassment and Protect Women
Research on hadith related to perfume often emphasizes the ethical aspects of its use and its implications for personality. However, there has been limited exploration of how these hadiths can serve as tools to prevent sexual harassment and protect women. This study aims to examine the hadith concerning women’s use of perfume from the perspective of preventing sexual harassment and safeguarding women. Employing a descriptive-qualitative method combined with thematic analysis techniques, this research analyzes qualitative data, including narrative and interpretive studies of the hadith texts to uncover their meanings. Additionally, it conducts a phenomenological analysis of social norms regarding women’s use of perfume in society. The findings reveal that the prohibition of women wearing perfume in public spaces aims to protect them from negative attention or harassment, which can stem from certain social norms. The hadith advises women to use perfume thoughtfully and by the situation to avoid potential harm. Furthermore, these teachings highlight the importance of ethics, morality, and respect for women, which can serve as a foundation for promoting their protection in social settings. The contribution of this research is to offer a new perspective on the relevance of hadith in preventing sexual harassment through the principle of caution and to reinforce the role of religion in protecting women both socially and psychologically
Pelaksanaan Larangan Pembakaran Sampah Hasil Rumah Tangga di Kecamatan Tenayan Raya Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Sampah
The accumulation of garbage that is often seen in Tenayan Raya Subdistrict, such as on the side of the Bukit Barisan road, Singgalang Street is always visible as a garbage dump. Meanwhile, every day there are residents who throw garbage in that place and also carry out garbage burning. Residents admit that they are confused about where to throw their garbage other than in that place, because so far it has become a habit, besides that, local residents also complain about the condition of the garbage that has accumulated, because it is disturbed by the smell of the waste from the residents. Thus it is contrary to Article 71 paragraph (2) of Regional Regulation Number 8 of 2014 concerning Waste Management. The problem is what are the obstacles and what efforts are being made regarding the implementation of the prohibition on burning household waste in Tenayan Raya District based on the Regional Regulation of Pekanbaru City Number 8 of 2014 concerning Waste Management? How are the efforts made to overcome obstacles to the implementation of the prohibition on burning household waste? rangga in Tenayan Raya District based on Pekanbaru City Regional Regulation Number 8 of 2014 concerning Solid Waste Management. The purpose of this study is to explain how the implementation of the prohibition on burning household waste in Tenayan Raya District based on the Regional Regulation of Pekanbaru City Number 8 of 2014 concerning Waste Management, to analyze the obstacles and what efforts are made to implement the prohibition of burning household waste. in Tenayan District based on Pekanbaru City Regional Regulation Number 8 of 2014 concerning Waste Management. This type of research is a type of sociological law research, the data that the author does using qualitative analysis, the data collection technique used by the writer is to use the method of observation, interviews, and literature review, namely by reading literature literature that has a causal relationship with the problem. is being researched. Where the data that the authors do using qualitative analysis. The authors present qualitative data and describe it in clear sentences and in easy to understand language, so that conclusions are drawn from narrower facts in specific rules, to broader facts with more general rules. The conclusion in this study is that the local regulation has not been running as it should be, because it is still found that some people burn household waste in several places, even though a place has been provided but there are still some who violate it. The suggestion from the author is that in implementing the prohibition on burning household waste in the District of Tenayan Raya based on the Regional Regulation of Pekanbaru City Number 8 of 2014 concerning Waste Management, the government or related parties must increase the frequency of waste transportation so that there is no accumulation of garbage
Komunikasi Lintas Budaya Wisatawan Asing dan Penduduk Lokal di Bukit Lawang
Penelitian ini mengkaji komunikasi lintas budaya antara wisatawan asing dan penduduk lokal di kawasan wisata Bukit Lawang, Sumatera Utara. Sering terjadi wisaatwan asing yang awalnya hanya menetap beberapa hari, setelah pulang ke negaranya kemudian kembali lagi ke tempat ini dan menetap dalam waktu yang lama. Kehadiran wisatawan asing memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Namun, budaya asing yang dibawa wisatawan asing terkadang menimbulkan masalah di masyarakat. Para wisatawan yang yang menetap di tempat yang baru cenderung mengalami gegar budaya atau culture shock. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan budaya, bahasa dan kebiasaan sehari-hari menjadi kendala utama dalam interaki antara warga dan wisatawan asing. Penggunaan bahasa dan komunikasi yang intensif yang baik untuk mengatasi perbedaan budaya antara wisatawan dengan warga lokal.  Â
Komunikasi Lintas Budaya Wisatawan Asing dan Penduduk Lokal di Bukit Lawang
Penelitian ini mengkaji komunikasi lintas budaya antara wisatawan asing dan penduduk lokal di kawasan wisata Bukit Lawang, Sumatera Utara. Sering terjadi wisaatwan asing yang awalnya hanya menetap beberapa hari, setelah pulang ke negaranya kemudian kembali lagi ke tempat ini dan menetap dalam waktu yang lama. Kehadiran wisatawan asing memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Namun, budaya asing yang dibawa wisatawan asing terkadang menimbulkan masalah di masyarakat. Para wisatawan yang yang menetap di tempat yang baru cenderung mengalami gegar budaya atau culture shock. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan budaya, bahasa dan kebiasaan sehari-hari menjadi kendala utama dalam interaki antara warga dan wisatawan asing. Penggunaan bahasa dan komunikasi yang intensif yang baik untuk mengatasi perbedaan budaya antara wisatawan dengan warga lokal.  Â
