350 research outputs found
Aspek-aspek modernisasi dalam penafsiran KH. Muhammad Romli : Studi tafsir Nusantara Tafsir Nurul Bajan
Kajian terhadap khazanah tafsir Nusantara merupakan bidang yang menarik untuk terus dikaji, salah satunya ialah Tafsir Nurul Bajan karya KH. Muhammad Romli dan H.N.S. Midjaja. Tafsir Nurul Bajan merupakan salah satu tafsir Al-Qur’an yang ditulis dalam bahasa Sunda. Tafsir ini menggunakan aksara Latin belum disempurnakan. Penelitian ini meneliti tentang aspek-aspek modernisasi dalam penafsiran KH. Muhammad Romli melalui Tafsir Nurul Bajan, yang mencerminkan upaya KH. Muhammad Romli menjembatani ajaran Islam dengan tantangan kontemporer.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat modernisasi dalam tafsir Nurul Bajan dari aspek teologi, sosial dan Ilmu pengetahuan/pendidikan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisi ide modernisasi dalam penafsiran KH. Muhammad Romli melalui tafsir Nurul Bajan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis yang didasarkan pada studi kepustakaan (library research). Sumber data utama berasal dari analisis isi Tafsir Nurul Bajan, khususnya pada ayat-ayat yang memuat ide-ide modernisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran ayat-ayat modernisasi dalam tafsir Nurul Bajan yakni pada aspek teologi, KH. Muhammad Romli menekankan pemurnian tauhid (QS. Al-Fatihah [1]:5), menolak khurafat, bid’ah, dan taqlid buta (QS. Al-Baqarah[2]:21, 22, 102). Dalam aspek sosial, ia menekankan rasionalitas, pendidikan, dan keadilan sosial (QS. Al-Baqarah [2]: 53, 78, 118), serta mendorong kesejahteraan umat melalui infaq dan pemberdayaan ekonomi Syariah (QS. Al-Baqarah[2]:254, 261). Sementara dalam aspek ilmu pengetahuan, ia mengintegrasikan tafsir Al-Qur’an dengan sains modern (QS. Al-Baqarah[2]: 29, 164), menekankan pendidikan berbasis pemahaman, inovasi, dan pemikiran kritis untuk kemajuan umat Islam (QS. Al-Baqarah[2]:31, 32, 33, 269).Penelitian ini juga menemukan ide- ide modernisasi dalam penafsirannya: (1) kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis, (2) mengubah dari pola pikir tradisional menuju rasional, (3) penolakan terhadap taqlid, bid’ah, dan khurafat (TBC), (4) mengubah sistem pendidikan tradisional menjadi modern yang rasional dan ilmiah, serta (5) Ajaran Al-Qur'an sesuai dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan
Konstruksi gender dalam tafsir Sunda modernis : Telaah atas tafsir Nurul-Bajan dan Al-Kitabul Mubin karya Muhammad Romli
Tulisan ini berisi penelitian tentang konstruksi gender dalam tafsir Muhammad Romli, yang merupakan salah satu mufassir asal Sunda, juga merupakan salah satu ulama Islam pembaharu (modernis), tafsirnya antara lain Nurul-Bajan dan Al-Kitabul Mubin. Hingga saat ini, terdapat sebagian tafsir keagamaan yang mengandung bias gender sehingga hal ini mendorong penulis untuk melakukan kajian konstruksi gender pada tafsir Al-Qur’an. Penulis memilih topik ini karena masih terbatasnya kajian gender dalam tafsir Sunda. Sementara Muhammad Romli dan tafsirnya, penulis pilih karena merupakan salah satu tafsir Sunda yang banyak dicetak dan tersebar di masyarakat.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mennganalisis konstruksi gender dalam penafsiran Muhammad Romli terkait ayat-ayat gender dalam Al-Qur’an.
Dalam tradisi penafsiran Al-Qur’an, khususnya pada ayat-ayat gender, kerap kali ditemukan adanya penafsiran yang bias gender. Perbedaan gender, seperti perbedaan laki-laki dan perempuan merupakan suatu keniscayaan, namun akan menghasilkan ketidakadilan manakala perbedaan tersebut menghasilkan bias gender dan ketimpangan. Untuk itu analisis gender, khususnya pada tafsir keagamaan, dapat menjadi upaya untuk melihat ada atau tidaknya indikator ketidakadilan gender dalam gagasan suatu tafsir keagamaan, yang tidak akan terlepas dari pengaruh penafsir, doktrin keagamaan, hingga sosio-kultur yang melingkupinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan gender, yakni menggunakan analisis gender Mansour Fakih. Data diperoleh melalui studi pustaka (library research). Dengan sumber data utama yaitu kitab tafsir Nurul-Bajan dan Al-Kitabul Mubin karya Muhammad Romli, dan data sekunder lain berupa artikel ilmiah yang menjelaskan teori serta analisis mengenai Muhammad Romli.
Hasil penelitian pada penafsiran Muhammad Romli tentang ayat-ayat gender dalam Al-Qur’an yakni pada tema ganjaran amal manusia (Q.S Ali Imran [3] :195 dan Q.S An-Nahl [6] : 97), asal mula penciptaan manusia (Q.S An-Nisa [4] : 1 dan Q.S As-Saffat [37] : 11), otoritas kehidupan rumah tangga (Q.S An-Nisa [4] : 34 dan Q.S Al-Baqarah [2] : 223), poligami (Q.S An-Nisa [4] : 3), warisan (Q.S An-Nisa [4] : 7 dan 11) dan kesaksian laki-laki dan perempuan (Q.S Al-Baqarah [2] : 288), menunjukkan bahwa Muhammad Romli dalam beberapa tema seperti ganjaran kebaikan, penciptaan manusia, dan poligami, menjelaskan relasi gender di dalamnya secara adil, sementara pada tema lain yaitu otoritas rumah tangga, formula warisan, dan kesaksian, terlihat adanya bias gender dalam pemaparan Muhammad Romli mengenai relasi-gender dalam penafsirannya, yang berupa stereotyping, marginalisasi, dan subordinasi. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh cara penafsiran yang tekstualis, rujukan tafsir klasik, hingga pengaruh budaya Sunda pada saat itu yang patriarki
Penafsiran Surat Al-Fātihah (Studi Komparatif Atas Tafsir Núrul Bajān Dan Al-Kitābul Mubīn Karya Muhammad Romli)
Penelitian ini membahas penafsiran surat al-Fātihah berbahasa Sunda,
tafsir Núrul Bajān dan tafsir al-Kitābul Mubīn. Penelitian ini dilatarbelakangi
perbedaan penafsiran Q.S Al-Fatihah di dalam kedua kitab tafsir ini. Kedua
kitab tafsir tersebut merupakan karya dari Muhammad Romli dan populer di
kalangan Muslim Sunda, serta kecenderungan pemikiran Romli yang
menganut ideologi Islam modernis.
Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan dengan pendekatan
hermenutika dan jenis penelitian library research. Metode deskriptif-komparatif digunakan untuk mengkomparasikan antara tafsir Núrul Bajān
dengan tafsir al-Kitābul Mubīn. Dengan pendekatakan hermeneutik, surat al-Fātihah dalam bahasa Sunda dapat menemukan pemaknaan baru dan
lokalitas penafsiran.
Hasil penelitian ini pertama menguraikan komponen-komponen yang
berkaitan dengan surat al-Fātihah, kedua dua tafsir ini menetapkan lafaz
bismillāh bukan menjadi bagian dari surat al-Fātihah, ketiga menjelaskan
hukum membaca lafaz āmīn dan taawuz dalam al-Qur’an, keempat
menguraikan penafsiran surat al-Fātihah secara umum beserta ideologisasi
tafsir yang dilakukan oleh Romli, kelima menjelaskan aspek lokalitas seperti:
aspek lokalitas kebahasan, aspek lokalitas kebudayaan, aspek lokalitas
penafsiran dan keenam melakukan analisis komparasi terhadap penafsiran
surat al-Fātihah.
Berdasarkan metode analisis deskriptif-komparatif, menyimpulkan
bahwa dua tafsir ini memiliki metodologi yang hampir sama, hal yang
membedakan yaitu dari segi teknis penulisan dan sumber penafsirannya.
Selanjutnya dari segi konten penafsiran, secara keseluruhan dua tafsir ini
tidak saling bertentangan, adapun hal-hal yang membedakannya yaitu dari
pembahasan ayat-ayat pada surat al-Fātihah. Muhammad Romli dalam tafsir
Núrul Bajān menafsirkan surat al-Fātihah secara global dan terperinci
(tahlily). Sementara dalam tafsir al-Kitābul Mubīn, Romli menafsirkan surat
al-Fātihah secara global (ijmaly), terkesan seperti tafsiran dalam bentuk
terjemahan
PENGARUH TAFSIR AL MANNAR DALAM TAFSIR NURUL BAJANKARYA KH. ROMLI: ANALISIS SURAH AL-BAQARAH 261-262
Nurul Bajan merupakan salah satu kitab tafsir yang lahir dari tanah Sunda karya KH, Muhammad Romli. Dalam penulisan tafsirnya masih menggunakan ejaan lama, sehingga memerlukan penyesuaian dalam membaca tafsirmya. Sudah banyak penelitian yang menganalisis isi dari penafsiran KH. Muhammad Romli dengan berbagai tema yang dikaji. Jurnal ini bertunjuan untuk meneliti keterpengaruhan Tafsi>r Al-Manna>r dalam Tafsir Nurul Bajan. Adapun langkah penilitian ialah dengan melacak teks Tafsir Nurul Bajan, kemudian melakukan studi komperatif dengan Tafsir Al-Manna>r yang diduga menjadi rujukan dalam penulisan Tafsir Nurul Bajan. Artikel ini berkesimpulan bahwa Tafsir Nurul Bajan memiliki persamaan penafsiran dengan Tafsi>r Al Manna>r. Dalam kasus surat Al-Baqaroh ayat 261-262, KH. Romli memaknai kata fi> sabi>lilla>h sebagai kemaslahatan umat. Pernyataan yang sama juga disampaikan Al-Manna>r. Adapun relasi keilmuan antara keduanya karena popolaritas Al-Manna>r di tubuh ormas Persis, dan KH. Romlik merupakan Pengurus Persis
Kajian Peluang Penerapan Produksi Bersih Di Industri Pembuatan Minuman Nata De Coco (Studi Kasus Di CV Graha Agri Indonesia).
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan pada proses produksi minuman nata de coco (Brand Tricoco potongan nata kotak) yang mengolah lembaran nata de coco menjadi minuman nata de coco. Metode yang digunakan yaitu audit produksi bersih dengan dilakukan identifikasi permasalahan, analisis peluang produksi bersih, dan analisis kelayakan kuantitatif dari aspek teknis, lingkungan dan ekonomi. Dari hasil audit produksi bersih dapat diketahui berbagai permasalahan pada kegiatan produksi minuman nata de coco di CV Graha Agri Indonesia. Dari bahan baku tidak teridentifikasi adanya permasalahan. Dari segi teknologi adanya kerusakan pipa air, penggunaan lampu neon dan ceceran Air gula pada mesin filler. Pada proses produksi terdapat inefisiensi waktu pemasakan nata. Pada tata laksana terdapat permasalahan berupa lantai produksi basah dan licin, penggunaan lampu masih berjenis neon, nata dan air gula tercecer di lantai produksi, produk pecah saat distribusi, pemborosan energi penerangan, pekerja tidak menggunakan APD serta industri belum menerapkan SOP. Pada aspek limbah terdapat permasalahan berupa limbah padat abu boiler dan sisa serat kayu belum dilakukan penanganan, begitu juga pada limbah cair sisa pengembangan nata. Alternatif produksi bersih yang direkomendasikan yaitu perbaikan kerusakan pipa, penggunaan lampu LED, modifikasi mesin Filler, penetapan standar durasi pemasakan nata, penggunaan kembali sisa air pengempaan untuk perendaman nata, menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP), pemanfaatan abu boiler dan serbuk kayu sebagai pupuk kompos, penggunaan sisa air pengembangan nata sebagai pemberat pada proses pengempaan nata. Kinerja sebelum produksi bersih dan setelah produksi bersih yaitu penggunaan air gula berkurang dari 1488 Liter/4 batch menjadi 1449.6 Liter/4 batch, penggunaan air berkurang dari 2985.6 Liter/4 batch menjadi 2544 Liter/4 batch, limbah cair berkurang dari 1305.6 Liter/4 batch menjadi 854.4 Liter/4 batch, limbah padat berkurang dari 0,2 Kg/4 batch menjadi 0,16 Kg/4 batch, energi listrik berkurang dari 23 Mj/4 batch menjadi 22Mj/4 batch dan penggunaan kayu bakar berkurang dari 30Kg/4 batch menjadi 22.5Kg/4 batch. Penghematan penerapan produksi bersih Rp. 6 731 505/bulan
Implementasi pendidikan karakter religius siswa melalui program ekstrakurikuler di MIS Romli Afifah Malang
INDONESIA:
Perhatian terhadap penciptaan nilai religius merupakan unsur utama di instansi pendidikan. Menurut Joharsah dan Muhlizar, nilai religius merupakan suatu nilai yang sangat berkaitan dengan ketuhanan.Selain itu, karakter religius dicirikan dengan adanya pikiran, prilaku, perkataan, dan tindakan yang didasari dengan nilai ketuhanan. Menurut Sahlan, adanya pembentukan nilai religius memberikan dampak yang baik dalam membentuk kejujuran, keadilan, rendah hati, berkerja yang efesien, dan membentuk visi perserta didik untuk menjadi insan kamil.
Rancangan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler di MIS Romli Afifah merupakan upaya dalam membentuk karakter relegius siswa di MIS Romli Afifah Malang. Ditemukan dalam penelitian ini bahwasanya rancangan dan evaluasi penanaman nilai karakter religius di MIS Romli Afifah mencakup 3 kegiatan: Ekstrakulikuler Pramuka, Ekstrakulikuler drumband, dan Tahfidz Quran.
ENGLISH:
Attention to the creation of religious values is a major element in educational institutions. According to Joharsah and Muhlizar, religious values are values that are closely related to divinity. In addition, religious character is characterized by thoughts, behavior, words, and actions that are based on divinity. According to Sahlan, the formation of religious values has a good impact on forming honesty, justice, humility, efficient work, and forming the vision of students to become perfect human beings.
The design and evaluation of extracurricular activities at MIS Romli Afifah is an effort to shape the religious character of students at MIS Romli Afifah Malang. It was found in this study that the design and evaluation of the instillation of religious character values at MIS Romli Afifah includes 3 activities: Scout Extracurricular, Drumband Extracurricular, and Quran Memorization.
ARABIC:
الاهتمام بخلق القيم الدينية عنصر أساسي في المؤسسات التعليمية. وبحسب جوهرساه ومهليزار، فإن القيم الدينية هي قيم ترتبط ارتباطًا وثيقًا بالألوهية. عدا عن ذلك، فإن الشخصية الدينية تتميز بأفكار وسلوك وأقوال وأفعال مبنية على القيم الإلهية. وبحسب سهلان فإن تكوين القيم الدينية له الأثر الجيد في تكوين الصدق والعدل والتواضع وكفاءة العمل وتشكيل رؤية الطلاب ليصبحوا بشر
إن تصميم وتقييم الأنشطة اللامنهجية في المدرسة الابتداعية هو محاولة لتشكيل الشخصية الدينية لطلاب المدرسة الابتداعية. وتبين في هذا البحث أن تصميم وتقييم غرس قيم الشخصية الدينية في المدرسة الابتداعية يشتمل على ثلاثة أنشطة: الكشافة اللامنهجية، والطبول اللامنهجية، وتحفيظ القرآن الكري
JIHAD DALAM PERSPEKTIF HASAN AL-BANNA: ANALISIS KITAB NAZARAT FI KITABILLAH
ABSTRAK
Skripsi dengan judul JIHAD DALAM PERSPEKTIF HASAN AL-BANNA:
ANALISIS KITAB NAZARAT FI KITABILLAH ini ditulis oleh Muhammad Tajuddin Romli, NIM. 17301153040, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Tulungagung, 2019, pembimbing Ahmad Muhdhor, Lc., M.Pd.I NIP. 198503282014031002.
Dari sekian banyak syariat ibadah yang tertera dalam Alquran salah satu syariat yang harus dijalankan oleh setiap umat Muhammad adalah jiha>d fililla>h. Jihad adalah salah satu tema besar yang ada dalam Alquran. Istilah jihad sering disamakan dengan istilah terorisme. Meskipun salah satu dari maknanya adalah perang, namun dalam peperangan bukan berarti tanpa aturan. Islam mengatur dan memberikan undang-undang pelaksanaan perang. Jihad menjadi tema yang sangat unik, menarik untuk diteliti dan dikaji. Jihad sebagai research theme, selalu dalam perdebatan yang terus menerus dan tidak kunjung usai.
Dengan demikian perlu adanya kajian mengenai bagaimana jihad menurut beberapa tokoh. Dalam hal ini penulis akan mengkaji konsep jihad perspektif Hasan al-Banna yang tertuang dalam kitab Naz}ara>t Fi> Kita>billa>h serta relevansi jihad al-Banna dalam konteks masa kini. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan sumber rujukan primer kitab Naz}ara>t Fi> Kita>billa>h. Kitab Naz}ara>t Fi> Kita>billa>h adalah kumpulan artikel-artikel Hasan al-Banna yang dibukukan oleh ‘Is}am Tali>mah. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis sosiologis
Penelitian ini menemukan: (1) makna jihad menurut Hasan al-Banna yang berarti peperangan atau perjuangan fisik. Al-Banna memaknai jihad lebih cenderung kepada perjuangan fisik atau peperangan karena jihad dengan perang lebih utama dan akan mengantarkan pelakunya mendapatkan syahid kubro (2) objek sasaran jihad, meliputi jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan Ahl al-Kita>b dan jihad melawan orang-orang musyrik. (3) Bentuk-bentuk jihad, meliputi jihad fisik dan jihad non-fisik. Jihad fisik yaitu jihad dengan senjata dan jihad non-fisikyaitu amar ma’ruf nahi munkar dan jihad dengan harta. (4) aturan dan tatacara jihad, meliputi tidak boleh merusak tempat ibadah, dilarang membunuh anak-anak, orang tua renta dan wanita, dilarang mengejar musuh yang menyerah, dan lain-lain. (4) Relevansi Jihad al-Banna dalam konteks masa kini meliputi jihad membela kedaulatan negara, jihad bidang sosial, dan amar ma’ruf nahi munkar
A qualitative study on the perception of undergraduate nursing students on online learning during the Covid-19 pandemic at a public university in Malaysia / Muhammad Hibatullah Romli
The COVID-19 pandemic and Movement Control Order have restricted learning
activities in traditional face-to-face classrooms. Subsequently, these learning activities
have shifted to full online learning, and these activities are conducted in the student’s own
environment namely dorm room and home. The present researcher conducted a meta-synthesis, and the result shows that full online learning is receiving resistance, however,
it begin to gain better reception. Past studies show that online learning is a potential
approach in allowing active and dynamic learning experience especially on the
acquisition of theoretical knowledge, despite having limitations to developing technical
skills. Therefore, the present study aimed to investigate the perception of undergraduate
nursing students on online learning during the COVID-19 pandemic.
A qualitative study involving focus group discussions and in-depth interviews was
conducted. Nursing students from one Malaysian public institution were recruited. Ethical
approval was obtained, and the participants were recruited via social media platform (i.e.,
WhatsApp, email). A total of twenty-one participated in four group and three individual
interviews. The sessions were conducted online via Zoom or Google Meet applications,
and these were recorded. The data were analyzed using thematic analysis with assistance
of QDA Miner Lite software. Trustworthiness on the findings were done via credibility
(giving the findings summary to the participants for feedback a.k.a. member-checking),
confirmability (discussion with researchers and note-takers) and transferability
(comprehensive representation to the targeted population).
Three themes with a total of ten sub-themes were generated: (i) Full online
learning has ramification on life (it’s about life; blurred division on education life and
personal life; non-conducive environment for learning; health and well-being; human is
an adaptable being while transition takes time), (ii) full online learning is a medium of
iv
teaching and learning delivery but with several concerns (the silver living of full online
learning; challenges associated with full online learning; coping strategy in handling full
online learning), and (iii) Foundation in teaching and learning is the key (role of the
educator; teaching and learning approaches; motivation and regulation).
Full online learning during this pandemic is a life event and a transition process
from conventional to digital learning. However, the importance of teaching concepts such
as educators’ quality, teaching and learning approaches, and supportive learning
environment remains intact and relevant; hence modification required to suits with online
learning needs. Based on the lessons learnt in dealing with full online learning during the
COVID-19 pandemic, these lessons learnt may also essential for both learners and
educators to be equipped with technology skills in embracing the national aspiration for
Industrial Revolution 4.0 and National Education Policy. A practice framework is
successfully developed from the present study. Further investigation such as replication
of the study to other populations may enhance the generalizability of the findings, while
experimental research of single-subject research design is suggested to assess the efficacy
of the practice framework
Potensi Emisi Gas Rumah Kaca Produk Tapioka dengan Pendekatan Life Cycle Assessment
Karbondioksida merupakan unsur gas rumah kaca (GRK) yang paling berpengaruh. Industri tapioka sebagai industri yang berkembang di Bogor, khususnya di daerah Ciluar menjadi salah satu penyumbang karbondioksida dan berkontribusi dalam peningkatan emisi GRK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya dampak lingkungan yang dinyatakan dalam nilai emisi GRK, menentukan besarnya efisiensi penggunaan energi, dan memberikan alternatif proses pada produksi tapioka sehingga dapat mengurangi potensi dampak lingkungan. Metode yang digunakan untuk menentukan nilai emisi GRK yang dihasilkan dari siklus hidup produk yaitu Life Cycle Assessment (LCA). Metode LCA terdiri dari 4 tahapan, yaitu goal and scoping, inventory analysis, impact assessment, dan interpretation and improvement. Hasil penelitian menunjukkan emisi GRK 1 kg tapioka sebesar 0.32 kg CO2-eq. Efisiensi energi ditunjukkan dengan nilai NER sebesar 3.19 MJ dan NEV sebesar 3.94 MJ/kg tapioka. Emisi GRK dapat dikurangi dengan melakukan beberapa alternatif perbaikan, diantaranya mensubstitusi bahan bakar minyak dengan bahan bakar gas pada proses transportasi dan memanfaatkan limbah cair menjadi sumber energi berupa biogas. Besarnya nilai emisi yang dapat dikurangi yaitu sekitar 36% dari total emisi daur hidup tapioka
PENANGANAN KONTAINER MUATAN BERBAHAYA DI MV. MARINA STAR 2
ABSTRAK
Muhammad Romli Yahya, 2017, NIT: 49124489. N, “Penanganan Kontainer
Muatan Berbahaya di MV. Marina Star 2”, skripsi Program Studi Nautika,
Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I:
Capt. Eko Murdiyanto, M.Pd, M.Mar, Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos.,
M.Si
Pemuatan peti kemas sudah dilakukan sejak tahun 1970-an dewasa ini system
kontainerisasi berkembang sangat pesat diberbagai Negara khususnya di
perusahaan MERATUS LINE, dengan dasar ini penulis telah selesai menyusun
skripsi dengan judul “ Penanganan Kontainer Muatan Berbahaya di MV. Marina
Star 2” dan dengan permasalahan antara lain Mengapa penanganan kontainer
muatan berbahaya tidak sesuai ketentuan IMDG Code di MV. Marina Star 2 dan
Bagaimanakah menangani muatan berbahaya tersebut sesuai ketentuan yang
berlaku dan tidak membahayakan kapal beserta crew kapalnya.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan tentang teori-teori yang
digunakan dalam pembuatan laporan penelitian dan sebagai landasan untuk
memecahkan masalah yang ada dalam proses penelitian utamanya yang terkait
dengan penanganan dan pengaturan muatan peti kemas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang
menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dan perilaku
yang diamati. Dalam hal ini mengumpulkan data berupa pendekatan terhadap obyek
melalui observasi, wawancara secara langsung terhadap subyek serta menggunakan
dokumen dan data-data yang berhubungan dengan penanganan dan pengaturan
muatan peti kemas.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menemukan masalah
dalam penanganan kontainer muatan berbahaya di atas kapal MV. Marina Star 2
yaitu penanganan dan pembuatan bay plan kontainer muatan berbahaya yang tidak
sesuai dengan aturan IMDG Code, hal ini dilakukan dikarenakan perintah dari port
captain dan perusahaan, sehingga ada suatu keterpaksaan dalam pemuatan, kasus
lain yang ditemukan adalah kondisi ruang muat kapal yang sudah rusak dan tidak
sesuai aturan IMDG Code untuk dimuati kontainer muatan berbahaya dan juga
kurangnya sosialisasi dan famlirisasi kepada crew kapal tentang muatan berbahaya.
Berdasarkan hasil penelitian, dan dapat disimpulkan bahwa penanganan dan
pengaturan kontainer muatan berbahaya di atas kapal MV. Marina Star 2 tidak
sesuai dengan aturan IMDG Code hal ini terbukti dengan ditemukannya beberapa
kasus dalam proses penanganan kontainer muatan berbahaya di atas kapal, sebagai
pemecahan masalah tersebut Nakhoda (penanggung jawab umum dikapal) dan
mualim Satu (perwira pemuatan) harus melakukan penanganan container muatan
berbahaya sesuai dengan IMDG Code dan pihak perusahaan dan port captain harus
bekerja sama dengan pihak kapal serta berperan aktif dalam menunjang kelancaran
operasional kapal dan lebih mementingkan keselamatan kapal dari pada keuntungan
besar yang akan di peroleh, Semua ini dilakukan agar terciptanya pelayaran yang
aman.
Kata Kunci : Penanganan Kontainer Muatan Berbahay
- …
