57 research outputs found

    PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH(Studi kasus di Pengadilan Agama Cirebon Pada Nomor Perkara 0295/Pdt.G/2017/PA.CN.)

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Riswandi Bahuwa. NIM:1708202078, “PENYELESAIAN SENGKETA PERBANKAN SYARIAH (Studi kasus di Pengadilan Agama Cirebon Pada Nomor Perkara 0295/Pdt.G/2017/PA.CN.)”, 2021. Permasalahan Ekonomi Syariah adalah permasalahan kontemporer seiring dengan perkembangan zaman termasuk sengketa perbankan syariah di bidang ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran dan kendala Pengadilan Agama Cirebon dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah, Maka dari itu apakah Peran Pengadilan Agama Cirebon dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah sudah sesuai hukum Islam yang berlaku. Karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap Peran Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa perbankan syariah di pengadilan agama Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Cirebon dalam menyelesaikan perkara ekonomi syariah dan untuk mengetahui putusan hakim dalam memutus perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama Cirebon telah memenuhi asas keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Dengan pendekatan yuridisnormatif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara hakim Pengadilan Agama Cirebon dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif lapangan. Umumnya, nasabah melakukan upaya penyelesaian sengketa ke Pengadilan Agama dengan dasar gugatan akad perjanjian, namun berbeda dengan yang ditangani di Pengadilan Agama Cirebon, satu perkara yang ditangani dasar gugatannya berupa perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Bank atas penjualan barang jaminan yang dijaminkan oleh nasabah. Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber hukum dari satu perkara tersebut menggunakan sumber hukum dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) dan HIR. Kata kunci : Perbankan Syariah, Peran Hakim,pengadilan agam

    Muhammad bin Abdul Wahab Telaah atas Pemikiran, Gerakan serta Dampaknya di Indonesia (Tinjauan Historis)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendeskripsikan salah satu tokoh pembaharu yakni Muhammad bin Abdul Wahab di mana pemikiran dan gerakannya sangat kontroversial dan ramai diperbincangkan mulai awal munculnya hingga sekarang, dengan demikian penulis ingin mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan. Untuk mengetahui pokok permasalahan yang terjadi penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara melakukan pendekatan yakni pendekatan historis, pendekatan sosiologi dan pendekatan teologi. Setelah melakukan pendekatan, berikutnya mengumpulkan data, setelah terkumpul kemudian dianalisa,setelah dianalisa kemudian dijelaskan. Penjelasan itu digambarkan dari sifat yangumum lalu kekhusus setelah itu dituliskan. Walhasil pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab ialah menyeru kepada ummat Muslim agar kembali kepada ajaran Islam yang murni, berpegang teguh kepada al-Quran dan sunnah Rasulullah, mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya tanpa campur adat istiadat. Dan gerakan Muhammad bin Abdul Wahab diawali pada tahun 1740 M dia mulai mengajar dengan mengadakan halaqah dan darisana dia mempropagandakan prinsip-prinsip pemurnian di wilayah Nejed yang penduduknya kebanyakan menganut mazhab Hambali. Muhammad ibn Abdul Wahabdalam dakwahnya menganjurkan untuk menghapus bid’ah-bid’ah yang muncul pada pertengahan abad Islam dan untuk kembali ke ajaran murni dan kepada prinsip-prinsip ajaran fundamental yang terwujud dalam kitab suci umat Islam, Beliau tidak menyetujui praktek-praktek adat Arab Islam yang meliputi ritual-ritual magis, kepercayaan ada orang suci dan penyembahan para wali dengan demikian sarana yang digunakan dibasminya. Dampak teologi Muhammad bin Abdul Wahab di Indonesia sangat mempengaruhi sistem keagamaan masyarakat Indonesia di mana sebelumnya sistem tatanan keagamaan masyarakat Indonesia yang telah beragama Islam kembali terpengaruh oleh kebiasaan yang bertentangan dengan Islam seperti menganggap hal biasa sabung ayam, perjudian, mabuk-mabukan penggunaan jimat-jimat, percaya pada tahayyul, dan sangat mengagung-agungkan para wali-wali (guru tarekat) yang telah meninggal. Berubah menjadi kemoderenan, kemaksiatan telah ditinggalkan, dan tidak lagi mengkultuskan para wali atau guru tarekat. Saran dari penulis bahwa pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab ini sangat baik diterapkan atau dipertahankan di lingkungan Muslim yang masih kental denganadat istiadatnya, agar mengamalkan kemurnian tauhid

    Muhammad Bin Abdul Wahab telaah atas pemikiran gerakan serta dampaknya di indonesia ( Tinjauan historis)

    No full text
    tujuan penelitian ini adlah untuk mendiskripsikan salah satu tokoh pembaharu yakni muhammad bin abdul wahab di mana pemikiran dan gerakannya sangat kontroversial dan ramai di perbincangkan mulai awal munculnya hingga sekarang, dengan demikian penulis ingin mengetahui apa yang menjadi pokok permaslahan

    Perjuangan Kaum Wahabi dalam Menghadapi Kolonialisme di Indonesia

    No full text
    Hasil penelitian menjelaskan bahwa: Pertama, Wahabi masuk ke Indonesia pada tahun 1803 yang dibawah oleh ketiga orang yang telah melakukan haji, yakni Haji Miskin, Haji Muhammad Sumanik dan Haji Piobang, mereka inilah yang membawah Wahabi masuk ke Indonesia. Kedua, yang melatarbelakangi kaum Wahabi melakukan perlawan adalah karena colonial ini ingin berkuasa ditanah air serta memperlakukan rakyat dengan tidak manusiawi. Ketiga, bentuk perjuangan Wahabi dalam menghadapi kolonialisme di Indonesia diawali dengan perjuangan melawan Belanda di Minangkabau, akan tetapi Wahabi kalah 1838, dilanjut pada tahun 1905 kembali bangkit namun tetap kalah hingga pada akhirnya penjajah Jerpang masuk dan menggantikan Belanda, Wahabi kembali berjuang akan tetapi belum berhasil pula, menjelang revolusi Wahabi kembali bangkit dan berhasil menaklukkan penjajah. Implikasi dari penelitian ini adalah diawal kedatangan Wahabi 1803 mereka memiliki perjuangan dalam menghadapi Kolonilisme, namun setelah Indonesia merdeka 1945 Wahabi ingin membentuk pemerintahan sendiri sehingga terjadi kekacauan. Olehnya itu pada masa sekarang diharapkan Wahabi kembali ikut berkontribusi dan bersinergi secara kolektif demi kekokohan NKRI

    K-drama Binge Watching among College Students: Motives, Patterns and Implications

    No full text
    The binge-watching phenomenon has become a trend when one of the online streaming television platforms, Netflix, offers a variety of series genres. The phenomenon of binge-watching has become a common practice among spectators and students are one of them and binge-watching activities are part of student activities in their daily lives. This study aims to describe the motives, patterns and implications of binge-watching through descriptive qualitative approach using interview in obtaining primary data with 20 college students as informants. The results of the study found that there are (1) the motivation of students to binge-watch is to spend time, entertain, escape, and relax (2) the implications of watching marathons are in the form of physiological and social implications

    Musik Badikie Untuk Penjemputan Kepala Desa Dalam Acara Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provini Riau

    No full text
    Musik badikie merupakan salah satu musik satu musik tradisi yang digunakan untuk penjemputan kepala desa dalam acara perayaan hari raya Idul Fitri di desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu sebagai salah satu adat. Musik badikie adalah kesenian tradisional yang menggunakan alat musik rebana besar yang dipukul secara beramai-ramai dan menggunakan satu buah alat musik gong, semua peserta laki-laki yang dipimpin seorang sebagai syehk yang mengikuti pemain lain menyanyikan syair yang memuji Allah SWT ndan Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penyajian musik badikie dan untuk mengetahui fungsi musik badikie  untuk penjemputan kepala desa dalam cara perayaan hari raya Idul Fitri di desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Sedangkan rumusan masalah pada penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk penyajian dan fungsi musik badikie dalam acara perayaan hari raya Idul Fitri di desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu

    Kemampuan Baca Tulis Siswa Kelas V Dalam Menemukan Unsur Pesan Moral Pada Cerita Rakyat Putri Junjung Buih Di MI TPI Keramat Banjarmasin

    No full text
    Faktor penyebab rendahnya kemampuan baca tulis siswa kelas VC TPI Keramat Banjarmasin dikarenakan siswa kurang melibatkan diri secara aktif, tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran, siswa jarang mengemukakan pendapat, dan pembelajaran bersifat satu arah. Siswa hanya belajar dengan mendengar penjelasan guru dan mencatat apa yang guru tuliskan atau bacakan ketika guru menanyakan pokok bahasan mana yang belum mereka mengerti kebanyakan siswa hanya diam dan sebagian siswa lainnya menjawab sudah paham, sehingga setelah diberikan tugas atau soal evaluasi masih banyak siswa mendapat nilai yang kurang memuaskan (rendah). Seharusnya dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya memperoleh informasi dari guru tapi juga bisa dari teman sebayanya, masyarakat, dan lingkungan dengan dilakukan melalui permainan maupun diskusi kelompok kerja. Penelitian ini menggunakan jenis yang bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam mengkaji dan menganalisis penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada populasi kelas V sebanyak 21 dan sampel kelas VC di Madrasah Ibtidaiyah TPI Keramat Banjarmasin. Adapun teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait kemampuan baca tuliss siswa kelas V dalam menemukan unsur pesan moral pada cerita rakyat putri junjung buih di MI TPI Keramat Banjarmasin dapat disimpulkan memiliki variasi yang cukup signifikan dan preferensi kemampuan baca tulis siswa yang beragam. Faktor pendukung kemampuan baca tulis siswa kelas VC di MI TPI Keramat Banjarmasin, meliputi: pengalaman membaca peserta didik yang luas, bimbingan dari guru, dan diskusi di dalam kelas. Kemudian faktor penghambat kemampuan baca tulis siswa kelas VC di MI TPI Keramat Banjarmasin, meliputi: bahasa yang digunakan dalam cerita rakyat, kurangnya bimbingan dari guru, dan literasi dasar siswa dimiliki peserta didik rendah

    Menimbang Konsep Nasikh-mansukh Thaha dalam Kajian Ekonomi Islam

    No full text
    Perbankan syariah sejak kemunculannya telah menjadi polemik di kalangan intelektual muslim. Polemik tersebut diakibatkan oleh masih belum ada kesepakatan yang jelas terkait bunga bank, apakah termasuk sebagai riba atau berbeda dengan riba yang ada dalam khazanah Islam. Berdasarkan teori Nasikh-Mansuk Mahmud Muhammad Thaha, dapat dipetik suatu pengertian bahwa tidak salah apa yang dikatakan oleh para modernis bahwa alasan utama pelarangan riba adalah timbulnya ketidakadilan ekonomi di dalam masyarakat. Namun para neo-revivalis pun sudah bertindak secara benar, yaitu dengan mendirikan bank-bank yang ber-label-kan ‘Syariah'. Dengan adanya bank-bank syariah tersebut memang sebagian masih mempertanyakan apakah bank-bank syariah tersebut benar-benar bebas dari riba atau tidak

    KLAN POLITIK: STUDI TENTANG RIVALITAS CALEG KELUARGA PADJALANGI DAN HALID PADA PEMILU SERENTAK 2019

    No full text
    This study discussed the orientation, behavior and strategy implemented by two clans, the Padjalangi clan and the Nurdin Halid clan, which were more focused on their children namely Andi Izman Maulana Padjalangi and Andi Muhammad Zunnun Armin Nurdin Halid who carried out rivalry in the 2019 simultaneous elections, DPRD Dapil Province 7 Regency of Bone. This study also used qualitative methods with descriptive analysis. Data collection used observation techniques, interviews, study of documents using political clan theory, behavioral approaches, voters and social capital. The results of this study indicated three variables in answering the formulation of the problem, namely: Izman Padjalangi Political Behavior was firmness in leading and popular behavior and the Political Behavior of Zunnun Halid was his attitude which was more inclined to resolve the problem by way of deliberation. Izman Padjalangi's political orientation was an increase in human resources. And Zunnun Halid's political orientation was the application of education. Izman Padjalangi's Political Strategy was socialization and orders to choose him who comes from his parents. And Zunnun Halid's Political Strategy was to approach the middle of the community, community leaders, religious leaders, customs, politics, youth and be the segmentation that was aimed by Zunnun and Izman to gain support in the midst of society
    corecore