1,721,007 research outputs found
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN ZEN DELIVERY ORDER (ZENDO) TULUNGAGUNG
Skripsi berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Zen Delivery Order (ZENDO) Tulungagung” yang ditulis oleh Muhammad Noval Kavabik, NIM. 126304202108 Progam Studi Komunikasi Penyiaran Islam Jurusan Adab dan Dakwah, pembimbing dari Amrulloh Ali Moebin, M.I.Kom.
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui strategi komunikasi persuasif yang dilakukan Zendo dalam menarik minat pelanggan di wilayah Tulungagung, (2) mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat Strategi Komunikasi Pemasaran Zendo bagi masyarakat di wilayah Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik wawancara dilakukan dengan tidak terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara. Teknik observasi dilakukan dengan satu orang CEO, dua orang admin , dan satu orang driver.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Zendo menggunakan marketing mix serta menggunakan bentuk komunikasi yang berbeda dengan menggunakan media sosial seperti facebook, Instagram, dan whatsapp untuk melakukan komunikasi dan interaksi kepada konsumen seta untuk melakukan berbagai bentuk promosi dan iklan.
Kata Kunci: Strategi Komunikasi Pemasaran, Zen Delivery Order, Ojek Onlin
EFEKTIVITAS PENERAPAN PERATURAN DEWAN PERS No. 2 TAHUN 2022 TENTANG PEDOMAN PEMBERITAAN ISU KEBERAGAMAN TERHADAP PERAN PERS DALAM MENGAWAL PEMILU 2024 (Studi Penelitian Kabar Trenggalek)
Skripsi. “Efektivitas Penerapan Peraturan Dewan Pers No. 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman terhadap Peran Pers dalam Mengawal Politik 2024(Study Kasus Di Perusahaan Pers Kabar Trenggalek) ini ditulis oleh Muhammad Noval Kusuma Atmaja Prodi Hukum Tata Negara, NIM. 126103202161 Tahun 2023 dibimbing oleh Ahmadi Abdus Shomad Faiz N,. M.H
Kata kunci : Efektivitas, Peraturan Dewan Pers No. 2 tahun 2022, Peran Pers dalam mengawal politik, Kabar Trenggalek
Media massa berpengaruh terhadap kampanye politik (media cetak maupun elektronik) karena dalam menentukan keputusan politik, masyarakat akan selalu membutuhkan referensi. Melalui berita-berita yang disiarkan, media secara tidak langsung telah memberikan referensi kepada masyarakat untuk mempengaruhi keputusan politiknya. Semakin sering berita tersebut diberikan, maka akan semakin besar pengaruh yang akan didapatkan oleh masyarakat. Media massa menentukan agenda publik dan peran media adalah mendorong dukungan publik terhadap kepentingan-kepentingan tertentu yang mendominasi pemerintah dan masyarakat.
Peningkatan akses terhadap media tersebut pada akhirnya akan berimplikasi terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pesan-pesan yang disampaikan media. Dengan demikian, media akan menjadi semakin kuat dalam mempengaruhi dan semakin efektif jika orang-orang yang memiliki kepentingan menggunakannya untuk melakukan propaganda-propaganda tertentu. Dengan kekuatan media yang demikian, media akan mempengaruhi keputusan politik masyarakat dalam memberitakan berita politik, oleh sebab itu, Dewan Pers kemudian menerbitkan Peraturan Dewan Pers No. 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman untuk menghadapi pemilu 2024.
Dalam penelitian ini memiliki cangkupan fokus penelitian sebagai berikut: Bagaimana Penerapan Peraturan Dewan Pers No. 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman di Kabar Trenggalek, Bagaimana Hambatan Penerapan Peraturan Dewan Pers No. 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman dalam mengawal peristiwa politik, Bagaimana Efektivitaa Penerapan Peraturan Dewan Pers No. 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman dalam mengawal peristiwa politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dengan lokasi penelitian di Perusahaan Pers Kabar Trenggalek. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi pasrtisipan yang dilakukan kepada sumber data melalui 3 unsur yaitu: Person, Place, Paper.
Adapun hasil penelitian ini bahwa: pertama, Penerapan Peraturan Dewan Pers No. 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman telah dilaksanakan secara konsepsi oleh perusahaan pers kabar Trenggalek, namun untuk peraturan tersebut, banyak pihak yang masih belum mengetahui. Kedua, hambatan dari penerapan pelaksanaan peraturan tersebut yakini (1) Kurangnya sosialisasi dari dewan pers dan aliansi jurnalis independen, (2) mekanisme penegakkan dan sanksi masih belum terakomodir dengan baik (3) terdapat potensi adanya pemaknaan ganda dalam peraturan sehingga melahirkan ketidakpastian hukum. Ketiga, dalam pandangan efektivitas hukum, peraturan ini tidak efektif dilaksanakan karena tidak memenuhi unsur unsur dari efektivitas hukum yakni diantara lain, dari segi Penerapan, kepatuhan dan penegakan
Nisan Aceh Plak Pleng: jumpaan terbaharu di Lamreh, Aceh Besar, Indonesia
Tapak arkeologi di Lamreh mempunyai tinggalan batu nisan kuno dengan berbagai jenis dan bentuk. Batu nisan tersebut merupakan kesan tinggalan daripada kerajaan Lamuri yang pernah wujud sekitar abad ke-11 sehingga 16 Masihi. Salah satu jenis nisan Aceh yang dijumpai di tapak Lamreh ialah nisan Plak Pleng yang diyakini sebagai nisan peralihan Hindu-Buddha kepada Islam. Nisan Plak Pleng mempunyai bentuk yang unik menyerupai bentuk stupa dan menhir. Malahan hiasan yang ada pada nisan ini sangat mirip dengan ukiran yang terdapat pada bangunan suci Hindu dan Buddha. Kajian ini menggunakan metod survei dan pemetaan untuk menentukan taburan nisan dan mengkaji bagaimana ukiran corak pada nisan Plak Pleng. Justeru dengan adanya kajian ini diharapkan akan menambah rujukan dan ilmu pengetahuan tentang batu nisan Aceh di Aceh khasnya dan Asia Tenggara amnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Nilai-Nilai Pancasila dalam Kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi
ABSTRAK Pradana, Muhammad. Noval Eka. 2017. Nilai-Nilai Pancasila dalam Kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, Skripsi, Jurusan Hukum danKewarganegaraan, Progam Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FIS, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum Kata Kunci: Nilai-nilai Pancasila, Kesenian kuda lumping, Paguyuban Singo BarongKesenian kuda lumping merupakan salah satu warisan budaya peninggalan nenek moyang masyarakat Jawa, yang terdapat diberbagai wilayah di Indonesia dengan versi yang berbeda-beda. Kesenian ini merupakan perpaduan antara musik, nyanyian serta gerak tari dan biasanya diikuti dengan hal-hal aneh yaitu kesurupan (ndadi). Paguyuban Singo Barong merupakan salah satu dari sekian banyak kelompok kesenian kuda lumping yang ada, paguyuban ini terletak di Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu akan menarik bila dikaji lebih dalam bagaimana berkembangnya kesenian kuda lumping ini serta nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalam kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong.Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui (1) perkembangan kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (2) tata cara pementasan dalam ritual/upacara kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (3) makna dalam tata cara dan gerakan tarian yang terdapat dalam kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (4) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata cara dan gerakan tari kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Dipilihnya Paguyuban Singo Barong karena Paguyuban ini masih tetap eksis hingga saat ini, keberadaanya di daerah ini masih kental akan kebudayaan Jawa.Hasil temuan dari penelitian ini adalah yang pertama latar historis kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi yang didirikan oleh Suripto untuk menyatukan serta menguatkan persaudaraan masyarakat kelurahan Singotrunan melalui kesenian kuda lumping serta ingin melestarikan kesenian kuda lumping. Kedua, Tata cara pementasan dalam ritual/upacara kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi ada 6 tahap yaitu sesajen, sulukan, ndadi, perpisahan, dagelan. Ketiga, Makna dalam tata cara dan gerakan tarian yang terdapat dalam kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut : Sesajen dimaksudkan untuk mengingat para leluhur yang telah tiada, sulukan dimaksudkan untuk memuji Tuhan Yang Maha Kuasa, Kembangan menggambarkan karakter dari simbol kuda sebagai atribut yang dikenakan, yaitu simbol kuda yang dibuat dari anyaman bambu yang memiliki makna dalam kehidupan manusia kadang kalanya sedih, susah, senang. Prosesi ndadi memiliki makna yang ingin disampaikan kepada penonton, yaitu mengingatkan manusia bahwa didunia ini ada 2 macam alam kehidupan yaitu alam kehidupan nyata pada saat penari dalam kondisi sadar dan alam kehidupan ghaib pada saat penari ndadi. Selanjutnya adalah prosesi perpisahan yang memiliki makna dengan berakhirnya acara tersebut maka tidak ada makhluk halus yang mengikuti penari ataupun penonton yang ada disana, semua kembali ketempat asal masing-masing dengan pertongan Tuhan Yang Maha Kuasa. Terakhir yaitu dagelan merupakan alunan perpisahan yang dimaksudkan memberikan refleksi dan membuat sauasana rileks kepada para penonton. Keempat, Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata cara dan gerakan tarian kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi yaitu nilai-nilai religius, nilai sosial, nilai estetika, nilai vital, nilai hiburan.Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu bagi paguyuban. Bagi peguyuban agar lebih meningkatkan kualitas agar paguyuban ini terus berkembang, bagi dinas pendidikan dan kebudayaan agar lebih memperhatikan kebudayaan-kebudayaan lokal yang merupakan warisan nenek moyang agar tetap terjaga karena di era globalisasi ini kebudayaan lokal mulai tergeser dengan adanya kebudayan modern dan juga perlu diadakan pelatihan berkala terhadap paguyuban kesenian meningkatkan kualitas pertunjukannya agar tetap lestari, bagi peneliti lain yang akan meneliti mengenai nilai-nilai agar direncanakan secara matang sehiingga data yang diperoleh dan hasil penelitian bisa didapatkan secara lengkap
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
