1,721,091 research outputs found
Kritik Mahmud Sa'id Mamduh terhadap Muhammad Nasiruddin al-Albany dalam Sunan al-Arba'ah
Kritik hadis sudah dilakukan oleh ulama hadis terdahulu. Tradisi kritik hadis ini terus berlanjut hingga zaman sekarang. Diantara para ulama kontemporer yang melakukan kritik hadis adalah Muhammad Nasiruddin al-Albany. Al-Albany menggunakan metode yang tidak sama dengan para pendahulunya, yaitu dengan mengelompokkan hadis-hadis da‘if pada kitab khusus, serta hadis-hadis sahih pada kitab khusus. Selain itu ketidakkonsistenan al-Albany dalam menghukumi perawi berakibat kepada banyaknya kritik yang bermunculan dari ulama hadis mancanegara. Salah satunya adalah dari Mesir yang dilakukan oleh Mahmud Sa‘id Mamduh. Pada tulisan ini, penulis menitik beratkan pembahasannya kepada tiga poin penting: 1) Apa yang melatarbelakangi Mahmud Sa‘id Mamduh melakukan kritik kepada Muhammad Nasiruddin al-Albany? 2) Bagaimana metode kritik Mahmud Sa‘id Mamduh terhadap Muhammad Nasiruddin al-Albany? 3) Apa implikasi yang ditimbulkan dari kritik Mahmud Sa‘id Mamduh terhadap metode al-Albany? Untuk membedah rumusan masalah di ats, penulis menggunakan jenis penelitian literer atau studi pustaka dengan naskah-naskah, baik dari buku-buku maupun naskah lainnya yang berhubungan dengan persoalan yang dibahas. penulis berusaha mengambil konsep-konsep yang dipaparkan Mahmud Sa‘id Mamduh dalam al-Ta‘rif, serta kritiknya terhadap metode yang digunakan al-Albany dalam setiap kitabnya. Di akhir pembahasan, penulis menyimpulkan hasil penelitian berupa penerimaan atau penolakan kritik Mamduh terhadap al-Albany. Jika kritik Mamduh dinyatakan benar, maka hal tersebut berimplikasi kepada perlunya melakukan revisi kepada kitab-kitab al-Albany. Lebih jauh lagi, status hukum hadis yang ditetapkan al-Albany perlu ditinjau ulang
A comparison of the syntax of newspaper editorials / Muhammad Nasiruddin Aziz
Research has shown that Malaysian students at all levels and graduates seeking jobs experience difficulties in expressing their ideas in English. To address these difficulties, Malaysian users of English could obtain insights into sentence patterns used in easily-accessed and well-written articles like editorials. This study examines the syntax of newspaper editorials published in different contexts in which English is used, guided by two research questions. The first seeks answers to ways in which main sentences are structured in editorials published in English used in first and second language contexts, while the second explores differences in the structures of sentences in these editorials. This exploratory research examined a total of 100 clauses from four editorials: The Star, The Straits Times, The Sun, and The Wall Street Journal and the sentences were analysed using Morenberg’s syntactic model. The results of the cross-tabulation and C-Square analysis found that the sentences employed a wide range of syntactic patterns comprising dissimilar arrangements comprising both obligatory and optional elements but many syntactic features were consistent. These findings suggest that users of English could study the syntax of editorials written by proficient writers to improve their communication skills, and they have implications for the teaching of writing and professional communication
Shahih al-Jami ash-Shaghir wa ziyadah al-fath al-Kabir, jil. 1/ Muhammad Nasiruddin al-Albani
696 hal; 22 c
Shahih al-Jami ash-Shaghir wa ziyadah al-fath al-Kabir, jil. 2/ Muhammad Nasiruddin al-Albani
1368 hal; 22 c
Shahih al-Jami ash-Shaghir wa ziyadah al-fath al-Kabir, jil. 1/ Muhammad Nasiruddin al-Albani
696 hal; 22 c
Effect of planting spacing towards the growth performance of MRQ 74 using SRI method / Muhammad Nasiruddin Muhammad Nabin
This experiment was carried out from January until April 2015 at Encik Sulaiman Bin Wagiman's paddy field Kampung Kesang Tasek, Sungai Mati, Johor. This study is to determine the effect of planting spacing toward the growth performance of MRQ 74. The experiment was laid out in a complete randomized design. Three different spacing, Treatment 1 (25cm x 25 cm), Treatment 2 (30cm x 30 ern), Treatment 3 (35cm x 35 cm), was carried out. Treatment 1 (25cm x 25 cm) acted of the control for this experiment. This experiment was conducted using the System of Rice Intensification (SRI) technique. The result showed that Treatment 3 (35cm x 35 cm) got the most significant result in plant growth such as plant height, number of tiller
and fresh and dry weight compared to other treatments. Considering spacing (35cm x
35 cm) found to be spacing in this study for better performance of plant growth
Shahih al-Jami ash-Shaghir wa ziyadah al-fath al-Kabir, jil. 2/ Muhammad Nasiruddin al-Albani
1368 hal; 22 c
Kriteria Pentajrihan Periwayat Hadis Syaikh Muhammad Nasiruddin al-Albani dalam kitab Silsilah al-Ahadis al-Daifah wa al-Maudu’ah wa Asaruha al-Sayyi’ fi al-Ummah
Desertasi ini bertujuan untuk mengetahui kriteria pentajrihan periwayat hadis yang digunakan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani dalam mengkritik periwayat hadis dan konsistensinya terhadap penggunaan kriteria pentajrihan yang dimaksud dalam kitab Silsilah al-Hadis al-Daif ah waal-Maud u’ ah., sehingga berimplikasi pada kepercayaan terhadap hasil karya Syaikh al-Albani kaitannya dengan penilaiannya terhadap sanad hadis .
Jenis penelitian dalam penulisan disertasi ini adalah penelitian Library Research (kajian pustaka), dengan uraian yang bersifat eksploratif dan deskriptif. Dikatakan eksploratif karena penelitian ini berupaya menggali pandangan-pandangan para kritikus hadis yang terpencar pada bagian-bagian tertentu dari kitab tersebut yang berkaitan tentang aspek periwayatan rijal hadis. Sedang sumber kajiannya adalah kajian kitab yang terdiri atas sumber primer dan sekunder. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dari sumber data yang dimaksud dengan teknik pengumpulan, pengolahan dan analisis data. Adapun pendekatan yang digunakan yakni pendekatan linguistik, historis, sosiohistoris dan jarh wa al-ta’dil.
Sebelum mengemukakan kriteria pentajrihan yang digunakan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani penulis juga mengemukakan biografi al-Albani,yang di dalamnya mencakup profil, guru-gurunya, pengalamannya dalam menekuni hadis, dan terhindarnya dari pengaruh mazhab tertentu, serta pandangan ulama terhadapnya. Adapun kriteria pentajrihan periwayat hadis yang digunakan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani yaitu, 1)Seorang periwayat hadis dikatakan cacat karena terkenal/mashur dikalangan kritikus bahwa dia sebagai pendusta,2)Ada yang menilainya sebagai periwayat yang sering berdusta, 3) Dajjal, 4) Ditinggalkan hadisnya, 5) pelaku bid’ah, 6) Fasik dan 7) Panatik terhadap mazhab.
Dari kriteria itu dapat dibandingkan juga dengan kriteria yang digunakan oleh ulama kritik hadis pada umumnya, dengan menggunakan lafal-lafal, : a) yang menunjukan kecacatan periwayat yang sangat parah, misalnya dengan kata-kata: ،سﺎﻨﻟا بﺬﻛأبﺬﻜﻟا ﻦﻛر (Manusia paling pendusta, tiangnya dusta), lafal ini adalahlafal yang dipergunakan pada peringkat jarh yang sangat tercelah, b)Menggunakan lafadz yang menunjukan bahwa periwayat sering berdusta namun tidak separah tingkatan pertama, lafal yang digunakan misalnya: عﺎﺿو ,باذﻛ (pendusta, pengada-ada) ; c) menggunakan lafal yang menunjukan bahwa periwayat dituduh berdusta. d)menggunakan lafal yang menunjukan bahwa hadis diriwayatkan sangat lemah. e)Menggunakan lafal yang menunjukan bahwa periwayat itu lemah atau tidak kokoh hafalannya atau banyak yang mengingkarinya. f) mengemukakan sifat periwayat untuk membuktikan kedaifan periwayat, namun sudah mendekati tingkat al-ta’dil.
Berkaitan dengan tipologi sebagai kritikus periwayat hadis, al-Albani termasuk dalam kategori tipologi yang tasahhul (longgar), tawassit (moderat), dan tasyaddud(ketat). Ketiga tipologi tersebut terlihat dalam memberikan penilaian terhadap periwayat hadis
STUDI ATAS KITAB SILSILAH AL-HADIS AL-SAHIHAH WA SYAIUN MIN FIQHIHA WA FAWAIDHA KARYA MUHAMMAD NASIRUDDIN AL-ALBANI
Sejarah penghimpunan hadis terus berjalan. Sekitar pertengahan abad
kedua hijriyah muncul berbagai kitab kumpulan hadis (hadis riwayah) di
berbagai daerah. Sekitar abad ketiga hijriyah para Ulama mutaqaddimin
berusaha mensistematisasi kitab-kitab hadis secara khusus dan menghimpun
hadis-hadis nabi yang berkualitas sahih menurut kriteria penyusunnya,
misalnya al-Bukhari yang terkenal dengan kitab Sahih Bukhari, Imam Muslim
yang terkenal dengan kitab Sahih Muslim.
Begitu juga dengan Ulama-ulama mutakhirin yang berperan dalam
bidang ini. Salah satunya adalah Muhammad_ Nasiruddin al-Albani yang_
terkenal dengan kitab Silsilah af-Ahadis al-Sahihah wa Syaiun min Fiqhiha
wa Fawaidihi. Penelitian yang berjudul "Studi Atas Kitab Silsilah al-hadis
al-Sahihah wa Syaiun min Fiqhiha wa Fawaidihi karya Muhammad
Nasiruddin al-Albani ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu
khususnya dalam bidang hadis dan untuk mengetahui gambaran umum kitab
Silsilah al-Ahadis al-Sahihah wa Syaiun min Fiqhiha wa Fawadihi,
sistematika, metode dan cara penyusunannya, serta pendapat ulama terhadap
kitab tersebut.
Penelitian ini merupakan kajian tokoh, oleh karena itu pendekatan
yang dipakai adalah pendekatan historis yaitu suatu pendekatan untuk
mengetahui sejarah yang melatarbelakangi kehidupan seorang tokoh serta
untuk melacak kemungkinan tokoh tersebut terpengaruh oleh keadaan pada
masa hidupnya. Dalam pembahasan skripsi ini terlebih dahulu dikemukakan
riwayat hidup penyusunnya yaitu Muhammad Nasiruddin al-Albani, hal ini
dilakukan untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi beliau menyusun
kitab Silsifah al-Ahadis al-Sahihah wa Syaiun min Fiqhiha wa Fawaidiha ini
serta untuk mengetahui latar belakang kehidupannya khususnya dalam
menimba ilmu hadis.
Akhirnya dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kitab
Silsilah al-hadis al-Sahihah wa Syaiun min Fiqhiha wa Fawaidiha ini
merupakan kitab-kitab himpunan hadis dan kitab al-Jawami' karena kitab ini
disusun untuk menghimpun hadis dari sejumlah kitab sumber hadis, dalam
kitab ini terhimpun hadis-hadis Bukhari, Muslim, al-Nasa'i, al-Tirmizi, Ibnu
Majah dan lain sebagainya. Kitab jenis ini disusun dengan dua cara, yaitu
l.Kitab hadis yang disusun berdasarkan urutan bab
2.Kitab yang hadis-hadisnya disusun berdasarkan urutan huruf-huruf
pertama pada mu'jam atau dengan kata lain hadis-hadisnya disusun
dengan huruf hijaiyah
Kitab ini juga mengundang pro dan kontra di antara para ulama.
Adapun yang pro berpendapat bahwa kitab Silsilah al-hadis al-Sahihah wa
Syaiun min Fiqhiha wa Fawaidiha merupakan kitab yang di dalamnya
menjelaskan jalur transmisi hadis baik itu perawi-perawinya, tingkat
autentisitas dan kelemahan suatu hadis. Sedangkan Ulama ynag kontra hanya
menjelaskan kitab yang mengkritisi al-Albani baik itu kritikan atas prihadinya
maupun kritikan atas kitab-kitabnya yang semuanya itu tertuang dalam kitab
yang beriudul 'tashih salat at tarawih isyrina rak'atan wa ar-radd ala al-albani fi tad'ifih. Sayangnya kitab ini tidak beredar di masyarakat karena
kurang mendapat respon dari para konsumennya
- …
