1,720,958 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    POTENSI PENGEMBANGAN PENELITIAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM NUSANTARA BERBASIS ARSIP DAN MANUSKRIP DIGITAL DI MASA PANDEMI

    No full text
    Bangsa Indonesia memiliki warisan khazanah manuskrip dengan genre dan tema pembahasan yang beragam termasuk di bidang keislaman. Sebagai data sejarah, manuskrip serta sumber-sumber sejarah lainnya seperti arsip, penting untuk mengungkap gambaran historis dinamika perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di bidang pendidikan. Sayangnya jika dibandingkan penelitian sejarah keislaman tematik di bidang aqidah, fiqih, dan lainnya, tema sejarah pendidikan Islam masih belum banyak dieksplorasi lebih lanjut khususnya oleh kalangan akademisi di bidang pendidikan Islam. Terlebih di masa pandemi, mobilitas yang serba terbatas menjadi tantangan bagi para peneliti untuk mengakses data penelitian yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan penelitian di bidang sejarah pendidikan Islam Nusantara di masa pandemi dengan  memanfaatkan sumber-sumber sejarah yang dapat diakses secara digital. Penelitian ini juga mengeksplorasi pentingnya pemanfaatan perspektif pendidikan Islam dalam penelitian sejarah pendidikan Islam di Nusantara. Penelitian kajian pustaka ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan content anlysis sebagai teknik analisis datanya. Penelitian ini menyimpulkan perlunya mendorong penelitian-penelitian sejarah pendidikan Islam Nusantara dengan pendekatan yang integratif-interkonektif lintas disiplin. Guna menghasikan hasil interpretasi sejarah yang lebih komprehensif, selain perspektif pendidikan, peneliti dapat menggunakan data-data sejarah yang relatif jarang diakses di kalangan sarjana pendidikan Islam. Peneliti dapat memanfaatkan akses terbuka secara online atas arsip dan manuskrip yang telah didigitalisasi oleh intitusi seperti Perpusnas RI, DREAMSEA dan British Library. Pemanfaatan e-resources ini tentunya tetap harus berpegang pada prinsip kritis atas validitas data digital yang digunakan, baik dalam hal verifikasi isi data maupun kredibilitas laman penyedia data dengan memperhatikan panduan penggunaan data yang berlaku

    Penanaman nilai-nilai Islam wasathiyyah di Madrasah Aliyah NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus

    Full text link
    Penanaman Nilai-Nilai Islam Wasathiyyah di Madrasah Aliyah NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus Penulis : Muhammad Nabil Fahmi NIM : 1803016059 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penanaman Nilai-Nilai Islam Wasathiyyah di Madrasah Aliyah NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan fokus penelitian yang akan dikaji adalah Bagaimana Penanaman nilai-nilai Islam Wasathiyyah di Madrasah Aliyah NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penanaman nilia-nilai Islam washatiyyah di MA NU TBS Kudus Melalui beberapa aspek yaitu; melalui kurikulum, pembelajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, kegiatan ekstrakulikuler, dan kegiatan alumni MA NU TBS Kudus

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN UNGARAN 1 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2019/2020

    Full text link
    Pendidikan karakter sebagaimana amanat pendidikan nasional, telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Meskipun mata pelajaran nilai seperti PAI sudah diajarkan di sekolah, penyelenggaraan pendidikan karakter perlu diperkuat untuk mengahadapi masa depan pendidikan nasional yang sarat akan tantangan sekaligus peluang. Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2016 telah memunculkan beberapa sekolah pilot. Di daerah Yogyakarta, SDN Ungaran 1 Yogyarta ditetapkan sebagai sekolah pilot project dan sudah dikenal memiliki best practice implementasi PPK di sekolah. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha mengungkap bagaimana konsep serta praktis implementasi kebijakan PPK dalam pembelajaran PAI di jenjang SD, serta kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dimana peneliti memperoleh data langsung dari responden atau sumber data di SDN Ungaran 1 Yogyakarta. Dengan metode kualitatif serta pendekatan fenomenologi, peneliti bermaksud memperoleh data dan pemahaman secara mendalam terkait obyek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran dan kegiatan PPK, dokumentasi, dan wawancara dengan narasumber yang terkait dengan tujuan penelitian. Semua data yang diperoleh dianalisis untuk kemudian ditarik kesimpulan akhirnya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: Pertama, PPK adalah gerakan penguatan karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan mengoptimalkan dan mensinergikan struktur dan komponen pendidikan yang ada di sekolah, melalui kegiatan pembelajaran, budaya sekolah, serta pengoptimalan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan PPK sekolah. Kedua, pengimplementasian PPK dalam pembelajaran PAI di SDN Ungaran 1 Yogyakarta tidak hanya terbatas dalam KBM di dalam kelas saja. PPK yang ada dalam pembelajaran PAI didukung dengan sejumlah kegiatan PPK di sekolah yang bersifat holistik. Sebaliknya pembelajaran PAI di sekolah juga turut menguatkan pemahaman dan pengalaman peserta didik selama proses PPK berlangsung. Ketiga, secara praktis, implementasi PPK dalam pembelajaran PAI di SDN Ungaran 1 Yogyakarta mengalami dua kendala utama, yaitu minimnya kompetensi guru PAI dalam mengaplikasikan sejumlah penyesuaian administrasi pembelajaran yang terintegrasi dengan PPK, serta minimnya dukungan wali murid atas proses pengembangan karakter peserta didik
    corecore