344 research outputs found

    ILMU LADUNI SEBAGAI SYARAT MURSYID THARIQAH (Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali tentang Pemimpin Tasawuf)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya anggapan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pesantren bahwa ilmu laduni merupakan ilmu yang didatangkan secara langsung tanpa proses yang mendahului. Bahkan sudah menjadi anggapan umum, bila ilmu laduni dikaitkan dengan hal supranatural, mistis, takhayyul serta kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu diluar nalar atau yang lebih populer dengan istilah “yukha riq al-‘a dah”. Anggapan lain menyebut bahwa ilmu ini hanya bisa diperoleh oleh seorang wali. Di sisi lain, tugas manusia sebagai kholifah di bumi dianggap sebagai tugas mutlak yang diemban oleh semua makhluk yang ditakdirkan menjadi manusia. Akan tetapi pada kenyataannya, banyak manusia yang menunjukkan perilaku dan sikap yang bertentangan bahkan bertolak belakang dengan tugasnya sebagai kholifah di bumi. Penelitian ini dikhususkan pada pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali. Sebagai pemerhati, ahli sekaligus praktisi dalam dunia tasawuf, ia memiliki pemahaman yang berbeda dari pandangan ilmuan muslim lain dalam hal ilmu laduni. Ia menganggap bahwa ilmu laduni merupakan ilmu pemberian langsung atau ilmu yang diwariskan oleh orang yang terlebih dahulu mendapatkannya dari pewarisnya. Menurutnya semua orang bisa memperolehnya asal mau membangun sebab diperolehnya, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah takwa, nubuwwah atau walayah dan ilmu yang diwariskan. Berkenaan dengan kholifah bumi, Luthfi Ghozali memahaminya sebagai guru mursyid thariqah, yang membidani kelahiran kedua bagi anak asuhnya. Ia merupakan penunjukan secara langsung oleh sistem ilahiyyah, bukan hasil pemilihan secara aklamasi oleh suatu organisasi thariqah. Guru mursyid memiliki tugas untuk mendiagnosa penyakit anak asuhnya dan memberikan solusi yang tepat baginya. Oleh karena itu, Luthfi Ghozali mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana konsep ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 2) Bagaimana cara memperoleh ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 3) Bagaimana konsep khalifah bumi menurut Luthfi Ghozali dan mengapa ia mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah? Manfaat dari penelitian ini dibedakan menjadi dua, yakni secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih bagi perkembangan khazanah ilmu tasawuf terutama yang berkenaan dengan ilmu laduni, cara memperolehnya dan mursyid thariqah yang dipahami Luthfi Ghozali sebagai kholifah bumi. Adapun secara praktis penelitian ini bermanfaat untuk para akademisi sebagai rujukan, bahan bagi jurusan tasawuf dan studi islam sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum maupun bidang kajian konsentrasinya, rujukan sekaligus perenungan bagi para praktisi tasawuf dalam pengembaraan spiritualnya, serta pijakan bagi para peneliti untuk melakukan penelitian berikutnya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang menitikberatkan pada upaya menggali dan melakukan telaah buku, serta literatur secara mendalam. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara, sementara analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis isi (content analysis). Temuan penelitian dalam disertasi ini adalah 1) ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali merupakan ilmu pemberian atau warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan dari pendahulunya, berupa ilham spontan yang memancar dari dalam hati kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan melalui akal dan fikiran. 2) ilmu laduni bisa diperoleh dengan membangun sebab didapatkannya ilmu laduni, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah taqwa, proses nubuwwah atau wala>yah dan ilmu yang diwariskan. 3) konsep kholifah bumi dalam pandangan Muhammad Luthfi Ghozali adalah para guru mursyid thariqah, yakni para orangtua asuh sejati, bapak ruhaniyah, yang membidani kelahiran kedua dan pembimbing perjalanan dalam pengembaraan ruhani murid-muridnya. Tugas utamanya adalah mendiagnosa penyakit anak muridnya, memberikan solusi yang tepat baginya dan membidani kelahiran kedua. Sistem pengangkatannya bersifat ghaib melalui sistem ilahiyah, bukan pemilihan aklamasi organisasi thariqah tertentu. Indikatornya selalu memberi manfaat kepada sesama, saat memandangnya tergerak hati untuk mengingat Allah, mengingat dosa dan kemaksiatan. Oleh karena tugasnya bersifat ruhani dan ghaib, mursyid thariqah dibekali dengan ilmu laduni, yang mana Luthfi Ghozali menjadikannya sebagai syarat yang mesti dimiliki seorang mursyid thariqah. Kata Kunci: Ilmu Laduni, Mursyid Thariqa

    Karamah dan Rabitah Mursyid dalam Perspektif Tarekat Naqsyandiyah

    Get PDF
    Karamah for the murshid of the tarekat serves to glorify the lovers of Allah, and to support them in preaching according to the guidance of Islamic Shari'a, because the karamah comes from the miracles of the Prophet Muhammad. The purpose of this study is to find out the forms of karamah of the murshid of the tarekat and their practice in the naqsyabandiyah tarekat. As a qualitative research, researchers collect data through literature review to find the data needed for research purposes. The results of the study show that with the appearance of karamah in murshid, it becomes a glory because of their faith and sincerity in implementing Islamic Shari'a perfectly. The practice of rabitah murshid in the Naqshbandiyah congregation is under the guidance of Islamic Shari'a and is not classified as shirk, because of the beliefs of the followers of the Naqshbandiyah congregation do not have any authority in carrying out all their activities but are based on the provisions of Allah SWT. Those provisions are what they call karamah, and karamah is based on the will of Allah. Abstrak Karamah bagi para mursyid tarekat berfungsi untuk memualiakan para kekasih Allah Swt, serta untuk mendukung mereka dalam berdakwah sesuai dengan tuntunan Syariat Islam, sebab karamah itu bersumber dari mu’jizat Nabi Muhammad Saw. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bentuk-bentuk karamah para mursyid tarekat dan pengamalan mereka dalam tarekat naqsyabandiyah. Sebagai penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui penelusuran kepustakaan guna menemukan data-data yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian. Adapun hasil penelitian yang didapatkan bahwa dengan munculnya karamah pada diri para mursyid menjadi kemuliaan dikarenakan keimanan serta keihklasan mereka dalam menjalankan Syariát Islam secara sempurna. Pengamalan rabitah mursyid dalam tarekat naqsyabandiyah sesuai dengan tuntunan syariát Islam dan tidak tergolong dalam perbuatan syirik, sebab keyakinan para penganut tarekat naqsyabandiyah tidak memiliki otoritas apapun dalam melakukan segala aktifitas mereka melainkan berdasarkan pada ketentuan Allah Swt. Ketentuan itu yang mereka namakan dengan karamah, dan karamah itu terjadi berdasarkan kehendak Allah Swt

    EFEKTIVITAS HUKUMAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MURSYID NGETAL POGALAN TRENGGALEK

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Efektivitas Hukuman dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Al-Mursyid Ngetal Pogalan Trenggalek” ini ditulis oleh Muhammad Farid, NIM. 2811123162, Pembimbing Dr. Khoirul Anam, M.Pd.I Kata Kunci: Efektivitas Hukuman, Kedisiplinan santri. Hukuman merupakan suatu alat pendidikan yang juga diperlukan dalam pendidikan. Dalam lembaga pendidikan pesantren, tindakan atau perbuatan tersebut dapat berupa perintah, nasehat, larangan, harapan, dan hukuman atau sanksi. Kedisiplinan dijadikan sebagai alat pendidikan yang diterapkan dalam rangka proses pembentukan, pembinaan, dan pengembangan sikap dan tingkah laku. Dalam pelaksanaannya penerapan kedisiplinan senantiasa dibarengi dengan pemberlakuan punishment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas hukuman dalam meningkatkan kedisiplinan santri, yang meliputi: (1) bentuk-bentuk hukuman di Pondok Pesantren Al-Mursyid Ngetal Pogalan Trenggalek, (2) penerapan hukuman dalam kegiatan-kegiatan santri di Pondok Pesantren Al-Mursyid Ngetal Poglan Trenggalek, (3) efektivitas penerapan hukuman dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Al-Mursyid Ngetal Pogalan Trenggalek. Skripsi ini disusun berdasarkan data lapangan yang dilaksanakan di pondok pesantren Al-Mursyid Ngetal Pogalan Trenggalek, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakaan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis deskriptif. Setelah penulis mengadakan penelitian dengan beberapa metode diatas, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) hukuman yang diterapkan di pondok pesantren Al-Mursyid ada dua yaitu ta’zir dan iqab, yang mana ta’zir adalah hukuman yang paling berat, hukuman ini diantaranya membuang sampah selama satu bulan, mengikuti ro’an ta’zir dan khotmil qur’an ta’zir. Sedangkan iqab termasuk hukuman yang ringan, seperti membuang sampah selama seminggu, membersihkan kamar mandi dan WC. (2) Beberapa macam kegiatan yang ada di pondok pesantren seperti barzanji, pengajian sorogan, dan pengajian kitab. Dan berbagai macam kegiatan tersebut terdapat berbagai bentuk hukuman seperti ta’zir dan iqab yang tujuannya agar santri selalu aktif dan disiplin dalam kegiatan tersebut. (3) Hukuman yang diterapkan di pondok pesantren tersebut efektif dalam mendisiplinkan santri karena juga dibantu dengan kesadaran dari masing-masing individu, tetapi masih kurang maksimal karena masih ada juga santri yang melanggar tata tertib dan aturan yang ada

    The importance of Quality Assurance and Quality Control (QA/QC) in construction / Muhammad Mursyid Jumali

    Get PDF
    The report entitled the importance of Quality Assurance and Quality Control (QA/QC) in construction. The main objective for this report is to investigate the importance of Quality Assurance and Quality Control in construction stage. In this report, contains infom1ation about the scope works of Quality Assurance and Quality Control in construction, the differences between Quality Assurance, QA and Quality Control, QC and the types and the works sequence of the inspection and testing conduct by QA/QC. This report was fully based from the practical experiences in Lumi Tropicana Site. All the information mostly gains from the interviews with QA/QC engineers in this site. At the end of the report, this report conclude that Quality Assurance and Quality Control, QA/QC are very important in the construction as QA/QC is the heart of the project

    Rasionalisme Descartes dan Implikasinya Terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam Muhammad Abduh

    Get PDF
    Abstrak Peneitian ini bertujuan mengupas tentang paham rasionalisme yang dicetuskan Rene Descartes dan Implikasinya terhadap Pemikiran Pebaharuan Islam Muhammad Abduh. Rasionalisme Rene Descartes merupakan paham yang muncul ditengah kungkungan gereja Kristiani yang dikenal dengan masa skolastik. Paham ini lebih menekankan pada penggunaan akal (rasio) untuk memperoleh sebuah pengetahuan. Tentunya sebagai hasil filsafat, paham rasionalisme sangat berperan penting pada perkembangan ilmu-ilmu pengetahuan lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, Penulis mencoba mengaitkan dan menampilkan Implikasi antara pemikiran Rasionalisme descartes dan pemikiran pembaharuan dalam islam. Adapun hasil penelitian ini penulis melihat adanya benang merah antara dasar rasionalisme descartes dan pemikiran muhammad abduh bahwa keduanya menjadikan akal sebagai alat untuk melakukan penalaran terhadap suatu kebenaran. Kata kunci : Rasionalisme Descartes, Implikasinya, Pemikiran Pembaharuan         Muhammad  Abduh AbsractThis study aims to explore the understanding of rationalism triggered by Rene Descartes and its implications for Islamic Reformation Muhammad Abduh. Rene's Reneisme Descartes is an understanding that emerged amidst the confines of the Christian church known as the scholastic period. This emphasis is more on the use of reason (ratio) to gain a knowledge. Certainly as a result of philosophy, the notion of rationalism is very important role in the development of other sciences. The method used in this research is descriptive qualitative method, the author tries to link and display the implication between Rationalism thinking descartes and thinking of renewal in Islam. The results of this study the authors see the existence of a common thread between the foundations of descartes rationalism and thought muhammad abduh that both make sense as a tool to make reasoning against a truth. Keywords: Rationalism Descartes, Implication, Thinking Renewal Muhammad Abdu

    UPAYA MURSYID TAREKAT NAQSABANDIYAH DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN TERHADAP JAMA’AH SURAU SULUK SEYKH HAJI ABDUL GHANI AL-KHALIDI DI DESA BINAMANG KEC. XIII KOTO KAMPAR

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Muhammad Darma Wandi NIM : 11940412179 Jurusan : Manajemen Dakwah Judul : Upaya Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Dalam Menerapkan Nilai-nilai Keagamaan Terhadap Jama’ah Surau Suluk Seykh Haji Abdul Ghani Al-Khalidi Di Desa Binamang Kec. XIII koto Kampar Latar Belakang dalam penelitian ini yakni mengenai Upaya Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Dalam Menerapkan Nilai-nilai Keagamaan Terhadap Jama’ah Surau Suluk Seykh Haji Abdul Ghani Al-Khalidi Di Desa Binamang Kec. XIII koto Kampar, Permasalahan yang mau peneliti lihat dalam penelitian ini yakni, Bagaimana Upaya Mursyid Tarekat Naqsabandiyah Dalam Menerapkan Nilai-Nilai Keagamaan Jama’ah Surau Suluk Syekh Haji Abdul Ghani Al-Khalidi Naqsyabandiyah Di Desa Binamang Kec.Xiii Koto Kampar. selanjutnya metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan metode, Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifLokasi Peneliti lakukan di Makam Syekh Haji Abdul Ghani Al-Khalidi Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar, Sumber data yang di gunkana dalam pnelitian ini yakni data Perimer, dan data sekunder, Informen Kunci Sebanyak Dua Orang. Teknik Pengumpulan Data Mengunakan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi Teknik Analisis Data Mengunakan Deduktif Data Induktif dan Komperatif, dari penelitian ini maka dapat hasil penelitian bahwasanya, Upaya mursyid dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan terhadap jama’ah melalui kegiatan taubat nasuha. Seorang mursyid membimbing jama’ah dalam melakukan zikir yang telah di tetapkan dalam tarekat naqsabandiyah kapanpun dan dimanapun, serta berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam mengamalkan nya mursyid membimbing dan mengarahkan jama’ah untuk melakukan pengikatan janji (bai‟at), bai’at merupakan gerbang dimana seseorang akan masuk pada tarekat yang dilakukan sesudah mandi taubat. Kata Kunci : Upaya Mursyid, Tarekat Naqsyabandiyah, Jama’ah Surau Suluk Seykh Haji Abdul Ghani Al-Khalid

    EKSISTENSI GURU (MURSYID) DALAM PENDIDIKAN SPIRITUAL PERSPEKTIF ABÛ HÂMID AL-GHAZÂLÎ (1058M-1111M)

    No full text
    Al-Ghazali was one of the most influential Muslim thinkers. A jurist, logician, theologian, and philosopher, thinker on education in Islamic history and he was honoured in the history of Islam with title of Hujjat al-Islâm. He developed  a  theory of  education  rooted in  his philosophy and  aiming at improving the objectives and principles of education.  According to Ghazali, knowledge can bring us closer to God as well as enhance worldly respect and position. Ghazali based his aims of education on Islamic ideology. According to him, every student should have a shaykh or a mursyid (spiritual guide or teacher) to instruct him and cleanse him of bad manners through the process of tarbiyah, and replace them with good character. The follower of the path requires a mursyid to improve his character and guide him   upon the path towards Allah (SWT) the Exalted. The article shall axplain further Ghazali‟s thought specially in existence of mursyid in spiritual education

    Peran Mursyid Sebagai Pembimbing Rohani Dalam Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholiyah Jalaliyah Di Desa Marendal I Jalan Kongsi Gang Leman Harahap

    Get PDF
    Skripsi ini berjudul “Peran Mursyid Sebagai Pembimbing Rohani Dalam Tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah Di Desa Marendal I Jalan Kongsi Gang Leman Harahap”. Dalam skripsi ini penulis ingin mengungkapkan peran seorang Mursyid sebagai konselor dalam sebuah Tarekat. Alasan penulis melakukan penelitian dan kemudian menyusunnya untuk menjadi sebuah skripsi yaitu karena dalam kitab Ihya Ulumuddin karangan Imam Ghazali terdapat kesamaan antara tugas seorang Mursyid dengan tugas seorang konselor, yaitu mempunyai tugas yang samasama membimbing atau mengarahkan seseorang yang memiliki permasalahan. Kesamaan tugas inilah yang membuat penulis menarik judul skripsi ini. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui peran Mursyid sebagai seorang konselor dalam membimbing para salik (muridnya) selain itu juga penulis ingin mengetahui proses konseling yang dilakukan oleh seorang Mursyid kepada saliknya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitiannya menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan atau menjelaskan suatu kejadian, dalam hal ini penulis akan menjelaska peran seorang Mursyid sebagai konselor dalam sebuah tarekat dan proses konseling yang dilakukan Mursyid kepada Salik (Muridnya). Sedangkan teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan teknik analisis data. Teknik wawancara yang dilakukan penulis dalam penelitian yaitu dengan menggunakan in depth interview (wawancara mendalam). Jadi, dalam teknik wawancara mendalam ini penulis melakukan proses wawancara dengan Syeikh Muhammad Ali selaku Mursyid dan beberapa orang Murid (Salik)

    PERAN MURSYID TAREKAT NAQSYABANDIYAH AN-NUR DALAM PENINGKATAN AKIDAH MASYARAKAT DI DESA TANJUNG BARU KECAMATAN BATANG LUBU SUTAM KABUPATEN PADANG LAWAS SUMATRA UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini yaitu penelitian lapangan. Adapun yang melatar belakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini didasarkan pada hasil pengamatan dan wawancara awal yang penulis lakukan dengan pemimpin tarekat di Desa Batang Lubu Sutam Sumatera Utara, Selanjutnya rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peran Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Dalam Peningkatan Akidah serta Apa Hambatan Yang Dihadapi Mursyid Dalam Peningkatan Akidah Masyarakat Di Desa Tanjung Baru. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui apa peran mursyid tarekat naqsyabandiyah dalam peningkatan akidah masyarakat di Desa Tanjung Baru dan untuk mengetahui apa hambatan yang dihadapi mursyid tarekat tersebut. Hasil penelitian yang penulis dapatkan adalah bahwa dalam peningkatan akidah masyarakat di Desa Tanjung Baru, mursyid mengadakan suluk, dengan melakukan 5000 dzikir yang bertujuan untuk meningkatkan akidah serta ibadah kepada Allah SWT, dan hambatan yang sering dihadapi mursyid dalam hal ini adalah di saat menjelaskan mengenai suluk jamaah banyak yang suka sibuk dengan dirinya masing-masing (kurang fokus dengan apa yang disampaikan mursyid). Kata Kunci : Peran, Mursyid, Tarekat Naqsyabandiyah, Peningkatan, Akida
    corecore