211 research outputs found
Metode dakwah KH. Munif Muhammad Zuhri dalam meningkatkan keberagamaan di lingkungan masyarakat Girikusumo Mranggen Demak
Penelitian ini adalah kajian tentang metode dakwah KH. Munif Muhammad Zuhri dalam meningkatkan keberagamaan di lingkungan masyarakat Girikusumo. Girukusumo merupakan pedukuhan yang mana masyarakatnya mayoritas beragama Islam. Artinya masyarakat Girikusumo mayoritas beragama Islam tetapi tidak begitu memperhatikan ibadahnya. Dalam kehidupan sehari-harinya hanya disibukkan untuk mencari nafkah untuk kehidupan sehari-harinya. Sehingga sering kali masyarakat Girikusumo mengesampingkan urusan ibadahnya. Disamping itu KH. Munif Muhammad Zuhri prihatin terhadap kondisi masyarakat yang kian terpuruk dan tersingkir dari perkembangan modernisme. Sehingga dalam berdakwah, beliau masih mendapatkan hambatan-hambatan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah yang diterapkan KH. Munif Muhammad Zuhri dalam meningkatkan keberagamaan di lingkungan masyarakat Girikusumo dan faktor pendukung dan penghambat aktifitas dakwah KH. Munif Muhammad Zuhri. Dalam penelitian ini, untuk menetahui metode dakwah yang diterapkan KH. Munif Muhammad Zuhri di lingkungan masyarakat Girikusumo menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data diambil dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian menganalisis dan menyajikannya secara sisitematik sehingga dapat lebih mudah untuk memahami dan disimpulkan.
Hasil dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa KH. Munif Muhammad Zuhri dalam menjalankan dakwahnya kepada masyarakat menggunakan metode ceramah, metode pembacaan maulid al-diba’, metode pengajian kitab klasik atau kitab kuning di dalam pengajian ini kitab yang digunakan saat ini yaitu kitab Shoheh Bukhori yang dilakukan setiap hari sabtu dan rabu malam, metode keteladanan, dan metode pendidikan dan pengajaran agama. Untuk faktor penghambat dan pendukung aktivitas dakwah beliau yaitu untuk faktor penghambat adanya sifat malas serta kejenuhan yang terkadang muncul dalam diri masyarakat, kemajuan tehnologi yang disalah gunakan dan kurangnya sedaran masyarakat akan pentingnya ilmu agama. Sedangkan faktor pendukung dakwah KH. Munif Muhammad Zuhri yaitu pribadi KH. Munif Muhammad Zuhri yang mempunyai sifat sabar, istiqamah dan ikhlas dalam melaksanakan tugas dakwah dan adanya pengaruh kekaguman terhadap ayahannya KH. Munif Muhammad Zuhri yaitu KH. Muhammad Zuhri.
Menurut peneliti secara keseluruhan dakwah yang dilakukan KH. Munif Muhammad Zuhri dapat dikatakan berhasil merubah masyarakat Girikusumo menjadi lebih beragama dan tahu banyak tentang agama serta semangat keberagamaan semakin tinggi. Seperti halnya yang awalnya shalatnya kadang-kadang sekarang shalatnya genap lima waktu terkadang shalat sunnahnya juga tidak lupa dan yang awalnya sibuk mencari nafkah dan mengesampingkan urusan ibadahnya sekarang jadi lebih teratur atau seimbang antara mencari nafkah dengan urusan ibadah
Persepsi Jamuna (Jama’ah Muji Nabi) tentang metode dakwah K.H. Muhammad Munif Zuhri di desa Girikusumo kecamatan Mranggen kabupaten Demak
Dakwah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam Islam, karena berkembang tidaknya ajaran agama Islam dalam kehidupan masyarakat, merupakan efek dari berhasil tidaknya dakwah yang dilakukan. Dalam menyebarluaskan Islam diperlukan adanya unsur-unsur yang mendukung keberhasilan dakwah. Salah satunya adalah metode yang digunakan, karena sukses dan tidaknya suatu program penyajian seringkali dinilai dari metode yang digunakan. Oleh karena itu seorang da’i dapat memilih metode yang pas sesuai dengan kondisi mad’u yang sedang didakwahi, agar penyampaiaan dan penerimaan pesan dakwah dapat direspon atau mendapat tanggapan yang baik dari mad’u.
Berkaitan dengan penelitian ini, penulis lebih memfokuskan JAMUNA (Jama’ah Muji Nabi) sebagai objek penelitian. Yaitu mengenai persepsi JAMUNA tentang metode dakwah K.H. Muhammad Munif Zuhri di Desa Girikusumo Mranggen Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dan menggunakan pendekatan psikologis, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Yaitu menggambarkan hasil penelitian secara sistematis yang berkaitan dengan persepsi JAMUNA (Jama’ah Muji Nabi) di Desa Girikusumo Mranggen Demak. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara dan angket. Penulis memperoleh data langsung dari lapangan, dengan cara wawancara dan dokumentasi.
Dari hasil wawancara (interview) kepada jama’ah JAMUNA, menunjukkan bahwa jama’ah JAMUNA berpendapat metode dakwah yang digunakan oleh K.H. Muhammad Munif Zuhri di Desa Girikusumo Mranggen Demak yaitu sebanyak 93% jama’ah berpendapat menggunakan metode ceramah. Jama’ah juga berpendapat positif, bahwa menurut mereka metode dakwah K.H. Muhammad Munif Zuhri sangat puas, hal ini dikarenakan dalam penyampaian pesan dakwah sering menggunakan bahasa jawa kromo serta diselingi sedikit candaan, santai, pelan, penuh penghayatan, dan penyampaiannya seperti orang bercerita.
Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi JAMUNA (Jama’ah Muji Nabi) tentang metode dakwah K.H. Muhammad Munif Zuhri di desa Girikusumo Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, sangat positif karena jama’ah merasa mudah memahami materi dakwah yang disampaikan. Oleh karena salah satu yang mempengaruhi keberhasilan dakwah adalah penggunaan metode yang tepat atau sesuai keadaan mad’u
A new species of Polymorphus Lühe, 1911 (Acanthocephala: Polymorphidae) in Black Coot, Fulica atra (Aves: Rallidae), Pakistan
Birmani, Nadir Ali, Dharejo, Ali Murtaza, Khan, Muhammad Munif (2011): A new species of Polymorphus Lühe, 1911 (Acanthocephala: Polymorphidae) in Black Coot, Fulica atra (Aves: Rallidae), Pakistan. Zootaxa 2929: 64-68, DOI: 10.5281/zenodo.20679
PENDIDIKAN AKHLAK TERHADAP ANAK DALAM BUKU ORANGTUANYA MANUSIA KARYA MUNIF CHATIB
The research was conducted because of the researcher's interest in examining more deeply the work of Munif Chatib. This study aims to; (1) Knowing and describing teaching ethics in moral education for children in Munif Chatib's Human Parents Book. (2) Knowing and describing the special methods of moral education for children in Munif Chatib's parents book Manusia by Munif Chatib. (3) Knowing and describing the relevance of the concept of child education by Munif Chatib with Islamic child education. The research method used is data collection techniques and data analysis techniques, data validity checking techniques which include triagulation. The results of this research can be concluded that: 1) Ethics of teaching in the moral education of children in the human parents book by Munif Chatib, including; first, the lack of equal distribution of education. National education has not been able to guarantee equitable distribution of educational opportunities for every prospective student, either in the slow learner category or slow in receiving knowledge information, especially for children with special needs. Second, the lack of parental attention to children. 2) The special method of moral education for children in the book Human by Munif Chatib's parents, child education is an effort that is oriented towards student growth and development not only academic achievement and protects and guarantees dignified and comprehensive human beings from all human intelligence (children). 3) The relevance of the concept of Munif Chatib's children's education with Islamic children's education is; a) the essence of his Islamic children's education, that children are the work of the Supreme Lord, entrusted by Allah SWT to parents. b) children born with a divine nature can be educated, because children have the potential to become a pleasant dream, when given a good education, and vice versa, c) make the family the first child's education which is directed towards religious cultivation, aqidah, worship, and based morals. Al-Qur'an and the words of the Prophet Muhammad. d) teachers who always try to educate based on a sincere attitude. The thought of Islamic children's education, he strives to provide the best education for children both in the family and school environment, which is based on Islamic children's education
Recommended from our members
The Environmental Politics of Abdulrahman Munif (Episode 414)
Abdul Rahman Munif is one of the most celebrated authors in the Arabic language. In this episode, we sit down with literature scholar Suja Sawafta to learn about the social and political experiences that shaped Munif as an author, and in particular, we explore the role of the environment in some his most important works such as Cities of Salt. We discuss why Munif's politics led him to literature, and we explore how through his fiction writing, Munif provides a vivid account and critique of the history of oil and its impact in the Middle East
Bimbingan agama Islam KH Munif Muhammad Zuhri dalam membina ridha pada jamaah Jamuna ( jama’ah muji nabi ) Girikusumo Mranggen Demak
Majelis JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) Girikusumo mengalami minimnya sikap ridha pada kehidupannya, meliputi karir atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang diinginkan sehingga kepercayaan diri menurun karena tuntutan pekerjaan yang tinggi, pemasukan atau gaji yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidup karena banyaknya keinginan, dan keluarga yang tidak memneri kenyamanan dan keharmonisan karena kesulitan dalam menyelesaikan konflik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan bimbingan agama Islam KH. Munif Muhammad Zuhri dalam membina ridha pada Majelis JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) Girikusumo Mranggen Demak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dengan metode yang dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari ringkasan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subyek penelitian ini yaitu pemuka agama, majelis JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) Girikusumo Mranggen Demak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses Pelaksanaan bimbingan agama Islam di majelis JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) Girikusumo Mranggen Demak yang dipimpin oleh KH. Munif Muhammad Zuhri yang diikuti oleh jamaah JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) dengan berjumlah kurang lebih 100 jamaah laki-laki dan perempuan dengan usia 20-40 tahun diselenggarakan setiap malam jumat pukul 20.00-24.00 WIB di pesantren Girikusumo dengan rangkaian acara pembacaan kitab berjanji, rotibul atos (kumpulan doa), dan diakhiri dengan ceramah yang menjelaskan tentang penjabaran ilmu tasawuf yang berupa sabar, menerima takdir, syukur dan iman secara konsisten dinilai dapat membina ridha pada majelis JAMUNA (Jamaah Muji Nabi) Girikusumo
Pandangan Munif Chatib Tentang Multiple Intelligences Dalam Perspektif Pendidikan Islam
Islamic education is the process of preparing the younger generation to fill the role, to transfer knowledge and Islamic values. However, there are still manyschools that are lack in building potential and instilling Islamic values to students.Basides, in Indonesia there are still many schools which are predicated robotschools, strarting from the learning process systems. School target of success until
at assessment system. To facilitate learners in nderstanding the matter oflearning, the teachers should a just their styles of teaching with those of learners’learning, and in recratment of learners, the school should receive them in anycondition because the job of school is to find learners’ intelligences. MultipleIntelligences theory is found by Howard Gardner, this theory considers that everyhuman being has at least one intelligence in him self. Munif Chatib is one of theleaders of education in Indonesia to implement and develop the MultipleIntelligences theory. MunifChatib assess Multiple Intelligences theory in hisworks in the shaped of books.The problems studied in this thesis are “how does Munif Chatib viewmultiple intelligences” and “how does Munif Chatib view Multiple Intelligencesin the perspective of Islamic education”. Meanwhile the objective of this research
are to describe Munif Chatib’s view on Multiple ntelligences and that his view inthe perspective of Islamic education. This research is the result of library researchby examining or reseaching soine books with the intent to obtain complete
information. The reseach analysis using descriptive analytic techniques with theinductive method.After this research, the author obtains results that Munif Chatib inviewingmultiple intelligences there are nine intelligences of human and that intelligencewill continue to grow. Meanwhile Munif Chatib views multiple intelligences inthe perspective of Islamic education is as having three phases of development that
need guidance and implanting Islamic education material. The systemimplemented in the school is input using multiple intelligence research, theprocess of using the MIR to formulate a lesson plan so that the students will easily
understand the lesson and can produce a useful product, and output usingauthentic assessment that looks at them in three domains: cognitive, affective, andpsychomotor. The positive relationship that exists between parents and teachers
make it easier to develop the students’ physical and spiritual potential, so that theywill understand life and develop them selves as totre muslim personality
Studi komparasi konsep tentang diri Ki Ageng Suryomentaram dan Muhammad Iqbal
Persolan diri adalah dasar dari salah satu kebutuhan pokok manusia. Pengetahuan konsep tentang diri merupakan sesuatu hal yang penting, terutama dikehidupan era zaman sekarang. Seiring pesatnya laju pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lahir beberapa abat yang lalu, ternyata belum dapat mengupas secara tuntas dan tepat mengenai berbagai permasalahan dimensi dari alam internal manusia. Manusia yang hidup di era skarang harus kembali melihat kedalam diri sendiri. Sesungguhnya fenomena ini termasuk kategori manusia yang mengalami krisis makna hidup, bisa disebabkan karena terabaikannya kesadaran tentang keadaan dirinya sendiri. Karena sumber pemenuhan kebahagiaan tidak hanya diperoleh dari kesenagan-kesengan diluar diri, tetapi yang tidak kalah penting adalah penggalian makna hakikat diri manusai.
Melihat permasalahan tersebut penulis mencoba untuk membahas konsep tentang diri menurut Ki Ageng Suryo Mentaram dan Muhammad Iqbal, yang mana kedua tokoh ini corak pemikirannya konsen tentang bagaimana cara membentuk kedirian manusia yang kuat, dan unggul, yang tidak gampang terpengaruh oleh bolak-baliknya dunia, dan tidak menjadi budak atas dorongan keinginannya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep tentang diri prespektif Ki Ageng Suryomentaram dan menurut Muhammad Iqbal, serta menentukan persamaan dan perbedaan pemikiran kedua tokoh dengan konsep tentang diri manisia.
Tipe penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun skripsi ini dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer yaitu yang berasal dari buku “Falsafah Hidup Bahagia, Jalan Menuju Aktualisasi Diri Jilid 1-4” karangan Ki Grangsang Suryomentaram, dan Buku karya Muhammad Iqbal yang khusus membahas tentang diri yaitu (The Reconstruction of Religion Thought in Islam) Rekonstruksi Pemikiran Agama Dalam Islam, dan (Asrar-I-Khudi) Rahasia-Rahasia Pribadi. Metode analisis untuk mengolah data yang sudah terkumpul dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan komparatif. Metode ini diaplikasikan dengan cara dengan cara membandingkan pemikiran Ki Ageng Suryo Mentaram dan Muhammad Iqbal. Dari perbandingan ini dapat ditemukan persamaan dan perbedaan masing-masing pemikiran Ki Ageng Suryo Mentaram dan Muhammad Iqbal dalam konsep tentang diri.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep tentang diri menurut Ki Ageng Suryomentaram dam Muhammad Iqbal masih sangat relevan di era kehidupan sekarang ini. Bagi Ki Ageng Suryomentaram puncak kedirian manusai adalah manusia tanpa ciri, yaitu manusia yang sudah tidak bergantung atribut keduniawian yang bersumber dari keninginan manusia, dengan cara mawas diri yakni mensinergikan antara laku pikir dan laku rasa. Sedangkan bagi Muhammad Iqbal puncak pencaipaian kedirian manusai adalah insan kamil, yang mana insan kamil ini dicapai oleh kematangan ego atau kedirian manusia. Manusia tampa ciri dan insan kamil ini adalah figure manusai yang bebas, dan penuh kreatifitas
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MTsN 7 KEDIRI
ABSTRAK
Skripsi dengan judul ―Kompetensi Kepribadian Guru Akidah Akhlak dalam
Pembentukan Karakter Peserta didik di MTsN 7 Kediri‖ ini ditulis oleh Munif
Ardiansyah, NIM. 12201183111, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Jurusan
Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, yang dibimbing oleh Muhammad Sulthon, Lc., M.H
Kata Kunci : Kompetensi Kepribadian Guru, Pembentukan karakter
Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya kompetensi kepribadian guru bagi
keberhasilan belajar peserta didik. Guru menjadi contoh dan teladan dalam membina dan
membentuk karakter peserta didik. Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan
seorang guru dalam memberikan suatu contoh perilaku baik kepada peserta didik
sehingga mereka dapat mengembangkan sikap positif dalam melaksanakan kegiatan
belajarnya. Hal ini berkaitan bahwa seorang guru tidak hanya bertugas mencerdaskan
peserta didiknya, akan tetapi juga harus mengembangkan dan membentuk kepribadian
peserta didik yang berakhlak dan berkarakter.
Untuk mengetahui hal tersebut peneliti merumuskan fokus penelitian sebagai
berikut : (1) Kompetensi kepribadian guru akidah akhlak dalam membentuk karakter
disiplin peserta didik? (2) Kompetensi kepribadian guru akidah akhlak dalam membentuk
karakter religius peserta didik? (3) Kompetensi kepribadian guru akidah akhlak dalam
membentuk karakter tanggung jawab peserta didik?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Sumber data dalam penelitian ini ada 2 yaitu : (1) Sumber data langsung (primer)
yaitu melalui observasi dan wawancara langsung dengan subyek yang diteliti, (2) Sumber
data tambahan (sekunder) yakni berupa sumber data tertulis seperti halnya kajian teori.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi
partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan yaitu pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dalam penelitian ini
juga dilakukan pengecekan keabsahan data yaitu dengan perpanjangan waktu, ketekunan
pengamatan, dan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kompetensi kepribadian guru akidah
akhlak dalam membentuk karakter disiplin peserta didik, diantaranya yaitu beragama
islam, berperilaku akhlakul karimah, senantiasa mencerminkan sikap jujur, sabar, ikhlas
dalam mengajar dan adil terhadap peserta didik, serta tidak pernah melakukan
penyelewengan perilaku seperti memberikan hukuman yang berat kepada peserta didik.
(2) Kompetensi kepribadian guru akidah akhlak dalam membentuk karakter religius
peserta didik yaitu membiasakan sholat berjamaah, berdo‘a sebelum dan sesudah
pembelajaran, membaca ayat suci al-Qur‘an sebelum pembelajaran dan asmaul husna
setelah pembelajaran, serta ekstrakulikuler tahfidz dan qiroah. (3) Kompetensi
kepribadian guru dalam membentuk karakter tanggung jawab peserta didik, yaitu dengan
cara memberikan tugas kepada peserta didik. Salah satu hal yang dilakukan guru untuk
meralisasikan pembentukan karakter tanggung jawab peserta didik dengan bekerja sama
dengan orang tua untuk pendampingan dirumah dalam melakukan tanggung jawabnya
dirumah
Keefektifan Limbah Tanaman Brassicaceae Sebagai Pengendali Nematoda Puru Akar (Meloidogyne Spp.)
Meloidogyne spp. merupakan salah satu patogen tular tanah yang menyerang bagian akar tanaman dengan menimbulkan gejala puru. Tanaman yang terinfeksi berat oleh nematoda puru akar (NPA) dapat menyebabkan sistem perakaran mengalami disfungsi secara total. Apabila tanaman terinfeksi berat oleh nematoda, sistem perakaran dalam menyerap unsur hara akan berkurang dan menyebabkan jaringan pengangkut mengalami gangguan, sehingga tanaman mudah layu dalam keadaan kering, tanaman menjadi kerdil, pertumbuhan terhambat dan mengalami klorosis. Nematoda puru akar dapat menurunkan produksi 15 % sampai 95 % sehingga diperlukan upaya pengendalian. Tanaman dari famili Brassicaceae dilaporkan dapat digunakan sebagai biofumigan karena mengandung glukosinolat (GSL). GSL mengandung senyawa nitrogen (N) dan belerang (S) dari hasil metabolit sekunder pada tanaman. Proses hidrolisis GSL terjadi jika senyawa ini kontak dengan enzim mirosinase. Kontak antara GSL dan enzim mirosinase terjadi ketika jaringan tanaman robek dan tersedianya air. Hidrolisis glukosinolat menghasilkan senyawa isothiosianat (ITS) yang sangat toksik terhadap organisme tanah termasuk nematoda.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan limbah Brassicaceae sebagai biofumigasi untuk mengendalikan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat pada skala mikroplot di lapangan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Nematologi Tumbuhan dan Kebun Percobaan IPB Pasir Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kebupaten Cianjur. Mikroplot disiapkan dengan ukuran satu meter persegi dengan tinggi mikroplot 18-20 cm dan jarak antar setiap mikroplot 50 cm. Limbah kubis, lobak, brokoli, sawi putih, dan pakcoy dikumpulkan dari tempat pengemasan sayur di sekitar tempat penelitian. Limbah Brassicaceae yang telah dikumpulkan dicacah dengan menggunakan peralatan tradisional kurang lebih 1 cm, kemudian dicampur dengan tanah mikroplot yang telah dibuat. Tanah yang telah dicampur dengan lima jenis limbah Brassicaceae ditutup dengan menggunakan mulsa plastik yang telah disiapkan. Sebelum pemberian limbah Brassicaceae diambil tanah sebanyak 400 ml pada 25 titik setiap mikroplot untuk mengukur efek perlakuan limbah Brassicaceae terhadap nematoda. Pengambilan sampel kedua 10 hari setelah pemberian limbah Brassicaceae. Sebelum pembukaan mulsa plastik dilakukan pengukuran suhu tanah dengan menggunakan termometer batang yang ditancapkan kedalam tanah 15-20 cm selama 5 menit. Setelah pemberian limbah Brassicaceae, mikroplot dibiarkan terbuka dan ditanami bibit tomat berumur 4 minggu. Percobaan disusun menggunakan rancangan dua faktorial dalam rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah jenis limbah Brassicaceae dan factor kedua adalah dosis limbah / mikroplot. Percobaan disusun terdiri dari 6 ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi limbah Brassicaceae efektif dalam menurunkan populasi NPA dan nematoda parasit tumbuhan (NPT) lain pada tanah. Keefektifan lima jenis limbah Brassicaceae dalam menurunkan NPA pada kubis 41.68 %, sawi putih 47.63 %, pakcoy 52.95 %, brokoli 53.98 % dan lobak 58.30% sedangkan pada NPT kubis 52.53 %, sawi putih 55.91 %, pakcoy 50.54 %, brokoli 56.38 % dan lobak 55.21%. Dosis limbah Brassicaceae menurunkan populasi NPA pada kontrol 20.70 %, 0+mp 38.50 %, 10%+mp 69.96 %, dan 20%+mp 74.92% sedangkan untuk NPT pada kontrol 42.78 %, 0+mp 45.62 %, 10%+mp 64.71 % dan 20%+mp 63.32%. Limbah Brassicaceae meningkatkan suhu tanah sebesar 2 hingga 4 oC. Limbah Brassicaceae meningkatkan bobot kering tajuk dan akar pada dosis 10%+mp dan 20%+mp. Limbah lobak dengan dosis 10%+mp dan 20%+mp meningkatkan bobot akar dan tajuk yang lebih baik pada tanaman tomat. Limbah Brassicaceae dengan dosis 10%+mp dan 20%+mp meningkatkan jumlah buah tanaman tomat pada sebesar 53-64 buah. Perlakuan lima jenis limbah Brassicaceae dengan dosis 10%+mp dan 20%+mp memberikan pengaruh terhadap bobot buah tanaman tomat sebesar 5.51 hingga 5.04 kg. Aplikasi limbah Brassicaceae efektif menurunkan populasi NPA, NPT dan meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat pada mikroplot di lapangan
- …
