65 research outputs found

    Dewan Redaksi

    No full text
    Dewan Redaksi CIVICS (Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) Pelindung : Dr. H. Dedi Mulyadi, SE., MM. Penanggung Jawab : H. Tarpan Suparman, S. Pd., M. Pd. Ketua Redaksi : Budi Rismayadi, SE., MM. Sekretaris Redaksi : Dameka Yorio, SE. Mitra Bestari : 1. Prof. Dr. Kokom Komalasari, M. Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia) 2. Muhammad Mona Adha, M. Pd. (Universitas Lampung) Anggota Redaksi : 1. Tridays Repelita, M. Pd. 2. Regina Mega Pratiwi, S. Pd. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Buana Perjuangan Karawang Alamat Redaksi: Jl. HS Ronggowaluyo Telukjambe Timur Karawang 41361 Telp/Fax. 0267 8403140, email :[email protected] site :journal.ubpkarawang.ac.i

    PERAN LEMBAGA SOSIAL TERHADAP PEMBINAAN MORAL REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    No full text
    The purpose of The Role of Social Institutions Toward Moral Guidance Teeangers at SMA district  west wesisir research is to understand how the role of social institutions at SMA district  west pesisir in moral guidance teenagers. The method that is used in this research is qualitative descriptive with the subject of research are social institutions such as institute of family, institute of education, institute of religion, and institute of law. The data collecting technique was using interview guidance, observation, and documentation whereas the data analysis was using credibility experiment and triangulation. The result of this reasearch is showed that social institutions is comprehended and understood their duty as social institutions which is has assignment to make moral teenagers to be good. Based on the result, it can be concluded that social institutions such as institute of family, institute of education, institute of religion, and institute of law has a role but not yet maximal toward moral guidance teenagers.  http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p06

    Hukum internasional

    No full text
    Masyarakat internasional diasumsikan terdiri dari masyarakat seluruh dunia. Hukum internasional diperlukan oleh masyarakat internasional, karena masyarakat internasional itu tidak statis maka hukum internasional pun berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Hukum internasional menjadi sebuah kaidah-kaidah yang akan mengatur hubungan antara negara baik secara bilateral maupun multilateral. Pada awalnya, hukum internasional hanya mengkaji hubungan antara negara, namun seiring dengan perkembangnnya pola hukum internasional semakin kompleks hingga dapat mengkaji struktur organisasi internasional (kemudian meluas pada perilaku organisasi yang telah ada). Berdasarkan sejarahnya bahwa hukum internasional telah lama ada sekitar abad keempat, sementara akar-akarya telah ada semenjak zaman Romawai Yunani Kuno

    Hukum tata negara

    No full text
    Hukum Tata Negara bukanlah apa yang diidealkan oleh pakar atau ditulis di dalam teori, melainkan apa yang dituangkan di dalam konstitusi, terlepas dari soal sesuai atau tidak sesuai dengan teori, cocok atau tidak cocok dengan pandangan pakar, sejalan atau tidak sejalan dengan yang berlaku di negara lain, bagi Hukum Tata Negara yang harus dilaksanakan adalah semua yang dimuat di dalam konstitusi (Moh. Mahfud MD). Setiap bangsa dan negara berkesinambungan menyesuaikan diri pada konstelasi global yang berubah dengan cepat, aneka ragam peluang dan tantangan menjadi bagian dari proses pembangunan dan perkembangan setiap bangsa dan negara

    PENGEMBANGAN KEADABAN KEWARGANEGARAAN MELALUI FESTIVAL KRAKATAU

    No full text
    Partisipasi masyarakat di dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan untuk membentuk kohesi sosial yang kuat antar warga. Mengikutsertakan individu dan masyarakat di dalam sebuah kegiatan kebudayaan dapat membentuk sikap dan keadaban kewarganegaraan yang kuat. Keterlibatan volunteer berpartisipasi di dalam Festival Krakatau ke-27 di Provinsi Lampung, Indonesia menunjukkan bahwa adanya kepedulian, keikhlasan, dan kerja sama yang dibangun di dalam masyarakat. Rumusan masalah penelitian mencakup: 1) Keterlibatan individu dan masyarakat di dalam penyelenggaraan Festival Krakatau; 2) Keterlibatan warga negara muda (volunteer) di dalam Festival Krakatau untuk pengembangan keadaban kewarganegaraan; 3) Festival Krakatau berkontribusi menjadi media dalam pengembangan keadaban kewarganegaraan. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi dan menemukan bentuk keterlibatan warga negara di dalam kegiatan kemasyarakatan yang diikuti oleh warga negara muda dan dampak positif atas partisipasi yang dilakukan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan ethnografi dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi dari responden yang terlibat langsung di dalam festival. Triangulasi dilakukan untuk mengolah data berdasarkan data hasil observasi, wawancara, dan teori. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) festival mengaktifkan kerja sosial atau voluntary activities yang melibatkan orang-orang muda berpotensi dari berbagai latar belakang; 2) Festival Krakatau memunculkan digital volunteerism dengan melibatkan volunteer yang tidak hanya bekerja di lokasi kegiatan selama event berlangsung, tetapi juga bekerja secara daring untuk menjangkau ketersediaan informasi bagi digital citizen; 3) volunteer berdasarkan tingkat partisipasi dibagi menjadi: volunteer inspiratif; volunteer inisiatif; volunteer aktif; volunteer pasif; volunteer integratif.Partisipasi masyarakat di dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan untuk membentuk kohesi sosial yang kuat antar warga. Mengikutsertakan individu dan masyarakat di dalam sebuah kegiatan kebudayaan dapat membentuk sikap dan keadaban kewarganegaraan yang kuat. Keterlibatan volunteer berpartisipasi di dalam Festival Krakatau ke-27 di Provinsi Lampung, Indonesia menunjukkan bahwa adanya kepedulian, keikhlasan, dan kerja sama yang dibangun di dalam masyarakat. Rumusan masalah penelitian mencakup: 1) Keterlibatan individu dan masyarakat di dalam penyelenggaraan Festival Krakatau; 2) Keterlibatan warga negara muda (volunteer) di dalam Festival Krakatau untuk pengembangan keadaban kewarganegaraan; 3) Festival Krakatau berkontribusi menjadi media dalam pengembangan keadaban kewarganegaraan. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi dan menemukan bentuk keterlibatan warga negara di dalam kegiatan kemasyarakatan yang diikuti oleh warga negara muda dan dampak positif atas partisipasi yang dilakukan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan ethnografi dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi dari responden yang terlibat langsung di dalam festival. Triangulasi dilakukan untuk mengolah data berdasarkan data hasil observasi, wawancara, dan teori. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) festival mengaktifkan kerja sosial atau voluntary activities yang melibatkan orang-orang muda berpotensi dari berbagai latar belakang; 2) Festival Krakatau memunculkan digital volunteerism dengan melibatkan volunteer yang tidak hanya bekerja di lokasi kegiatan selama event berlangsung, tetapi juga bekerja secara daring untuk menjangkau ketersediaan informasi bagi digital citizen; 3) volunteer berdasarkan tingkat partisipasi dibagi menjadi: volunteer inspiratif; volunteer inisiatif; volunteer aktif; volunteer pasif; volunteer integratif.; Community participation in daily life is required to form strong social cohesion among citizens. Individuals and communities in a cultural activity can shape the attitude and civilization of strong citizenship. Volunteer involvement participated in the 27th Krakatau Festival in Lampung Province, Indonesia shows that there is concern, sincerity, and cooperation built in the community. The formulation of research problems includes: 1) Individual and community involvement in the Krakatau Festival; 2) Involvement of young citizens (volunteers) at the Krakatau Festival for the development of the civilization of citizenship; 3) The Krakatau Festival contributes to being a media in developing civilization of citizenship. The study aims to explore and discover the forms of citizen involvement in community activities that are followed by young citizens and the positive impact on participation undertaken. Qualitative research with an ethnographic approach was carried out to obtain data and information from respondents who were directly involved in the festival. Triangulation is done to process data based on data from observations, interviews, and theories. The results of the study found that 1) the festival activates social work or voluntary activities involving potential young people from various backgrounds; 2) The Krakatau Festival raises digital volunteerism by involving volunteers who not only work at the location of the activity during the event, but also work online to reach the availability of information for digital citizens; 3) volunteers based on participation level are divided into: inspirational volunteers; volunteer initiative; active volunteers; passive volunteer; integrative volunteer

    Administrasi negara

    No full text
    Buku ini berisi penyelenggaraan pemerintah dengan memperhatikan aspek pelayanan publik, pelayanan negara dan penyelenggaraan negara sebagai bagian dari kehidupan birokrasi dan mendukung aktivitas kehidupan masyarakat

    PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MENGOPTIMALISASIKAN PEMAHAMAN PERBEDAAN BUDAYA WARGA MASYARAKAT INDONESIA DALAM KAJIAN MANIFESTASI PLURALISME DI ERA GLOBALISASI

    No full text
    Pluralism in Indonesia is a wealth of experience to the citizens to be able to coexist in harmony. The main value of mutual respect and love between people is an important concern in Indonesia in the future to build a more cultured. Discourse of "global village" is a part of life's internalization structure that should be able to be adapted as a process of modern life in the era of globalization. Values ​​corresponding to the ideal conception of Indonesian culture can be developed that do not fade due process undertaken transnational citizens in generating diversity. Education, understanding, pluralistic, and democratic become an absolute key to contribute in teaching the people to live in harmony in unity and unity

    Beyond Civilizational Dilague, Nipponshi: Ruang Lingkup Identitas Nasional Bangsa Indonesia

    No full text
    Japanese culture is highly respected and maintained by its citizens. This study aimed to discuss the existence of Japan between 1944 and 1985 and the national identity of the Japanese people. The study used a non-interactive qualitative approach. This study used a non-interactive qualitative research approach, identified and researched concepts, then analyzed data and information about the history and existence of the Japanese nation including its development globally in the midst of international life. Japan, between 1944 and 1985, had entered a new era after the human tragedy, namely the bombing of Hiroshima and Nagasaki. Since the tragedy, Japan had undergone significant changes, namely better infrastructure. Besides, the Japanese were increasingly realizing that they were actually part of Asia. On this basis, the Japanese were called the Neoppons or the New Japanese. Japan’s unique national identity was reflected in the wa-ism philosophy, which was a concept of harmony between individuals and members of society

    Kekuatan Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Kepribadian Masyarakat Indonesia

    No full text
    This study aims to explore the role of Pancasila values in building the personality of the Indonesian people. Building and awakening human resources with Pancasila personality is done together with more peace, mutual respect, respect, understanding one culture with another culture, loving others, creating kinship and kinship. This research is a literature review by gathering various sources of information and facts from several literatures and documents directly related to the discussion. The results of this study Pancasila has provided a strong bond of unity in the midst of changes in people's lives in the era of globalization, Pancasila provides the power to deliver the Indonesian people to the era of glory as a dignified nation in civilization. Pancasila is able as a pillar of life such as economic, social, political, cultural, and defense and security directed towards the Unitary State of the Republic of Indonesia which has a personal Pancasila that embodies an advanced and religious Indonesia. Keywords: Indonesia, National values, Pancasila values     Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran nilai-nilai Pancasila dalam membangun kepribadian masyarakat Indonesia. Membangun dan membangkitkan sumber daya manusia yang berkepribadian Pancasila dilakukan secara bersama dengan lebih damai, saling menghargai, menghormati, memahami satu budaya dengan budaya yang lain, menyayangi sesama, menciptakan kekerabatan dan kekeluargaan. Penelitian ini adalah review literature dengan mengumpulkan berbagai sumber informasi dan fakta dari beberapa literatur dan dokumen yang terkait langsung dengan pembahasan. Hasil penelitian iini Pancasila telah memberikan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat ditengah-tengah perubahan kehidupan masyarakat dalam era globalisasi, Pancasila memberikan kekuatan untuk mengantarkan bangsa Indonesia menuju era kejayaan sebagai bangsa yang bermartabat dalam peradaban. Pancasila mampu sebagai pilar kehidupan seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pertahanan keamanan diarahkan untuk menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki diri pribadi Pancasila yang mewujudkan Indonesia yang maju dan religius. Kata Kunci: Indonesia, kepribadian bangsa, nilai-nilai Pancasil

    Pendidikan pancasila

    No full text
    corecore