5 research outputs found

    DEKOMPOSISI PEMBAKARAN MIKROALGA SPIRULINA PLATENSIS PADA VARIASI KADAR KATALIS ZINC OXIDESEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERBARUKAN

    No full text
    ABSTRAK   Huda, Muhammad Misbachul, Dekomposisi Pembakaran Mikroalga Spirulina Platensis Pada Variasi Kadar Katalis Zinc Oxide Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T.(II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T. Ph.D. Kata Kunci: Mikrolaga Spirulina platensis, Analisis thermogravimetric, dekomposisi pembakaran, ZnO. Menipisnya cadangan bahan bakar minyak dunia khususnya dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui telah menimbulkan masalah berupa krisis energi. Banyak cara menangani masalah ini salah satunya dengan penghematan penggunaan. Namun, penghematan saja belum cukup menyelesaikan masalah. Perlu ada tindakan lebih dari sekedar mengurangi pemakaian misalnya dengan menciptakan energi terbarukan. Mikroalga dengan laju pertumbuhannya yang cepat, dan telah dilakukan penelitian bahwa mikroalga dapat menghasilkan biofuel, yakni biodiesel dan bioethanol, menjadikan latar belakang tulisan ini untuk meneliti mikroalga sebagai bahan bakar alternatif terbarukan, dengan dilihat dari dekomposisi pembakaran menggunakan katalis zinc oxide. Pengujian dilakukan dengan mikroalga Spirulina p. dibakar dengan pada suhu ruangan hingga suhu 1200 oC dengan laju pemanasan 10 oC/min pada udara atmosphere dengan laju udara 50 ml/min. dengan didapatkan bahwa, semakin tinggi kadar katalis, semakin banyak pula massa Spirulina p. yang dilepaskan pada saat pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi pembakaran campuran mikroalga  Spirulina p. dan zinc oxide sebagai bahan bakar terbarukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian eksperimental. Metode tersebut merupakan metode yang mengidentifikasi sifat mendasar terlebih dahulu pada material yang diteliti kemudian dilakukan beberapa pengujian untuk diketahui data dan info tema penelitian yang diangkat. Berdasarkan hasil penelitian dekomposisi pembakaran mikroalga Spirulina p. terjadi pada 4 tahap pembakaran. Tahap pertama merupakan tahap pelepasan kandungan moisture, tahap kedua adalah tahap dimana volatil matters terlepas, kemudian tahap ke tiga proses terdekomposisi dan terlepasnya fixed carbon, serta tahap ke empat adalah tahap akhir dari dekomposisi pembakaran, tahap ini merupakan proses dekomposisi lambat abu. Dibandingkan di antara lima variasi, kadar zinc oxide yang paling baik digunakan untuk campuran biomassa mikroalga Spirulina p. adalah 6% dan 9 % dari massa total sampel. Penambahan 6% dan 9% katalis zinc oxide dapat mempercepat laju kehilangan massa, zinc oxide dengan kadar 6% dan 9% juga efektif digunakan untuk menghilangkan moisture, volatil matter, dan fixed carbon jika dibandingkan dengan zinc oxide dengan kadar 3%, 12% dan 15%. Selain itu zinc oxide dengan kadar 6% dan 9% mampu menurunkan temperatur pembakaran masing-masing sekitar 13,7 oC dan 10,9 oC  pada tahap pelepasan moisture. Zinc oxide dengan kadar 6%, dan 9% mampu menurunkan temperatur masing-masing sekitar 7 oC dan 4,8 oC pada laju pelepasan volatile matter. Pada pelepasan fixed carbon zinc oxide kadar 9% mampu menurunkan temperatur masing-masing sekitar 5 oC

    Pemberdayaan Remaja Masjid Melalui Revitalisasi Kepengurusandi Masjid Al-Huda Kota Batu

    No full text
    Abstract The mosque functions as a central hub for Muslim worship and social activities. It plays a strategic role in community development, particularly in nurturing the younger generation as prospective future leaders. However, for more than 27 years, Al-Huda Mosque in Batu City located in Junrejo District, Dadaprejo Village experienced a vacancy in the management of the mosque youth organization (Remaja Masjid/Remas), with all activities being handled entirely by the takmir (mosque management board). This community service program employed a Participatory Action Research (PAR) approach, involving collaborative planning, action, observation, and reflection with local stakeholders. The program resulted in the revitalization of the mosque youth organization, increased youth participation, and the establishment of sustainable mosque activities. This initiative fosters leadership regeneration and social change by emphasizing participatory strategies to revive a previously inactive religious youth organization. Keywords: Empowerment, Mosque Youth Organization, Management Revitalization. Abstrak Masjid berfungsi sebagai pusat utama bagi ibadah muslim dan kegiatan sosial. Memiliki peran strategis dalam pengembangan komunitas, khususnya dalam membina generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. Namun, ternyata selama kurun waktu lebih dari 27 tahun, Masjid Al-Huda di Kota Batu kecamatan Junrejo, kelurahan Dadaprejo ini mengalami kekosongan dalam pengelolaan remaja masjid (Remas), dan seluruh kegiatan ditangani sepenuhnya oleh pengurus takmir. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi secara kolaboratif dengan para pemangku kepentingan lokal. Program ini menghasilkan reformasi Remas, peningkatan partisipasi remaja, dan kegiatan masjid yang berkelanjutan. Inisiatif ini mendorong regenerasi kepemimpinan dan perubahan sosial, dengan menekankan strategi partisipatif untuk menghidupkan kembali organisasi remaja keagamaan yang sempat vakum. Kata Kunci: Pemberdayaan, Remaja Masjid, Revitalisasi Kepengurusan

    Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information), Vol 7, No 2 June 2014

    No full text
    MACULAR EDEMA CLASSIFICATION USING SELF-ORGANIZING MAP AND GENERALIZED LEARNING VECTOR QUANTIZATION Rizal Adi Saputra, Yuwanda Purnamasari Pasrun, Amaliya Nurani Basyarah DIVERSITY-BASED ATTRIBUTE WEIGHTING FOR K-MODES CLUSTERING Muhammad Misbachul Huda, Dian Rahma Hayun, Annisaa Sri Indarwanti THE PAR (PEER ASSESSMENT RATING) CALCULATION ON 2 DIMENSIONAL TEETH MODEL IMAGE FOR THE CENTERLINE COMPONENT AND TEETH SEGMENTATION ON THE OCCLUSAL SURFACE TEETH MODEL IMAGE Hanif Arief Wisesa, Ratna Rustamadji, Miesje Karmiati Purwanegara, Benny Hardjono ADAPTIVE ANT COLONY OPTIMIZATION BASED GRADIENT FOR EDGE DETECTION Febri Liantoni, Kartika Candra Kirana, Tri Hadiah Muliawati MULTITHRESHOLDING IN GRAYSCALE IMAGE USING PEA FINDING APPROACH AND HIERARCHICAL CLUSTER ANALYSIS Cahyono Cahyono, Gigih Prasetyo, Adrianus Yoza, Ramadhan Hani AUTOMATIC ARRHYTHMIAS DETECTION USING VARIOUS TYPES OF ARTIFICIAL NEURAL NETWORK BASED LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) Diane Fitria, Muhammad Anwar Ma\u27sum, Elly Matul Imah, Alexander Agung Gunawan SIMILARITY BASED ENTROPY ON FEATURE SELECTION FOR HIGH DIMENSIONAL DATA CLASSIFICATION Jayanti Yusmah Sari, Mutmainnah Muchtar, Mohammad Zarkasi, Agus Zainal Arifin IMPLEMENTATION OF IMAGE PROCESSING ALGORITHMS AND GLVQ TO TRACK AN OBJECT USING AR.DRONE CAMERA Muhammad Nanda Kurniawan, Didit Widiyant

    DIVERSITY-BASED ATTRIBUTE WEIGHTING FOR K-MODES CLUSTERING

    No full text
    Abstract Categorical data is a kind of data that is used for computational in computer science. To obtain the information from categorical data input, it needs a clustering algorithm. There are so many clustering algorithms that are given by the researchers. One of the clustering algorithms for categorical data is k-modes. K-modes uses a simple matching approach. This simple matching approach uses similarity values. In K-modes, the two similar objects have similarity value 1, and 0 if it is otherwise. Actually, in each attribute, there are some kinds of different attribute value and each kind of attribute value has different number. The similarity value 0 and 1 is not enough to represent the real semantic distance between a data object and a cluster. Thus in this paper, we generalize a k-modes algorithm for categorical data by adding the weight and diversity value of each attribute value to optimize categorical data clustering
    corecore