1,722,406 research outputs found

    Pemikiran politik Khalid Muhammad Khalid

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang pemikiran politik Khalid Muhammad Khalid. Khalid Muhammad Khalid mengalami dualisme pemikiran politik. Pada tahun 1950an, ketika menulis “Min Hunā Nabda’” beliau berpandangan agama bukan negara, maka harus ada pemisahan antara agama dan negara. Menurutnya, harus ada pemurnian agama (Islam) dari kependetaan, menegakkan konsep sosialisme dalam kehidupan masyarakat, menjauhkan keinginan untuk memiliki pemerintahan relijius, dan memberikan kebebasan berpolitik bagi perempuan. Namun, pada tahun 1980an Khalid menulis buku “al-Daulah fi al-Islām”. Dalam bukunya tersebut, beliau merevisi pandangannya terdahulu tentang pemisahan agama dan negara, dan mengatakan bahwa agama juga mengatur negara. Maka, Islam adalah agama dan negara. Pemikirannya dipengaruhi oleh kondisi sosial politik Mesir ketika itu, dan kedekatannya dengan Ikhwan al-Muslimin. Dualisme pemikiran politik Islam Khalid Muhammad Khalid merupakan hal yang wajar dalam konteks pemikiran. Berdasarkan konsep hubungan agama dan negara, diketahui bahwa pemikiran Khalid Muhammad Khalid yang tertuang dalam buku “Min Hunā Nabda’” yang memisahkan agama dan negara termasuk tokoh dari golongan yang bersifat sekularistik. Namun, setelah perubahan pemikirannya tentang negara dalam buku “al-Daulah fi al-Islam”, yang menyatukan agama dan negara, maka Khalid Muhammad Khalid menjadi tokoh dari golongan yang bersifat simbiotik, bahwa agama dan negara saling membutuhkan

    Transkrip temubual bersama tokoh ketenteraan Encik Abdul Malik bin Hashim mengenai: pengalaman beliau sebagai anggota tentera / Mohamad Amirul Syah Mohd Kasim and Muhammad Khalid Nor Hisham

    Full text link
    Transkrip ini mengandungi temubual bersama Encik Abdul Malik bin Hashim mengenai pengalaman beliau sebagai anggota tentera. Beliau merupakan tokoh ketenteraan di Kampung Tebing Tinggi. Saya, Mohamad Amirul Syah bin Mohd Kasim serta Muhammad Khalid bin Nor Hisham telah menemubual beliau di Pejabat Perladangan AMH Enterprise di Kampung Tebing Tinggi, Johor pada hari Sabtu bersamaan 13 Jun 2015 pada jam dua petang dan berakhir pada jam empat sepuluh petang. Encik Abdul Malik Hashim merupakan bekas tentera yang mempunyai pengalaman melebihi dua puluh tahun dalam bidang ketenteraan, serta pernah berkhidmat dalam bidang logistik selama 6 tahun

    ISIM’s New Academic Director Muhammad Khalid Masud

    Full text link
    Professor Muhammad Khalid Masud has recently been named Academic Director of the ISIM for three years. He succeeds Professor Wim Stokhof who, as Director in Charge, laid the foundations of the Institute and led the search for an Academic Director. We will miss the distinctive presence of Wim Stokhof, but we are delighted with the arrival of Muhammad Masud at the ISIM. Masud joins the ISIM from the Islamic Research Institute (IRI), International Islamic University, Islamabad, Pakistan, where he was professor and head of the Islamic Law and Jurisprudence Unit

    Report on Ideas and Work and Legacy of Islamic thinker Khalid Muhammad Khalid

    No full text
    تقرير حول عطاء و أعمال و أفكار المفكر الإسلامي خالد محمد خالد بعد رحيله. جائت بهذا التقرير إيمان رافع.A report on the ideas and work and legacy of Islamic thinker Khalid Muhammad Khalid after his passing. Report by Iman Rafi

    A comparison of tests of equality of covariance matrices : with special reference to the case of cluster sampling

    No full text
    In this thesis we compare tests of the equality of two covariance matrices. The distribution of likelihood ratio test for elliptical distributions is obtained. The One and Two moments adjustments to the test are proposed. The size, power and asymptotic convergence of normal-theory, asymptotically robust and elliptical-theory tests are examined for samples from normal, hypothetical non-normal and natural populations. Our proposed elliptical-theory tests perform very well with large samples from elliptical distributions. For moderate size of bivariate non-normal samples the standard error test is recommended. Estimators of asymptotic covariance matrices of vectors of second-order sample moments under cluster sampling from finite populations consisting of separate clusters are obtained using the delta method. When finite populations cut across the clusters an estimator of the covariance matrix of the difference between vectors of second-order moments from first and second cluster samples is also obtained. The standard error test for both types of finite populations is based on the respective estimators. The further empirical study only for asymptotically robust tests is based on cluster samples from normal and non-normal distributions with different levels of intracluster correlation, number of primary and secondary units. Independent and dependent cluster samples from natural populations are drawn. The effects of sampling design are examined. Applicability of transformations of second-order sample moments is established. Again the standard error test is found reasonable for moderate size of non-normal samples. Asymptotically robust tests for stratified cluster sampling are also described. (D72488/87)</p

    محمد خالد اختر کے اسفار کا اختصاصی پہلو: SPECIFIC ASPECT OF MUHAMMAD KHALID AKHTAR'S TRAVELS

    No full text
    Muhammad Khalid Akhtar is a famous writer of Urdu literature. The collection of his travelogues "Mohammad Khalid Akhtar" is based on his travels in 5 years. The greatest achievement of any writer is that his interest in writing is maintained. Muhammad Khalid Akhtar's travels are intellectually evolving. Interesting and realistic contemporary in the travels of Mohammad Khalid Akhtar Includes image based on His powers of observation are admirable and his style of writing is very attractive. During his travels, Mohammad Khalid Akhtar gives various fictitious names keeping in view the appearance, shape and speech of the people he encounters, in which famous characters of Western novels are prominent. This style of theirs fascinates the reader

    NILAI-NILAI KARAKTER DALAM BUKU MA’ARIFUL AULIA KARYA MUHAMMAD KHALID TSABIT DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM

    Full text link
    ABSTRAK Karakter adalah jati diri yang melekat dalam diri seseorang. Banyak sekali sarana yang dapat menumbuhkan karakter salah satunya yaitu melalui sebuah buku. Buku dapat menjadi salah salah satu sarana dalam menumbuhkan karakter seseorang, salah satunya apabila buku tersebut dapat memberikan umpan balik yang baik terhadap kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehingga dapat menjadi pelajaran ataupun dipraktikan kembali oleh seseorang dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku Ma‟ariful Aulia karya Muhammad Khalid Tsabit dan untuk mengetahui relevansi nilai-nilai karakter dalam buku Ma‟ariful Aulia karya Muhammad Khalid Tsabit terhadap pendidikan Islam. Manfaat penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada pembaca akan pentingnya pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Library Research dengan metode pengumpulan data metode dokumentasi dan teknik analisis data Content Analysis. Dalam penelitian ini obyek berupa nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku Ma‟ariful Aulia karya Muhammad Khalid Tsabit, dimana kegiatan peneliti ialah membaca teks buku Ma‟ariful Aulia karya Muhammad Khalid Tsabit dan peneliti membaca, mengenali, mengidentifikasi satuan-satuan tutur yang merupakan penanda dalam gagasan-gagasan dan pokok pikiran hingga menjadi sebuah keutuhan makna dan menemukan nilai-nilai karakter tersebut. Hasil temuan dari penelitian ini ialah menjelaskan bahwasannya di dalam buku Ma‟ariful Aulia terdapat 4 nilai karakter yang menjadi bahasan fokus peneliti, yaitu Nilai karakter Religius, Nilai karakter Rendah Hati, Nilai karakter Pantang Menyerah dan Nilai karakter Rasa Ingin Tahu. Nilai karakter yang terdapat di dalam buku Ma‟ariful Aulia ialah nilai karakter Religius (Meyakini bahwa segala sesuatu sudah memiliki ketetapan), Rendah Hati (Jangan menganggap orang lain lebih rendah dan mengganggap diri lebih baik), Pantang menyerah (Jangan berputus asa walapun kegagalan sering terjadi), dan Rasa ingin tahu (Jangan terlalu cepat mengambil pemahaman terhadap iisesuatu yang tidak diketahui). Adapun relevansinya komponen pendidikan Islam, yaitu tujuan pendidikan Islam dan pendidik. Relevansi antara keduanya dikarenakan kisah dan nasihat yang terdapat dalam buku ini dapat menjadi sarana dalam pembentukan karakter (religius, rendah hati, pantang menyerah dan rasa ingin tahu) karena peristiwa yang terdapat dalam kisah tersebut dapat memberikan pelajaran atau sikap yang baik dalam menghadapi suatu kejadian. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yaitu untuk membentuk manusia yang Insan Kamil. Pembentukan tersebut dapat melalui kisah-kisah atau nasihat yang terdapat dalam buku ini. Selanjutnya bagi pendidik (khususnya guru Pendidikan Agama Islam), kisah-kisah yang terdapat dalam buku ini dapat menjadi referensi tambahan bagi materi-materi tertentu sebagai kontekstualisasi terhadap materi yang telah disampaikan. Kata Kunci: Nilai-nilai karakter, Pendidikan Isla

    Potret Sejarah Kelam Islam Dalam Novel Abna`U Al Rasul Fi Karbala Karya Khalid Muhammad Khalid: Kajian Mimesis

    No full text
    Novel Abna`u Al Rasul fi Karbala karya Khalid Muhammad Khalid menampilkan kisah yang mencerminkan realitas sosial, politik, dan keagamaan pada masa awal Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mimesis dalam novel Abna`u Al Rasul fi Karbala karya Khalid Muhammad Khalid yang meliputi tokoh dan penokohan, latar dan peristiwa dalam kehidupan nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Sumber data yang digunakan adalah novel Abna`u Al Rasul fi Karbala. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data non statistik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam novel Abna`u Al Rasul fi Karbala terdapat cerminan peristiwa nyata, seperti fanatik kesukuan, perebutan kekuasaan, peperangan, penderitaan kemanusiaan, politik dan masyarakat Kufah, dan retorika kepemimpinan. &nbsp; Kata kunci: Mimesis; Sejarah Islam; Nove

    Hierarki Kebutuhan Bilal bin Rabah Dalam Kitab Rijalun Haula Ar-Rasul Karya Khalid Muhammad Khalid

    No full text
    Karya sastra merupakan cerminan kehidupan manusia yang memuat nilai, emosi, dan pengalaman batin yang kompleks. Melalui tokoh-tokohnya, karya sastra tidak hanya menampilkan kisah, tetapi juga menggambarkan dimensi psikologis manusia yang menarik untuk dikaji. Salah satu karya yang merefleksikan nilai kemanusiaan dan spiritualitas ialah kisah Bilal bin Rabah dalam kitab Rijalun Haula ar-Rasul karya Khalid Muhammad Khalid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hierarki kebutuhan Bilal bin Rabah berdasarkan teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow yang meliputi kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap teks, kemudian dianalisis menggunakan teori Maslow untuk menafsirkan motivasi dan kebutuhan tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bilal telah melalui lima tahap kebutuhan manusia. Ia bertahan hidup dalam penderitaan (kebutuhan fisiologis), memperoleh rasa aman setelah dimerdekakan oleh Abu Bakar (rasa aman), mendapat kasih sayang Rasulullah dan sahabat (sosial), memperoleh penghargaan sebagai muadzin pertama (penghargaan), dan mencapai puncak spiritualitas melalui keteguhan iman serta25Fakultas Adab dan Humaniora - UIN Sunan Ampel SurabayaSurabaya, 03 November 2025pengabdian kepada Allah (aktualisasi diri). Dengan demikian, kisah Bilal bin Rabah menggambarkan proses pemenuhan kebutuhan manusia menuju kesempurnaan spiritual, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sastra Arab dalam perspektif psikologi humanistik. Kata kunci: Hierarki Kebutuhan, Bilal bin Rabah, Khalid Muhammad Khalid, Psikologi Sastra, Abraham Maslow

    محمدخالداختر کے ناول’’چاکی واڑہ میں وصال‘‘ کےمزاحیہ کردار: The Humoristic Characters of Muhammad Khalid Akhtar's novel "Chakki Wada Mein Wisaal"

    No full text
    "Chakki Wada Mein Wisaal" is the novel of Muhammad Khalid Akhtar which influenced Urdu literature and every class of readers and this novel became his fame. He was undoubtedly a writer of a unique style. His novel "Chakki Wada Mein Wisaal" is an interesting creation. The famous poet and writer Faiz Ahmad Faiz called this novel by Muhammad Khalid Akhtar as an important novel of Urdu and also intended to make a movie on it. Muhammad Khalid Akhtar chose humor in the House of Literature. In the two layers of identification of hypocrisy and understanding of human stupidity, Khalid's inclination was towards satire. In prose, Khalid's style of feeling is dominated by the color of the West. He actually conveys the impermanence that is characteristic of modern thought through the seemingly uncut translation of the English narrative. To read Khalid Akhtar is not to meet the modern man, but to meet modernity itself. In this article the Humoristic characters including Iqbal Hassan Changezi and Shekh Qurban Ali Kattar etc. has been discussed
    corecore