5 research outputs found
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SERIRAMA YLPI PEKANBARU
ABSTRAK
Muhammad khadapi (2024) Implementasi Strategi Pemasaran Pendidikan di
Sekolah Menengah Atas YLPI Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi pemasaran
pendidikan di SMA Serirama YLPI Pekanbaru serta faktor pendukung dan
penghambatnya. Rumusan masalah penelitian meliputi: (1) Bagaimana
implementasi strategi pemasaran di SMA Serirama YLPI Pekanbaru? (2) Apa saja
faktor pendukung dan penghambat keberhasilan strategi pemasaran tersebut?
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data
diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
strategi pemasaran yang diterapkan mencakup bauran pemasaran pendidikan (7P),
yaitu produk, harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Implementasi
strategi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya,
kurangnya promosi digital, rendahnya keterlibatan staf dalam pemasaran, serta
ketatnya persaingan dengan sekolah lain. Selain itu, faktor internal seperti
kebijakan sekolah dan kualitas pendidikan, serta faktor eksternal seperti preferensi
pasar dan kondisi sosial-ekonomi, turut memengaruhi keberhasilan strategi
pemasaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan promosi digital melalui
media sosial, peningkatan pelatihan sumber daya manusia, dan optimalisasi
evaluasi strategi secara berkala. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat
meningkatkan citra sekolah, menarik minat calon siswa, serta mendukung
keberlanjutan lembaga pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi
pengembangan strategi pemasaran pendidikan, khususnya pada sekolah menengah
atas swasta di lingkungan yang kompetitif.
Kata Kunci: Strategi pemasaran Pendidikan, bauran pemasaran
IMPLEMENTASI KEMITRAAN LEMBAGA DENGAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN
Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetika, tetapi juga oleh lingkungan dan pendidikan yang diberikan oleh orang tua, masyarakat dan lembaga pendidikan (TPQ) sangat penting dalam membentuk anak menjadi individu yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kemitraan antara lembaga dan orang tua dalam pembentukan karakter anak-anak di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). Kemitraan antara lembaga Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dengan orang tua memegang peran penting dalam pembentukan karakter moral anak. TPQ berperan sebagai lembaga pendidikan agama yang menyediakan pendidikan formal tentang nilai-nilai Islam, sedangkan orang tua memiliki peran utama dalam mendukung dan memperkuat nilai-nilai tersebut di kehidupan sehari-hari anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penetapan informan dengan teknik purposive sampling yaitu cara menentukan informan yang ditetapkan secara sengaja atas dasar kriteria atau pertimbangan tertentu. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, dengan langkah-langkah: redukatif data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Kemitraan yang erat antara TPQ dan orang tua memastikan bahwa anak-anak menerima pendidikan moral yang konsisten dan terintegrasi antara lingkungan pendidikan formal di TPQ dan pengalaman sehari-hari di rumah. Hal ini tidak hanya membantu membangun fondasi moral yang kokoh dalam diri anak-anak, tetapi juga membantu mereka mengembangkan sikap yang bertanggung jawab, beretika baik, dan penuh toleransi dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta berinteraksi dengan masyarakat. Kesimpulannya bahwa menunjukkan bahwa kolaborasi yang erat antara lembaga pendidikan (TPQ) dan orang tua memainkan peran penting dalam pembentukan karakter anak. Kerjasama ini memungkinkan lembaga untuk menyediakan pendidikan agama dan moral yang terstruktur, sementara orang tua memberikan dukungan dan penguatan nilai-nilai tersebut di lingkungan rumah. Hasilnya menekankan bahwa kemitraan yang efektif antara lembaga dan orang tua adalah kunci dalam memperkuat pendidikan karakter anak-anak dalam konteks keagamaan seperti TPQ.
Kata Kunci: Kemitraan, Pembentukan Karakter Anak.
Child development is not only influenced by genetic factors, but also by the environment and education provided by parents, society and educational institutions (TPQ) which is very important in shaping children into quality individuals. This research aims to explore the implementation of partnerships between institutions and parents in forming children's character at the Al-Quran Education Park (TPQ). The partnership between the Al-Quran Education Park (TPQ) institution and parents plays an important role in forming children's moral character. TPQ acts as a religious education institution that provides formal education about Islamic values, while parents have a major role in supporting and strengthening these values in children's daily lives. This research uses qualitative methods to gain in-depth understanding. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Determining informants using a purposive sampling technique is a method of determining informants who are determined deliberately based on certain criteria or considerations. Data analysis was carried out using descriptive analysis, with the steps: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that: The close partnership between TPQ and parents ensures that children receive consistent and integrated moral education between the formal educational environment at TPQ and everyday experiences at home. This not only helps build a solid moral foundation in children, but also helps them develop responsible, ethical and tolerant attitudes in living their daily lives and interacting with society. The conclusion shows that close collaboration between educational institutions (TPQ) and parents plays an important role in forming children's character. This collaboration allows institutions to provide structured religious and moral education, while parents provide support and reinforcement of these values in the home environment. The results emphasize that effective partnerships between institutions and parents are key in strengthening children's character education in religious contexts such as TPQ.
Keywords: Partnership, Children's Character Formation
PENDAFTARAN HAK ATAS TANAH DI DESA AIR TELUK KIRI KABUPATEN ASAHAN
Perjanjian sewa menyewa merupakan bentuk perikatan yang lazim digunakan dalam transaksi jasa transportasi, termasuk rental mobil. Namun, dalam praktiknya, masih banyak perjanjian sewa mobil yang dilakukan secara lisan tanpa bukti tertulis, yang pada akhirnya memunculkan persoalan hukum, terutama ketika terjadi wanprestasi dari pihak penyewa. Studi ini mengkaji permasalahan wanprestasi dalam sewa mobil tanpa perjanjian tertulis pada UD. Rizki Transportasi, sebuah usaha rental mobil di Kisaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi, dampaknya terhadap pihak penyedia jasa, serta upaya hukum yang ditempuh untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dengan teknik kualitatif deskriptif melalui wawancara langsung dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan perjanjian tertulis menimbulkan kelemahan dalam pembuktian, memperbesar risiko kerugian, serta menyulitkan penegakan hak oleh pihak penyewa. Selain itu, upaya penyelesaian lebih banyak mengandalkan pendekatan kekeluargaan atau negosiasi non-formal karena keterbatasan alat bukti dalam proses litigasi. Kajian ini memberikan kontribusi dalam mendorong praktik penyewaan yang lebih tertib hukum melalui kontrak tertulis serta perlunya edukasi hukum bagi pelaku usaha kecil di bidang transportasi
Analisis Konsumsi Energi Listrik pada Mesin Pengering Cabai dengan Variasi Suhu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi dan efisiensi energi Listrik pada mesin pengering cabai dengan variasi suhu dalam durasi waktu 8, 10, 12, 14 dan 16 jam. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa adanya peningkatan suhu dan durasi pengeringan sebanding dengan konsumsi energi. Pada suhu 50°C, energi yang digunakan meningkat dari 2,88 kWh dalam durasi 8 jam menjadi 5,77 kWh dalam durasi 16 jam, sedangkan pada suhu 70°C, konsumsi energi mencapai 7,77 kWh dalam durasi 12 jam. Efisiensi energi tertinggi sebesar 8,06% diperoleh pada suhu 50°C selama 16 jam. Laju pengeringan juga meningkat seiring suhu dan waktu dengan nilai tertinggi 1,06 gram/menit pada suhu 70°C selama 12 jam. Namun, kombinasi suhu dan durasi tinggi dapat menyebabkan tekstur cabai menjadi terlalu kering atau keras, serta meningkatkan biaya energi hingga Rp11.655. Oleh karena itu, pemilihan suhu dan waktu pengeringan harus diatur secara tepat untuk mencapai efisiensi, kualitas, dan kecepatan pengeringan yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi energi listrik pada mesin pengering cabai, serta memperoleh efisiensi energi pada variasi suhu 50°C, 60°C, dan 70°C dalam durasi waktu 8, 10, 12, 14 dan 16 jam. Pada penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan durasi pengeringan berbanding lurus dengan konsumsi energi yang digunakan. Pada suhu 50°C, konsumsi energi meningkat dari 2,88 kWh selama 8 jam menjadi 5,77 kWh selama waktu 16 jam. Sementara itu, pada suhu 70°C, konsumsi energi mencapai 7,77 kWh dalam durasi 12 jam. Dari perspektif efisiensi, suhu 50°C selama 16 jam menghasilkan efisiensi energi optimal sebesar 8,06%. Oleh karena itu, pemilihan suhu dan durasi pengeringan perlu disesuaikan untuk mencapai keseimbangan antara kecepatan pengeringan dan efisiensi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan lamanya durasi pengeringan maka semakin tinggi laju pengeringan. Suhu 70°C selama 12 jam mendapatkan laju pengeringan 1,06 gram/menit, suhu dan waktu ini juga berpengaruh terhadap tekstur cabai yaitu menjadi terlalu kering atau bahkan menjadi keras selain itu biaya konsumsi energi juga berpengaruh yaitu Rp.11,655, sehingga pemilihan suhu dan waktu pengeringan perlu diperhatikan agar proses pengeringan cabai yang diharapkan dapat optimal
PENERAPAN PROGRAM MEMBACA NYARING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DI SDN 140 SELUMA
Kemampuan literasi menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran anak sekolah dasar. Namun, rendahnya minat baca dan pemahaman isi bacaan bagi anak-anak menjadi masalah utama disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kegiatan membaca nyaring dengan metode observasi langsung dan wawancara dengan siswa-siswi kelas 3 sampai kelas 5 di SDN 140 Seluma yang dilakukan selama seminggu. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik membaca nyaring yang digunakan yaitu membaca buku dengan memperhatikan intonasi kata dalam menceritakaan isi buku, serta melafalkan huruf vocal maupun konsonan dengan ekspresi menyesuaikan isi buku bacaan yang sedang dibacakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa membaca nyaring sangat berdampak untuk meningkatkan kemampuan literasi dari peningkatan minat baca, memahami isi buku bacaan, memperluas kosa kata dan perkembangan keberanian siswa-siswi serta siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran literasi. Membaca nyaring mampu menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah dasar terutama untuk interaksi aktif antar pembaca dan pendengar.
Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Membaca Nyaring, Minat Baca, Teknik Membaca Nyaring, Peningkatan Literasi, Pemahaman Bacaan 
