26 research outputs found
Pengembangan E-Modul Tentang Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya Untuk Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X Boga di SMK Muhammadiyah 3 Singosari
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL TENTANG PERJUANGAN KEMERDEKAAN DI MALANG RAYA UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAHMuhammad Haris Akbar , Ari Sapto , Yuliati Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jln. Semarang 5 Malang 65145e-mail: [email protected] ABSTRAK: Penelitian pengembangan ini didasari oleh terbatasnya sumber belajar pada mata pelajaran sejarah. Media pembelajaran sejarah e-modul ini merupakan suatu hasil dari pengembangan yang berdasarkan dari potensi masalah yang ada sehingga dikembangkanlah media pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran e-modul tentang Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya untuk kelas X Boga di SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Produk ini telah melalui tahap validasi ahli materi, ahli media, dan uji coba produk kelompok kecil, serta uji coba pemakaian kelompok besar. Berdasarkan hasil validasi, media pembelajaran e-modul ini dinyatakan sangat valid atau sangat baik digunakan dalam pembelajaran sejarah. Kata Kunci: E-modul, Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya, Pembelajaran Sejarah ABSTRACT: This research development is based on limited learning resources on historical subjects. This E-module is a result of development based on the potential problems that exist so that the learning media is developed. The purpose of this research is to produce E-module learning media development products about the struggle of Independence in Malang Raya for the Boga X class at the Muhammadiyah 3 Singosari Vocational School. This product has gone through the validation stage of material experts, media experts, and small group product trials, as well as large group usage trials. Based on the results of validation, E-module learning media is stated to be very valid or very well used in historical learning. Keywords: E-module, Struggle of Independence in Malang Raya, History LearningPembelajaran menurut Rusman (2017: 84) pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Perubahan dinamika dalam pembelajaran di era sekarang sangat berbeda jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu dalam dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar sekarang sedikit banyak harus melibatkan media pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran sejarah merupakan suatu aktivitas belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan cara menjelaskan pada siswa tentang gambaran kehidupan masyarakat masa lampau yang menyangkut peristiwa-peristiwa penting dan memiliki arti khusus (Latief, 2006: 99).Sumber belajar berupa media pembelajaran e-modul dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan dan keterampilan dalam proses belajar mengajar (Mulyasa, 2004: 48). Upaya yang dilakukan untuk memenuhi sumber belajar siswa yakni dengan menggunakan media pembelajaran yang sederhana, agar siswa dapat mengaksesnya secara mudah. Untuk itu perlu adanya alternatif baru dalam pembelajaran yang dapat memotivasi siswa agar lebih bersemangat dalam belajar sejarah. Alternatif yang ditawarkan yakni berupa e-modul. Menurut Fausih (2014: 4) bahwa e-modul memiliki karakteristik dapat dipelajari dimanapun dan kapanpun oleh siswa, siswa tidak bergantung pada orang lain (self instructional), e-modul memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.Media pembelajaran berupa e-modul ini berbasis pada android. Jadi hanya handphone yang menggunakan sistem android yang dapat mendownload aplikasi yang telah disediakan. Selain hanya berbasis android, e-modul ini menggunakan sistem offline untuk memudahkan siswa yang tidak memiliki jaringan internet (tidak memiliki paket internet). Alasan peneliti menggunakan media pembelajaran e-modul hanya terbatas hanya di sistem android ialah, sesuai observasi awal yang dilakukan oleh peneliti yakni siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari banyak menggunakan handphone yang berbasis android. Alasan lainnya mengapa e-modul ini tidak menggunakan sistem online adalah karena di SMK Muhammadiyah 3 Singosari khususnya di dalam kelas signal masih sangat susah ditangkap oleh handphone, oleh karena itu peneliti lebih memilih media pembelajaran ini digunakan secara offline.Penelitian terdahulu yang menjadi acuan peneliti yakni penelitian milik Eka Triya Agustina tahun 2014. Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Pengembangan Media Pembelajaran E-modul Sejarah Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Srengat Pada Awal Perkembangan Islam di Indonesia”. Penelitian Eka Triyana ini gunanya untuk mengetahui efektif tidaknya pembelajaran E-modul dalam pembelajaran Sejarah. Selanjutnya penelitian terdahulu yang lain ialah milik Irma Erfiana Tahun 2017. Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Pengembangan Modul Sejarah Islam di Malang Sebagai Sumber Pembelajaran Siswa Pada Matapelajaran Sejarah Kelas X di SMK Negeri 7 Malang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran dengan hasil dari validasi para ahli diperoleh presentase sebesar 88,56%. Penelitian terdahulu yang diambil ialah penelitian milik Anita Sari tahun 2017. Mahasiswa jurusan Sejarah yang membahas tentang “Pengembangan Media E-Book Sejarah Berbasis 3D Pageflip Pada Materi Kehidupan Masyarakat Indonesia Masa Pendudukan Jepang di SMAN Kabuh”. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan diatas yaitu terletak pada struktur penyusunan e-modul, materi yang dilampirkan serta aplikasi yang digunakan untuk pengembangan e-modul tersebut. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan berupa media pembelajaran e-modul tentang materi sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya. METODEModel Penelitian dan PengembanganPenelitian ini nantinya akan mengarah pada penelitian pengembangan. Model yang digunakan dalam pengembangan e-modul sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya adalah Research and Development (R&D). Menurut Sukamdinata (2013: 164) penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau penyempurnaan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya penelitian ini dapat, dikatakan bahwa tujuan penyusunan produk ini untuk memberi kemudahan pada siswa khususnya dalam pembelajaran sejarah. Model pengembangan ini secara khsusus membahas tentang pengembangan media pembelajaran khusunya e-modul yang masih sangat minim pada tempat yang akan diteliti.Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan seperti dijelaskan Sugiyono (2016: 409) adalah sebagai berikut:1) Potensi dan masalah,2) Pengumpulan data,3) Desain produk,4) Validasi desain,5) Revisi Desain,6) Uji coba produk,7) Revisi produk,8) Uji coba pemakaian,9) Revisi produk, dan10) Produksi missal.Akan tetapi, dalam melakukan penelitian pengembangan ini, peneliti memodifikasi model pengembangan yang dipaparkan oleh Sugiyono dengan menghapus satu langkah, yaitu produksi missal. Hal tersebut dilakukan oleh peneliti karena menurut peneliti, langkah-langkah hasil modifikasi sudah mencakup keseluruhan tujuan dari penelitian. Selain itu, keterbatasan waktu dan biaya juga menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk memodifikasi langkah-langkah tersebut. Langkah-langkah yang telah dimodifikasi ialah sebagai berikutL1) Potensi dan masalah,2) Pengumpulan data,3) Desain produk,4) Validasi desain,5) Revisi Produk,6) Uji coba produk kelompok kecil,7) Revisi produk,8) Uji coba pemakaian kelompok besar, dan9) Revisi produk akhir.Media pembelajaran e-modul ini terdapat dua tahapan validasi. Yang pertama yakni validasi materi yang dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A, sedangkan validasi media dilakukan oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. Setelah melalui tahap validasi, selanjutnya dilaksanakan uji coba produk kelompok kecil yang dilakukan pada 8 siswa atau responden di kelas X Boga. Setelah melakukan uji coba produk kelompok kecil, berikutnya uji coba pemakaian kelompok besar, dengan jumlah 30 siswa atau responden.Instrumen pada pengumpulan data dalam penelitian dan pengembangan ini ialah dengan menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada saat validasi ahli dan juga saat uji coba lapangan, dimana peniliti mendapat masukan dari validator, guru pengajar serta siswa yang di uji coba. Sedangkan observasi dilakukan pada saat uji coba lapangan dengan melihat penggunaan produk sebagai media pembelajaran oleh siswa. Angket tersebut berisi tentang seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para siswa untuk dijawab. Hasil dari angket yang telah diberikan nantinya digunakan untuk mengetahui kevalidan dari media pembelajaran e-modul.Analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Setelah pembuatan bahan ajar berupa e-modul selesai, maka selanjutnya akan dilakukan proses validasi kepada ahli materi dan ahli media. Tujuan untuk dilakukannya validasi ialah untuk mengukur kesesuaian materi atau kelayakan media yang digunakan serta mengetahui tingkat validitas media pembelajaran sebelum diujicobakan di lapangan dengan menggunakan isntrumen berupa angket. Berikut rumus untuk mengolah data kuantitatif subjek uji coba yakni, (Arikunto, 2006: 246):P=(∑▒x)/(∑▒x_1 ) × 100%Keterangan:P = Presentase rata-rata∑ = Jumlah jawaban skor oleh responden∑x1 = Jumlah jawaban ideal suatu item100% = KonstantaUntuk menentukan ketercapaian dalam penelitian dan pengembangan ini maka digunakan ketentuan sebagai berikut:Tabel 1.1 Kriteria Validitas Ahli Materi, Media, Uji Coba Produk, dan Uji Coba PemakaianTingkat Kriteria85% - 100% Sangat valid (tanpa revisi)70% - 84% Valid (tanpa revisi)55% - 69% Cukup valid (revisi)50% - 54% Kurang valid (revisi)0% - 49% Tidak valid (revisi)Sumber: Arikunto (2009: 245)Pengembangan bahan ajar berupa e-modul sejarah Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya ini akan dinyatakan berhasil atau sesuai jika tingkat ketercapaian tersebut minimal 70%. Apabila sudah mencapai 70%, maka e-modul dapat dikatakan layak dan siap untuk diterapkan atau dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah. HASILHasil Uji Coba Media Pembelajaran E-modulPada tahapan validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh orang yang ahli pada bidangnya. Validasi bertujuan untuk mengetahui data berupa kevalidan dari media pembelajaran e-modul. Setelah divalidasi, maka e-modul dapat diujicobakan pada kelompok kecil dan uji coba pemakaian kelompok besar.Validasi Ahli MateriValidasi ahli materi dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A. pada lembar validasi materi, terdapat 12 item penilaian serta dilengkapi kolom kritik dan saran. Hasil yang di dapat dari validator materi yakni diperoleh prsentase sebesar 92% dengan kriteria sangat valid atau sangat baik digunakanValidasi Ahli MediaValidasi ahli media dilakukan oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. pada lembar validasi media, terdapat 17 item penilaian serta dilengkapi dengan kolom kritik dan saran. Hasil yang di dapat dari validator media yakni diperoleh presentase sebesar 97% dan masuk ke dalam kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan pada uji coba produk kelompok kecil.Uji Coba Produk Kelompok KecilUji coba produk kelompok kecil dilakukan dengan mengambil sample siswa kelas X Boga sebanyak 8 orang untuk diberikan angket yang telah berisi item penilaian serta juga dilengapi dengan komentar dan saran terhadap media pembelajaran e-modul. Hasil yang di dapat dari uji coba produk kelompok kecil yakni diperoleh presentasi sebesar 88,9%, sehingga dapat dikategorikan atau masuk kriteria sangat valida atau sangat baik digunakan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar.Uji Coba Pemakaian Kelompok BesarUji coba pemakaian kelompok besar dilakukan di dalam kelas X Boga SMK Muhammadiyah 3 Singosari dengan melibatkan siswa sebanyak 30 siswa. Seluruh siswa diberikan angket penilaian yang berisi item penilaian serta terdapat komentar dan saran guna memberi masukan terhadap media e-modul. Hasil yang di dapat dari uji coba pemakaian kelompok besar yakni diperoleh presentase sebesar 89,2%, sehingga media pembelajaran e-modul masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.Revisi ProdukPada tahap revisi produk, bertujuan untuk memperbaiki kualitas media pembelajaran e-modul agar layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa. Kritik dan saran yang pertama diberikan oleh ahli materi, sebagai berikut: 1) Mengubah Judul dan Sub Judul, serta menambahkan rujukuan di materi dan memperbaiki kata-kata yang tidak sesuai. Pada Judul disarankan untuk mengganti kata “Kabupaten/Kota” dengan “Raya” di belakang kata Malang. Kemudian membenahi Sub Judul yang awalnya “Sejarah Kota Malang” menjadi “Latar Hastoris Malang” serta memperbaiki kata dan juga menambahkan rujukan pada materi, 2) memperjelas maksud “kata kedua belah pihak” dengan menambahkan objek yang dituju “(Indonesia dan Belanda)”, 3) Pemberian keterangan pada gambar yang dicantumkan pada materi, serta mengganti gambar yang kurang jelas.Revisi produk yang berikutnya yakni mendapat kritik dan saran dari ahli media, yaitu: 1) Terdapat beberapa kata yang masih salah ketik, serta penggunaan (.) titik (,) koma yang tidak presisi. Salah satu contoh kesalahan ketik pada materi ialah “tahuncaka” kemudia diperbaiki menjadi “tahun caka”. 2) Pada bagian akhir, khususnya pada sub judul Perlawanan Brigade IV Pada Saat Agresi Militer II tidak didapati gambar yang melengkapi pernyataan pada materi. PEMBAHASANValidasi MateriHasil yang telah diberikan oleh validator materi, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 44 dari total skor ideal 48. Jadi hasil dari validasi materi menunjukkan presentase sebesar 92%. Hasil tersebut dapat dikategorikan masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan. Akan tetapi, walaupun sudah mendapat hasil sangat valid, proses revisi masih tetap dilakukan sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan oleh validator materi.Validasi MediaHasil yang telah diberikan oleh validator media, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 66 total skor ideal 68. Jadi hasil dari validasi media menunjukkan presentase sebesar 97%. Hasil tersebut dapat dikategorikan masuk dalam kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan pada tahap selanjutnya. Meskipun demikian, proses revisi masih tetap dilakukan sesuai dengan kritik dan saran yang telah diberikan.Uji Coba Produk Kelompok KecilPada tahap uji coba produk kelompok kecil yang dilakukan pada 8 siwa kelas X Boga, berdasarkan data kuantitatif mendapatkan skor keseluruhan 427 dari total skor ideal 480. Jadi hasil dari uji coba produk kelompok kecil menunjukkan presentase sebesar 88,9%. Hasil tersebut termasuk ke dalam kategori sangat valid atau sangat baik untuk digunakan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar.Uji Coba Pemakaian Kelompok BesarUji coba pemakaian kelompok besar dilakukan pada 30 siswa kelas X Boga. Berdasarkan dari data kuantitatif produk yang diujicobakan mendapatkan skor keseluruhan 1606 dari total skor ideal 1800. Dengan demikian, hasil dari uji coba pemakaian kelompok besar menunjukkan presentase sebesar 89,2%. Hasil tersebut menempatkan pada kriteria sangat valid atau sangat baik untuk digunakan sebagai sumber belajar alternatif bagi pembelajaran sejarah. KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanProduk yang telah dikembanngkan oleh peneliti pada penelitian dan pengebangan ini berupa produk media pembelajaran dengan konsep aplikasi e-modul via handphone android yang berisi tentang materi Perjuangan Kemerdekaan di Malang Raya. Materi yang diambil berdasarkan pada KD 3.8 yakni, Strategi dan Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dari Ancaman Sekutu dan Belanda. Produk ini ditujukan pada siswa kelas X Boga SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Media pembelajaran ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi handphone ialah untuk memudahkan siswa dalam belajar secara mandiri. Selain materi, pada media e-modul juga dilengkapi dengan foto-foto atau gambar yang mendukung pernyataan atau memperkuat pernyataan pada materi. Adapun dalam e-modul juga terdapat soal-soal latihan dan juga uji kompetensi, sehingga siswa dapat mengisi pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan pada produk tersebut.Alasan yang menjadi dasar dari penelitian dan pengembangan ini ialah pada pembelajaran sejarah seringkali kurang melibatkan penggunaan atau memanfaatkan media pembelajaran yang aplikatif ataupun inovatif dalam prosesnya. Hal tersebut diperkuat dengan observasi awal serta wawancara yang dilakukan peneliti di SMK Muhammadiyah 3 Singosari, pada proses pembelajaran sejarah kebanyakan pembelajaran hanya bersifat satu arah, selain itu siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. Hal-hal demikian dikarenakan guru masih menggunakan metode ceramah pada siswa. Menurut beberapa siswa, pembelajaran sejarah sudah cukup baik, akan tetapi lama kelamaan bosan karena terus mendengarkan, terkadang juga waktu guru menjelaskan juga tidak terdengar sampai belakang. Selain itu yang menjadi permasalahan ialah minimnya sumber belajar yang digunakan di dalam kelas, sehingga siswa yang ingin belajar mengenai sejarah menjadi terhambat akan permasalahan tersebut.Pada penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian milik Sugiyono yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti. Media pembelajaran e-modul ini telah melalui tahapan uji validasi yang dilakukan oleh ahli materi, yaitu Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A serta hali media yaitu, Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. Adapun hasil dari validasi materi yang dilakukan oleh Bapak Ronal Ridho’i S.Hum., M.A, menunjukkan hasil presentase sebesar 92%. Sedangkan hasil validasi media yang dilakukan oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd, menunjukkan hasil presentase sebesar 97%. Hasil yang didapatkan dari uji coba produk kelompok kecil dengan 8 siswa menunjukkan hasil presentase sebesar 88,9%. Sedangkan pada tahap uji coba pemakaian kelompok besar dengan 30 siswa, menunjukkan hasil presentase sebesar 89,2% yang masuk ke dalam kriteria sangat valid atau sangat baik digunakan sebagai sumber belajar pada proses pembelajaran sejarah. SaranSaran PemanfaatanPemanfaatan media pembelajaran e-modul pada implementasiannya sebaiknya tetap dibawah pengawasan guru, karena siswa terlibat langsung dalam penggunaan handphone. Dengan demikikan, guru selain berperan sebagai fasilitator juga dapat membantu siswa dalam memahami isi materi yang terdapat pada e-modul. Selain itu, tempat penelitian juga harus diperhatikan, karena setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing terhadap penggunaan handphone pada siswa. Media pembelajaran e-modul ini diharapkan mampu menjadi perantara antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal.Saran PenyebaranLangkah penyebaran yang dapat dilakukan ialah dengan cara disebarluaskan dengan cara mengunggah link yang berkaitan dengan aplikasi e-modul pada sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook dan sebagainya sehingga masyarakat juga dapat mengunduh dan selanjutnya dapat memanfaatkannya.Saran Pengembangan Produk Lebih LanjutMedia pembelajaran e-modul dapat dimanfaatkan tidak hanya terbatas pada pengguna android saja, akan tetapi nantinya diharapkan dapat mencakup pengguna selain android, misalnya seperti IOS yang dijalankan pada program Iphona, Ipad atau yang lainnya DAFTAR RUJUKANArikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arikuno, S. 2009. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta: Rineka Cipta.Fausih, M. 2014. Pengembangan Media E-modul Matapelajaran Produktif Pokok Bahasan “Instalasi Jaringan LAN (Local Area Network)” Untuk Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Komputer di SMK Negeri 1 Labang Bangkalan Madura. (Online). Diakses dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jmtp/article/view/10375 pada tanggal 12 Desember 2018.Latief, J.A. 2006. Manusia, Filsafat dan Sejarah. Palu Selatan: Bumi Aksara. Mulyasa, E. 2004. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Remaja Rosdakarya. Rusman. 2017. Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukamdinata, N.S. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mengestimasi Dampak Ekonomi Dari Kasus Pelarian Modal Di Indonesia
Indonesia faces a capital flight problem that fluctuates throughout the year, which could further affect the decline in Indonesian economic performance. The aim of the research was to test the relationship of capital flight with economic aspects such as national income, foreign debt, and tax revenues from 1990-2022. The estimates using the Vector Error Correction Model (VECM) model. The VECM estimates show that only the national income variables with a short-term and long-term relationship, the Granger causality test, informs there is no two-way causality relationship, and there is only a one-way causality relationship. The IRF and FEVD tests show that capital escape results in an increase in Indonesian foreign debt even though foreign debts eventually remain well-managed; on the other hand, capital evasion reduces national income and weakens the tax base in Indonesia because capital escapes are also in the form of tax evasion. Governments need to create economic stability to prevent capital evasion and improve tax compliance to avoid the widespread tax avoidance and evasion practices that lower tax revenues
Weed flora of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Crop Cultivated on High Fertile Soil of District Charsadda-Pakistan
Sugarcane is the major crop of district Charsadda-Pakistan and weeds infestation is the most problematic factor responsible for low yield in sugarcane. For the purpose a field experiment was conducted to find out the important and most problematic weeds of Sugarcane crop using quadrate method in different sugarcane fields at DistrictCharsadda, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. The data was collected during summer season,2021. Based on spatial data it is concluded that Cyperus rotundus L., Parthenium hysterophorus L., Trianthema portulacastrum L., Euphorbia helioscopia L., Convolvulus arvensis L., Brachianreptans (L.)., Amaranthus viridusL., Physalis minima L., Dactydocteniumaegyptium(L)., Amaranthus spinosusL., Portulaca oleracea L.,CynodondactylonL. and Solanum nigrum L., were the most abundant weeds of the studied fields. The relative weed densities (%) and relative frequencies (%) of all these weeds were calculated to quantify their importance values in descending order of their percentages as following: P.hysterophorus, T.portulacasrum, C.rotundus, E. helioscopia. C. arvensis, B.reptans, A.viridus, and S. nigrum. Similarly, the highest (35.1%) importance value recorded for C. rotundus and declared the most competitive weed of sugarcane at district Charsadda. The control of C. rotundus recommended for the farmers of the area for the outmost yield of sugarcane
Digital transformation : Unlocking supply chain resilience through adaptability and innovation
Recent disruptions have pushed the digitalisation of supply chains to the forefront of business challenges. This research investigates the mechanisms through which digital supply chains foster resilience. Using structural equation modelling, the study draws on two empirical investigations to provide a comprehensive understanding of these dynamics. In Study 1, we explore the role of supply chain innovation as a mediating factor between digital supply chains and resilience. Our findings confirm that digitalisation positively impacts resilience by enhancing supply chain innovation. Study 2 introduces supply chain adaptability as an additional mediating mechanism, uncovering more complex interactions. The results show that digitalisation affects resilience through the sequential mediation of supply chain adaptability and innovation. This model emphasises adaptability's essential role in translating digital advancements into resilient, innovative supply chains. These insights deepen the theoretical understanding of supply chain management amid disruptions and offer practical strategies for developing more resilient and adaptable supply chains in the digital era
Support vector machine method for classifying severity of Alzheimer's based on hippocampus object using magnetic resonance imaging modalities
Alzheimer's disease is a degenerative brain condition that causes progressive decline in several aspects. Starting from memory, cognitive or thinking abilities, speaking abilities, and behavior. Currently, Alzheimer's diagnosis uses some methods, such as blood tests, scanning with computerized tomography scan (CT scan), or magnetic resonance imaging (MRI). As a reference for determining the level of severity, doctors usually use clinical dementia rating (CDR). CDR is a numerical scale used to measure the severity of dementia symptoms. The doctor will manually compare the patient's condition with those stated on the CDR. This condition will take quite a long time, and sometimes human error will occur. As technology and science develop, doctors can assist in manually detecting Alzheimer's using classification algorithms. Many methods can be used to classify, including the CDR support vector machine (SVM) method. Unfortunately, this method is usually only used to classify two classes. This technology allows the classification process to be carried out automatically and quickly. On the other hand, when using CDR to classify Alzheimer's severity, there are several scales, not just two classes. So, in this research, we modified the use of SVM to classify three levels of severity, namely scale 0 for normal, scale 1 for mild conditions, and scale 2 for moderate conditions. The experiments we carried out provided an accuracy of 90.9%
Estimation of spatial genetic structure in inter-regional populations of Trigonella foenum-graceum L. species through phenotypic variation and seed protein profiling
Fenugreek (Trigonella foenum-graceum L.) is an important legume crop mainly
grown for its pharmacological and nutritional value in Mediterranean region,
western Asia, Indian sub-continent and Africa. We evaluated 110 fenugreek
accessions from diverse agro-ecological regions i.e. South Asia,
Mediterranean, Middle East, Europe and Africa for phenotypic divergence and
seed protein based variation. Significant agro-morphological variability was
revealed by germplasm viz-a`-viz traits e.g days to flower initiation, days
to flower completion, yield plant-1, plant habit, vigor, flower colour and
plant height. Multivariate approach of Principal Component Analysis and
Euclidean distance generated dendrogram distributed all accessions into 6
and 9 distinct groups for morpho-agronomic dissimilarities, respectively.
Four principal components (PCs) with Eigen value higher than unity (E>1),
represented 65% variability in germplasm. Geographical distribution was
evident by scatter plot as germplasm figured in 6 different sub-populations.
Iranian accessions were most diverse, showing up in all sub-populations
followed by Indian, Turkish, Ethiopian, Pakistani and Egyptian accessions
which ranked in 5,4,4,3 and 3 sub-populations, respectively. Electrophoretic
pattern of seed protein also exhibited considerable polymorphism in the
range of 30~100 kDa. Maximum of 16 bands were produced in Turkish PI171872
and Indian PI175321 genotypes. UPGMA based cluster analysis distributed all
accessions in 5 groups where accessions from close geographical proximity
settled adjacently.</jats:p
Impact of high glycaemic index food consumption in patients with type 2 diabetes mellitus: A narrative review
Consumption of foods with a high glycaemic index (GI) in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM) can negatively impact their glycaemic control. High-GI foods typically induce a rapid increase in blood glucose levels. This research aimed to identify the impact of high glycaemic index food consumption in individuals with T2DM. A narrative review methodology was employed. The inclusion criteria for this study were articles published in indexed journal databases (Google Scholar, ScienceDirect, Scopus Journal, PubMed, ProQuest) written in English, with cross-sectional and experimental designs. Nine articles published between 2008 and 2025 met the inclusion criteria. The findings of this review underscore the importance of understanding glycaemic index food consumption in patients with T2DM. Integrating low-GI foods into the diet of individuals with T2DM may represent a practical strategy for improving metabolic control and reducing the risk of hyperglycaemia. Improved glycaemic control, such as that achieved by consuming a very-low-carbohydrate, high-fat breakfast, substantially reduces postprandial (after-meal) glucose excursions, particularly in the morning, a period when individuals with type 2 diabetes frequently experience the highest blood glucose spikes. In conclusion, improved glycaemic control, such as that achieved by consuming a very-low-carbohydrate, high-fat breakfast, substantially reduces postprandial (after-meal) glucose excursions, particularly in the morning, a period when individuals with type 2 diabetes frequently experience the highest blood glucose spikes
Correlation between anemia and preeclampsia in Universitas Airlangga Hospital in 2017
Introduction: One of the causes of acute kidney injury that is increasingly soaring is preeclampsia syndrome. Globally, the maternal mortality rate reaches 287,000 per year, and preeclampsia is a major contributor. From East Java Provincial Health Office data, per 100,000 pregnancies, 114 had preeclampsia syndrome. Anemia is one of the highest causes of maternal death, the global prevalence of anemia in pregnant women reaches 55.9%. There have not been many significant studies on the effect of anemia with the incidence of preeclampsia.
Methods: This was observational analytic study with a case and control design which used a chi-square and fisher exact measurement tool. The data samples were patients of pregnant women who had preeclampsia syndrome categorized as cases, and those who did not have preeclampsia were categorized as controls. The data has been obtained from medical records; these include ages, the number of parities, the number of pregnancies, body mass index (BMI), the number of childbirths, types of preeclampsia, and hemoglobin levels. The data has been obtained from the result of the medical record observations that were processed and analyzed in descriptive of statistics which used percentage and cross tab.
Results: The case study group or preeclampsia pregnant women who experienced anemia were 34 patients or 50% of 68 pregnant women and in the control group were 53 patients or 39% of anemia patients out of 136 patients. The chi-square statistical test obtained values (p = 0.133). The samples needed were 68 case groups and 136 cases as controls.
Conclusion: There was no relationship between anemia and preeclampsia
Real-Time Monitoring of COVID-19 SOP in Public Gathering Using Deep Learning Technique
Crowd management has attracted serious attention under the prevailing pandemic conditions of COVID-19, emphasizing that sick persons do not become a source of virus transmission. World Health Organization (WHO) guidelines include maintaining a safe distance and wearing a mask in gatherings as part of standard operating procedures (SOP), considered thus far the most effective preventive measures to protect against COVID-19. Several methods and strategies have been used to construct various face detection and social distance detection models. In this paper, a deep learning model is presented to detect people without masks and those not keeping a safe distance to contain the virus. It also counts individuals who violate the SOP. The proposed model employs the Single Shot Multi-box Detector as a feature extractor, followed by Spatial Pyramid Pooling (SPP) to integrate the extracted features to improve the model's detecting capabilities. The MobilenetV2 architecture as a framework for the classifier makes the model highly light, fast, and computationally efficient, allowing it to be employed in embedded devices to do real-time mask and social distance detection, which is the sole objective of this research. This paper's technique yields an accuracy score of 99% and reduces the loss to 0.04%. Doi: 10.28991/esj-2021-SPER-14 Full Text: PD
