14 research outputs found

    Cadangan rekabentuk baru Pusat Servis dan Jualan Packet One Network Malaysia Sdn. Bhd. di No.178A, Jalan Imbi, 55100 Kuala Lumpur / Muhammad Sani Mohd Hanip

    No full text
    Projek akhir Rekabentuk Dalaman di peringkat Diploma ini adalah merupakan manifestasi terhadap kefahaman pelajar tentang seluruh aspek projek rekabentuk dalaman yang telah dipelajari dari peringkat paling asas hingga ke peringkat persembahan cadangan reka bentuk. Projek yang telah dipilih bagi projek akhir ini ialah cadangan merekabentuk rekabentuk baru bagi pusat servis dan jualan Packet One Network Malaysia Sdn. Bhd. yang berlokasi di No.178A, Jalan Imbi, 55100 Kuala Lumpur.Dengan terhasilnya pusat servis dan jualan Packet One Network Malaysia Sdn. Bhd. adalah diharapkan bahawa ia dapat menaikkan imej Packet One Network Malaysia dan memperkenalkan produk mereka melalui teknologi jalur lebar tanpa wayar serta memperkembangkan lagi perniagaan mereka. Tema dan konsep juga diaplikasikan dalam kedua - dua ruang 'exterior & interior' untuk menonjolkan lagi nilai estetika dan juga nilai prestij ruang pusat servis dan jualan tersebut. Beberapa penyelidikan telah di jalankan bagi menjayakan projek akhir pusat servis dan jualan ini, antaranya termasuklah kajian pemilihan tapak, kajian temuramah, kajian pemerhatian , kajian kes dan kajian soal selidik. Kesemua kajian - kajian tersebut adalah bertujuan mengenal pasti kelemahan - kelemahan yang ada dan juga cuba untuk mengatasi beberapa masalah yang timbul. Kajian - kajian yang telah dijalankan ini akan diterapkan di dalam proses reka bentuk, dengan tujuan mendapatkan satu reka bentuk yang menarik dan sesuai dengan imej korporat Packet One Network Malaysia sama ada dari segi fungsi dan nilai estetikanya.Konsep Laluan Ke Masa Hadapan dan imej berteknologi tinggi juga diterapkan untuk mendapatkan satu imej yang baru, sesuai dan dapat ditonjolkan di dalam rekaan serta bersesuaian dengan identiti Packet One Network Malaysia Sdn. Bhd

    RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO. 10 TAHUN 2021 TENTANG PELAKSANAAN VAKSINASI DALAM RANGKA PENANGGULANGAN PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) (Studi Kasus Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol)

    No full text
    ABSTRAK Muhammad Hanip, 12103183068, Respon Masyarakat terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penangulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) (Studi Kasus Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol), Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2023, Pembimbing: Ladin, S.H.I., M.H. Kata Kunci: Masyarakat, Vaksinasi, COVID-19 Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kebijakan pemerintah terkait cara penanggulangan COVID-19 yaitu vaksinasi. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Vaksinasi COVID-19 yang dianjurkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari paparan COVID- 19 seharusnya dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, namun pada kenyataannya masih terdapat masyarakat yang tidak mau melaksanakan vaksinasi COVID-19. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pemahaman masyarakat terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)?, 2) Bagaimana respon masyarakat terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)?, 3) Bagaimana tinjauan fiqh siyasah terhadap respon masyarakat dalam mengimplementasikan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan merupakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sebagian besar masyarakat masih belum memahami akan pentingnya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara bahwa masyarakat mengikuti vaksin karena hanya mengikuti peraturan yang ada bahkan ada juga yang terpaksa karena pekerjaan. Selain itu masih terdapat masyarakat yang tidak mau mendapatkkan vaksin COVID-19 karena takut, memiliki penyakit bawaan, bahkan ada yang tidak percaya akan COVID-19. 2) Himbauan tentang pemberian vaksin untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat khususnya di Desa Sambirobyong. Sekitar 70% warga Desa Sambirobyong menghendaki dan mengikuti vaksinasi COVID-19. Sedangkan 30% warga tidak menghendaki vaksinasi COVID-19. Masyarakat Desa Sambirobyong yang menghendaki mengikuti vaksin dikarenakan mereka mengikuti anjuran pemerintah, karena menganggap apa yang diperintahkan oleh pemerintah itu adalah hal baik yang harus dilakukan. Tidak sedikit pula yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 karena terpaksa keadaan. Faktor penyebab utama keengganan masyarakat melakukan vaksinasi, yaitu dikarenakan kurangnya edukasi terhadap masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19, sehingga masyarakat tidak mengerti akan pentingnya vaksinasi COVID-19 ini. Faktor lain, yaitu memiliki penyakit bawaan yang tidak boleh diberi vaksin COVID-19. Adapula masyarakat yang takut akan efek samping dari vaksin tersebut, apalagi banyaknya berita yang beredar tentang kasus kematian setelah diberikan vaksin COVID-19. Selain itu, ada beberapa msyarakat yang menanggap bahwa vaksin hanya untuk keperluan administrasi, seperti pengambilan bantuan, bepergian, memasuki tempat-tempat umum, dan lain sebagainya. 3) Pemberian vaksin COVID-19 boleh dilakukan, karena vaksin adalah salah satu obat yang dapat mencegah penyebaran virus COVID-19. Kemudian dalam surat an-Nisa ayat 102 dijelaskan bahwa berobat dan menjaga diri dari wabah penyakit hukumnya wajib. Selain itu, dalam Q.S. an-Nisa ayat 59 dijelaskan bahwa sebagai umat muslim harus menaati perintah Allah, Rasul, dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan). Sehingga sebagai umat muslim, wajib hukumnya berobat dan menjaga diri dari paparan virus COVID-19 dengan cara melaksanakan apa yang telah dihimbau oleh pemerintah (Ulil Amri) terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19

    PENERAPAN PENDIDIKAN AKHLAQ KESEHARIAN SANTRI YAYASAN PONDOK PESANTREN SUNAN GUNUNG JATI GESING KISMANTORO WONOGIRI JAWA TENGAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan akhlaq keseharian pada santri YPP SGJ Gesing, yang terdiri dari : sumber ajar, materi, aplikasi dan faktor terkait pendidikan akhlaq pada santri pondok pesantren, pada zaman ini banyak manusia yang tidak bertanggung jawab dalam bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, terutama di jalan raya banyak supir yang terkadang kencing di sembarang roda mobil atau tempat yang tidak selayaknya, dan banyak penyimpangan pendidikan akhlaq yang terdengar diberbagai media sosial, kenakalan remaja yang sebagian besar dilakukan anak bangsa. Selain orang awam kabar kemrosotan akhlaq dikalangan pesantren juga sangat memprihatinkan, disebabkan karena penyalah gunaan media sosial. Yang lebih menjadi perhatian publik ada seorang ustad menginjak kepala audien saat berceramah, perkelahian santri hingga ada yang tewas dan sebagainya. Oleh karna itu penyusun tertarik untuk meneliti, sejauh mana dunia pesantren menerapkan pendidikan akhlaq, salah satunya di YPP SGJ Gesing Kismantoro Wonogiri Jawa Tengah. Metode yang penyusun gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yang mana peneliti harus turun langsung kelapangan dengan mengambil data terkait penerapan pendidikan akhlaq keseharian santri YPP SGJ Gesing, yang berlatar belakang pada kemrosotan moral bangsa zaman ini, pengumpulan data dengan mengunakan dokumentasi, observasi, wawancara. Analisis data terkait pendidikan akhlaq yang dikumpulkan sehingga dapat diperoleh suatu hasil dan kesimpulan. Hasil dan isi penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan pendidikan akhlaq di YPP SGJ Gesing terdiri dari : Sumber ajar pendidikan akhlaq di YPP SGJ Gesing terdiri dari beberapa kitab klasik pesantren, yaitu kitab Taisiir Khollaq, Akhlaq lilbaniin, Ta’lim muta’allim Thoriqotta’allum, Bidayatul Hidayah. Dalam penyampaian materi semua bab di sampaikan menurut kitab dan kelas masing-masing sesuai tingkatannya. Kesemua akhlaq di atas mencangkup akhlaq yang tertuju kepada akhlaq kepada Allah SWT, dan akhlaq terhadap makhluk-NYA. Aplikasi penerapan pendidikan akhlaq terhadap santri YPP SGJ Gesing terdiri dari beberapa metode diantaranya: pembiasaan, keteladanan, nasehat, penghargaan hukuman dan penerapan pendidikan akhlaq keseharian santri yang terdiri dari : (1). Akhlaq terkait tidur (2). Akhlaq terkait bersuci (3). Akhlaq terkait masjid (4). Akhlaq terkait berlajar (5). Akhlaq terkait makan/minum (6). Akhlaq terhadap guru (7). Akhlaq dengan teman (8). Akhlaq dengan masyarakat (9). Akhlaq dengan orang tua (10) akhlaq pada lingkungan. Pada dasarnya beberapa penerapan akhlaq keseharian santri. Dalam penerapan pendidikan akhlaq tentunnya ada faktor pendukung diantaranya : Kegiatan pembelajaran yang agamis, fasilitas yang memadai, peraturan pondok, Semangat ustad/ustadzah dan santri, lingkungan yang nyaman dan jauh dari keramaian, adapun faktor penghambat dalam penerapan pendidikan akhlaq di YPP SGJ Gesing diantaranya : Adanya pelangaran santri, Adanya pengaruh dari luar pondok

    WAYFINDING IN SUBTERRANEAN MRT STATIONS: A STUDY OF ARCHITECTURAL CUES AS WAYFINDERS

    No full text
    Master'sMASTER OF ARCHITECTURE (M.ARCH

    Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Pembentukan Akhlak Keseharian Santri

    No full text
    This paper aims to determine the source of teaching and learning materials of moral in the formation of morals daily santri, explain the implementation of moral education, and want to know the supporting factors and inhibiting the implementation of moral education in the formation of the morals daily santri. With that goal, got point point about moral character formation in moral education, among which is the source of moral education in the discourse of moral students taken from some classic books, namely Taisirul Kholak, Taklim Muta\u27alim, Akhlak Lilbanin 4 Juz, Bidayatul Bidayah and some other books of morality tasawuf. Learning materials related to morphology are taken from Taisirul Kholak, Bidayatul Hidayah and Akhlak Lilbanin. Related to the little wash of material taken from Taisir, Bidayah and some related Fiqh books to wash, as well as so on until morals towards the environment. Some methods are quite effective in the moral education of santri in moral education is through habituation, exemplary, discipline, and sometimes reward and punishment. Factors supporting the formation of santri morality is a religious learning activity, adequate facilities, the spirit of ustad / ustadzah and santri, comfortable environment and away from the crowd, there are disciplines that must be obeyed santri. Apart from the supporting factors there are inhibiting factors, namely the presence of violations of students and the infl uence of outside the cottage.Keyword: the consept of moral education, method,  resources and teaching materials, theformation of santri moralit

    Implementasi Literasi Digital Dalam Bermain Game Online Siswa SMP Negeri 2 Enrekang

    No full text
    Abstract: The purpose of this research is to find out how the level of online gaming habits is and how to implement digital literacy in playing online games. The subjects in this study were students of SMP Negeri 2 Enrekang, while the data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The analysis in this study are: data reduction, data display, data verification and drawing conclusions. The results of this study indicate that the level of gaming habits can be seen in three things, namely the views of online game addicts, the feelings of online game addicts, and the self-concept of online game addicts. The implementation of digital literacy in playing online games can be seen in four things, namely searching on the internet (internet searching), hypertext directions (hypertextual navigation), evaluation of information content (content evaluation), and knowledge assembly (knowledge assembly).  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kebiasaan game online dan bagaimana implementasi litersasi digital dalam bermain game online.subjek dalam penelitian ini adalah siswa smp negeri 2 enrekang, adapun teknik pengumpulam data yang digunakan adalah observasi , wawancara, dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini yaitu : reduksi data, display data, verifikasi  data dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat kebiasaan game dapat dilihat pada tiga hal yaitu pandangan pecandu game online, perasaan pecandu game online, konsep diri pecandu game online. Adapun implementasi literasi digital dalam bermain game online dapat dilihat pada empat hal yaitu  pencarian di internet (internet searching), pandu arah hypertext (hypertextual navigation), evaluasi konten informasi (conten evaluation), dan penyusunan pengetahuan (knowledge assembly)

    PENGARUH AKTIVITAS REKREASI DI SITU BULED TERHADAP MOTIVASI GERAK DASAR SISWA KELAS V SDN 19 NAGRI KALER KABUPATEN PURWAKARTA

    No full text
    pandangan tradisional menjelaskan bawha rekreasi adalah suatu aktivitas waktu luang baik yang di lakukan secara individu atau kelompok tidak terikat oleh siapapun guna mencapai kepuasan. Berdasarkan pada pemaparan latar belakang di atas, maka penulis dalam hal ini merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan pengamatan terhadap aktivitas rekreasi yang dilakukan siswa di lingkungan rekreasi. Pemaparan mengenai permasalahan yang dikaji perlu kiranya merumuskan permasalahan agar sistematik dan spesifik dalam memberikan arah permasalahan, adapun rumusan masalah sebagai berikut: Apakah ada pengaruhnya rekreasi terhadap motivasi siswa untuk melakukan gerak dasar? Berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif Kuantitatif. Penelitian deskriptif Kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah di teliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipotesis, atau teori. Sedangankan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan wawancara, dan penyebaran angket. Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Aktivitas Rekreasi Terhadap Motivasi Gerak Dasar Siswa terhadap 20 orang responden dan hasil kajian observasi serta angket maka dapat disimpulkan bahwa rekreasi yang dilakukan oleh siswa di Sarana rekreasi berpengaruh positif terhadap motivasi gerak dasar. Kata Kunci : Pengaruh Aktivitas Rekreasi, Pengaruh Motivasi, Pembelajaran Gerak Dasar Recreation is a term that is more popular than the free time . Even the traditional view explains recreation is a good leisure activity which is done individually or in groups not bound by anyone in order to achieve satisfaction . Based on the above background exposure , in this case the authors were interested in doing research with observations of recreational activities do students in recreational environments . Exposure of the issues that would need to be studied in order to formulate the problem in a systematic and specific problems giving directions , as for formulation of the problem as follows : Is there a recreation impact on the motivation of students to perform basic motion ? In connection with the problems in this study the author uses descriptive quantitative research methods . Quantitative research is descriptive research that describes an object that previously was dimly lit or dark so that after thorough became clear , can be either casual or interactive relationship , hypothesis , or theory . While data collection techniques in this study using interviews and questionnaires . Based on the results of research on the Effects of Recreational Activities Elementary Students Against Motion Motivation to 20 respondents and the results of observation and questionnaire study it can be concluded that the recreation is performed by students in Recreational Facilities positive effect on the motivation of the base motion. Keyword : The Effect Of Recreational Activities, The Effect Of Motivation, Learning Basic Motio

    TRADISI NGEJOT: POSITIVE RELATIONSHIP ANTAR UMAT BERAGAMA

    No full text
    ABSTRACT Tradition ngejot has a very strategic role in an effort to take care of harmony between the Hindus and Islam in Lombok. Religious sentiments and cultural differences can be put together in a tradition that produce a positive relationship in the form of mutual care, tolerance, and uphold humanity as the container of happiness. This study aims to trace the history and basic principles of the tradition ngejot between the Sasak and Balinese in Lombok as an effort to knit the harmony for the happiness for the followers of the religion. In recent years, the tradition of ngejot almost never applied between the two religions. methods research using qualitative-descriptive approach of psychology and sociology. Technique of collecting data done by observation, interview, and documentation. The procedure of data analysis refers to the framework of Milles and Huberman. The results of the research about the traditions ngejot this ie. (1). Tradition ngejot have the value of a long history as a means of harmony among religions and cultures with reference to the basic principles of each religion. (2). Tradition ngejot in addition to fostering a sense of tolernasi and harmony, as well as a means to the happiness of religion.(3) filing it with the value of tradition ngejot caused by the modernization which is characterized by technology such as social media and the lack of understanding of religious and local culture. Keywords: Ngejot Tradition; Positive Relationship; Happiness; Modernization       ABSTRAKTradisi ngejot memiliki peran yang sangat strategis sebagai upaya untuk merawat harmoni antara umat Hindu dan Islam di Lombok. Sentimen agama dan perbedaan budaya dapat disatukan dalam sebuah tradisi yang menghasilkan positive relationship berupa sikap saling peduli, toleransi, dan menjunjung tinggi kemanusiaan sebagai wadah kebahagiaan.  Penelitian ini bertujuan untuk melacak sejarah dan prinsip dasar dari tradisi ngejot antara masyarakat Suku Sasak dan Bali di Lombok sebagai upaya merajut harmoni untuk kebahagiaan bagi para pemeluk agama. Dalam beberapa tahun belakangan ini, tradisi ngejot hampir tidak pernah diterapkan antara dua pemeluk agama. metode penelitian menggunakan kualitatif-deskriptif dengan pendekatan psikologi dan sosiologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data mengacu pada kerangka Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian tentang tradisi ngejot ini yaitu. (1). Tradisi ngejot memiliki nilai sejarah yang panjang sebagai sarana harmoni antar agama dan budaya dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar agama masing-masing. (2). Tradisi ngejot selain memupuk rasa tolernasi dan harmoni, sekaligus sarana untuk kebahagiaan pemeluk agama.(3) mengikisnya nilai tradisi ngejot disebabkan oleh modernisasi yang bercirikan tekhnologi seperti media sosial dan kurangnya pemahaman keagamaan dan budaya lokal. Kata kunci: Tradisi Ngejot; Positive relationship; Kebahagiaan; Modernisas

    Mobile games addiction among iIasis Petronas Students in UUM

    No full text
    The purpose of this study was to identify the level of mobile game addiction among Inasis Petronas students. Mobile game addiction has become an increasingly serious problem among university students. This study was conducted using a quantitative method. The questionnaires were distributed to Inasis Petronas students through the "Google Form" application. The findings from this study found that Inasis Petronas students are having mobile games addiction problem. Excessive use of gaming usage will cause mobile games addiction problems among students especially university students who used to play mobile games. Therefore, it is recommended that awareness programs on mobile games use to be conducted to prevent students from becoming addicted to negatively affect their educational performance and social life

    Shooter’s personal performance application

    No full text
    Shooter’s Personal Performance Application merupakan aplikasi Android yang dikategorikan sebagai aplikasi sukan menembak yang digunakan hanya untuk latihan semata. Objektif utama projek ini adalah untuk memudahkan para atlet menembak, membuat latihan secara peribadi. Semua kemudahan latihan akan disediakan di dalam satu aplikasi di dalam telefon pintar. Sebelum ini, atlet sukan menembak dilihat menghadapi beberapa masalah dalam membuat latihan secara peribadi di mana mereka sering terlupa untuk merekod prestasi mereka sendiri. Dengan itu, mereka tidak boleh menilai prestasi mereka sebelum-sebelum ini. Atlet juga dilihat menghadapi kesukaran dalam berlatih menggunakan cara manual kerana mereka sering terlepas dengar bunyi ketukan besi oleh jurulatih, sebagai tanda acara sudah bermula. Dengan adanya aplikasi ini, para atlet mampu merekodkan prestasi peribadi mereka. Atlet juga dapat menilai sendiri prestasi mereka dengan mencatat sasaran dan kesilapan yang mereka lakukan semasa latihan. Atlet menembak boleh memilih atau menetapkan timer mengikut kategori yang mereka pilih untuk dijadikan latihan, Selain itu, atlet boleh melihat semula rekod yang dicatat untuk menganalisis prestasi mereka sendiri. Data rekod hanya boleh dilihat oleh diri sendiri sahaja. Untuk membangunkan aplikasi ini, model ADDIE digunakan kerana model ini mudah difahami dan hanya memerlukan lima elemen sahaja untuk diguna pakai. Untuk menguji tahap keberkesanan aplikasi ini, seramai 20 responden telah mencuba sendiri aplikasi yang dibangunkan dan kemudiannya menjawab borang soal selidik secara dalam talian. Hasil menunjukkan lebih separuh daripada responden menyetujui bahawa aplikasi ini sangat membantu para atlet menembak merekod dan menilai prestasi peribadi mereka
    corecore