1,720,963 research outputs found

    KEEFEKTIFAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN CERITA PENDEK DI KELAS XI MAN 1 CIREBON

    Full text link
    Muhammad Habiburrohman. 2023. Keefektifan Model Kooperatif Jigsaw dalam Pembelajaran Cerita Pendek di Kelas XI MAN 1 Cirebon. SKRIPSI. Jurusan Tadris Bahasa Indonesia. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pembimbing (1) Dra. Tati Sri Uswati, M.Pd., Pembimbing (2) Dr. Emah Khuzaemah, M.Pd. Cerita Pendek adalah salah satu materi kelas XI yang penting untuk dipahami oleh peserta didik, termasuk di dalamnya terdapat unsur-unsur, struktur, dan kaidah kebahasaannya. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian lanjutannya adalah quasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil belajar siswa ketika diterapkan perlakuan berupa pengimplementasian model kooperatif jigsaw. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MAN 1 Cirebon. Data dikumpulkan melalui tes berupa soal pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa dan instrumen angket untuk mendapatkan hasil respons dan minat siswa terhadap model pembelajaran kooperatif jigsaw. Analisis soal menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik paramterik dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan hasil belajar serta angket siswa. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw lebih efektif dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran tersebut dengan nilai rata-rata 78,6 > 76,9 dengan taraf signifikansi 0,000. (2) Respons dan minat siswa akan model pembelajaran koopearatif jigsaw berpengaruh terhadap hasil belajar siswa karena dipeoleh hasil sig di angka 0,000 lebih kecil dari 0,05. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model kooperatif jigsaw pada materi cerita pendek di kelas XI dan sebagai alternatif media pembelajaran bagi pengajar pada materi-materi lainnya. Kata Kunci. Cerita pendek, kooperatif jigsaw, model pembelajara

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Blogspot dan Kahoot Sebagai Media Inovatif Lingkungan Pembelajaran Abad 21 (Sebuah Refleksi)

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang refleksi penggunaan media Blogspot dan Kahoot sebagai media inovatif pembelajaran abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data menggunakan kajian pustaka (Library research). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengakomodasikan keterampilan 4C melalui media pembelajaran kekinian. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media Blogspot dan Kahoot cocok diterapkan pada pembelajaran abad 21 yang mengedepankan karakteristik 4C (critical thinking, creative and inovative thinking skill, communication skill, and collaboration skill). Media Blogspot diterapkan pada proses dan produk pembelajaran. Tahap proses digunakan pada saat penyampaian materi, sedangkan produk sebagai portofolio hasil belajar siswa. Sedangkan Kahoot dapat digunakan sebagai asesmen formatif, fungsinya untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah Blogspot dan Kahoot sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran, serta menjadikan situasi kelas lebih menyenangkan. Kendala dari penerapan media ini terkait koneksi dan jaringan yang tidak stabil, serta kemampuan guru dan siswa terkait teknologi yang belum merata. &nbsp

    Etnisitas dan Keagamaan Tionghoa: Studi Kasus Muslim Cina Benteng

    No full text
    Di Tanggerang gterdapat Cina Benteng sebutan bagi masyarakat keturunan etnis Tionghoa. Masyarakat Cina Benteng memiliki keunikan tersendiri dibanding masyarakat Tionghoa lain di Indonesia.xiii, 131 hlm. ; 26 c

    Muslim Cina benteng : potret inklusifitas etno-religious Tionghoa di Tangerang

    No full text
    Buku ini hadir dengan isu yang relevan untuk konteks Indonesia, dan bisa jadi di belahan negara lain. Penulis menghadirkan satu kajian antropologis-histori yang menarik tentang masyarakat Tionghoa di Tangerang, yang umum disebut Cina Benteng. Di samping sejarah dan pola hubungan yang terjalin dengan kaum pribumi, di mana keakraban sosial-budaya menjadi satu ciri utama, buku ini secara khusus mengeksplore konversi keagamaan mereka menjadi Muslim. Satu hal yang menarik bahwa buku ini menempatkan konversi keagamaan sebagai bagian dari dinamika sosial-politik komunitas Cina Benteng, di mana berbagai motif dan kepentingan mewarnai proses mereka beralih menjadi Muslim. Motif ini sangat mungkin ikut mewarnai corak praktik dan juga perilaku keagamaan etnis Cina Benteng
    corecore