97 research outputs found
KONSEP PRODUKSI MENURUT MUHAMMAD BAQIR ASH-SHADR DALAM BUKU IQTISHODUNA
Skripsi ini berjudul KONSEP PRODUKSI MENURUT MUHAMMAD
BAQIR ASH-SHADR DALAM BUKU IQTISHODUNA
Produksi merupakan salah satu bagian dari pemenuhan kebutuha manusia
untuk mensejahterakan ekonomi yang terdiri dari bertambahnya pendapatan yang
diakibatkan oleh peningkatan produksi dari barang-barang yang berfaedah melalui
pemanfaatan sumber-sumber daya secara maksimum baik menusia maupun benda,
demikian juga keikutsertaan jumlah maksimum orang dalam proses produksi.
Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah Bagaimana Konsep
produksi menurut Muhammad Baqir ash-Shadr dalam Buku Iqtishoduna, dan
Apakah sumber-sumber produksi menurut Muhammad Baqir ash-Shadr dalam
buku Iqtishoduna.
Metode yang penulis gunakan adalah study pustaka (liberary research),
sebagai data primer tulisan ini adalah karya Muhammad Baqir ash-Shadr tentang
produksi yaitu buku Iqtishoduna. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan
adalah Content Analisis (menganalisa pendapat seseorang kemudian ditambah
pendapat-pendapar orang lain lalu diambil kesimpulan).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep produksi menurut
Muhammad Baqir ash-Shadr dalam buku Iqtishaduna dan untuk mengetahui
Pemikiran Muhammad Baqir ash-Shadr tentang sumber-sumber produksi.
Menurut Muhammad Baqir ash-Shadr konsep produksi merupakan
kegiatan untuk menciptakan suatu keadilan yang mana ia menyadari betapa
pentingnya peranan produksi dalam kehidupan manusia. Sedangkan sumber
produksi adalah tanah, bahan-bahan mentah dari perut bumi, sumber air (air
alami), kekayaan alam yang lain.
Jadi betapa pentingnya peranan produksi dalam kehidupan manusia, yaitu:
Guna memenuhi kebutuhan dasar seluruh anggota masyarakat, Islam mewajibkan
masyarakat untuk memproduksi komoditas dalam jumlah yang cukup demi
memenuhi kebutuhan tersebut secara memadai sehingga setiap individu bisa
memenuhi kebutuhan pokoknya
Kritik Muhammad Baqir Shadr Terhadap Materialisme
Materialisme adalah paham filsafat yang meyakini bahwa esensi
kenyataan termasuk esensi manusia itu bersifat material atau fisik. Hal yang dapat
dikatakan benar-benar ada hanyalah materi. Para tokoh materialisme percaya
bahwa tidak ada kekuatan apa pun yang bersifat spiritual dibalik gejala atau
peristiwa material itu. Perilaku materialisme ini sangat bertolak belakang dengan
ajaran Islam, sehingga Muhammad Baqir Shadr menanggapi masalah
materialisme ini dengan sudut pandangnya sendiri. Pemilihan tokoh ini didasarkan
pada kedalaman analisis filosofisnya yang unik dan keberaniannya dalam
mengintegrasikan tradisi filsafat Islam dengan pemikiran modern, menjadikan
pandangannya terhadap materialisme sangat relevan untuk dikaji di tengah
dominasi pandangan dunia materialistik saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materialisme dan
karakteristiknya, kelemahan materialisme menurut Muhammad Baqir Shadr serta
kontruksi dan kontribusi kritik Muhammad Baqir Shadr terhadap materialisme.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
pustaka (library research). Data primer diambil dari Buku “Falsafatuna” Karya
Baqir Shadr data sekunder berasal dari jurnal, artikel, dan literatur lain yang
relevan. Data di olah menggunakan tenik content analyisis.
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa: 1) Materialisme adalah ajaran
yang menekankan keunggulan faktor-faktor material atas yang spiritual dalam
metafisika, teori nilai, epistemologi atau penjelasan historis, karakteristik
materialisme: (a) keyakinan bahwa tidak ada sesuatu selain materi yang sedang
bergerak, tetapi pikiran sungguh-sungguh ada karena adanya perubahanperubahan material dan tidak bergantung sama sekali pada materi. (b) materi dan
alam semesta tidak mempunyai karakteristik-karakteristik pikiran. (c) pelakupelaku imaterial tidak ada. (d) setiap perubahan mempunyai sebab material. (e)
materi dan aktifitasnya bersifat abadi. (f) tidak ada kehidupan dan tidak ada
pikiran yang kekal, semua gejala berubah, 2) Kelemahan materialisme menurut
Muhammad Baqir Shadr yaitu paham ini tidak mampu memberikan jawaban yang
memuaskan tentang realitas non-materi, asal-usul alam semesta, tujuan hidup
manusia, serta dimensi spiritual dan moral. 3) Kontruksi dan kontribusi kritik
Muhammad Baqir Shadr terhadap materialisme yaitu memperbaiki moralitas
manusia dengan menekankan pentingnya keyakinan pada Tuhan dan nilai-nilai
spiritual. Manusia dapat menjaga moralitasnya karena merasa diawasi oleh Tuhan.
Hal ini tidak hanya memperbaiki moral individu, tetapi juga memberikan ruang
bagi pengembangan spiritual dan rohani
Metode Distribusi Dalam Ekonomi Islam (Telaah Terhadap Pemikiran Muhammad Baqir Ash Shadr Dalam Buku Iqtishaduna)
Muhammad Fahmi, Metode Distribusi Dalam Ekonomi Islam (Telaah Terhadap Pemikiran Muhammad Baqir Ash Shadr Dalam Buku Iqtishaduna). Skripsi, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. di bawah bimbingan I: Dr. Muhaimin, S.Ag, MA., dan II: Yulia Hafizah, SHI., MEI, pada program sarjana IAIN Antasari Banjarmasin, (2015).
Kata Kunci: Distribusi praproduksi dan pascaproduksi
Kapitalisme memandang masalah ekonomi muncul apabila kebutuhan dan keinginan manusia tidak terpenuhi, maka muncul istilah kelangkaan barang dan jasa, sehingga yang ditingkatkan aspek produksinya. Islam tidak setuju dengan pandangan tersebut, menurut Islam masalahnya terletak pada bidang distribusinya. Islam memandang bahwa Allah Swt menyediakan seluruh kekayaan alam untuk dimanfaatkan sebaik mungkin demi kepentingan umat.
Muhammad Baqir Ash Shadr di dalam buku Iqtishaduna membagi teori distribusi ke dalam dua bagian, yakni distribusi praproduksi dan distribusi pascaproduksi
Teori distribusi Muhammad Baqir Ash Shadr harus mencakup pembahasan mengenai hak kepemilikan, yaitu kepemilikan terhadap kekayaan primer dan kekayaan sekunder. Kekayaan primer adalah sumber-sumber produksi (kekayaan alam), sementara kekayaan sekunder adalah barang-barang modal yang merupakan hasil dari usaha (kerja) manusia menggunakan sumber-sumber tersebut.
Skripsi ini berupa penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat studi literatur dengan analisakualitatif dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis objek penelitian.
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, maka penelitian ini menghasilkan temuan-temuan sebagai berikut:Pertama Shadr menentukan posisi Islam berkenaan dengan distribusi sumber-sumber dasar (kekayaan alam). Dengan cara ini distribusi sumber-sumber alam untuk produksi dijalankan, dengan membagi sumber-sumber tersebut ke dalam tiga institusi kepemilikan, yaitu:kepemilikan pribadi, kepemilikan publik dan kepemilikan negara.
Keduadalam pembahasan teori distribusi praproduksiMuhammad Baqir Ash Shadr mempunyai aspek positif dan negatif. Sisi positif mengatakan bekerja adalah syarat sah mendapatkan harta kekayaan pribadi. Sisi negatifnya mengatakan tanpa adanya tenaga kerja tidak ada hak kekayaan pribadi. Pada pembahasan teori distribusi pascaproduksi Muhammad Baqir Ash Shadr mendasarkan pemikirannya atas teori wikalah atau perwakilan, Shadr berpendapat bahwa pekerja adalah pemilik sebenarnya dari produk yang dihasilkan, berupa bahan mentah alami
KAUSALITAS MENURUT MUHAMMAD BAQIR SHADR DAN RELEVANSINYA TERHADAP FISIKA
This research aims 1) to describe the principle of causality according to Muhammad Baqir Shadr thought, 2) to describe the relevance of causalty according to Muhammad Baqir Shadr and Physics.
This research is a descriptive research library. This research data collection technique uses documentation techniques which are divided into two sources, namely primary dara sources and secondary data sources. The primary data source used in this study is the work of Muhammad Baqir Sadr, namely Falsafatuna. Meanwhile, secondary data sources which are research support materials are obtained through articles, journals, theses, and other works of Muhammad Baqir Sadr related to this research.
The results of the research that have been developed are in the form of a descriptionof causality according to Muhammad Baqir Sadr and its relevance to physics. This description includes Muhammad Baqir Sadr's theory of causality which is then interpreted with a modern physics view of the invalidity of causality in modern physics experiments, especially in the microscopic world. The causality of Muhammad Baqir Sadr is in sync with Newton's classical physics which is deterministic and inevitable
PRINSIP KAUSALITAS MENURUT MUHAMMAD BAQIR ASH-SHADR DALAM BUKU FALSAFATUNA
ABSTRAK
Studi tentang prinsip kausalitas menjadi salah satu topik terpenting dalam sejarah filsafat. Hal ini karena prinsip kausalitas merupakan salah satu isu utama dan fundamental dalam tradisi filsafat Islam. Prinsip kausalitas merupakan prinsip sebab akibat yang dibangun dari hubungan antara suatu peristiwa (sebab) dan peristiwa kedua (akibat atau dampak), peristiwa kedua merupakan akibat dari peristiwa pertama. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran prinsip kausalitas dan karakteristiknya menurut Muhammad Baqir Ash-Shadr dalam buku Falsafatuna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran prinsip kausalitas dan karakteristik pemikiran Muhammad Baqir Ash-Shadr sebagaimana yang tertuang dalam karyanya yang berjudul Falsafatuna. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang berpusat pada kajian pustaka dengan mengandalkan metode dokumentasi dan content analysis, temuan penelitian ini menggambarkan bahwa prinsip kausalitas menurut Muhammad Baqir Ash-Shadr adalah prinsip yang pasti (niscaya) dan rasional. Setiap sebab memerlukan akibat dan tanpa sebab tidak mungkin suatu akibat terjadi. Penyebab yang sama akan diikuti oleh akibat yang sama.
Kata kunci: Prinsip kausalitas, Muhammad Baqir Ash-Shadr, Falsafatuna
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM MUHAMMAD BAQIR ASH SHADR
Ekonomi Islam memiliki suatu kerangka pemikiran yang khas, dengan tujuan yang jelas, dan berbeda dari ekonomi konvensional. Ekonomi islam merupakan salah satu bagian dari keluasan dan kesempurnaan konsepsi islam sebagai sarana untuk mengimpelementasikan tujuan kesejahtaraan hidup umat manusia.
Landasan paradigma ini kemudian menjadi dasar epistemologi dan metodologi yang kemudian melahirkan konsepsi teoretis ekonomi islam itu sendiri, sehingga ekonomi islam merupakan konstruksi yang tidak memisahkan pendekatan positive economic dengan normative economics. Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah konsep ekonomi yang jelas dan realistis, bukan dogmatis, serta dapat menjadi solusi masalah yang menyebabkan keterpurukan ekonomi.
Menurut Baqir Ash-Shadr untuk mewujudkan ekonomi islam sebagai solusi tersebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut: Pertama, Mengganti istilah ilmu ekonomi dengan istilah iqtishad yang mengandung arti selaras, setara, dan seimbang (in between). Kedua, Menyusun dan merekonstruksi ilmu ekonomi tersendiri yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits. Dalam hal itulah Mazhab Baqir Ash-Shadr mempunyai kontribusi yang cukup signifikan dalam wacana perkembangan ilmu ekonomi Islam.
 
Khilafah & imamah : penjelasan lengkap atas ide kepemimpinan islam
Buku karya Muhammad Baqir Shadr memang senantiasa menarik perhaian semua orang. Khususnya pecinta buku ahlul bait. Pengunaan bahasanya yang sangat kuat dan tegas sekaligus mendalam membuat kita membayangkan sosok yang sangat cerdas sedang megajari kita ilmu ilmu yang bermanfaat.177 hlm.; 19 c
Khilafah & imamah : penjelasan lengkap atas ide kepemimpinan islam
Buku karya Muhammad Baqir Shadr memang senantiasa menarik perhaian semua orang. Khususnya pecinta buku ahlul bait. Pengunaan bahasanya yang sangat kuat dan tegas sekaligus mendalam membuat kita membayangkan sosok yang sangat cerdas sedang megajari kita ilmu ilmu yang bermanfaat.177 hlm.; 19 c
IMPLEMENTASI PEMIKIRAN MUHAMMAD BAQIR AL SHADR TENTANG DISTRIBUSI DALAM MENYELESAIKAN PROBLEM DASAR EKONOMI DITINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM
Skripsi ini berjudul “Implementasi Pemikiran Muhammad Baqir Al
Shadr Tentang Distribusi Dalam Menyelesaikan Problem Dasar Ekonomi
Ditinjau Menurut Ekonomi Islam”.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pendapat Muhammad
Baaqir Al-Shadr bahwasanya problem dasar dalam ekonomi adalah distribusi.
Pendapat ini sangat menentang teori problem dasar ekonomi konvensional, yang
menyatakan bahwa ilmu ekonomi ada karena ada kelangkaan (scarcity) atau ilmu
ekonomi tidak akan pernah ada jika semua kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan
terpenuhi.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian yang bersifat studi
kepustakaan (Library Research). Dengan menggunakan metode analisis isi
(qualitative content analysis), yaitu menganalisa materi-materi yang ada secara
kualitatif.
Setelah mengkaji dan memahami dari hasil analisa dapat dipahami bahwa
kegiatan yang dilakukan di alam ini tidak terlepas dari distribusi karena setiap
kegiatan pasti ada kegiatan distribusi seperti mencari emas termasuk distribusi
karena upaya mengeluarkan biji emas dari bumi ke permukaan bumi ini yang
dimaksud dengan distribusi pra produksi, kemudian biji emas diolah dan dibentuk
menjadi perhiasan, ini yang disebut dengan distribusi pasca produksi.
Akhirnya penulis dapat simpulkan, bahwasanya distirbusi yang menjadi
problem dasar menurut Muhammad Baqir Al-Shadr merupakan faktor dari
kezaliman dan keingkaran manusia atas nikmat Allah Swt sehingga
mengeksploitasi dengan berlebihan. Maka dari itu, konsep Baqir Al-Shadr tentang
distribusi lebih cenderung kepada kepemilikan negara dan intervensi negara
sedangkan kepemilikan individu hanya boleh di miliki dengan kerja dan tidak
menzalimi orang disekitarnya
Revolusi Islam Syiah: studi komparatif Ayatullah Muhammad Baqir al Shadr (1931-1980) dan Ayatullah Khomeini (1902-1989)
Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan yang didalamnya terdapat beberapa rumusan masalah seperti : Pertama, Siapakah Ayatullah Muhammad Baqir al-Shadr dan Ayatullah Khomeini.Kedua, Bagaimana gerakan politik Ayatullah Muhammad Baqir al-Shadr dan Ayatullah Khomeini dalam revolusi Islam serta dampaknyadan ketiga, Bagaimana Perbandingan Gerakan politik antara Ayatullah Muhammad Baqir al-Shadr dan Ayatullah Khomeini yang dari keseluruhannya menjadi fokus dalam penelitian ini.Pendekatan dan metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah politik yang disertai dengan studi Biografi dan komparasi (perbandingan). Menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan atau studi pustaka. Sedangkan untuk teorinya menggunakan teori politik Islam Ibn Taimiyah, dan Teori comparative.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis perbandingan dari gerakan politik Islam Ayatullah Muhammad Baqir al-Shadr di Irak dan Ayatullah Khomeini di Iran, memiliki persamaan dan perbedaanterkait dengan gerakan politik mereka. Dari sisi perbedaan ada tiga hal, yakni pertama, jalur pelaksanaan gerakan politik Islam Syiah mereka. Kedua, hasil dari gerakan politik Islam Syiah al-Shadr dan Khomeini. Yang ketiga, pengaruh yang ditimbulkan oleh gerakan politik mereka. Sedangkan dari persamaan ada empat point. Pertama, visi dan misi yang sama-sama dari konsep Imamah. Kedua, latar belakang munculnya gerakan politik Islam Syiah mereka. Ketiga, peran penting al-Shadr dan Khomeini dalam aktivitas gerakan politik Islam mereka. Keempat, upaya gerakan politik Islam Syiah al-Shadr di Irak dan Khomeini di Iran
- …
