77 research outputs found
Dialog sains dan agama menurut Haidar Bagir
Sains dan Agama merupakan objek yang sering kali ditemukan perbedaan di dalamnya. Keduanya merupakanunsur penting yang terdapat di kehidupan manusia sehingga tidak dapat di pisahkan keduanya dari manusia. Perbedaan yang paling mencolok adalah ketika keduanya berusaha mencari kebenaran suatu pengetahuan yang ditempuh melalui metodologi sehingga sering kali menjadi sebuah perdebatan yang berujung pada perbedaan pendapat. dari metodolodgi itulah perbedaan keduanya seakin jelas ditemukan.
Sehingga perlu penulis mendudukan antara sains dan agama sebagai jalan yang benar dalam mencari ilmu pengetahuan.
Dalam penelitian ini peneliti memiliki tujuan untuk mengelaborasi pemikiran Haidar Bagir mengenai Dialog Sains dan Agama. Haidar Bagir menekankan bahwa sains dan agama dapat menjadi sumber dan metode dalam mencari ilmu dengan mendialogkan sains dan agama dari cara sudut pandang terhadap ilmu. Peneliti menggunakan metodologi kualitatif dengan menerapkan pendekatan studi tokoh. Sehingga peneliti berupaya mendalami dan memahami pemikiran Haidar Bagir mengenai sains dan agama. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah buku yang ditulis oleh Haidar Bagir yang berjudul “Sains ‘religious’ Agama ‘Saintific”. Sedangkan untuk sumber sekunder peneliti menggunakan beberapa referensi berupa jurnal, artikel ilmiah dan beberapa buku yang membahas mengenai relasi sains dan agama seperti “Buku Saku Filsafat”, “Relevansi Agama Dan Sains Menurut Ian G. Barbour Serta Ide Islamisasi Sains”, “Hakikat Ilmu Dalam Pemikiran Islam”. Hasil dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa pemikiran Haidar Bagir terhadap dialog sains dan agama. Menurut Haidar Bagir dalam mencari sebuah kebenaran ilmu dapat ditemukan dari sains dan agama dengan cara dialog ekslusifisme yang bersifat tidak membenturkan perbedaan antara sains dan agama. Haidar Bagir mengatakan bahwa sains dan agama masih memiliki hubungan yang saling mendukung bahkan menciptakan alternatif cara menjawab pertanyaan dan tidak setara dengan realitas yang ada. Sebagaimana di kutip dari buku “Sains ‘Religious’ dan Agama ‘Saintifik’” terkutip ungkapan Morris Berman, bahwa 99% cara manusia mendapatkan pengetahuan dan memahami realitas adalah dengan hal-hal yang disebut sebagai Supra rasional, imajinatif, dan mistis, bukan dengan metode ilmiah saja
KONSEP KEBAHAGIAAN DALAM FILSAFAT ISLAM (Studi Pemikiran Haidar Bagir)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebahagiaan dalam perspektif Haidar Bagir, seorang pemikir kontemporer yang mengintegrasikan filsafat Islam, tasawuf, dan psikologi modern. Di tengah krisis makna yang melanda masyarakat modern, kebahagiaan kerap dipahami secara dangkal dan materialistik. Haidar Bagir menawarkan pendekatan yang lebih mendalam dan spiritual, memaknai kebahagiaan sebagai pencarian makna hidup, cinta, dan kedekatan dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta teknik analisis holistik dan deskriptif untuk memahami pemikiran Haidar Bagir secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan menurut Haidar Bagir tidak terletak pada kenikmatan fisik semata, tetapi pada kualitas relasi batiniah manusia dengan Tuhan dan sesama. Pertama, cinta menjadi prinsip fundamental yang menggerakkan manusia menuju kebahagiaan sejati. Kedua, kebahagiaan tidak tergantung pada materi, melainkan pada pencarian makna hidup. Ketiga, kedekatan dengan Tuhan melalui proses spiritual merupakan kunci utama dalam mencapai kebahagiaan yang hakiki. Pemikiran Haidar Bagir menjadi relevan untuk menjawab kegelisahan eksistensial manusia modern, serta menawarkan jalan holistik menuju kebahagiaan sejati dalam bingkai filsafat Islam
Tasawuf Modern Persfektif Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir
skripsi ini berjudul Tasawuf modern persfektif Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir. kedua tokoh ini memiliki consent mendalam pada isu tasawuf, dan corak dakwah yang cukup penting dalam konteks masyarakat modern dewasa ini adalah dakwah yang bisa dilakukan berbagai kondisi masyarakat yaitu corak dakwah sufistik. dua tokoh di Indonesia dengan cora dakwah sufistik ini adalah Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir. ada dua persoalan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu pertama pemikiran tasawuf modern Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagirs sangat berorientasi pada kebahagiaan, yang didapat dengan mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan jalur tasawuf, yang di dalamnya mengajarkan kesalihan individual dan kesalehan sosial yang disebut dengan neo sufisme.Ini memiliki arti bahwa sifat-sifat terpuji bukan hanya kepada Allah Swt melainkan juga dengan sesama manusia. Kedua, corak pemikiran tasawuf modern Abdul Syakur Yasin dan Haidar Bagir memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya pada konsep tasawuf yang cenderung sama secara substantif, seperti konsep masdar, tazkiyat al-nafs, zuhud, dan hubungan syariat, tarekat dan ma’rifat, kebahagiaan, ihsan dan Nur Muhammad. Sedangkan perbedaanya pada konsep maqamat, tentang mursyid dan wujud hubungan Allah Swt dan manusia. Dengan demikian, pendekatan tasawuf modern Abdul Syakur Yasin lebih bersifat kepada tasawuf akhlaqi sedangkan pendekatan tasawuf modern Haidar Bagir lebih bersifat tasawuf falsafi
An Approach to The Understanding of "Religious Experiences"
In the old days, theology was almost a purely internal religious matter. Ilmu Kalam or Islamic Theology – although this term does not fully signify the meaning of Ilmu Kalam; has been focusing mainly on “internal religious issues” namely; on God and His attributes, on prophethood and the characteristics of prophecy and the resurrection and other issues related to beliefs. But as time goes by and the different parts of the world come into contact with each other; not only merchandises were imported and exported but ideologies and religious beliefs were in no way excluded. With the advent of the modern era since the renaissance, it seems that all things that are religious are considered as an obstacle for the rise of humanism in the whole realm of existence. Since then, religions had been the subject of speculations and even denial
NILAI-NILAI DAKWAH DALAM BUKU CATATAN UNTUK DIRIKU KARYA HAIDAR BAGIR
Da'wah values are very important in the current era of globalization which tends to be destructive. One of the solutions from globalization is, da'wah bil Qalam is like a book. Through books, the values of da'wah can be transmitted because books are a medium for conveying information and ideas from book authors in a comprehensive and in-depth manner. Da'wah bil Qalam through books has become a common thing done by preachers who deliberately write books about how a Muslim addresses life's problems, improves himself, and gains true happiness, such as the book Notes for Myself. The purpose of this research is to find out and describe the da'wah values contained in the book Notes for Myself by Haidar Bagir.
The type of research used in this research is library research with a qualitative approach. The primary data sources used were Notebooks for Myself and secondary data sources, namely books, journals, web articles and other literature. The data analysis used was Miles and Huberman's data analysis with data analysis activities: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification.Nilai-nilai dakwah menjadi sangat penting di era globalisasi saat ini yang cenderung destruktif. Salah satu solusi dari globalisasi tersebut yakni, dakwah bil Qalam seperti buku. Melalui buku, nilai-nilai dakwah dapat ditransmisikan sebab buku menjadi media penyampaian informasi dan hasil pemikiran dari penulis buku secara komprehensif dan mendalam. Dakwah bil Qalam melalui buku sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh da’i yang memang sengaja menulis buku tentang bagaimana seorang muslim menyikapi problematika hidup, memperbaiki diri, dan memperoleh kebahagiaan hakiki seperti buku Catatan Untuk Diriku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memaparkan nilai-nilai dakwah yang terkandung di dalam buku Catatan Untuk Diriku karya Haidar Bagir.
Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer yang digunakan yakni, buku Catatan Untuk Diriku dan sumber data sekunder yakni, buku, jurnal, artikel web dan literatur lainnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis data Miles dan Huberman dengan aktivitas analisis data: data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.
Hasil temuan dalam penelitian ini yakni, terdapat empat belas nilai dakwah akidah yang meliputi; iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah (Al-Qur’an), iman kepada nabi (nabi Adam), dan rasul Allah (Muhammad SAW), iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir Allah. Empat nilai dakwah syariah yang meliputi; ibadah dan muamalah. Empat puluh satu nilai dakwah akhlak yang meliputi; akhlak kepada Allah, akhlak kepada manusia, dan akhlak kepada alam. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian lainnya adalah penekanan pada nilai dakwah akhlak
Kuwait: Sayyid Muhammad Bagir 'Abbas al-Musawi
A document from Amnesty International's Urgent Action Networ
Pengaruh Ekuitas Merek Shafira Terhadap Loyalitas Konsumen pada Counter Outlet Shafira Cabang Buah Batu Bandung
Dalam perkembangan dunia dewasa ini, bisnis fashion berkembang begitu pesat. Perusahaan-perusahaan baru bermunculan, perusahaan lama melakukan banyak inovasi dan mengusahakan berbagai cara untuk dapat terus eksis mempertahankan perusahaannya. Berdasarkan fakta dilapangan, saat ini persaingan berbagai merek di setiap industri fashion tidak lagi bisa dibilang sekadar ketat. Melainkan sudah masuk ke kategori hyper-competitive atau mega-competition. Perusahaan yang mampu bersaing akan tetap berdiri dan melebarkan sayapnya, perusahaan yang tidak mampu bersaing, jatuh dan hilang begitu saja. Dalam hal ini, marketing memegang peranan yang besar dalam dunia bisnis. Bila sebuah sistem diikuti dengan marketing yang tepat, maka akan memungkinkan suatu perusahaan memperoleh laba maksimal. Dalam hal ini penting sekali bagi suatu perusahaan untuk mengenali pasar secara tepat, mengikuti fenomena dan trend yang sedang terjadi dan berkembang dalam dunia global.
Populasi muslim di Indonesia, merupakan populasi terbesar di dunia. Ini merupakan potensi market yang sangat besar. Adanya kecenderungan peningkatan jumlah orang muslim yang menggunakan busana muslim, telah memotivasi para produsen untuk memproduksi busana muslim yang lebih kreatif dan menari
LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN WEBSITE E-COMMERCE DI PT. BATIK RAHMAWATI SURAKARTA
Bagian utama dari tugas akhir ini adalah membuat website ecommerce
di PT. Batik Surakarta Rahmawati.
PT.Batik Rahmawati merupakan perusahaan yang memproduksi batik.
PT.Batik Rahmawati tidak mempunyai layanan penjulan produk melalui
internet atau yang biasa disebut dengan istilah e-commerce (Electronic
Commerce). Perusahaan batik tersebut hanya bisa melayani transaksi yang
dilakukan melalui telepon serta dalam metode promosi secara langsung
kepada konsumenya dan hanya dilakukan pada wilayah setempat yang bisa
dijangkau saja, dan belum menyebar ke daerah-daerah ataupun kota-kota
besar lainnya di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam perancangan Sistem Informasi
Penjualan berbasis web PT.Batik Rahmawati di Surakarta, serta untuk
mengetahui sistem yang sedang berjalan, menggunakan pendekatan
terstruktur, yaitu menggunakan beberapa alat bantu seperti Diagram
Konteks, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram
(ERD). Perangkat lunak pendukung yang digunakan adalah Photoshop,
Macromedia Dreamweaver, dan database MySQL sebagai pembangun serta
dokumentasi program dan laporan.
Dengan adanya sistem berbasis web ini, yang sudah terkoneksi dengan
database, tentunya akan sangat mempermudah pengolahan data barang
untuk dijual dan akan sangat membantu sekali dalam hal pemasaran produk,
karena setiap informasi yang akan diberikan kepada konsumen bisa lebih
cepat, akurat dan tentunya dengan biaya yang sangat murah.
Kata Kunci : E-Commerce, Photoshop, Dreamwaver, My SQL, Online
An Approach to The Understanding of “Religious Experiences”
In the old days, theology was almost a purely internal religious matter. Ilmu Kalam or Islamic Theology – although this term does not fully signify the meaning of Ilmu Kalam; has been focusing mainly on “internal religious issues” namely; on God and His attributes, on prophethood and the characteristics of prophecy and the resurrection and other issues related to beliefs. But as time goes by and the different parts of the world come into contact with each other; not only merchandises were imported and exported but ideologies and religious beliefs were in no way excluded. With the advent of the modern era since the renaissance, it seems that all things that are religious are considered as an obstacle for the rise of humanism in the whole realm of existence
- …
